
" Bos kamu baik banget ya Kinan sampai memberimu cuti begitu lama?" ucap seseorang yang membuat atensi kedua wanita yang berbeda usia itu beralih pada dua sosok manusia yang tiba-tiba sudah muncul di hadapan mereka
Deg
Meskipun Kinan cukup terkejut dengan kedatangan sepasang suami isteri yang sebenarnya cukup mengganggu hati dan pikirannya itu tapi Kinan tetap berusaha untuk bersikap santai dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka
Seperti biasa Kinan selalu memperlihatkan senyum di wajah cantiknya tanpa ingin terlihat lemah dan menyedihkan di mata keduanya
" Alhamdulillah, aku bersyukur karena atasan ku begitu baik dan pengertian!" sahut Kinan
" Oh ya?" Ucapnya terkesan meremehkan
" Tentu saja" sahut Kinan tetap masih memperlihatkan senyumnya
" Sudah... sudah... sebaiknya kau ajak saja suamimu itu makan, bukankah kalian belum makan?" ucap Oma Ita yang tidak ingin mendengar ucapan yang sangat keterlaluan itu pada Kinan
Sepasang suami isteri yang tidak lain dan tidak bukan Melinda dan Arya itupun tersenyum miring terutama Melinda entah kenapa setiap kali melihat Kinan wanita itu selalu saja berkata pedas dan menyakitkan padahal dulu wanita itu selalu berkata sopan dan begitu menghormati Kinan
" Aku masih kenyang Oma, begitu juga dengan SUAMIKU ini!" ucap Melinda dengan menekankan kata suamiku membuat Kinan tidak habis pikir dengan sikap Melinda yang ia tahu Melinda sengaja mengatakan seperti itu untuk menyindirnya
" Sudahlah Oma jika mereka masih kenyang lebih baik kita saja yang makan, perut Kinan sudah lapar dan Oma pasti juga kan?"
Oma tersenyum, suka dengan cara Kinan menyelesaikan masalah yang ada di hadapannya
" Kamu tahu saja sayang, Oma memang sudah sangat lapar, ya sudah yuk kita makan pasti hidangannya lezat-lezat, daripada kita disini terus yang ada kita cuma makan ati, kalau ati ampela dibalado sih enak tapi ini ati empedu rasanya pahit!" ucap Oma Nur melirik sekilas kepada Melinda dan Arya bergantian
Kinan terkekeh mendengar ucapan Oma Ita seraya menggandeng lengannya lalu pergi meninggalkan dua insan manusia yang nampak tercengang dengan ucapan absurd Oma Ita
Kinan dan Oma Ita saat ini sedang duduk berdua sambil menikmati makanan prasmanan yang dihidangkan
Kedua sesekali tertawa dan bercerita, Melinda yang ternyata diam-diam memperhatikan keduanya nampak mengepalkan tangannya, betapa besarnya keinginan wanita itu melihat Kinan bersedih dan menangis tapi yang terjadi justru sebaliknya, Kinan nampak biasa saja bahkan terlihat begitu ceria seolah tidak pernah terjadi apa-apa yang menimpa dirinya
Jika wanita lain atau mungkin seandainya Melinda yang berada di posisi Kinan mungkin saat ini dia sedang berada di dalam kamar sendirian sambil menangis atau bahkan bisa saja ngamuk-ngamuk dan membuat kekacauan di pesta pernikahan orang lain karena merasa pernikahan dirinya sendiri gagal.
Itulah yang Melinda harapkan ketika melihat Kinan berada di acara pesta pernikahan tantenya sendiri.
__ADS_1
Awalnya Melinda enggan untuk hadir ke undangan pernikahan Rose yang merupakan tantenya Kinan begitu juga dengan Arya, karena pria itu masih merasa bersalah pada Kinan dan yang lebih parahnya pria itu juga masih menginginkan Kinan menjadi miliknya, tapi ada rasa penasaran yang begitu kuat di hati Melinda untuk melihat keadaan Kinan saat ini apalagi yang ia tahu Kinan sampai mengambil cuti panjang untuk pulang ke kampung halaman ayahnya guna menenangkan dirinya di sana.
Sudah lama sebenarnya Melinda menyimpan kebencian pada Kinan, bukan tanpa alasan itu terjadi karena Melinda selalu merasa iri dengan Kinan yang selalu mendapatkan perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya, baik keluarganya maupun teman-temannya.
Di keluarga besar Kinan terutama Oma Ita, mereka selalu memperlakukan Kinan bak putri raja setiap kali Kinan datang ke rumah Omanya semua orang yang ada di rumah tersebut pasti akan menyambut dengan antusias kedatangan Kinan, berbeda jauh pada saat Melinda yang datang
Sikap ramah, ceria dan juga perhatian kecil yang selalu Kinan berikan pada orang-orang terdekatnya membuat Kinan begitu disayang oleh semua orang berbeda dengan Melinda yang bersikap arogan dan selalu ingin diprioritaskan jika datang ke rumah Oma maupun dengan orang yang ada di sekitarnya, mungkin karena hal itulah yang membuat perlakuan terhadap Kinan dan Melinda berbeda , bahkan sepupu-sepupu mereka pun tidak terlalu dekat dengan Melinda tidak seperti Kinan yang mudah dekat dengan siapa saja.
