
Malam semakin larut,namun Dinda tidak kunjung datang untuk menemani sahabatnya. Kenzi bahkan sudah mencari Dinda ke tempat di mana tadi ia meninggalkan sahabatnya Ryra itu bersama mobilnya yang mogok.
"Kemana dia,kenapa ponselnya juga tidak aktif sekarang? " Kenzi bingung bagaimana caranya menghubungi Dinda.
Akhirnya Kenzi kembali ke apartemennya,namun ia sangat terkejut ketika melihat Ryra yang sedang membuka pakaiannya,karena kepanasan.Sepertinya gadis itu setengah tidak sadarkan diri,tadi ia sempat di cekokin minuman keras oleh para bajingan itu.
"Hey,apa yang kamu lakukan?kenapa kamu menanggalkan semua pakaian mu?"tanya Kenzi yang kebingungan.Ia terus berusaha menutupi tubuh gadis itu dengan selimut.
Bagian atasnya hanya menyisakan bra saja, sedangkan bagian bawahnya masih utuh.Tak berapa lama berselang, Ryra kembali duduk dan melepaskan pakaiannya sambil berteriak,
"Panas... panas..., " ujarnya.
Kenzi yang baru saja akan tertidur di sofa ruang tamu,kembali pergi untuk memeriksa gadis itu di kamar.Kenzi kembali di buat terkejut karena tubuh gadis itu sudah tidak terbalut apa-apa.
Ryra menggeliat seperti cacing kepanasan, sepertinya minuman itu bukanlah minuman biasa.Kenzi segera menutup pintu kamar,ia tidak mau kalau sampai dirinya tergoda.Tak dapat ia pungkiri kalau tubuh Ryra memang sangatlah menggiurkan.
"Bagaimana ini,apa dia diberi minuman perangsang? " gumam Kenzi,ia menggaruk-garuk kepalanya karena mendadak menjadikan pusing.
Di dalam sana,Ryra terus menerus berteriak kepanasan,ia butuh pelepasan untuk menyalurkan ha*ratnya.Namun Kenzi tidak mau memanfaatkan kesempatan ini,dirinya bukan seorang predator wanita,apalagi Ryra adalah wanita yang ia sukai.Kenzi tidak ingin merusaknya,ia tetap membentengi dirinya agar tidak tergoda.
Berjam-jam berlalu,sudah tidak terdengar lagi suara raungan Ryra dari kamar itu,Kenzi bermaksud untuk kembali memeriksa kondisi gadis itu.
Perlahan Kenzi membuka pintu kamar dan mendorongnya.Ia mengintip di balik pintu terlebih dahulu,tidak terlihat ada Ryra di sana. Kenzi masuk lebih dalam.Di tempat tidurnya juga tidak ada,lalu Kenzi melihat pintu kamar mandi yang terbuka.Ia pun masuk untuk melihat apa yang terjadi,ternyata gadis itu sedang tidur di dalam bathup tanpa busana.
"Astaghfirullah, " ucap Kenzi di dalam hati.
Ia pun segera mengambil handuknya yang ada di gantungan handuk dan menutupi tubuh Ryra dengan handuk itu.Setelah itu Kenzi mau tak mau harus menggendongnya ke tempat tidur.
Perlahan Kenzi menaruh tubuh Ryra di tempat tidurnya dan menyelimuti nya kembali dengan selimut.Kenzi memperhatikan wajah gadis itu,wajah yang sangat teduh sedang tertidur nyenyak,membuat Kenzi tersenyum dalam diam. "Cantik, "satu kata pujian lolos dari bibir pemuda tampan itu.
Kenzi kembali meninggalkan gadis itu sendirian di kamar,sedangkan dirinya kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan tidurnya di sofa.Ini sudah larut malam,Kenzi melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan jam 12:20 malam.Karena takut dirinya akan tertidur saat Dinda datang,Kenzi pun mengirimkan pesan yang berisi kode kunci apartemennya pada Dinda,agar Dinda bisa langsung masuk tanpa membangunkan dirinya.
