Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Bertemu Orang Baru


__ADS_3

Sontak saja,Pak Hendra dan juga Ryra langsung menoleh kepada sumber suara yang mengagetkan mereka berdua.


"Bun-da,"ucapan mereka tercekat.


"Kamu itu anak gadis,Ryra.Kenapa kamu ketawanya sampai ngakak seperti itu,itu tidak baik!Ayah juga,anaknya bukannya di bilangin,malah dibiarin.Lagian ngapain Ayah belum berangkat juga sampai sekarang!Ini kan sudah jam delapan pagi,buruan berangkat, nanti kesiangan!Ayooo," ujar Bunda Diana.


Dengan perasaan kesal,Pak Hendra akhirnya mengikuti perintah sang istri.Untung saja ia sangat cinta dengan wanita itu, kalau tidak,hekh!


"Kamu juga Ryra,hari ini kamu pertama kali akan pergi ke perusahaan.Kenapa kamu tidak bersiap-siap,malah santai disini!Cepatlah mandi dan berganti pakaian,nanti Bunda suruh Mang Oding untuk jadi supir kamu mulai hari ini."ujar Bunda Diana.


" Tapi Bund, Ryra bisa nyetir sendiri kok. "


"Gak ada nyetir-nyetir sendiri,ini hari pertama kamu bekerja.Sebaiknya diantar supir saja, " tegas Bunda Diana.


Pagi-pagi wanita itu sudah keluar tanduk, semuanya harus sesuai keinginannya,perfectly.


"Iya,Bunda,"ujar Ryra sambil berlari menuju kamarnya.


Baru juga pulang dari Belanda,sekarang ia sudah harus disuruh ini dan itu.Rasanya muak sekali,tapi peraturan bunda,tetaplah peraturan. Dia harus menurutinya.Ingin rasanya ia berteriak. "Bundaaaaaa,aku bukan anak kecil lagiiiii. "


Tapi semuanya masih berjalan tak sesuai maunya.Selalu seperti ini,hidup yang sangat amat membosankan sekali.


Ryra buru-buru bersiap sebelum bundanya berteriak lagi,sepertinya ia akan memikirkan apa yang tadi ayahnya sarankan.Mencari jodoh bukan perkara gampang,apalagi untuk gadis pingitan sepertinya.


"Ya Allah, pertemukanlah aku dengan jodohku yang Engkau ridhoi,"ucapnya lirih.


"Ryra.... !Kapan lagi kamu selesainya,itu Mang Oding dari tadi udah nungguin."Suara Bunda sudah mencapai kamarnya yang berada di lantai dua rumah besar itu.


"Iya Bund..., tunggu sebentar... " Ryra sampai lari-lari keluar kamar sambil membawa tas dan juga berkasnya.Hampir saja gadis itu terjatuh,untungnya ia masih di lindungi oleh yang Kuasa.


"Itu,buruan naik ke mobil!Kasihan Mang Oding,nanti habis antar kamu dia masih harus antarin Bunda ke tempat yayasan penyalur supir,Bunda juga mau cari supir khusus untuk nyupirin Bunda,"ujar Bundanya.


"Loh,kenapa Bunda gak telepon aja penyalur supirnya atau pasang iklan lowongan pekerjaan di internet?"ujar Ryra lagi.

__ADS_1


"Bunda kurang suka kalau harus menyeleksi dulu.Kalau langsung dari penyalur,biasanya mereka sudah terlatih semua,"ujar sang bunda.


"Ya udah,Ryra pamit dulu ya Bund, assalamu'alaikum."Ryra mencium tangan bundanya,sebelum akhirnya masuk kedalam mobil dan di antar oleh Mang Oding ke perusahaan milik keluarganya itu.


Kalau sang ayah memimpin di bagian Pabrik, Bunda Diana yang menjadi pemimpin di kantor pusat,sedangkan Ryra nanti akan bertugas sebagai manajer pemasaran terlebih dahulu sebelum nantinya akan menjadi CEO penerus perusahaan tersebut.


*


*


Tiba juga Ryra di sebuah bangunan megah milik keluarganya,kehadirannya di sana sama sekali tidak diberitahukan atau di umumkan kepada semua karyawan.Bunda Diana akan memperlakukan putrinya itu sama rata dengan karyawan lainnya,hal ini dilakukan untuk menempah kemampuan putrinya itu agar ia bisa menjadi sosok pemimpin yang tahan banting nantinya.


Disaat dirinya sudah turun dari mobil,Ryra pun berjalan memasuki gedung perusahaan itu dengan santai.Tidak ada penyambutan sama sekali,Ryra juga tidak minta diperlakukan secara spesial karena ia sangat tau betul bagaimana Bunda nya.Semuanya persis apa yang ada di dalam ekspektasinya, jadi dia sama sekali tidak shock.


