Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Panggilan Sayang


__ADS_3

Ryra yang mendengar ponselnya berbunyi, langsung menyambar benda pipih itu.Keningnya mengernyit saat melihat nama Kenzivaro muncul di layar.


"Kenapa dia menelpon ku?" Ryra bingung harus bagaimana,saat ini ia baru saja selesai sholat Maghrib.


Akhirnya ia memutuskan untuk menerima panggilan itu,sebelumnya ia memastikan dulu kalau pintu kamarnya sudah terkunci dengan benar.Takutnya nanti sang Bunda galak datang dan memergoki dirinya sedang teleponan dengan seorang cowok,kan bisa berabe.


Dengan sedikit rasa gugup di dada,Ryra mencoba untuk bersikap santai,karena ia tiba-tiba teringat akan kedipan mata yang dilayangkan Kenzi kepadanya ,waktu terakhir kali mereka bertemu dirumah Dinda waktu itu.


Ryra pun memberanikan dirinya untuk menggeser tombol hijau yang sedari tadi bergetar naik turun.


"Hallo, assalamu'alaikum Bang Ken,"sapa Ryra dengan suara agak bergetar karena gugup.


"Hallo Ryra sayang, apa kabar hari ini?"Kenzi langsung to the point. Entah kekuatan dari mana yang memaksa hatinya untuk berkata Sayang kepada Ryra dengan lancarnya.Dada Ken pun harap-harap cemas dengan jawaban apa yang akan gadis itu ucapkan setelah ini.


Mendengar suara Ryra yang ada di dalam ponsel Kenzi,membuat wajah Cellyn meradang.Gadis itu mendengkus kesal, ia menggenggam erat jari-jarinya sendiri, meluapkan rasa kesal yang ada di hatinya.


Sedangkan di seberang telepon, seorang gadis kini sedang berdebar-debar jantungnya karena panggilan sayang yang di ucapkan oleh Kenzi barusan.


"Apa? Saya tidak dengar? " Ryra mencoba untuk tidak ge-er dengan ucapan Kenzi barusan. Ia takut hanyalah salah dengar saja.


"Apa kabarnya sayang? Aku kangen nih. Ketemuan yuk malam ini. " Kenzi lagi-lagi menampilkan akting yang ciamik di hadapan Cellyn, sehingga membuat gadis yang merupakan adik angkatnya itu semakin geram.


"Apa?!"


Tentu saja Ryra kaget bukan kepalang di panggil dengan panggilan seperti itu, 'memangnya mereka punya hubungan apa?'pikir nya.


"Bagaimana? Bisa kita bertemu malam ini? Aku sudah kangen sama kamu sayang." Lagi-lagi kalimat rayuan meluncur dengan mulus dari mulut Kenzi begitu saja,yang mendengar dan melihat itu, pasti akan percaya kalau Kenzi memang sudah memiliki pacar.


Wajah Cellyn semakin masam, ia bertekad di dalam hatinya akan mencari dan menemukan siapa wanita bernama Ryra yang di sebut Kenzi sebagai pacarnya itu.


"Maaf,sepertinya Bang Ken ini salah sambung.Saya...b.. "

__ADS_1


Baru saja Ryra mau meluruskan tentang hubungan mereka yang bukanlah siapa-siapa,namun Kenzi langsung memotong ucapannya.


"Ya udah sayang,nanti aku akan jemput kamu ya.Kita ketemu di kafe biasa,ada oleh-oleh buat kamu dari Swiss.Kamu ingat 'kan kalau aku pernah janji mau kirim paket ke rumah kamu,nah ini dia hadiahnya ada padaku."


Kenzi kembali membual di hadapan Cellyn, semua itu ia lakukan untuk membuat adik angkatnya itu sadar dan berhenti mengharapkan dirinya.


Urusan meluruskan masalah dengan Ryra akan diurusnya nanti saja,ia pasti akan menjelaskan semuanya kepada gadis itu.'Pasti dia bisa mengerti. 'pikir Kenzi.


Tanpa basa-basi Kenzi mengakhiri percakapan itu dengan tindakan yang sangat absimurd.Ia bertingkah seolah mereka sudah lama pacaran dan Kenzi pun melayangkan sebuah kiss "Mmmuach, sampai ketemu sayang, "ucapnya.


Tentu saja hal itu membuat Cellyn marah dan langsung pergi dengan menghentakkan kakinya dari hadapan Kenzi.


Sedangkan gadis yang ada di seberang telepon sana,sekarang jantungnya seperti mau copot karena tak berhenti berdebar dengan kencangnya.Ini pertama kalinya ada yang lelaki yang bicara se*ulgar itu kepadanya.


