Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 34


__ADS_3

" Mas ayo dong cepat, lama banget sih!" Seru Melinda memanggil suaminya yang berada di dalam kamar


" Kenapa sih pakai teriak-teriak segala?" kesal Arya yang baru saja keluar dari kamarnya


Melinda memutar bola matanya malas " Kan udah aku bilang tadi antarkan aku ke rumah sakit sekarang!" sahut Melinda


" Ya untuk apa kamu datang ke sana? jangan macam-macam kamu Melinda!"ucap Arya memperingatkan, karena pria itu tau kalau sampai isterinya itu bertemu dengan Kinan yang ada mulutnya akan berbicara yang tidak-tidak lagi tentang mantan calon isterinya itu


" Macam-macam apa maksudmu mas? aku kan hanya ingin melihat keadaan pamanku"


Melinda tiba-tiba tersenyum miring


" Apa kau takut aku berbuat jahat dengan Kinan, begitu kan maksudmu?"


Arya diam, rasanya enggan menimpali ucapan Melinda


" Rupanya kamu masih begitu perhatian ya mas sama dia, ingat mas aku ini isteri kamu dan sekarang aku sedang mengandung anakmu!" ucap Melinda mengingatkan Arya


Arya menghela napasnya kasar, jika bukan karena Melinda yang sudah dalam keadaan hamil rasanya laki-laki itu kini merasa enggan sekali menikahi wanita yang kini sudah sangat banyak berubah itu


Melinda yang dulu sangat lembut dan penuh perhatian, tapi kini wanita itu lebih banyak marah-marah dan mudah ngambek, mungkin sebagian karena faktor hormon kehamilannya dan Arya masih berusaha untuk memakluminya


" Sudahlah capek lama-lama aku berdebat terus sama kamu" kesal Arya hendak melangkah pergi meninggalkan Melinda


" Kamu sendiri yang selalu membuat aku marah kayak gini mas, kenapa kamu selalu saja mengingat Kinan, Kinan dan Kinan terus!" ungkap Melinda dengan meluapkan emosinya


" Cukup Melinda!" bentak Arya membuat Melinda tersentak kaget dan langsung menutup mulutnya sambil menahan isakannya


Arya mengusap wajahnya kasar, ia menyesali kesalahannya yang sudah menyakiti Kinan dulu dengan pengkhianatan yang dia lakukan, berselingkuh dengan Melinda yang merupakan sepupu Kinan sendiri, seandainya saja ia dulu mau bersabar dan mampu mengendalikan hawa nafsu bej*tnya, mungkin saat ini dia dan Kinan sudah menikah dan hidup bahagia, tapi lihat sekarang pernikahannya dengan Melinda, justru selalu saja di penuhi dengan pertengkaran


" Ada apa ini ribut-ribut?" tanya mama Mega yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan keduanya


" Hiks.... Hiks...!" tangis Melinda pun akhirnya pecah

__ADS_1


Sejak kecil Melinda memang hidup hanya berdua dengan mamanya dan sekalipun mamanya tidak pernah memarahinya apalagi sampai membentaknya


Dan sekarang mendapat bentakan dari Arya yang berstatus sebagai suaminya laki-laki yang begitu ia cintai tentu saja Melinda merasa sedih dan sakit hati, apalagi saat ini ia sedang mengandung membuat wanita itu semakin sensitif


" Apa yang kamu lakukan pada isteri mu Ar?" mama Mega menatap ke arah puteranya dengan tatapan marah, meskipun ia tidak terlalu menyukai Melinda yang kini sudah menjadi isteri putranya sendiri mama Mega tetap tidak suka jika putranya sampai menyakiti hati seorang wanita apalagi itu isterinya sendiri cukup Kinan saja yang menjadi korban dari Arya jangan sampai putranya itu menyakiti hati wanita lainnya


" Aku tidak melakukan apa-apa mah, dia nya aja yang sensitif banget" sahut Arya membela diri


" Kalau dia sensitif ya itu wajar dong Arya, saat ini kan isteri kamu itu sedang hamil" tutur mama Mega


" Hiks.... Hiks... aku kan hanya meminta mas Arya mengantarkan aku ke rumah sakit tapi mas Arya malah menuduhku yang bukan-bukan, aku bukan penjahat mas jadi jangan menuduhku seperti itu aku hanya ingin melihat keadaan paman Akbar, apa itu salah mas, mah" Tutur Melinda


" Pak Akbar ayahnya Kinan masuk rumah sakit?" mama Mega cukup terkejut mendengar kabar mantan calon besannya itu masuk rumah sakit


" Iya mah" jawab Melinda


" Sakit apa memangnya?"


