Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 15


__ADS_3

" Hoammm.... !" Kinan menutup mulutnya karena menguap, wanita itu baru saja terbangun dari tidurnya


Matanya menatap ke arah jam yang bertengger di dinding


" Ternyata aku ketiduran ya, sudah hampir ashar!" ucap Kinan beranjak dari tempat tidur lalu sedikit merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku


Ketika Kinan berada di dalam kamar mandi guna membersihkan diri terdengar suara adzan berkumandang dan Kinan pun dengan cepat merampungkan mandinya lalu mengambil air wudhu bersiap untuk mengerjakan sholat


Setelah selesai mengerjakan sholat Kinan pun memutuskan untuk turun


Rumah masih nampak sepi tapi sayup-sayup Kinan mendengar ada suara orang yang sedang berbicara


Kinan melangkahkan kakinya mencari sumber suara


" Hayoo..... pasti lagi pada ngegibahin Kinan ya, ayo ngaku... ngaku!" ucap Kinan setelah sampai di dapur dan mendapati bunda, bi Surti, Rose dan juga Oma Nur sedang asik masak sambil mengobrol rendom


" Nah ini dia memang sumber gibah kita hari ini, enggak enak emang rasanya kalau enggak ngejulidin ini anak!" sahut Rose yang langsung melangkah menghampiri Kinan


" Orang tuh ya kalau udah lama enggak ketemu cipika-cipiki dulu ke, tanya-tanya kabar gitu lah ini coba main tarik-tarik aja!" protes Kinan karena tangannya ditarik oleh Rose lalu menghentak bahu Kinan agar duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan


" Itu mah gaya lama, lagi pula juga ya tante enggak ada tuh kangen-kangennya sama kamu!" ucap Rose dengan candaannya


" Wahh .. dasar tante durhakim ini sih kayaknya perlu di lempar lagi ke Belanda!" balas Kinan lalu terkekeh


" Duhh... jangan dong nanti ayang mbeb nyariin bisa berabe urusan!" timpal Rose


" Cie yang udah bucin!" goda Kinan


" Enggak ya, tante sih enggak ada ya tuh yang namanya bucan bucinan, buat tante ya Kinan, loe oke gue oke loe bertingkah yaa.... tinggal gue tendang aja!" ucap Rose lalu terkekeh dengan ucapannya sendiri


" Wawww.... sungguh luar biasa tante ku ini rupanya!" puji Kinan


Rose tersenyum lalu mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Kinan dan membiarkan bunda Sasa, Oma Nur dan bi Surti melanjutkan masaknya sementara dirinya mengobrol empat mata dengan Kinan


" Untuk apa kita meratapi laki-laki yang tidak setia" ucap Rose yang sudah mendengar banyak cerita dari Oma Nur tentang Kinan yang gagal menikah

__ADS_1


" Tante bukan sekali dua kali mengalami kegagalan dalam sebuah pernikahan!" ucap Rose yang tentu saja membuat Kinan membelalakkan matanya mendengar tentang perjalanan cinta sang tante


" Maksud tante_?"


"Tante juga pernah bernasib sama seperti kamu Kinan!" jawab Rose sambil tersenyum


getir


" Benarkah?" Kinan benar-benar terkejut mendengar penuturan sang tante


" Untuk apa tante berbohong" terangnya


" Tante juga tahu bagaimana rasanya diposisi kamu, bedanya justru dulu tante hampir saja menikah dengan suami orang" cerita Rose yang tentu saja membuat Kinan membulatkan matanya sempurna dan sungguh sulit untuk di percaya


" Kenapa? kamu bingung ya?" Kinan pun mengangguk membenarkan


Dan seketika cerita pun mengalir begitu saja, Rose menceritakan semuanya kepada Kinan tentang pengalaman dan kenangan pahit yang pernah ia alami bahkan bukan hanya sekali wanita dewasa itu pernah mengalami gagal menikah tapi sudah 2 kali, tujuan Rose bercerita pada Kinan tentang masa lalunya berharap keponakannya itu bisa legowo dan menerima semuanya dengan ikhlas tidak perlu mendendam dan membiarkan semuanya mengalir bak air yang mengalir walaupun dia yakin Kinan pasti bisa melewatinya dengan baik