Tentu saja gadis itu bingung dengan sikap Kenzi,laki-laki yang baru ia temui sebanyak dua kali.Memangnya mereka ada hubungan apa?Sampai Kenzi bertindak sejauh itu kepadanya?


Ryra terus menatap ke layar ponselnya,ia merasa tidak tenang sebelum mengetahui apa maksud ucapan Kenzi menelpon dirinya dan berbicara seperti itu.


Gadis itu masih sangat penasaran sekali,ia mondar-mandir sambil masih memakai mukenahnya,dan ditangannya masih memainkan ponselnya sambil menimbang-nimbang mengenai hal apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang,dari suaranya Ryra tau kalau itu adalah Bik Ony.


"Ada apa Bik?" Ryra membukakan pintu itu tanpa ragu.


"Dipanggil Nyonya Non,diajak makan malam.Soalnya Nyonya sendirian Non,Tuan dan Den Kevin juga belum pulang, "ujar Bik Ony.


"Oh,ya udah.Nanti Ryra ke bawah Bik setelah beresin mukenah."


"Baik Non,Bibik turun duluan kalau begitu, " ujar Bik Ony yang kemudian berlalu ke bawah.


Ryra segera membereskan peralatan sholatnya,ia meletakkan ponselnya di atas nakas.Biasalah,sang Bunda tidak akan suka kalau ada yang makan sambil main ponsel.

__ADS_1


Setelah tiba di meja makan,gadis itu segera mendudukkan dirinya di kursi tempat ia biasa duduk.Dilihatnya sekeliling,memang hanya ada Bunda Diana saja di sana.


Ia juga tidak berani bertanya di mana sang ayah dan juga abangnya,pasti mereka belum pulang bekerja.


"Ayo ambil makanan kamu,tunggu apa lagi?Nanti dingin, gak akan enak lagi di makan, " sergah Bunda Diana.


"Iya, Bunda, " sahut gadis itu.


Mereka berdua pun makan dalam keadaan diam,tanpa suara.


****


Sementara itu,dikamarnya.Ponsel Ryra kembali berdering,namun tidak ada yang mengangkat panggilan itu.Di seberang sana Kenzi sedang gusar,ia harus segera menjelaskan kepada Ryra mengenai apa yang ia katakan di telepon tadi,saat di depan Cellyn.


Kenzi khawatir kalau Ryra menganggap dirinya laki-laki gak benar yang suka mempermainkan perasaan wanita.Ia tidak ingin gadis itu salah faham dan berujung dengan membenci dirinya.


"Ayo angkat telepon nya,Ryra." Kenzi bergumam sambil mondar-mandir di dalam kamarnya yang ada dirumah besar sang Papa.


Karena tak kunjung di angkat,Kenzi kepikiran untuk mengirimkan beberapa pesan yang berisi penjelasan untuk Ryra.Ia berharap,semoga saja gadis itu bisa mengerti.


Kenzi mulai mengetikkan beberapa kata di ponselnya,


...[Maafkan atas kelancangan saya barusan ya Ryra, saya gak bermaksud kurang ajar sama kamu]...


...[Sebetulnya saya membutuhkan bantuan dari kamu untuk bekerjasama,sebaiknya kita akan bahas nanti saat kita berdua ketemu.Kamu bisa 'kan?.]...


Begitulah isi pesan Kenzi kepada gadis itu,ia juga tidak tau harus bagaimana menjelaskannya di telepon.Jadi sekarang ia memutuskan untuk benar-benar menemui Ryra,agar bisa lebih leluasa menjelaskan duduk permasalahan yang tengah ia hadapi.


Sekalian ada sesuatu yang ingin ia berikan kepada gadis itu,entahlah bagaimana tanggapan Ryra nanti.Sejak pertemuan ke dua mereka di rumahnya Dinda,Kenzi sering keingat wajah gadis itu secara tiba-tiba.


Kenzi juga tidak mengerti mengapa hal itu sering terjadi akhir-akhir ini.Ia sangat bingung dengan perasaannya sendiri,wajah cantik gadis itu selalu ada didalam ingatannya.Saat ia terpejam,wajah itu lah yang selalu terbayang di pelupuk matanya.Sungguh sangat aneh.Apalagi tadi,saat dirinya bingung mencari alasan apa agar Cellyn tidak lagi berharap lebih kepadanya,Kenzi tiba-tiba kepikiran untuk menelpon Ryra.Entahlah, perasaan aneh apa ini?.

__ADS_1


Author juga bingung 😌


__ADS_2