
Ditempat berbeda, seorang cowok tampan yang sedang memandu turis dari Indonesia di negara Eropa yang bersalju sedang mendapatkan sebuah panggilan telepon penting.
Kenzivaro mau tak mau harus izin kepada kliennya untuk menjawab panggilan itu sebentar.Sebenarnya ia sangat malas menjawab panggilan itu, karena panggilan itu dari rumah orang tuanya yang berada di Indonesia.
Akan tetapi,sudah ratusan kali panggilan dan pesan menghujani ponselnya.Entah dari mana keluarganya itu bisa mengetahui keberadaannya saat ini,padahal ia tidak memberitahukan nomernya pada siapapun di rumah itu kecuali pada...Cellyna adiknya.
Dari pesan yang sempat ia baca, sekilas ia bisa tahu kalau sekarang papanya sedang sakit keras.Sudah lima tahun terakhir ia tidak tinggal bersama keluarga nya.Sejak sang papa memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita yang lebih pantas dipanggilnya kakak, Kenzi marah dan tidak terima karena wanita itu juga membawa semua keluarganya untuk tinggal bersama mereka dirumah orang tuanya.
Kenzi lebih memilih untuk keluar dari rumah dan hidup mandiri.Dia membeli sebuah apartemen untuk tempat tinggalnya,hasil dari menjual beberapa barang berharga yang dia punya.
Sedangkan untuk bertahan hidup,dia juga pernah bekerja serabutan, sampai akhirnya ada tawaran untuk menjadi seorang tour guide kelas internasional dari salah satu sahabatnya.
Tidak ada yang menyangka kalau anak seorang konglomerat seperti Kenzi pernah bekerja sebagai supir taksi online, ojek online, dan juga pengantaran makanan.Semua itu ia lakukan, karena ia tidak mau meminta belas kasihan dari papanya yang menurutnya egois.Semua fasilitasnya dicabut, kecuali mobil sport nya yang sempat ia bawa saat kabur dulu. Hanya mobil hadiah ulang tahun dari almarhumah sang mama lah, yang bisa ia selamatkan dari pemblokiran sang papa.
Siapa yang tidak kenal dengan Tuan Axel Fernando.Seorang pria keturunan Amerika Latin yang menikah dengan wanita Indonesia dan dari hasil pernikahannya itu, lahirlah Kenzivaro Fernando dan mereka juga mempunyai anak angkat bernama Cellyna Fernando ,adiknya Kenzi yang kini masih kuliah dan berusia 20 tahun.Hanya saja posturnya terlihat lebih dewasa dari usianya,sehingga waktu di Bandara ,Ryra sampai megira kalau Cellyna itu adalah pacarnya Kenzi.Kakak beradik itu terlihat sangat romantis, karena Cellyna yang bergelayut di lengan kakaknya.
Kenzi sedikit menjauh dari rombongan yang dibawanya.
"Hallo, ada apa?" tanya Kenzi.
"Kenzi, ini aku.Roweena, istri papamu."
Kenzi hanya diam, bibirnya memberengut, ingin rasanya ia mematikan panggilan itu.
"Papamu ingin kamu segera kembali dan menemuinya.Sekarang beliau sedang sakit keras Kenzi,tolong kembalilah," ujar Nyonya Rooweena sang ibu tiri.
__ADS_1
"Dengar ya, Mbak Rooweena.Tolong bilang pada pria itu,saya tidak akan pernah menginjakkan kaki saya lagi dirumah itu selama masih ada anda dan keluarga anda di sana!"ujar Kenzi.
Dia sudah muak melihat seluruh anggota keluarga Rooweena yang semuanya bekerja di perusahaan sang papa dan tinggal dirumahnya.
Tidak hanya tinggal disana,tapi sepertinya keluarga itu memang sengaja hanya ingin menumpang hidup.Cellyn yang tinggal bersama sang papa juga sering memberi tau pada Kenzi bahwa ia sering memergoki Rooweena bersama keluarganya yang lain, sering membuat pesta dirumahnya tanpa sepengetahuan sang papa.