" Kecelakaan?"


" Iya mah"


" Yaudah kalau gitu kita berangkat sekarang aja, mama juga mau menjenguknya!" ucap mama Mega dengan antusias


" Menjenguk siapa mah?" suara pak Farid yang baru saja masuk ke dalam rumah mengejutkan ketiganya


" Eh, papa sudah pulang, begini loh pah mama sama Arya dan Melinda mau menjenguk pak Akbar pah kata Melinda pak Akbar sedang di rawat di rumah sakit" ucap mama Mega memberitahu suaminya mengenai keadaan pak Akbar


" Tidak perlu, untuk apa kalian pergi menjenguknya? ingat mah kita itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya mah, apa mama lupa itu?" ucap pak Farid memberikan larangan keras pada sang isteri untuk menjenguk ayah Akbar


" Tapi pah_!" mama Mega hendak mengajukan protes tapi dengan cepat dipotong oleh pak Farid


" Tidak ada kata tapi-tapi mah, sebaiknya mama jangan membantah ucapan papa!" sentak pak Farid tidak ingin dibantah membuat mama Mega tentunya langsung diam dan memendam kekesalannya tidak berani membantah

__ADS_1


" Kau juga Melinda, sebaiknya kau istirahat saja di rumah, untuk apa pergi ke rumah sakit, tempat itu tidak baik untuk kesehatan kamu dan juga calon cucuku!" kali ini pak Farid beralih bicara pada sang menantu


" I... iya pah!" Melinda tentu saja langsung mengiyakan dan tidak berani protes


" Ayo kita pergi ke kamar saja!" Ajak Arya yang sudah melembutkan suaranya pada Melinda, walau bagaimanapun Melinda kini sudah sah menjadi isterinya apalagi saat ini Melinda dalam keadaan mengandung anaknya, jadi Arya tidak mau mengambil resiko yang bisa saja membahayakan calon anaknya jika sampai isterinya mengalami stres dan tertekan


Mendapat perlakuan lembut dari Arya tentu saja Melinda sangat senang, meskipun tadi sempat marah dan kesal pada suaminya itu tetap saja Melinda mengangguk mengiyakan ajakan suaminya itu


" Maafkan aku sayang!" ucap Arya saat keduanya kini sudah berada di dalam kamar


Arya mengakui kesalahannya, karena apa yang telah terjadi diantara mereka berdua bukanlah salah Melinda sepenuhnya, walaupun awalnya Melinda yang seakan memberikan sinyal kepadanya tetap saja Arya turut bersalah karena dia malah sengaja menebarkan pesonanya hingga akhirnya membuat keduanya terlena lalu saling candu satu sama lain, terjerumus kedalam kubang dosa


" Iya mas, tidak seharusnya juga aku marah-marah sama kamu tadi, tapi jujur saja mas aku selalu cemburu kalau kamu masih saja mengingat tentang Kinan!" ungkap Melinda mencurahkan perasaannya


Arya menarik Kinan kedalam pelukannya lalu mengelus perut Melinda yang sudah terlihat membuncit


" Kamu ini sedang hamil sebaiknya jangan memikirkan hal yang aneh-aneh" ucap Arya sambil mengelus perut Melinda dengan lembut


" Kalau soal Kinan, aku minta maaf Melinda jujur tidak mudah untuk aku melupakannya begitu saja, mengingat berapa lama kami sudah melewati waktu bersama, jadi aku harap kamu mengerti Melinda karena aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri ini yang dipaksa melupakannya dalam waktu singkat!" lanjutnya lagi mengungkapkan perasaannya


" Bantu aku untuk berpaling dari Kinan lalu beralih melabuhkan hatiku ini hanya untuk kamu Melinda!"


Melinda bergeming, ucapan Arya itu membuat Melinda sedikit lega setidaknya ia tahu kalau suaminya itu sedang berusaha untuk melupakan Kinan


" Sudah ya, sebaiknya sekarang kita tidur bagaimana?"


Melinda tersenyum tipis " Emmm... mas yakin mau langsung tidur sekarang?" tanya Melinda sedikit menyipitkan matanya


Arya terkekeh " Kamu pasti sudah tahu apa yang aku mau bukan? " tanya Arya menatap Melinda dengan tatapan berkabut


Melinda tersenyum " Tentu saja aku tahu keinginan suamiku ini!" ucapnya dengan suara manjanya


Tanpa menunggu lama akhirnya keduanya pun langsung melakukan kewajiban mereka sebagai pasangan suami istri yang saling memberi dan menerima kehangatan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2