"Sebaiknya aku tidur,aku sudah sangat mengantuk,Hoammm."ujarnya.
*****
Tanpa terasa hari sudah pagi,kicauan burung yang melintas di atas gedung apartemen itu,membuat Ryra terbangun dari tidurnya. Seluruh tubuhnya terasa aneh,ia tidak pernah bangun dalam kondisi semriwing seperti ini.Apalagi setelah ia melihat sekelilingnya, suasana kamar yang sangat berbeda.
__ADS_1
Ryra tersentak, " Ini..., kamar siapa?"ucapnya ketakutan dengan suara bergetar.
Ornamennya seperti kamar seorang pria. 😱
Ia segera memeriksa tubuhnya,di singkapnya selimut itu.Matanya membelalak tak percaya, "Aaaaaaaaaaaaaaaaaa, "teriaknya.
Mendengar teriakan Ryra,tentu saja membuat Kenzi terbangun dari tidurnya.Pemuda itu bahkan terjatuh dari sofa karena kaget.
" Aww.... "Kenzi merasakan pinggangnya sakit karena sofa nya cukup tinggi.
Ryra yang masih berada di kamar,langsung memunguti pakaiannya yang bertebaran di mana-mana.'Entah apa yang terjadi pada dirinya.Ia memeriksa bagian intinya, sepertinya aman.Tidak ada bekas penganiayaan di sana dan tidak ada yang sakit juga,tapi di mana dia berada sekarang? ini tempat apa?kamar siapa?'Ryra masih sibuk dengan fikiran nya di dalam kamar mandi,kemudian ia membersihkan wajahnya dan juga memakai kembali pakaiannya.
" Ada apa denganku?"Gadis itu mencoba mengingat-ingat kejadian semalam saat ia sedang makan di cafe tower bersama Dinda, sahabatnya.
Ryra ingat,bagaimana ia dan Dinda akan di lecehkan oleh tiga orang cowok bajingan yang sedang mabuk.Ryra menggelengkan kepalanya,ia sangat takut kalau ingat kejadian itu.Terlebih lagi sekarang,dirinya bangun dalam keadaan tanpa busana,di dalam sebuah kamar yang asing ,pula.
"Ini di mana?ya Tuhan, aku harus bagaimana sekarang?Apakah aku di bawa oleh cowok-cowok brengsek itu kemari? "Pikiran Ryra berkecamuk.Gadis itu bingung harus bagaimana.
Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kamar itu.Ryra melihat tas nya yang ada di atas nakas samping tempat tidur, ia mengambilnya dan bermaksud menelpon Dinda dengan ponselnya, sekarang sudah jam 6 pagi.
"B-Bang....Ken-zi? " Ryra tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Iya, ini aku, " jawab Kenzi.
Spontan,Ryra langsung berfikiran bahwa Kenzi lah yang membawanya ke tempat ini, dan Kenzi juga yang sudah menanggalkan semua pakaiannya.
Ryra melemparkan semua bantal kepada Kenzi,sambil berteriak,"Bajingan kamu Bang. Aku gak nyangka kamu tega melakukan ini padaku, " ujar Ryra marah-marah.
"Tenang dulu Ryra,aku gak ngelakuin apa-apa," ucap Kenzi,pemuda itu ingin menjelaskan, tapi tak di beri kesempatan oleh Ryra yang semakin mengamuk.
Ia terus saja memukuli Kenzi dengan bantal, sehingga Kenzi terdesak dan keduanya jatuh ke tempat tidur.Dan na'asnya,di saat yang bersamaan,Dinda datang bersama Bu Mira dan juga Bunda Diana dan turut menyaksikan semua pemandangan itu.
Pemandangan itu sungguh sangat pas sekali, Ryra yang berada di atas tubuh Kenzi membuat mata semua orang melotot.