Ryra berjalan menuju meja resepsionis,ia bermaksud menanyakan dimana ruangan HRD.Selama ia masih kuliah di Indonesia dulu,ia sangat jarang diajak ke sini.Bisa di bilang hanya dua kali,itu pun saat ia masih remaja.Jadi dapat dipastikan kalau di sini tidak akan ada yang mengenalinya,kecuali mereka yang pernah main kerumah untuk bertemu ayah dan bundanya.Tak apa kalau ia tidak diperkenalkan sebagai putri pemilik perusahaan ini.


"Permisi Mbak, bisa tunjukkan saya dimana ruangan HRD?" tanya Ryra.


"Oh,Mbak ini manajer pemasaran yang baru itu,benar?" tanya Mbak resepsionis.


Setidaknya Bundanya memberitahukan kepada karyawan lainnya kalau akan ada pegawai baru, walaupun hanya dijadikan seorang manajer.


"Baiklah,mari ikuti saya!" ujar Mbak resepsionis itu.


"Baik,terimakasih."


Sampailah ia di depan pintu besar bertuliskan Kepala HRD,Ryra pun masuk ke dalam setelah dipersilahkan.Ia berhadapan dengan kepala HRD yang merupakan seorang pria yang berumur sekitar 30 tahunan,pria itu cukup tampan.


Dari raut wajahnya,Ryra dapat melihat kalau pria itu sepertinya terpesona dengan dirinya,saat pertama melihat kehadirannya diruangan itu.Pria bernama Fauzan itu terus menatap dirinya dengan tatapan yang tak berkedip sama sekali.


"Maaf Pak,perkenalkan saya Qaryra.Saya yang akan menjadi manajer pemasaran yang baru di perusahaan ini,"ujar Ryra sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


"Eh,maaf.Saya kira tadi artis dari mana? Hehehe. Saya Fauzan,kepala HRD di sini," jawab Pak Fauzan sembari menyambut uluran tangan dari Ryra.

__ADS_1


Ryra hanya menanggapinya dengan senyuman,karena Pak Fauzan belum lagi mempersilahkan dirinya untuk duduk.


"Oh iya, silahkan duduk Nona... " Pak Fauzan jadi gugup.


"Ryra,panggil saja saya Ryra,Pak," jawab Ryra.


Keduanya duduk berhadapan dan hanya dibatasi oleh meja,kentara sekali sikap yang ditunjukkan oleh Pak Fauzan ini,seperti lagi gerogi.Maklum saja,baru kali ini ia kedatangan cewek super cantik yang sudah mirip artis di TV.


"Baiklah Nona Ryra,saya sudah dapat konfirmasi dari Bu Diana kalau akan ada pegawai baru yang akan menggantikan manajer pemasaran yang lama.Kebetulan saya juga sudah membaca CV anda sekilas tadi,ternyata anda lulusan dari luar negeri,"ujar Pak Fauzan berbasa-basi.


"Iya Pak,betul,"jawab Ryra sambil diiringi senyuman.


"Kalau begitu,silahkan anda mulai bekerja hari ini juga.Ini tanda pengenal anda,sudah disiapkan." Fauzan menyodorkan kartu tanda pengenal karyawan yang ternyata sudah disiapkan.


Dengan senang hati, Ryra menerima dan langsung mengalungkan name tag itu dilehernya.Akhirnya dia resmi bekerja,walaupun ini adalah perusahaan milik orang tuanya sendiri, tapi ia tidak sungkan untuk memulai dari awal.


"Baiklah Pak,terimakasih,"Ryra kembali menjabat tangan Pak Fauzan.


"Biar saya yang akan mengantarkan ke ruangan anda." Pak Fauzan berdiri dan mempersilahkan Ryra untuk mengikuti langkahnya,dan Ryra hanya mengangguk saja.


Para karyawan yang mereka lewati banyak yang bertanya-tanya 'Siapakah kiranya wanita cantik itu?


Dari yang terlihat,sepertinya hari ini wajah Pak Fauzan yang biasanya jutek dan ditekuk,mendadak semringah.


Ryra hanya membalas tatapan penuh tanya para karyawan itu dengan seulas senyuman ramah,sebagai salam perkenalan.


"Nah,ini ruangan anda,Nona Ryra."ujar Pak Fauzan sambil membukakan pintu ruangan manajer pemasaran.


"Panggil Ryra aja Pak,"ujar Ryra,ia merasa gak enak kalau dia panggil dengan sebutan nona.


"Sebenarnya kalau di kantor,kita biasanya dipanggil Ibu atau Bapak.Jadi sebaiknya saya Panggil Bu Ryra saja,takutnya nanti atasan dengar dan salah sangka kalau saya panggil Nona,atau nama saja."Pak Fauzan berdalih.


"Baik Pak Fauzan,begitu lebih baik,"jawab Ryra.

__ADS_1


"Kalau begitu,silahkan bekerja Ibu Ryra.Saya tinggal dulu ke ruangan saya.Kalau ada apa-apa,silahkan hubungi saya di ruangan atau bisa juga langsung tekan saluran interkom nomor 6,langsung akan tersambung,"ujar Fauzan lagi.


"Baik Pak Fauzan,terimakasih,"sahut Ryra lagi.


__ADS_2