
Melihat kepergian Roweena dan keluarganya,Tuan Axel sebenarnya juga sedih.Walau bagaimana pun,lima tahun sudah mereka hidup bersama sebagai suami isteri.Walaupun pada kenyataannya,mereka bahkan tidak pernah tidur dalam satu ranjang, karena ternyata Roweena hanya sebagai seorang perawat Tuan Axel sekaligus sebagai sosok ibu sambung untuk kedua anaknya saja.
Namun untuk mengantisipasi timbulnya fitnah,akhirnya mereka menikah.Karena ia hanya di jadikan sebagai istri boneka, Roweena mengajukan syarat untuk membawa seluruh keluarganya tinggal di rumah besar ini.
Karena sudah terlanjur janji untuk menepati semua syarat yang Roweena ajukan,akhirnya Tuan Axel mau mengizinkannya.
Namun hari ini,dengan beberapa lembar kertas dari pengadilan agama,Tuan Axel mencampakkan Roweena.Tentu saja Roweena tidak terima dengan semua ini,ia pasti akan menuntut balas semua sakit hati ini ,suatu saat nanti.
"Mereka semuanya sudah pergi.Sekarang,apa kalian berdua bisa memeluk Papa kalian ini?"tanya Tuan Axel.
Kenzi dan Cellyna saling tatap beberapa saat, sebelum akhirnya mereka berdua berhamburan ke pelukan sang Papa.Papa dan anak-anak nya itu menangis haru,sudah lama sekali rasanya mereka tidak berpelukan seperti hari ini.
*
*
*
Beberapa jam berlalu,mereka masih ngobrol di ruang keluarga.Tuan Axel mengajak kedua anaknya itu berbincang-bincang.
"Bagaimana Ken?Apa kamu sudah mau memaafkan Papa dan kembali tinggal di rumah ini?"tanya Tuan Axel kepada puteranya itu.
"Ken,memang sudah memaafkan Papa.Akan tetapi...." Kenzi terlihat agak ragu akan satu hal.
Melihat putranya yang nampak masih ragu.Tuan Axel segera memanggil Pengacara sekaligus notarisnya untuk menunjukkan sesuatu kepada Kenzi.
"Bagas,berikan map itu kepada puteraku," ujar Tuan Axel.
Pak Bagas sang Pengacara pun memberikan sebuah map kepada Kenzi.
"Ini map nya Mas Kenzi,silahkan di baca isinya,"ujar Pak Bagas.
Wajah Kenzi penuh tanda tanya sambil menatap map merah tebal yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Apa ini Pa?" tanya Kenzi, ia agak bingung.
"Bacalah Nak, agar kamu bisa tau apa isinya. "Tuan Axel tersenyum kepada Kenzi dengan penuh percaya diri bahwa Kenzi akan menyukainya.
Dengan pelan,Kenzi membuka map itu dan membalik sampulnya.Disana ia melihat dengan jelas,itu adalah surat warisan sang Papa.
"Ini...??? "Kenzi menatap sendu mata Tuan Axel Fernando.
"Itu semua untuk kamu Kenzi.Kamu sebagai anak Laki-laki Papa satu-satunya,akan menjadi ahli waris utama seluruh perusahaan Papa dan juga rumah ini.Sedangkan adikmu Cellyna, ia akan mewarisi Villa kita di puncak dan juga perkebunan Teh yang ada disana. "
Mata Cellyna menyala,ia menatap iri kepada Kenzi.Tapi itu bukanlah iri,melainkan ada sesuatu yang lain di matanya.
"Tapi Pa?! Cellyn gak mau ngurusin perkebunan Teh.Cellyn gak ada bakat jadi petani,Pa.Cellyn tetap mau tinggal di rumah ini.Mama sendiri yang membawa Cellyn ke rumah ini,jadi itu bukan salah Cellyn kalau Cellyn maunya disini, "cetus Cellyn kesal.
" Tenang Cellyn, rumah ini akan tetap jadi rumah kita bersama.Kamu gak perlu khawatir ya."Kenzi mengusap rambut sang adik,agar bisa lebih tenang.
" Cellyn, Cellyn..., Papa 'kan gak bilang kalau kamu harus jadi petani,sudah pasti kamu yang jadi bos nya.Kamu bisa suruh karyawan kamu yang melakukan semua nya.Tidak perlu langsung turun tangan sendiri."Tuan Axel geleng-geleng kepala melihat tingkah putri angkatnya itu.
"Tentu saja Cellyn gak mau Pa, Cellyn masih ingin meneruskan karir model Cellyn di ibu kota.Ngapain Cellyn harus jauh-jauh tinggal di pelosok,ihhh gak banget deh 'Pa."Gadis itu menatap sepeleh surat warisan yang ada di tangan Kenzi.
"Suka bukan berarti mau menetap di sana 'Pa,Cellyn lebih suka tinggal di sini."bantah Cellyn.
"Iya Pa, Cellyn bisa ambil rumah ini kok 'Pa. Lagipula Ken sudah punya apartement sendiri." Kenzi menyerahkan kembali map ini kepada Pengacara keluarga mereka, Pak Bagas.
