Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Pingsan?


__ADS_3

Di saat yang sangat menegangkan itu, pihak keamanan cafe tidak ada satupun yang berani mencegah perbuatan keji yang dilakukan oleh tamu VVIP mereka.Entah siapa cowok-cowok berpengaruh itu?


Ryra yang sudah pingsan,kini sedang di angkat ala karung beras oleh pria yang memukulnya tadi.Dinda sekuat tenaga ingin berteriak minta pertolongan,akan tetapi mulutnya di bekap dengan tangan oleh cowok yang lainnya.


Keadaan kedua gadis itu,sungguh sangat memprihatinkan.Untunglah saat itu seseorang datang tepat waktu,Kenzi datang dan langsung menghajar para bajingan itu dengan bogem mentah dan tendangannya.


Apalagi wanita-wanita yang sedang dalam masalah ini salah satunya adalah gadis yang ia suka.Tentu saja pukulan Kenzi tidak main-main,ternyata Kenzi sangat mahir dalam urusan berkelahi.


Dinda yang masih sadar bisa melihat betapa gesitnya Kenzi dalam menghajar para bajingan yang mulai setengah mabuk itu,ia berhasil menyelamatkan Ryra dan juga Dinda.


"Abang Ken,terimakasih sudah membantu kami. " Dinda sangat bersyukur karena Kenzi datang tepat waktu,baginya Kenzi adalah sosok malaikat penolong.


Tak lama kemudian,polisi sudah datangnya untuk meringkus para bajingan itu.Rupanya Kenzi sudah menelpon polisi,awalnya pihak cafe menghalangi kedatangan polisi untuk naik ke rooftop mereka,tapi mereka tak berkutik saat Kenzi menunjukkan kartu identitasnya yang sebenarnya.


Ternyata pihak cafe ini takut kalau usaha mereka yang baru saja di buka akan segera di tutup paksa karena kasus ini, tapi karena Kenzi adalah anak pemilik gedung ini,mereka bisa bernafas lega.


Dinda merasa heran, kenapa Kenzi bisa begitu di hormati di sana.


"Apa Abang Kenzi kenal dengan pemiliknya? " tanya Dinda.


"Ooh, itu.Kebetulan pemiliknya adalah salah satu klien saya terdahulu, " jawab Kenzi asal.


"Ooo, begitu. Sekali lagi terimakasih ya Bang. Kalau Abang gak datang,entah bagaimana nasib kami Bang. "untuk pertama kalinya seorang Dinda menangis.


" Sebaiknya, kita segera bawa Ryra ke rumah sakit, "Ujar Kenzi.


Dinda barusan ingat kalau ia tidak mungkin membawa Ryra ke rumah sakit.Bisa-bisa Bunda Diana akan tambah marah kalau ia tau Ryra celaka gara-gara dirinya.


" Ja-jangan Bang, jangan ke rumah sakit. Nanti aku bakal habis. "Dinda menahan tangan Kenzi.


" Lalu bagaimana dengan temanmu ini? masa' kita biarkan ia seperti ini? "tanya Kenzi.


" Mungkin dia hanya pingsan Bang, yang butuh obatnya itu aku.Lihat,wajah ku habis di gamparin sama tuh cowok-cowok bajingan.Ryra gak bakal kenapa-napa kok Bang."Dinda sangat kesal sekali kalau mengingat kejadian barusan,ia masih ingat wajah-wajah bajingan itu.

__ADS_1


"Kamu gak usah khawatir,biar mereka semuanya jadi urusan saya.Sebaiknya kita segera pergi dari sini,mumpung masih sepi." Kenzi segera menggendong tubuh Ryra yang terkulai lemas ala bridal style..


Dinda terharu melihatnya,akhirnya sahabatnya itu bisa juga dekat dengan seorang pria.Dinda berjanji,kalau dirinya akan mendukung cinta pertama sahabatnya itu.Ia memikirkan cara agar Ryra dan Kenzi bisa dekat dan bila perlu bisa menikah.


Di tengah perjalanan,tiba-tiba Dinda punya ide.Ia berpura-pura kalau mobilnya mogok dan tidak mau menyala.


Kenzi yang berada di belakang mobil Dinda, juga turut menghentikan mobilnya.Kenzi turun untuk bertanya, "Ada apa Din?"


"Gak tau nih Bang,kayaknya mobil aku mogok deh.Sudah sering sih kayak gini,maklum, mobil tua,"ujar Dinda bohong.


" Bagaimana kalau aku antar kalian ke rumah kamu? "tanya Kenzi.


" Jangan, jangan Bang Ken,bisa-bisa aku juga bakalan di amuk Ibu aku kalau pulang dalam keadaan bonyok begini."Tolak Dinda.


"Lalu?apakah aku harus antar kalian ke hotel?" tanya Kenzi.


