
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,waktunya pulang kantor sudah tiba.Ryra merapikan semua berkas yang ada di meja kerjanya,bagitu juga semua karyawan yang lainnya.Mereka semua antusias karena akan segera pulang ke rumah masing-masing dan bisa beristirahat ,setelah seharian ini sibuk bekerja.
Karena jemputan nya menunggu cukup jauh dari kantor,Ryra kembali harus berjalan ke luar gerbang perusahaan.Para karyawan yang lain juga ada yang mengajaknya untuk pulang bareng, tapi apa daya dirinya tidak akan bisa.
Tiba-tiba ada bunyi klakson dari sebuah mobil yang ada di pinggir gerbang.Ryra gak ngeh kalau klakson itu di tujukan untuk dirinya,"Ryra.. ,"panggil Dinda.
"Loh,Din.Ternyata kamu? " Ryra gak nyangka.
"Jalan yuk, " ajak Dinda.
"Kamu sehat? " Ryra malah menjawab dengan pertanyaan.
Seharusnya Dinda tidak perlu bertanya lagi alasannya kenapa dia tidak akan bisa.
"Ya ampuuunnn,soal Bunda Diana? sudah, gampang itu.Hari ini Bunda kamu dan Ibu aku ada acara arisan bareng teman-teman kuliahnya dulu.Jadi sekarang kamu bisa bebas, aku udah bilang ke Ibu agar Ibu bisa jagain Bunda kamu agar gak pulang cepat malam ini." Dinda meyakinkan Ryra agar gak khawatir.
"Serius kamu? " tanya Dinda.
"Iya,dua rius nih malah." Dinda sampe menunjukkan dua jari telunjuk danau jari tengahnya.
"Soal Mang Oding, kamu tenang aja.Tadi aku udah kasih dia persekot agar tutup mulut.Kalau kamu gak percaya, tuh orangnya, tanya aja. " Dinda menunjuk ke arah mobil Ryra yang di dalamnya ada Mang Oding sedang melambaikan tangan dan menunjukkan jempolnya.
"Oke 'kan?" ujar Dinda.
Ryra nampak berfikir sejenak,ia masih harus menimbang-nimbang sehingga Dinda sangat kesal melihatnya.
"Ihhhh, kelamaan tau'!!! sini masuk. " Dinda keluar dari mobilnya dan langsung menarik tangan Ryra ke arah pintu mobilnya yang sebelah lagi.
"Masuk gih, keburu Bunda kamu keluar nih dari kantor, " ujar Dinda.
Ryra terpaksa masuk ke mobil Dinda.Dinda sudah bekerjasama dengan Mang Oding agar supir itu bisa tutup mulut dan mau membantu mereka.Mang Oding sudah di kasih uang dan juga banyak kue-kue enak bikinan Ibu Mira sebagai upah tutup mulut.
Ryra gak tau akan dibawa oleh sahabatnya itu kemana? ia hanya pasrah tapi gak rela juga kalau di bawa ke tempat yang salah.
"Kamu mau bawa aku ke mana? " tanya Ryra pada sahabatnya itu.
"Ada deh,pokoknya kamu pasti suka.Ini tempat nongkrong baru di Jakarta, asyik banget tempat nya, rugi kalau kamu gak pernah datang ke sini. " Dinda lagi-lagi meyakinkan Ryra.
"Baiklah aku ikut,tapi jangan lama-lama ya. Takutnya Bunda akan nyariin. Kamu tau sendiri 'kan? " ujar Ryra.Gadis itu masih saja takut akan Bunda nya.
__ADS_1
"Iya, iya. Kan aku udah bilang kamu tenang aja, serahin semuanya sama Dinda, " ujar Dinda sambil menepuk-nepuk dadanya.
Ryra hanya tersenyum melihat kelucuan sahabatnya itu.Mobil Dinda pun sudah melaju membelah jalanan Ibu kota, lokasi yang mereka tuju ternyata cukup jauh dari kantor Ryra.
"Apa masih jauh? " Ryra kembali bertanya.
"Bentar lagi nyampe kok, " jawab Dinda.
Ternyata benar, hanya lewat satu tikungan lagi akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan yang sangat tinggi.Sepertinya ini memang gedung baru,di depannya tertulis Cafe Tower di rooftop paling atas gedung.
Gedung ini di bawahnya merupakan gedung perkantoran dan juga ada swalayan nya juga, tapi di bagian atas atap nya ada sebuah cafe yang baru saja opening seminggu yang lalu.
"Gimana?keren 'kan? " tanya Dinda pada Ryra.
Gadis pingitan itu nampak terkagum-kagum melihat pemandangan kota Jakarta dari atas gedung itu.Lampu-lampu kota yang menghiasinya sangat indah jika di lihat dari atas sana.
"Keren banget." Kata itu lah yang pertama meluncur dari mulut gadis itu,seumur hidupnya,mungkin ini adalah pertama kalinya ia naik ke rooftop setinggi ini.Ada 35 lantai yang baru saja mereka lewati dengan lift.
"Dinda gitu loh, selalu tau dimana ada tempat-tempat yang iconic dan asyik buat nongkrong. " Dinda kembali memuji dirinya sendiri.
