
"Ada apa nak? "
Kenzi sangat terkejut saat merasakan ada sebuah tangan yang menepuk lembut pundaknya.
"Papa? "
Ternyata Tuan Axel yang sudah menepuk pundaknya.Karena terlalu larut dalam lamunan, Kenzi jadi tidak menyadari kalau sang papa sudah memasuki kamarnya yang memang pintunya lupa dia kunci.
Tuan Axel duduk di sebelah Kenzi. "Cerita sama Papa, bagaimana tadi saat kamu bertemu dengan pacarmu? " Tuan Axel berlagak seakan-akan beliau belum mengetahui ceritanya, padahal Pak Joni tadi sudah melaporkan semuanya kepada Tuan Axel.
Kenzi menatap jauh ke luar sana,sambil menopang tangannya di pinggiran pembatas balkon.
"Cellyn, Pa," ucap Kenzi dengan raut wajah bingung.
"Ada apa dengan Cellyn? " tanya Tuan Axel. Beliau sengaja pura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi antara Kenzi, Cellyn, dan gadis bernama Ryra yang di gadang-gadang Kenzi sebagai kekasihnya.
Kenzi kembali duduk di sebelah papanya. Pemuda itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, agar dadanya terasa plong untuk mulai bercerita pada sangat papa.
"Tadi saat di acara makan malam keluarganya Ryra, Cellyn mengakui perasaannya sama Ken di depan Ryra dan keluarganya, dan bahkan dia juga mengancam Ryra untuk tidak dekat lagi dengan Ken." Kenzi memijat ruang di antara kedua alisnya.
Tuan Axel kini berdiri, beliau memasukkan kedua tangannya di saku celananya. "Papa sudah tahu kalau Cellyn menyukaimu sejak dulu, tapi Papa juga tidak mau kalau kalian sampai berpacaran apalagi sampai menikah. Bagaimanapun juga kalian berdua adalah saudara, walaupun memang tidak sedarah." Tuan Axel juga tidak setuju kalau Kenzi menjalin hubungan dengan Cellyn.
"Lalu, Ken harus bagaimana Pa? " tanya Kenzi.
Tuan Axel berbalik ke arah puteranya itu,dan menepuk pundak Kenzi pelan.
"Nanti Papa yang akan bicara dengan adikmu itu,atau kalau perlu, Papa juga akan datang untuk melamar gadis yang kamu cintai itu agar kalian bisa segera menikah,"ujar Tuan Axel.
Tentu saja Kenzi berdecak senang mendengarnya, sebetulnya dia juga memikirkan hal yang sama. Apalagi ketika dirinya melihat Ryra yang akan dijodohkan dengan putera dari keluarga Luwis.
"Papa serius? " tanya Kenzi penuh semangat.
"Iya, tentu saja.Papa rasa itu adalah jalan yang terbaik untuk kalian. Dengan kamu menikah, Cellyn akan berhenti mengganggu kamu, dan kamu juga bisa hidup bahagia bersama dengan gadis yang kamu cintai itu, ah.. siapa namanya? " Tuan Axel pura-pura lupa.
"Ryra Pa, namanya Ryra, " jawab Kenzi cepat penuh semangat.
"Iya, Ryra.Bawa saja dia ke sini bertemu Papa. Papa juga ingin kenalan dengan pacar kamu itu, " ujar Tuan Axel.
"Tentu Pa, Ken akan usahakan. " Kenzi memeluk sang Papa dengan erat.Akhirnya dia punya tempat untuk mengadukan segala keluh kesahnya.
Tuan Axel pun begitu gembira, karena bisa memeluk buah hatinya yang sudah lama sekali tidak pernah merasakan hal seperti ini. Hubungan antara ayah dan anak itu, kini sudah sangat membaik.
"Terimakasih Pa, Ken akan segera menanyakan pada Ryra, kapan dia bisa Ken kenalin sama Papa. " Senyuman bahagia terus terpancar dari wajah Kenzi.
__ADS_1
"Semoga berhasil sayang, karena kalau dia tidak bisa ke sini, maka Papa yang akan ke rumahnya, " jawab Tuan Axel sambil terkekeh.
"Iya Pa,Ken juga gak sabar. Apalagi orang tuanya sepertinya ingin menjodohkan dia dengan laki-laki lain, " ujar Kenzi.
Akhirnya Kenzi menceritakan semuanya yang terjadi saat di restoran tadi kepada sang Papa. Juga awal pertemuan dirinya dengan gadis bernama Ryra itu.
Tuan Axel tidak terkejut, karena dirinya sudah menonton semuanya dari video hasil rekaman Pak Joni.
"Papa janji, Papa akan usahakan untuk melamar gadis itu untuk kamu Ken.Papa tidak mau anak Papa gagal dalam cinta, itu tidak ada dalam kamus keluarga kita ." Tuan Axel kembali meyakinkan Kenzi untuk tetap semangat.