Banyak hal aneh yang terjadi dirumah itu semenjak Kenzi tinggalkan,dan sekarang ia mendapat kabar kalau papanya sedang sakit keras.Tapi ada satu hal yang aneh,kenapa sang adik Cellyna tidak mengabari dirinya?.
" Kenzi, kamu gak boleh berbuat seperti itu pada papamu.Kalau memang itu yang kamu inginkan,nanti aku yang akan bilang sendiri ke papamu ,kalau kamu keberatan aku dan keluargaku tinggal dirumah ini.Hiks..hikss..,"ujar Rooweena di telepon sambil terisak.
" Dari dulu aku juga sudah keberatan,apa anda lupa kalau aku pergi dari rumah juga gara-gara anda dan keluarga anda itu?!"tanya Kenzi,hatinya benar-benar kesal saat ini karena teringat kenangan pahit itu,saat hari dimana dirinya terpaksa angkat kaki dari rumah tempatnya dibesarkan.
Lalu tak terdengar lagi sahutan di seberang telpon,Kenzi segera memutuskan panggilan itu.Ia benar-benar kesal,sampai-sampai ia meninjukan tangannya ke pohon yang ada didepannya dan tangannya pun mengeluarkan darah.
" Ada apa Mas Kenzi?Apa ada masalah?Bisakah kita lanjutkan perjalanan ini?"tanya turis Indonesia yang menyewa jasanya.
" Oke baiklah,kalau begitu ayo kita ke destinasi yang lainnya.Kami sudah puas foto-foto di tempat ini,"ujar Turis itu.
"Oke, silahkan," jawab Kenzi sambil membimbing para kliennya yang merupakan satu keluarga besar itu ke sebuah mobil yang mereka sewa.
*
*
*
__ADS_1
Di Indonesia
Ryra yang baru saja selesai kerja di hari pertama nya mendapatkan banyak teman baru.Baik dari divisi yang sama dengannya, maupun divisi lainnya.
Semuanya sangat menyenangkan baginya, tidak ada teman yang jutek maupun julid kepadanya.
"Ibu Ryra,bagaimana kalau setelah ini kita makan sore dulu di restoran seafood yang ada diseberang kantor.Seafoodnya bisa pilih sendiri loh, mana masakannya enak-enak,lagi,"ajak salah satu bawahannya yang bernama Sisi.
" Benar Bu Ryra,disana tempatnya juga coozy abis,"tambah Safa,salah satu anak buahnya yang lain.
"Mohon maaf,tapi saya beneran tidak bisa. Hari ini saya harus segera pulang.Maaf ya, mungkin lain kali," ujar Ryra sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Ooh, ya gak papa kok Bu.Silahkan kalau begitu,"jawab karyawan-karyawannya itu.
Ryra pun pamit pulang,ia terpaksa harus berjalan sedikit jauh dari gedung perusahaan. Tidak seperti pagi tadi,sekarang sang Bunda sudah mewanti-wanti agar tidak ada karyawan yang tahu kalau Ryra adalah anak dari pemilik perusahaan itu, karena semua karyawan sudah mengenal Mang Oding yang selama ini menjadi supirnya Bunda Diana.
" Bagaimana Non,apa kita akan langsung pulang kerumah?"tanya Mang Oding.
" Mau kemana lagi Mang? Mamang kan tahu sendiri bagaimana Bunda dan peraturannya itu.Bisa-bisa Ryra gak dibolehin keluar lagi kalau sampai pergi gak bilang-bilang,"ujar Ryra.
"Tenang aja Non,Mamang gak bakalan kasih tahu sama Nyonya kok Non,"ujar Mang Oding.
"Gak usah Mang,Ryra gak mau kalau nanti Mamang sampai terkena masalah gara-gara Ryra.Mending kita langsung pulang aja,di kantor tadi Ryra dengar kalau Bunda akan pulang jam 17.30,ini sudah jam 17.00.Jadi sebaiknya kita langsung pulang aja ya ,Mang," ujar Ryra kepada supirnya itu.
"Baik Non,asiap,"jawab Mang Oding dengan gaya khasnya.
__ADS_1
"Mamang gaul banget ya,tahu aja deh istilah-istilah jaman sekarang yang kekinian, " ujar Ryra.
"Mang Oding gitu lhoooo," sahut Mang Oding.