"RYRA!!!!" teriak Bunda Diana.
Wanita paruh baya itu sangat kecewa dengan kelakuan putrinya yang ia bangga-banggakan.
__ADS_1
Ryra dan Kenzi serempak menoleh ke arah pintu kamar.Mata keduanya melotot dan mulut mereka mengaga.
"Bun-da,"ujar Ryra tak percaya.
" Apa yang sedang kamu lakukan di sini!?"
bentak Bunda Diana.
Ryra turun dari tubuh Kenzi,ia bingung harus menjawab apa?ia juga tidak tahu kenapa dirinya ada di sini.Kondisi nya sungguh canggung.
"Hey??kamu 'kan pemuda yang waktunya itu datang ke rumah saya?kamu juga pemuda yang menyebabkan mobil saya nabrak taxi itu 'kan? " ujar Bunda Diana sambil memperhatikan wajah Kenzi secara teliti.
"Iya Bu eh Tante,tapi saya bisa jelaskan. Semua ini,cuma salah faham kok Tante, " jelas Kenzi.
"Apanya yang salah faham? saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.Semalaman anak gadis saya gak pulang dan bermalam di rumah seorang pria seperti kamu,entah apa saja yang sudah kalian lakukan!?" Bunda Diana benar-benar naik pitam hingga ia tega menggampar wajah Kenzi yang tampan dengan begitu keras.
Bunda Diana tak segan-segan memukuli putrinya yang sudah dewasa di depan semua orang.Ryra melihat ke arah Dinda meminta penjelasan akan semua yang terjadi padanya, bukankah semalam mereka pergi bersama.
Bu Mira mencoba menenangkan Bunda Diana agar bisa lebih tenang dalam menyelesaikan permasalahan ini.
"Dinda,kenapa kamu diam aja? cepat jelasin ke Bunda kenapa aku bisa ada di tempat ini! aku juga tidak tau bagaimana aku bisa berada di sini," ujar Ryra.
"Aku udah jelasin semuanya sama Bunda,tapi saat kami datang ke sini,kondisi kalian sangatlah intim,"ujar Dinda,ia sengaja memprovokasi Bunda Diana agar Ryra dan Kenzi di nikahkan saja.
"Masih mau ngelak kamu ya,Bunda kecewa sama kamu Ryra.Bunda kira,Bunda sudah berhasil mendidik kamu.Tapi ternyata??!kamu!!?? hekhhh!! " Bunda Dimana memalingkan wajahnya.Ia benar-benar geram melihat wajah putrinya itu.
"Maaf tante,saya minta waktu untuk menjelaskan semuanya.Tidak terjadi apa-apa di antara kami berdua semalam.Saya hanya menolongnya saja, tidak lebih. "Lagi-lagi Kenzi berusah menjelaskan.
" Lalu apa itu tadi yang kami dengar dan kami lihat?Ryra tadi bilang kalau kamu tega melakukan semua ini kepadanya,apa maksudnya semua itu?"tanya Bunda Diana lagi.
" Ryra semalam gak sadarkan diri tante,tante bisa tanyakan semuanya sama temannya, Dinda. "ujar Kenzi.
"Dinda udah jelaskan semuanya kok Bang Ken,tapi Bun-da Diana terus saja mendesak Dinda,semalaman ini Dinda di interogasi terus.Sampai akhirnya Dinda ajak aja mereka sekalian kemari untuk menjemput Ryra. " ujar Dinda.
"Kamu kok ninggalin aku sama cowok si,Din?" tanya Ryra pada sahabatnya itu.
"Yaa, soalnya Bang Kenzi yang nyelamatin kita semalam.Pas mau pulang,mobil aku mogok di tengah jalan,karena kondisi kamu gak sadarkan diri,akhirnya aku minta Bang Ken untuk bawa kamu dulu ke apartemennya." jelas Dinda.
__ADS_1