Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Berusaha Menghubungi Kenzi


__ADS_3

Sebagai seorang wanita,saat ini hati Ryra sangat hancur.Ia yakin sekali,semalam itu Kenzi sudah melihat tubuhnya yang tanpa apa-apa.Fikirannya jadi kacau,ia jadi banyak melamun saat di kantor.


Tok.. tok.. tok .....


Lamunan Ryra jadi menguap ke udara saat ia mendengar pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.


"Iya,ada Apa? " tanyanya kepada bawahannya itu.


"Ini Bu,berkas yang harus di tandatangani,"


"Oo,taruh saja di situ." Ryra berusaha untuk fokus meskipun iya sedang galau.


Setelah menaruh bundel itu,pegawainya langsung pamit,"Kalau begitu,saya permisi dulu Bu."


"Baik,silahkan,"jawab Ryra dengan penuh wibawa.


Ryra memeriksa berkas itu,tapi ia masih tidak bisa fokus ternyata.Berulang-ulang kali ia terpaksa harus mengulanginya lagi,fikiran nya benar-benar terpusat pada kejadian semalam, dimana saat dirinya bangun dalam kondisi hanya mengenakan handuk dan di tutupi selimut.


"Siapa yang sudah membuka pakaianku? " tanya nya lirih.


"Atau jangan-jangan Bang Kenzi sengaja melakukan itu padaku,untuk memeras ku misalnya?" Fikiran nya sudah bercabang kemana-mana sekarang.


Ryra jadi memikirkan bagaimana tanggapan Kenzi saat melihat tubuhnya yang polos, "Aaahhh,ada apa denganku? kenapa aku malah jadi membayangkannya seperti ini,sih? kenapa ingat dia terus? " Ryra menyugar-nyugar rambutnya hingga berantakan.


Di saat bersamaan,Pak Fauzan datang ke ruangannya tanpa permisi.Pria yang pernah di tolak ajakannya oleh Ryra itu,menatap Ryra dengan aneh.


"Bu Ryra sedang apa?" tanya pria itu.


Ryra yang kaget karena kedatangan tamu tiba-tiba,langsung merapikan rambutnya.Ia tidak tahu kalau Pak Fauzan akan masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,benar-benar tidak sopan sekali.


"Ada apa Pak Fauzan,Apa ada yang mau Anda bicarakan? " tanya Ryra.


"Tepat sekali,Bu Ryra. "jawab Fauzan.

__ADS_1


Ryra menundukkan kepalanya,ia sebenarnya tidak punya waktu untuk meladeni bujang tua ini,dirinya sedang banyak masalah,tapi siapa tau ini adalah perihal perusahaan,jadi ia harus tetap profesional.


" Ada masalah apa ya,Pak? "tanya Ryra lagi dengan sopan.


" Begini,Bu Ryra.Bagaimana kalau nanti selesai jam kantor,kita berdua pergi ke bioskop?Kita bisa makan malam bareng setelahnya,atau mau shoping juga boleh."Fauzan berusaha merayu Ryra.


"Dia kira aku ABG labil apa, yang sukanya morotin Om-Om, " gumam Ryra di dalam hatinya.


Ryra sebenarnya sangat gedek melihat kelakuan Fauzan, walaupun Fauzan ini termasuk karyawan yang berdedikasi tinggi pada perusahaan,tapi sikapnya kali ini yang mengajak karyawan wanita kencan di saat masih jam bekerja dan bukannya membahas masalah perusahaan,membuat Ryra geram.


" Maaf Pak Fauzan,bukannya saya tidak mau atau tidak menghormati Bapak,tapi ini masih jam kerja.Sebaiknya kita membahas masalah pekerjaan saja,bukan hal lainnya!"ujar Ryra tegas.


"Baik,kelihatannya Ibu Ryra sedang sibuk. Kalau begitu saya permisi dulu.Nanti selepas jam kantor, saya akan datang lagi ke sini," ujar Pak Fauzan.


"Saya rasa tidak perlu Pak,karena saya ingin langsung pulang ke rumah saja.Maaf kalau saya ada kata yang salah,silahkan!" jawab Ryra seraya membukakan pintu untuk Fauzan agar segera keluar dari ruangannya.


Akhirnya pria itu keluar juga dengan muka yang di tekuk karena kecewa dan menahan amarahnya,Ryra bisa menghela nafas lega sekarang. Belum juga tuntas masalahnya dengan Kenzi,sekarang ada lagi masalah baru yang bernama Fauzan di kantornya.


Ryra harus bagaimana sekarang?semalam saja ia harus mendengarkan perdebatan antara Bunda dan Ayahnya soal perjodohan dirinya dengan anak beberapa teman bisnis orang tuanya.Ayahnya ngotot akan menikahkan Kevin terlebih dahulu,sedangkan Bundanya sibuk ingin mencarikan ia jodoh secepatnya.


