Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Cowok Itu Lagi


__ADS_3

Gadis berparas cantik dan berkulit putih itu sangat terkejut.Bagaimana tidak,ia ingat betul wajah cowok yang kurang ajar itu.Cowok brengsek yang ingin melecehkan dirinya dan juga sahabatnya Dinda pada malam itu.


"Kamu??! " tatapan Ryra nanar ke arah putera keluarga Luwis itu.Bunda Diana dan tamu yang lain pun yang tadinya sedang sibuk berbicara satu sama lain, jadi berpindah fokus ke arah Ryra dan putera keluarga Luwis yang bernama Michael itu.


"Ada apa sayang? " tanya Ayahnya,Pak Hendra.


"Ah,gak ada apa-apa Yah. " Ryra tidak ingin merusak suasana,gak enak sama tamu yang lain.Cukup dengan dirinya menjaga diri dan menjauh dari cowok bernama Michael itu saja,mungkin sudah bisa membuatnya berjarak dan tidak perlu berkenalan apalagi ngobrol dengan cowok kurang ajar itu.


"Baiklah semuanya,silahkan di nikmati sajian pembukanya,semoga semua pada suka ya α₯¬πŸ˜α­„." Bunda Diana mengambil kendali acara, baginya tidak lah penting mendengarkan keluhan putrinya itu.Ia sama sekali tidak tertarik,karena itu bisa di bahas nanti saja, setelah acara nya selesai.


Semua orang mulai memegang sendok kecil untuk mulai memakan sajian menu pembuka yang terlihat sangat lezat dan juga nikmat.


"Mmm,ini enak sekali Jeng Diana,"puji Nyonya Widya.


"Terimakasih loh,Jeng Widya.Ini sajian terbaik dari restoran ini,tidak sia-sia saya memilih menu ini jika Jeng dan yang lainnya juga menyukainya, " ujar Bunda Diana, merendah tapi untuk melejit lebih tinggi, ngerti kan maksudnya author???α₯¬πŸ˜…α­„


"Iya, ini enak Jeng, " sambung Nyonya Satria.


Selanjutnya adalah makanan utama.Menu utamanya adalah Steak sapi Wagyu yang sangat terkenal lembut dan juicy.Semua sajian yang Bunda Diana pilih untuk makan malam kali ini adalah yang termahal dan tentunya yang terbaik dari restoran ini.


Acara makan malam itu juga di selingi dengan bincang-bincang mengenai bisnis dan juga soal anak-anak mereka.Tentu saja orang utama yang mereka bahas adalah gadis yang paling cantik di sana malam ini,siapa lagi kalau bukan Ryra.


"Saya dengar-dengar,Nak Ryra ini lulusan Belanda ya Jeng? " tanya Nyonya Bagaskara.


"Benar Jeng,dia baru saja lulus.Itulah sebabnya saya mengadakan jamuan ini,selain untuk menjalin silaturahmi,juga... untuk syukuran kecil-kecilan atas kelulusan nya Ryra.Syukur-syukur kalau ada dari salah satu anak muda di sini yang bisa berteman dengan putri kami, " ujar Bunda Diana,wanita itu terus saja berkamuflase dengan tujuannya mengadakan acara ini.

__ADS_1


Walaupun demikian,tapi semua yang hadir juga bisa mengerti kok apa yang ia maksudkan.Siapa sih yang tidak tau, sudah pasti mereka semua mengerti apa yang dia maksud oleh pemilik perusahaan tekstil ternama itu.


Nyonya Luwis pun memberi kode kepada puteranya,begitu juga Nyonya-Nyonya yang lainnya.Sepertinya mereka semua mempunyai pemikiran yang sama, siapa sih yang tidak mau punya besan se-kaya Bunda Diana dan Pak Hendra Adhyaksa ini?? Tentu saja mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkan Ryra sebagai menantu mereka.


Ryra mulai merasa tidak nyaman jadinya.Saat acara makan-makan itu usai,mereka di hibur dengan live musik sambil menikmati makanan penutup,para orang-orang tua sedang sibuk berbincang,begitu juga Ryra yang merasa mati gaya di tengah para bujangan-bujangan kaya di kota ini.