Kinan nampak begitu antusias mendengarkan cerita Rose, dan di dalam hati kecilnya berharap bisa setegar Rose dan dapat berdamai dengan keadaan


Kinan terdiam mencerna setiap kata yang terucap dari bibir Rose


" Tante tau itu sulit, terkadang ingatan itu, bayangan itu muncul begitu saja tanpa diminta" tuturnya lagi


" Tapi sebisa mungkin kau tepis semua bayangan yang terkadang datang menghantui"


" Iya tante, tapi apa aku bisa tante?" tanya Kinan dengan wajah sendu


" Tentu saja bisa, jika kamu sudah mengikhlaskannya maka dengan sendirinya hatimu yang masih terisi tentang dia perlahan pasti akan terkikis lalu pudar tanpa tersisa tapi sebaliknya jika kamu membencinya dan berusaha melupakannya maka tanpa kamu sadari kamu membiarkan dirimu terus teringat tentang dia dan sama saja kamu memberikan peluang untuk dia tetap tinggal di hati kamu!" ungkapnya apa adanya sesuai dengan apa yang pernah dialaminya


" Aku pernah berusaha melupakan semua kepahitan itu, bahkan sampai menghindar jauh darinya tapi kamu tahu apa yang terjadi? bukannya lupa justru aku semakin teringat dan terus teringat!" terangnya


" Aku tidak mau hal itu sampai terjadi tante , aku akan melupakannya dan tidak akan membiarkan dia singgah di hati dan pikiran ku lagi" ungkap Kinan dengan mantap


" Biarkan waktu yang menghapus kenangan pahit itu, jangan memaksa dirimu untuk melupakannya, biarkan mengalir seperti air dengan begitu perlahan semuanya akan pudar dengan sendirinya"

__ADS_1


Kinan mengerti dan memang benar apa yang dikatakan oleh tantenya itu karena semakin Kinan berusaha melupakan Arya yang terjadi justru ia semakin teringat tentang kebersamaan mereka. Bukan Kinan tidak mengikhlaskan tapi tidak mudah untuk menghapus kenangan yang sudah lama terukir dalam ingatan


" Ngomongin apa sih serius banget kayaknya?" tiba-tiba Opa Ahmad dan ayah Akbar muncul


" Opa...!" Kinan pun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Opanya


" Bagaimana kabarmu? apa sudah baikkan?" tanya Opa Ahmad


" Alhamdulillah, Opa Kinan baik dan sehat" jawab Kinan seraya bergelayut manja dengan Opanya


" Kamu ini biasa ya selalu bersikap manja sama Opa kamu sedangkan sama Oma kamu cuekin!" protes Oma Nur yang merasa iri melihat kedekatan suaminya dengan sang cucu


" Cie Oma rupanya cemburu dengan cucu sendiri, tenang Oma Kinan itu masih suka daun muda jadi enggak suka sama yang santannya sudah terlalu banyak" seloroh Kinan


" Maksudnya?" tanya tante Rose bingung


" Masa tante enggak ngerti sama yang santannya banyak!" tawa Kinan


" Sudah tua!" jawab Oma Nur terang-terangan


" Ha....Ha... kau ini bisa saja Kinan!" tawa tante Rose pecah setelah tahu arti kata yang diucapkan Kinan


" Biar sudah tua tapi tetap kuat, bukan begitu sayang!" ucap Opa Ahmad melirik Oma Nur membuat Oma Nur berdecak kesal karena malu dengan ucapan sang suami


" Kau ini sudah tua, sudah enggak pantas bicara hal seperti itu!" protes Oma Nur mendengus kesal


" Walaupun sudah tua tetap dong berjiwa muda!" timpal Opa Ahmad


" Buktinya kam_!"


Dengan cepat Oma Nur membekap mulut Opa Ahmad " Jangan bicara yang aneh-aneh, ingat cucu-cucu mu masih pada polos!" ucap Oma Nur


Opa Ahmad bukannya diam justru malah terkekeh


Akhirnya mereka pun menikmati makan malam mereka dengan tawa canda dan obrolan rendom membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan

__ADS_1


__ADS_2