Dinda nampak berfikir,padahal ia sudah punya rencana lain di otak cerdasnya itu, "Kayaknya, hotel juga bukan tempat yang tepat Bang.Bagaimana kalau Bunda nya Ryra tau kalau kami para gadis menginap di hotel, bisa-bisa di pancung."Lagi-lagi Dinda mencoba membuat alasan.


"Lalu?kalau begitu kemana aku harus mengantar kalian? " tanya Kenzi bingung.


"Rumahku? " tanya Kenzi balik.


"Iya Bang,soalnya cuma rumah Abang yang Bunda Diana gak tau 'kan? " jawab Dinda.


"Sebenarnya,beliau tau sih,"ujar Kenzi jujur.


"Abang kenal Bunda Diana? " tanya Dinda,gadis itu pura-pura gak tau soal ceritanya Kenzi yang datang ke rumah Ryra bawa-bawa buah segala,dan soal Kenzi yang menyebabkan mobil Bunda Diana nabrak mobil taksi itu.


"Ya,gak juga sih.Ceritanya panjang,nanti aja aku ceritain.Kalau begitu,cepat kita pindahkan Ryra ke dalam mobil saya,sebelum hari semakin malam."Kenzi akhirnya setuju untuk membiarkan dua gadis cantik itu menginap di apartemennya.


Sementara Dinda sedang menelpon bengkel langganan nya untuk datang menjemput mobilnya,Kenzi memindahkan tubuh Ryra yang masih saja pingsan ke dalam mobilnya.


" Aduh Bang, kayaknya aku bakal nungguin tukang bengkel dulu deh Bang di sini.Mereka masih lama,soalnya bengkel langganan aku lumayan jauh dari sini,entar yang ada mobil aku hilang kalau di tinggal."Dinda lagi-lagi membuat alasan.

__ADS_1


Kenzi sama sekali tidak curiga dengan permainan gadis itu, "Lalu temannya kamu ini bagaimana? apa kamu percaya kalau aku membawanya pergi ke rumahku?"tanya Kenzi.


"Aku percaya kok kalau Abang itu orang baik,aku minta alamat Abang aja.Nanti aku susulin pakai taksi online,"jawab Dinda.


Kenzi mengirimkan alamat apartemennya ke nomor Dinda,tak ada terbersit sedikitpun kecurigaan di benaknya kalau sahabatnya Ryra itu sedang berfikiran yang aneh-aneh untuk menyatukan mereka.


" Abang tinggal di apartemen ini?gak terlalu jauh ya dari sini, "ujar Dinda, setelah melihat alamat yang di kirimkan oleh Kenzi ke ponselnya.


" Iya, palingan cuma dua puluh menitan aja,sampai, "jawab Kenzi.


Akhirnya Kenzo pun pamit dengan membawa Ryra di dalam mobilnya.Sedangkan Dinda,ia kini sedang menahan tawa di dalam hatinya.


" Dengan begini,Bunda Diana pasti akan merelakan kamu hidup dengan jalanmu sendiri sahabatku,nikmatilah kebebasan mu sayangku,"ujar Dinda sambil meneteskan air mata haru.


Setelah kepergian Kenzi dan Ryra,Dinda masuk ke dalam mobilnya.Gadis itu menelpon sang Ibu untuk memastikan kalau Ibunya masih bersama Bunda Diana.


"Bagaimana Bu,apa Ibu masih bersama dengan Bunda Diana? " tanya Dinda.


"Iya,acaranya baru aja di mulai.Tadi Ibu sudah bilang ke Diana kalau kamu akan ajak Ryra nginep di rumah kita. "


"Loh, kok Ibu bilangnya gitu sih Bu. Aduh... bisa-bisa Bunda Diana neror aku terus kalau Ryra sampai gak pulang, " ujar Dinda.


"Kok bisa sampai gak pulang sih Nak?, gimana ceritanya?, " tanya Ibu Mira,ibunya Dinda itu.


"Yaaa, gak kenapa-napa Bu.Tadi sebenarnya kami sedang mengalami masalah waktu di cafe,ada beberapa cowok nakal yang gangguin kami.Untung aja ada yang nolongin, nah sekarang Ryra nya pingsan. " Dinda emang gak bisa bohong kalau sama Ibunya.


"Apa? pingsan?! " Bu Mira malah teriak.


"Ada apa Mir?" tanya Bunda Diana heran, kenapa sahabatnya itu tiba-tiba berteriak.


"Ah gak ada apa-apa kok Di,temannya si Dilan pingsan di sekolah nya tadi.Hehe, " Bu Mira mencoba menutupi semua itu dari Bunda Diana.


Di dalam hatinya,ia sangat cemas.Apalagi panggilan itu harus terputus karena baterai ponsel Dinda yang lowbatt.

__ADS_1


"Yaa,kok di matiin?"


Bu Mira jadi cemas, entah apa yang sedang terjadi sebenarnya.Ia sangat lah penasaran sekali,berulang kali ia menghubungi Dinda,tapi tidak bisa.Makin bertambah lah kecemasan di hatinya akan dua putri kesayangan nya itu.


__ADS_2