" Kamu kenapa sih mukanya kayak lagi sewot gitu?" tanya Arya pada Melinda
" Enggak kenapa-napa kok mas, aku hanya merasa sedikit lapar mas mungkin bawaan bayi kali ya aku jadi mudah lapar!" sahut Melinda mencari alasan karena tidak sepenuhnya berbohong saat hamil wanita itu jadi mudah sekali lapar
" Yaudah, kamu diam aja ya disini biar aku ambilkan makanan untuk mu!" ucap Arya walaupun sebenarnya berat tapi demi anak yang berada di dalam kandungan Melinda membuat dia harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab
Arya beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah meja prasmanan dimana lauk pauk sudah berjajar di sana dengan berbagai macam masakan lezat yang tersedia
Setelah selesai memenuhi isi piringnya dengan berbagai jenis masakan, Arya pun kembali berjalan ke arah Melinda namun baru beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil namanya
" Arya!"
Merasa namanya di panggil Arya pun menoleh, dan betapa terkejutnya Arya saat melihat keberadaan Laras yang merupakan sahabat baik Kinan mantan calon isterinya
" Hai.. apa kabar?" sapa Laras setelah sudah berdiri di hadapan Arya
" Ba ... baik, kamu sendiri kok ada di sini bukannya kamu sekarang tinggal di Canada ya?" tanya Arya yang sungguh tidak disangka akan bertemu dengan sahabat baik Kinan
" Iya, aku emang tinggal di Canada tapi karena mendapat undangan dari Rose ya ingin memberi kejutan kepada Kinan karena kemarin kan sewaktu acara pernikahan kalian aku enggak bisa hadir jadi aku usahakan datang sekarang!" tutur Laras menjelaskan
Arya terhenyak ketika mendengar ucapan Laras tentang pernikahannya dengan Kinan, ternyata Kinan belum menceritakan perihal batalnya pernikahan mereka pada sahabatnya itu
" Oiya, Kinan nya mana? emm.... itu pasti makanan buat Kinan kan?" tebak Laras karena apa yang ada diatas piring yang Arya pegang tanpa pria itu sadari ternyata isinya adalah makanan kesukaan Kinan
" Ternyata kamu romantis juga ya Arya, masih ingat terus makanan kesukaan istri kamu!" puji Laras membuat Arya seketika gugup dan salah tingkah
Sementara di meja tempat dimana Melinda tengah duduk menunggu Arya wanita itu yang dari kejauhan melihat Arya sedang berbicara dengan seorang wanita seketika darahnya mendidih dan rasa cemburunya pun menyeruak
__ADS_1
" Siapa wanita itu, kenapa terlihat begitu akrab dengan mas Arya?" gumam Melinda
Karena merasa kesal melihat Arya yang tak kunjung menghampirinya dengan raut wajah merah padam Melinda yang sudah terbakar api cemburu pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Arya
" Mas Arya!" panggil Melinda yang membuat laki-laki itu langsung menoleh begitu juga dengan Laras
" Mbak Laras!" Melinda cukup terkejut saat melihat orang yang ternyata sedang berbincang dengan suaminya adalah Laras sahabat baik Kinan
" Hei Melinda, apa kabar!" sapa Laras lalu mengulurkan tangannya pada Melinda
" Baik!" jawab Melinda singkat lalu melirik ke arah Arya yang terlihat salah tingkah dihadapan Laras
" Mas kok lama banget sih, aku sudah lapar loh mas kelamaan nungguinnya?" Tanpa malu Melinda merajuk manja pada Arya di hadapan Laras yang tentu saja hal itu membuat Laras mengerutkan keningnya menatap dua insan dihadapannya saat ini yang Laras tau Arya kini adalah suami Kinan dan Melinda adalah adik sepupu Kinan
Melihat Melinda yang bersikap begitu manja pada Arya apalagi sesekali wanita itu mengusap perutnya yang masih rata membuat Laras dibuat tercengang dan nampak sedikit syok
" Ka.. kalian_?" Laras benar-benar dibuat bingung dengan apa yang dilihatnya
" Pasti bingung ya? biar aku jelas_ akhh...! "tanya Melinda dengan wajah mengejek namun detik berikutnya Arya langsung menarik lengan Melinda membuat wanita itu terkejut karena dengan sedikit kasar Arya membawanya pergi dari hadapan Laras yang masih nampak syok dan bingung
" Nak Laras?" Sapa bunda Sasa seraya menepuk bahu Laras
" Bun... da!" Laras terkesiap dari lamunannya dan tersentak ketika merasakan tepukan dibahunya
" Bagaimana kabar kamu? dan kapan datang?" tanya bunda namun ternyata Laras masih menatap bingung ke arah punggung sepasang suami isteri yang berjalan menjauh darinya dan tidak sadar jika bunda sedang bertanya padanya
Bunda mengikuti arah pandang Laras dan seketika wanita paruh baya itupun menghela napas panjang, ia tahu wanita yang ada di hadapannya saat ini pasti sedang merasa bingung dengan apa yang dilihatnya
" Nak Laras!" panggil bunda dengan tangan yang kembali menepuk bahunya
" Eh? maaf bunda... maaf!" ucap Laras sambil cengar-cengir
Bunda tersenyum " Kamu sudah makan?" tanya bunda Sasa yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Laras
" Kita kesana yuk, bunda tahu kamu pasti sedang bingung kan? sebaiknya kamu makan dulu nanti bunda panggilkan Kinan ya!" ucap bunda Sasa
__ADS_1
" Iya bunda, terima kasih!" sahut Laras seraya mengulas senyum diwajahnya
Keduanya pun berjalan ke arah meja prasmanan, bunda menemani Laras sebentar setelah itu wanita paruh baya itu pergi mencari putrinya