Gadis itu malah terus menghindar saat ada yang mengajaknya mengobrol atau sekedar berkenalan.Terutama pada putera keluarga Luwis, Ryra sangat menghindarinya. Beberapa kali Michael ingin mengajaknya berbicara, tapi Ryra sengaja menghindarinya.


"Maaf, permisi.Saya harus ke toilet sebentar,"ujar Ryra.


Di saat Ryra ingin menghindari Michael, cowok itu malah semakin penasaran dengannya.Michael mengikuti Ryra yang akan menuju toilet Restoran mahal itu.


Merasa ada yang mengikutinya,Ryra langsung ambil langkah seribu menuju ke toilet wanita.Ia sangat ketakutan,bayangan akan kejadian malam itu membuatnya semakin ketakutan.


Maklum saja kalau cowok seperti Michael kurang mengingat kejadian malam itu, saat itu dirinya sedang setengah mabuk, ingatannya hanya samar-samar, seperti pernah bertemu, tapi entah di mana, dia belum mengingatnya.


" Cowok bajingan ituα₯¬πŸ˜–α­„ , "Ryra memeluk dirinya sendiri di balik pintu.


Tok... tok... tok...


Terdengar suara pintu di belakangnya di ketuk tiga kali," Haii,saya tau kalau kamu sedang menghindari saya dari tadi,saya jadi penasaran kenapa kamu melakukan itu, sementara pada yang lain sikap kamu biasa saja? "tanya Michael.


Ryra hanya diam saja dan tidak berani untuk bersuara,ia bahkan menutupi mulutnya dengan keduanya telapak tangannya.Sudah lama ia berada di sana, gadis itu jadi takut untuk keluar,ia takut jika nanti kembali bertemu dengan cowok brengsek seperti Michael itu.


Lima belas menit berlalu,pintu utama toilet wanita itu kembali di ketuk,rupanya kali ini Nyonya Widya yang mengetuknya."Siapa di dalam,kenapa di kunci ya? saya pengen pipis nih,sudah kebelet. " Nyonya Widya sudah tidak tahan.

__ADS_1


Mendengar suara wanita,Ryra pun segera membukakan pintu itu, "Maaf Tante, tadi saya lupa kalau di dalam toilet ini banyak ruang toiletnya, jadi saya langsung kunci aja tadi α₯¬πŸ˜α­„ . " Ryra berdalih.


"Oh, nak Ryra rupanya.Tadi saya kira siapa ? Ngomong-ngomong,Nak Ryra ini sudah punya pacar belum ya? mau gak kalau Tante jodohin sama anak Tante? " tanya Nyonya Widya.


"Aduh,maafin ya Tante.Ryra belum kepikiran soal itu,soalnya.... "


Belum sempat Ryra melanjutkan ucapannya,tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri mereka.Pelayan itu mengatakan kalau dirinya sedang di tunggu oleh Bundanya untuk di perkenalkan secara khusus dengan seseorang.


"Maaf Tante,in sya Allah nanti kita sambung lagi,Bunda sedang cari saya nih,kalau begitu saya tinggal dulu ya,Tan. " Ryra pun pamit pada Nyonya Widya.


Nyonya Widya pun menganggukkan kepalanya.


"Gadis yang sopan,cocok banget kalau di jadiin mantu, " ucap Nyonya Widya.


****


Di sebuah meja yang lebih kecil,Bunda Diana sedang duduk bersama Nyonya Luwis dan juga puteranya yang sangat di hindari oleh Ryra,sementara Ayah Hendra sedang berbincang dengan para Tuan yang lain.


Jangan tanyakan di mana Kakaknya Kevin berada, sampai detik ini batang hidungnya belum juga nampak di sana.Sudah pasti memang Kevin sengaja untuk tidak datang ke sana.


Tubuh Ryra bergetar saat Bundanya menyuruhnya untuk duduk,apalagi saat dirinya di minta untuk berkenalan dengan laki-laki yang sangat ia takuti.


"Hai Qaryra,aku sudah tau nama kamu dari Bunda mu.Kenalkan,namaku Michael, " ujarnya sambil mengulurkan tangan.


"Bukankah Dinda bilang kalau para cowok brengsek itu sudah di tangkap polisi, lalu kenapa bajingan ini masih berkeliaran bebas? " batin Ryra.

__ADS_1


__ADS_2