Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 11


__ADS_3

Deg


Mata Kinan membulat sempurna ketika melihat dua sosok manusia yang ada di hadapannya, apalagi melihat tangan mereka yang saling bertautan mesra


Jantung Kinan kembali berdegup kencang namun sebisa mungkin ia berusaha mengendalikan dirinya agar terlihat biasa-biasa saja


Kinan tersenyum ramah menyambut dua insan manusia yang sudah memporak-poranda hatinya


" Kalian datang!" tanya Kinan basa-basi


Oma Ita yang melihat kedatangan Melinda dan Arya pun langsung membuang pandangannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Tante Vela yang menyadari perubahan sikap Oma Ita pun hanya bisa mengusap punggung Oma Ita berusaha untuk menenangkan wanita yang sudah lanjut usia tersebut


" Kami dengar kamu di rawat di rumah sakit jadi kami datang menjenguk mu!" ucap Melinda tanpa berniat melepaskan tautan tangannya dengan Arya


Sebenarnya Arya merasa tidak enak dengan Kinan dan juga kedua orangtuanya namun karena Melinda sendiri yang terus menggenggam erat tangan Arya mau tidak mau pria itu hanya pasrah mengikuti keinginan isterinya yang selalu mengatakan kalau itu adalah keinginan anaknya yang selalu ingin dekat-dekat dengan ayahnya apalagi kemarin Melinda sempat jatuh pingsan dan hal itu membuat Melinda


Kinan tersenyum getir melihat kemesraan dua insan dihadapannya yang tanpa rasa malu terlihat bangga dengan pengkhianatan yang sudah dilakukan terhadapnya


" Oh, terima kasih karena kalian sudah menyempatkan waktu untuk datang menjengukku" ucap Kinan dengan wajah tersenyum


Melinda menatap sinis, entah apa yang ada di pikiran wanita itu yang jelas saat ini ia merasa kesal karena melihat Kinan yang masih dapat tersenyum seperti biasanya bahkan seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka


" Itu bukan masalah, dan sepertinya kondisi mu sudah sehat ya?" tanya Melinda


" Alhamdulillah, sudah!" jawab Kinan


" Syukur deh, semoga aja sakit kamu itu bukan karena ingin bertemu dengan mas Arya ya" Ucap Melinda yang sontak saja membuat semua yang berada di ruangan tersebut menjadi geram dan menatap sinis pada Melinda


Tante Vela sendiri selaku orang tua Melinda merasa malu dan kecewa mendengar ucapan Melinda kepada Kinan


" Melinda, sungguh keterlaluan kamu ya!" marah ayah Akbar dengan sikap dan ucapan Melinda yang sungguh keterlaluan menurutnya


" Apa sih Om, jangan marah-marah gitu deh enggak baik loh Om Akbar buat kesehatan jantung Om!" ucap Melinda tanpa dosa


" Kamu tuh ya_!" kesal ayah Akbar ingin kembali mengumpat namun dicegah oleh Kinan

__ADS_1


" Ayah udah deh jangan gampang terbawa emosi begitu, Kinan itu enggak apa-apa jadi ayah enggak usah sampai semarah itu" ucap Kinan menenangkan ayahnya yang terpancing emosi oleh Melinda


" Ha....Ha.... tuh kamu dengarkan mas, Kinan sendiri loh itu yang bilang kalau dia itu enggak apa-apa, jadi udah deh ya enggak usah sok-sokan perhatian dan merasa enggak enak sama dia, ingat kamu itu sebentar lagi akan menjadi ayah loh ya!" ucap Melinda dengan sarkasnya


" Kamu bisa enggak sih jaga omongan kamu, jangan mengambil kesimpulan sendiri seperti itu bisa kan?" kesal Arya Karena lagi-lagi Melinda membuatnya merasa malu dihadapan Kinan


" Mas kok kamu malah jadi ngebelain dia gitu sih?, ingat ya mas aku ini isteri sah kamu dan perempuan itu bukanlah siapa-siapa!" ucap Melinda yang tidak terima di protes oleh Arya


Kinan hanya bisa menarik napas dalam-dalam, entah apa yang terjadi dengan sepupunya itu kenapa sekarang berubah 180 derajat, padahal selama ini mereka cukup dekat bahkan bisa di bilang dimana ada Kinan maka disitu ada Melinda, oleh sebab itu saudara-saudara mereka yang lainnya pun tidak menyangka kalau Melinda bisa Setega itu pada Kinan, menikamnya dari belakang setelah apa yang telah Kinan lakukan untuknya.


Dulu Melinda dan ibunya bisa dibilang memiliki perekonomian yang sulit apalagi setelah ayahnya meninggal, Kinan yang merasa tidak tega pun meminta ayah Akbar untuk membantu mereka, bahkan Melinda bisa bersekolah di sekolah elit sama seperti Kinan atas permintaan Kinan pada ayahnya


Sampai Melinda kuliah pun tetap ayah Akbar yang membiayainya, walaupun ibunya sudah bekerja di sebuah toko kue milik keluarga mereka


Ayah Akbar memang bukan keluarga yang kaya raya tapi tidak juga dikatakan keluarga miskin, meskipun hidup terbilang kecukupan ayah Akbar tetap berusaha untuk yang terbaik untuk putrinya sampai menyekolahkan Kinan ke perguruan tinggi yang ada di luar negeri