"Tapi Ken,ini rumah kamu.Kamu memang anak kandung Papa dan Mama, sedangkan.., " ucapan Tuan Axel terhenti, ketika dia menyadari kalau dia sudah mengungkit masa lalu mengenai asal usul Cellyn.
"Sedangkan Cellyn hanya anak angkat Papa dan Mama, begitu?! "Mata Cellyn kembali berapi-api.Gadis itu tidak terima.
"Bukan begitu maksud Papa, Cellyn. "Tuan Axel jadi bingung, bagaimana caranya agar Cellyn mau mengerti.
"Papa sendiri 'kan yang bilang kalau kami berdua tidak sedarah,kalau begitu... Cellyn ingin menjadi istrinya Kak Kenzi saja.Sudah lama Cellyn menyukai Kak Kenzi, "ujar gadis itu.Gadis yang di angkat anak oleh Mamanya Kenzi saat mereka liburan di puncak.
Ya, Cellyn merupakan anak angkat di keluarga itu.Dulu mendiang Mamanya Kenzi, yaitu Nyonya Rosmala sangat menyukai Cellyn yang masih kanak-kanak,mereka bertemu saat Cellyn masih berusia 4 tahun.Cellyn merupakan anak dari pekerja di perkebunan teh yang mereka beli,ibunya hanya seorang janda yang sakit-sakitan,sehingga membuat Nyonya Rosmala jadi merasa iba melihat kehidupan Cellyn yang sangat memprihatinkan.
__ADS_1
Nyonya Rosmala yang sudah tidak bisa hamil lagi karena ada masalah di rahimnya ,akibat pernah keguguran saat mengandung adiknya Kenzi, beliau memutuskan untuk mengadopsi Cellyn sebagai anak mereka.
Tuan Axel dan Kenzi membelalak mendengar ucapan Cellyn,gadis itu mengajukan diri untuk di nikahkan dengan kakak angkatnya sendiri.
"Maaf Cellyn.Kakak rasa Kakak tidak akan bisa menikahi kamu.Walau bagaimana pun juga,Kakak sudah menganggap kamu seperti adik Kakak sendiri.Tidak akan pernah ada perasaan cinta yang melebihi dari perasaan saudara diantara kita, "tegas Kenzi.
" Tapi Kak Ken tentu tau,selama ini Cellyn sudah berusaha menunjukkan kepada Kakak tentang perasaan Cellyn.Kakak harus jadi milik Cellyn!"Cellyn yang Terbiasa di turuti semua kemauannya ,jadi semakin tak tahu diri saja.
"Maafkan Kakak, Cellyn." Ken mundur saat Cellyn ingin memeluk dirinya.
"Hentikan Cellyn!"Tuan Axel jadi ikut kesal dengan putri angkat mendiang istrinya itu.
Gadis itu langsung menangis,begitu Tuan Axel tidak berpihak kepada nya.
" Selama ini kurang baik apa kami kepada mu?kenapa kamu tidak mengerti juga,hah!"Tuan Axel benar-benar kesal di buatnya.
Cellyn terdiam dan tertunduk,namun air matanya terus saja mengalir membasahi kedua pipinya.
Kenzi baru menyadarinya sekarang,ternyata selama ini Cellyn memiliki perasaan yang lain terhadap diri nya.Pantas saja selama ini,sikap manja Cellyn sangat berbeda dengan sikap seorang adik terhadap kakaknya. Dia lebih sering memanggil Kenzi dengan sebutan sayang ketimbang Kakak atau Kak Ken.
Bahkan di Bandara waktu itu,Ryra sempat salah faham 'kan?Ryra bahkan mengira kalau Kenzi dan Cellyna itu pasangan kekasih, karena Cellyn yang terus saja bergelayut manja di lengannya Kenzi dan juga memanggil Kenzi dengan sebutan sayang.
" Maafkan Kakak Cellyn,Kak Ken tidak bisa mewujudkan keinginan kamu yang satu itu.Kakak... Kakak... "Kenzi memikirkan alasan apa yang tepat untuk menolak gadis yang sudah ia anggap sebagai adik itu.
" Kakak apa?! "tanya Cellyn dengan tatapan yang tak sabaran.
" Kakak sudah punya pacar, "jawab Kenzi asal.
" Bohong!Kak Ken gak pernah punya pacar. Cellyn tahu semuanya tentang Kakak. "Gadis itu masih tak mau menyerah juga,ia tetap pada keinginannya yang kuat.
"Kalau kamu tidak percaya,kamu bisa dengar ini!"
Kenzi mengeluarkan ponselnya, dan ia menekan nomor Ryra.Ia mencoba menelepon gadis itu melalui WA.Tadinya ia hanya asal pencet nomor, entah mengapa ketika melihat nama Ryra di deretan nama kontaknya,ia langsung menekan tombol panggil.
__ADS_1
Tersambung,Kenzi segera me-loudspeaker ponselnya agar Cellyn bisa mendengar suara cewek dari ponselnya itu.