"Kita mau ngapain di sini? " tanya Ryra, gadis itu masih bingung.
"Ya, soalnya aku gak lihat ada pelayannya, " ujar Ryra polos.
"Sini deh,mending kita duduk dulu.Nanti kita tinggal pencet tuh tombol yang ada di mejanya,mau pilih makanan dan minuman apa lewat tombol menu ini,nanti pelayannya baru akan datang membawakan pesanan kita." Dinda menjelaskan pada sahabatnya itu dengan sangat detail.
"Ooo,begitu caranya." Ryra manggut-manggut mengerti.
"Makanya, sering-sering dong jalan sama aku. Jangan merem di rumah melulu, " ujar Dinda.
"Mmmm, aku juga gak mau kali keseringan di rumah. Tapi, ya... gi~tu... " Ryra tak melanjutkan ucapannya lagi,pasti Dinda juga sudah faham betul akan keadaannya.
Dinda kemudian memesan beberapa makanan dan juga minuman, tak lupa mereka juga mengambil beberapa foto.Dinda diam-diam memasang foto itu di status WA nya Ryra, karena dia menggunakan ponsel Ryra untuk berfoto.
*****
Di sebuah kamar, Kenzi yang baru saja selesai mandi kini sedang bermain gitar dengan hanya menggunakan celana pendek.Sambil menyugar rambutnya yang basah,ia bernyanyi kecil sambil sesekali bersiul.
Hari ini,ia kembali ke apartemen nya.Tinggal di rumah sang Papa terasa tidak begitu nyaman baginya,karena ada sang adik angkat.Jadi itulah sebabnya ia memutuskan untuk kembali ke apartemennya saja.Seminggu sekali,baru ia akan menginap di sana,di rumah sang Papa.
__ADS_1
Tadinya Kenzi ingin mencari kunci gitar untuk lagu yang akan ia nyanyikan di Mbah google, Kenzi membuka ponselnya dan tak sengaja tangannya malah menyentuh tombol hijau berlambang telepon.Timbul rasa ingin tau nya apakah ada pesan atau pembaruan status dari seseorang.
Bibir Kenzi tersenyum saat ia melihat pembaruan status dari gadis yang ia rindukan akhir-akhir ini.
"Cafe Tower, " ucapnya bersemangat.
Di taruhnya gitarnya di atas tempat tidur dan ia langsung menuju lemari untuk mengganti pakaiannya.Ini adalah kesempatannya untuk bertemu dengan gadis itu,tentu saja Kenzi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Dengan penuh semangat Kenzi meraih dompet, ponsel,dan juga kunci mobilnya.Penampilannya kali ini sangat tampan,dengan rambut yang di pakaikan minyak rambut pomed,parfum mahal yang ia beli saat di luar negeri,baju casual dengan jaket berbahan Denim,dan juga sepatu snickers yang bersol tinggi, tak lupa celana Jeans dengan aksen robekan di bagian lututnya.
Kenzi mengemudikan mobil sport kesayangannya menuju Cafe yang sedang viral itu,untuk bertemu sang wanita impian.
****
Di Cafe....
Ryra dan Dinda sedang di ajak berkenalan oleh tiga orang cowok yang lumayan tampan.Ke tiga cowok itu meminta untuk bergabung di meja mereka berdua.Awalnya Ryra sudah menolaknya,tapi ke tiga cowok itu memaksa.Dinda pun sudah merasa tidak nyaman dengan sikap ke tiga cowok itu,dari tadi mereka sudah berusaha bersikap tidak sopan kepada mereka berdua.
"Din, pulang yuk, " ajak Ryra.
"Mau kemana sayang,temanin kita dulu dong. Kita nikmati malam yang indah ini cantik, " ujar salah satu dari cowok itu.
Mereka terus berusaha menggoda Ryra dan Dinda.Bahkan ada di antara mereka yang berani menyentuh pipi gadia polos itu. Dinda yang kesalah melihat sahabatnya di goda jadi geram.Ia memukul cowok brengsek itu dengan sebuah vas, tapi sayangnya kedua teman cowok itu malah menahan tangannya.
"Berani kamu memukulku?! " cowok itu bangkit dan menampar Dinda.
"JANGAN!!"teriak Ryra.
Hanya ada mereka berlima di atas sana,cowok-cowok itu baru saja keluar dari ruangan VVIP yang dibatasi dengan kaca-kaca lebar dan juga tirai.
" Gadis cantik,kamu jangan khawatir ya sayang.Malam ini kalian berdua akan kami puaskan, "ujar cowok yang sedang memegangi tangan Dinda.
" CIIH! "Dinda meludahi wajah cowok itu.
" Sialan lo!! dasar cewek jadi-jadian,ayo kita bawa mereka!"
Ryra dan Dinda terus memberontak, dan hampir berhasil, tapi tengkuk Ryra tiba-tiba di pukul dari belakang hingga gadis itu jatuh pingsan.Sementara Dinda, ia masih sadar dan masih bisa memberontak.Walaupun akhirnya ia harus menderita beberapa pukulan di beberapa bagian tubuhnya.
Di saat itulah,datang seseorang yang membantu keduanya.Siapakah orang itu???
__ADS_1