" Kinan, maafkan Melinda ya!" ucap tante Vela yang merasa tidak enak dengan ucapan Melinda yang sudah keterlaluan kepada Kinan


" Mah, kenapa mamah minta maaf segala sih pada Kinan? mamah kok jadi ikutan mas Arya ngebela Kinan!" kesal Melinda pada tante Vela


" Melinda_!" tante Vela hendak marah namun Kinan langsung menggelengkan kepalanya dengan wajah tersenyum tipis


" Melinda, bukankah kamu itu sedang hamil? sebaiknya jangan berbicara dengan nada yang meninggi seperti itu tidak baik untuk kesehatan anak yang berada di dalam perut mu, jika kamu merasa tidak nyaman berada di ruangan ku ini lebih baik kau ajak saja suami mu itu pergi dari sini itu jauh lebih baik bukan ?" ucap Kinan dengan nada suara pelan dan lembut


Melinda mengepalkan tangannya " Jadi kau mengusir ku dan mas Arya? wah sungguh sombong sekali ya kau ini!" bukannya mereda Melinda justru semakin marah dan tersinggung dengan ucapan Kinan


Ayah Akbar sudah merasa geram sekali dengan keponakan dari isterinya itu begitu juga dengan Oma Ita dan bunda Sasa, ingin menyahut namun lagi-lagi Kinan menggeleng tanda melarangnya


" Maaf Melinda bukan maksudku mengusir mu tapi aku butuh istirahat, jika kau hanya datang untuk marah-marah bukankah lebih baik kau pulang saja!" ucap Kinan


Arya yang merasa tidak enak pun akhirnya memilih untuk membawa Melinda pergi apalagi terlihat dengan jelas ayah Akbar tengah menahan amarahnya begitu juga dengan Oma Ita


" Sudahlah, sebaiknya kita pergi saja. bukankah kita juga mau memeriksakan kandungan mu!" ucap Arya


Melinda mengusap perutnya yang masih rata lalu tersenyum bangga pada Kinan


" Oh iya sayang, aku hampir lupa. yaudah yuk kita pergi sekarang!" ucap Melinda seraya merangkul lengan Arya dengan posesif

__ADS_1


" Kinan, kami pamit ya, semoga kamu lekas sembuh!" ucap Arya


Melinda memutar bola matanya jengah " Udah yuk mas kita pergi sekarang!" Melinda menarik-narik lengan Arya


" Iya... Iya!" ucap Arya pasrah ketika lengannya digeret Melinda


" Ma, Oma, om, tante... kami pamit !" ucap Arya beralih kepada para orang tua yang menatap jengah dengan sikap Melinda terutama Oma Ita


" Mama tidak pulang bareng kami saja?" tanya Melinda kepada tante Vela


" Tidak, mama pulang bareng Oma kamu!" sahut tante Vela


" Oh yasudah kalau begitu, aku dan mas Arya duluan ya mah!" ucap Melinda lalu menarik Arya


Setelah Melinda dan Arya sudah pergi dari ruangan Kinan dirawat inap tante Vela mendekati tempat tidur Kinan lalu mendudukkan dirinya di tepi kasur


" Kinan... tante minta maaf ya atas sikap Melinda yang sudah sangat keterlaluan sama kamu!" ucap Tante Vela yang merasa tidak enak hati pada Kinan


" Tidak perlu minta maaf tante, tante enggak punya salah apa-apa sama Kinan" sahut Kinan


" Kinan tahu kok tante mungkin sikap Melinda kayak gitu ke Kinan karena mungkin dia takut mas Arya berhubungan lagi dengan Kinan" Kinan terkekeh


" Kinan maklum, saat ini Melinda juga kan sedang hamil mungkin juga bawaan bayinya yang takut papanya diambil orang!" seloroh Kinan


Tante Vela tertawa getir " Kamu bisa saja Kinan!"


Kinan tersenyum, walaupun rasa sakit itu muncul kembali ke permukaan setelah kedua insan manusia itu datang menemuinya tapi sebisa mungkin Kinan tetap memperlihatkan senyum di wajah cantiknya, memperlihatkan kepada semua orang kalau dia baik-baik saja


" Sudahlah tante, Kinan tidak apa-apa. bagi Kinan mas Arya adalah masa lalu yang harus Kinan kubur dalam-dalam, kalau di bilang Kinan tidak sakit hati itu bohong besar tante.


Kinan marah, Kinan sedih dan juga kecewa itu sudah pasti tante, Kinan kan cuma manusia biasa, hati Kinan juga enggak sekuat baja masih tetap lembek kayak hati ayam!" ucap Kinan diselingi candaan agar tidak terlalu serius


" Kamu itu ya, masih aja bercanda!" ucap tante Vela dan Kinan terkekeh


"Ya buat apa serius-serius tante, banyak senyum banyak tawa hidup itu akan terasa jauh lebih indah, daripada cemberut terus lalu bentar-bentar mewek, mendingan banyak senyum banyak tawa, asal enggak tawa sendiri aja ya tante, nanti disangka gangguan jiwa lagi!" canda Kinan sambil tergelak


" Kamu tuh ya!" tante Vela pun ikut tertawa

__ADS_1


Ayah Akbar dan bunda Sasa hanya geleng-geleng kepala, putrinya masih saja sok tegar padahal mereka tahu putrinya pasti sangat terluka apalagi setelah melihat Melinda dan Arya yang terlihat begitu mesra dihadapannya


__ADS_2