"Terimakasih Pa, Ken senang sekali,dapat dukungan dari Papa. " Kenzi kembali merangkul Tuan Axel, dan keduanya tertawa bersama.
*****
Hari ini, seperti biasa Ryra akan pergi ke kantor.Dia sudah bersiap-siap dari tadi sambil menunggu Mang Oding datang.Semalam Mang Oding harus pulang ke rumahnya di kampung Codet karena anaknya sakit, jatuh dari tangga dan harus dibawa ke rumah sakit.
Sampai saat ini Mang Oding belum juga datang, Ryra jadi cemas akan terlambat ke kantor.Akhirnya gadis itu memutuskan untuk menyetir sendiri.
"Bunda, Ryra nyetir sendiri aja ya, kayaknya Mang Oding gak akan datang. " Ryra mencoba meminta izin pada bundanya.
Bunda Diana mengernyitkan keningnya, sepertinya dia sedang berfikir."Tidak perlu.Hari ini kamu ikut mobil Bunda saja, lagipula orang-orang di kantor juga sudah tahu kalau kamu itu anak kami."
Mau tak mau Ryra pun ikut mobilnya Bunda Diana. Ibu dan anak itu akhirnya pergi bareng ke kantor untuk pertama kalinya.Sementara sang ayah, sudah pergi dari pagi-pagi buta ke pabrik.
*****
Mobil Alphard yang membawa mereka tiba di kantor, mobil itu berhenti tepat di depan loby kantor.Bunda Diana turun lebih dulu setelah supirnya membukakan pintu seperti biasa, dan diikuti dengan Ryra yang keluar dari mobil setelahnya.
Bunda Diana sengaja menunggu putrinya itu untuk berjalan sejajar dengannya.Ryra merasa ada yang aneh dengan sikap bundanya itu.
"Ayo, kita masuk. " Bunda Diana untuk pertama kalinya menggandeng tangan putrinya itu.
Ryra sedikit terkejut ketika tangannya digandeng oleh Bunda Diana.Ada sesuatu yang menghangat di hatinya.
Gadis itu terus tersenyum sampai masuk ke dalam kantor. Beberapa karyawan yang melihat kedatangan mereka bersama, semuanya jadi semakin yakin kalau keduanya memang adalah ibu dan anak.
"Selamat pagi Bu Diana,selamat pagi Bu Ryra," sapa mereka.
"Pagi, " sahut ibu dan anak itu kompak.
Meskipun agak canggung, tapi Ryra menikmati kebersamaan dengan bundanya kali ini.Kapan lagi, ya gak?
Keduanya harus berpisah setelah Ryra sampai dia lantai tiga tempat kantornya berada. Sedangkan bundanya masih harus naik ke lantai lima.
__ADS_1
"Aku kerja dulu ya Bund, " pamit Ryra pada sang Bunda.
"Iya, kerja yang benar, " sahut bundanya.
"Iya ,Bunda."
Ryra pun mencium tangan bundanya, dan berlalu ke ruangannya.
****
Para karyawan lainnya sudah banyak tahu kalau Ryra dan Bunda Diana hari ini datang bareng dalam satu mobil.
"Tuh, kan? Benar kalau mereka itu ibu dan anak. " bisik Sifa.
"Udah tahu kalieee, " sahut yang lainnya.
***
Walaupun hatinya masih sedih karena masalah semalam, tapi setidaknya pagi ini dirinya bisa lebih dekat dengan bundanya. Sekecil itu saja perhatian yang dirinya dapatkan sudah membuatnya merasa ketiban durian runtuh.
Ryra memulai pekerjaannya, membuka laptop dan juga meregangkan tangannya untuk mulai mengetik.
Tokkkk..... tokkk.... tokkkk...
Pintunya di ketuk olehnya seseorang.
"Masuk, " seru Ryra.
Pintu dibuka, Rama masuk kedalam." Selamat pagi Bu, ini berkas laporan yang kemaren."
Rama menaruh map biru yang dia bawa ke atas meja Ryra.
" Terimakasih, "ujar Ryra kemudian.
Rama nampak malu-malu, sepertinya pemuda itu ingin membicarakan sesuatu dengan ibu manager.
" Ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?"tanya Ryra.
Gadis itu bisa melihat gelagat aneh dari sikap Rama kepadanya. Rama menggaruk tengkuknya, terlihat berfikir dan juga gerogi.
"Ada apa? Kok malah bingung? " tanya Ryra lagi.
"Eeee, itu Bu. Bisa gak nanti pas jam makan siang, kita makan bareng? "
__ADS_1
Akhirnya keluar juga kata-kata itu dari mulutnya Rama, walaupun Rama sudah mengetahui kalau Ryra sudah punya pacar, tapi Rama tak main berputus asa, baginya kalau belum di tolak, belum mau mundur.