****


Ryra terus berfikir,ia tidak mau dirinya jodohkan.Apalagi peristiwa semalam terus mengingatkan dirinya kepada Kenzi,sosok yang ia curigai sudah melihat seluruh lekukan tubuhnya.


Ryra takut kalau-kalau Kenzi ada niat buruk kepadanya, bisa saja Kenzi memotret tubuhnya saat ia tidak sadarkan diri dan memakai foto itu untuk memeras nya.


"Bagaimana ini ya Allah,apa yang harus hamba lakukan? " batin Ryra.


Ryra mengambil ponselnya, ia harus menghubungi Kenzi untuk menanyakan hal ini secara langsung kepadanya.Namun saat ia membuka ponselnya,ada sebuah pesan yang belum ia baca.


Pesan itu dari Dinda, isinya:


[Ryra,maafin aku ya.Aku gak tau kalau semuanya akan seperti ini.Ibu bilang sama aku kalau Bunda mu sudah melarang kita untuk berteman lagi 😭aku jadi sedih.Aku gak bermaksud buruk sama kamu dan Bang Kenzi.Aku tau kalau kalian saling suka"]

__ADS_1


Ryra juga tau apa yang diinginkan oleh sahabatnya itu,semua yang Dinda lakukan adalah semata-mata karena ingin dirinya memiliki pacar.Dinda sudah berjanji akan menemukan seorang pria baik untuk dirinya.


Mungkin Dinda mengira kalau dirinya memiliki rasa pada Kenzi,ia juga tidak mau menyalahkan sahabatnya itu.Kalau boleh jujur, memang benar kemaren ia memiliki perasaan suka sama cowok itu, tapi sekarang??


Saat ini yang Ryra rasakan pada Kenzi tak lain adalah rasa takut dan cemas kalau-kalau Kenzi akan memeras dirinya atas kejadian tadi malam,Ryra jadi tegang,ia harus segera bertemu dengan pemuda itu.Masalah ini tidak boleh di biarkan sampai berlarut-larut,atau akan semakin runyam.


Ryra menarik nafas dalam-dalam,sebelum akhirnya ia memberanikan dirinya untuk menelpon pemuda bernama Kenzivaro itu.


"Huuuuufffft."


Gadis itu mulai menekan nama Kenzi yang tertera di layar ponselnya,jantungnya deg-degan tak karuan.Entah bagaimana tanggapan pemuda itu nantinya terhadap dirinya yang menghubungi seorang pria,duluan.Ryra tidak perduli, ia harus segera meluruskan masalah ini.


Panggilan tersambung,saat ini Kenzi sedang berada di sebuah Restoran Seafood untuk makan siang.Kenzi memang jarang memasak di apartemennya. Itulah sebabnya ia berada di sana.


Ponselnya mengalunkan nada dering khas panggilan aplikasi hijau,Kenzivaro melirik ponselnya.Di sana muncul nama cewek yang semalam juga membuatnya dimarahin oleh seorang ibu-ibu.Kenzi tersenyum,ia tau,pasti gadis itu akan menelponnya.


Sengaja Kenzi memperlambat untuk mengangkat panggilan itu,biar terkesan cool. Ponselnya terus berbunyi,sehingga para pengunjung resto yang lain nampak merasa terganggu.


Kenzivaro mengangguk-angguk seraya minta maaf kepada semua pengunjung yang lain sambil tersenyum,lalu ia segera mengangkat panggilan dari gadis incarannya itu.


"Hallo, " jawabnya singkat.


["Ha-Hallo.Bang...Kenzi,bisa....kita bicara?" ]tanya Ryra,gugup.


"Iya,silahkan."Kenzivaro bersiap untuk mendengarkan apa yang akan gadis itu katakan padanya.


[" Aku..., ingin bicara berdua,secara langsung."]Entah kekuatan apa yang merasuki dirinya, Ryra mencoba memberanikan diri untuk bicara face to face dengan Kenzi.


"Oh,Ok...baiklah kalau begitu.Kamu mau kita bicara di mana?" tanya Kenzi, ia sih nurut aja.


["Sekarang Bang Kenzi,ada di mana? "] tanya Ryra.


"Aku sedang makan siang di luar,di Restoran Seafood yang ada di jalan Tandean, " jawab Kenzi.

__ADS_1


["Tunggu aku di sana!sebentar lagi aku akan ke sana, "]jawab Ryra cepat.


Kali ini ia tidak peduli kalau nanti Bunda nya akan marah karena ia meninggalkan kantor sebelum jam makan siang kantor di mulai.Masa depannya akan bergantung pada pertemuan ini,ia tidak tau apakah dirinya akan mendapatkan jawaban seperti yang inginkan atau tidak,yang ia tau,dirinya harus menyiapkan hatinya untuk kemungkinan terburuk sekalipun.


__ADS_2