
Melinda nampak mengerutkan keningnya setelah acara pesta pernikahannya usai dia tidak melihat satupun dari keluarga besarnya yang masih tertinggal di tempat acara tersebut, hanya tante Vela mamanya sendiri dan juga beberapa teman dekatnya dan teman dekat Arya saja yang masih terlihat bahkan kedua orang tua Arya sendiri pun sudah pergi sejak dua jam sebelum acara selesai
" Mah, yang lain pada ke mana, kok aku enggak ngeliat Oma Ita dan juga yang lainnya?" tanya Melinda
" Apa mereka semua sudah pulang ya mah, tapi kenapa aku enggak tau ya?" tanyanya lagi
" Mah!"
Tante Vela terkesiap, ternyata wanita paruh baya itu sedang melamun. Sejak mendengar berita tentang Kinan yang masuk rumah sakit tante Vela jelas sangat khawatir, rasa bersalah pun seketika menghujam hatinya.
Apalagi ketika semua keluarga besarnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Kinan, tante Vela ingin sekali ikut tapi tidak mungkin ia meninggalkan putrinya sendirian di tengah hari bahagianya itu.
" Mah kok malah ngelamun sih?" Melinda merasa kesal karena dari tadi mamanya diam saja
" Maaf sayang, mamah enggak dengar tadi!" sahut tante Vela
" Mama ngelamunin apa sih memangnya sampai pertanyaan aku aja enggak dengar?"
Tante Vela tersenyum berusaha menutupi kesedihannya di hadapan Melinda
" Tidak ada sayang, tidak memikirkan apa-apa, mama hanya merasa sedikit capek aja " jawab tante Vela berbohong
" Yaudah kalau mama capek, mending mama istirahat aja duluan, lagi pula acaranya juga sudah selesai kok mah tinggal teman-teman aku sama mas Arya aja!"
" Iya, kalau begitu mama langsung pulang aja ya!"
" Loh kok pulang mah, kan disini juga sudah disiapkan kamar untuk kita semua menginap mah!"
" Mamah lebih nyaman istirahat di rumah sendiri!" jawab tante Vela beralasan
" Apa yang lain juga semuanya pada pulang mah, tidak ada yang menginap?"
Raut wajah tante Vela seketika berubah, mengingat semua keluarga besarnya pergi ke rumah sakit hatinya pun sedikit tersentil karena hanya dirinya dan sang putri yang tidak pergi ke rumah sakit melihat keadaan Kinan apalagi menurut informasi dari mbak Pipit kalau Kinan masih belum sadarkan diri
Rasa bersalah di hati tante Vela pun semakin menyeruak
" Oma Ita dan yang lain semuanya tidak pulang ke rumah tapi mereka semua pergi ke rumah sakit!" jawab tante Vela dengan raut wajah sedih
" Ke rumah sakit? memangnya siapa yang sakit mah?" bukan Melinda yang bertanya tapi kali ini Arya lah yang bertanya
__ADS_1
Tante Vela pun menoleh ke arah sumber suara, ternyata Arya sudah berdiri di belakangnya
" Mah!" panggil Arya karena tante Vela nampak bergeming dengan raut wajah yang nampak begitu sedih
" Apa Oma Ita masuk rumah sakit mah?" Melinda semakin penasaran karena mamanya lagi-lagi diam dan belum menjawab pertanyaan Arya
" Mah, jawab dong siapa memangnya ya sakit? apa penyakit jantung Opa Ahmad kambuh?" tanya Melinda yang mengira Oma atau opanya yang masuk rumah sakit
Tante Vela menghela napas panjang lalu menatap Melinda dan Arya bergantian
" Bukan, tapi Kinan. Kinan yang masuk rumah sakit!" jawab tante Vela dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Jlep
Bola mata Arya seketika membulat sempurna, betapa terkejutnya ia ketika mendengar tentang Kinan yang masuk rumah sakit
" Ki... Kinan!" beo Arya terbata
Jantung pria itu seketika berdetak cepat, rasa bersalah pun seketika menyeruak.
" Ada apa sebenarnya dengan Kinan mah, kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" tanya Arya yang terlihat begitu mencemaskan keadaan Kinan dan hal itu sontak saja membuat Melinda geram dan mengepalkan tangannya
" Mamah juga tidak tahu pasti apa penyebab Kinan sampai masuk rumah sakit tapi tadi Pipit bilang kalau sampai saat ini Kinan masih belum sadarkan diri" terang tante Vela sambil menitikkan air yang sejak tadi di tahannya
" Apa? jadi Kinan saat ini tidak sadarkan diri mah?" Semakin cemas saja Arya mendengar keadaan Kinan yang tidak sadarkan diri, walau bagaimanapun Kinan adalah wanita yang masih mengisi hatinya, sungguh Arya merasa sangat bersalah pada Kinan
" Sudah... sudah... apa-apaan sih ini, kenapa kalian jadi kelihatan melow begitu? ini hari bahagia kita mas jika kamu lupa itu dan mama juga, ngapain sih pakai nangis segala?" kesal Melinda yang melihat jelas raut kecemasan di wajah mamah dan suaminya pada Kinan
" Aku yakin Kinan itu enggak bakal kenapa-kenapa, paling juga karena kecapean aja nanti juga bakalan sadar, lemah banget sih!" cerocos Melinda yang tidak suka melihat mamanya mencemaskan Kinan apalagi Arya
" Kamu kenapa bicara seperti itu Mel?" kesal Arya yang tidak suka dengan ucapan Melinda
" Seharusnya kita itu merasa bersalah karena sudah membuat Kinan sampai seperti itu sekarang!" tambahnya lagi
Melinda mendengus kesal dengan ucapan suaminya
" Membuat Kinan seperti itu bagaimana maksud mas Arya? kita aja enggak tahu apa yang menyebabkan Kinan sampai enggak sadarkan diri begitu" sewot Melinda
Arya mengusap wajahnya kasar lalu menatap Melinda dengan lekat
__ADS_1
" Walau bagaimanapun kita sudah membuatnya terluka dan sakit hati Melinda!"
" Tapi dia sendiri kan mas, yang tidak menginginkan mas, dia sendiri yang membatalkan pernikahan kalian dan meminta ku untuk menggantikannya?
" Cukup Melinda, apa kau itu tidak mempunyai perasaan hah?"
Bentak Arya yang semakin kesal dengan sikap Melinda
" Mas, kenapa kamu membentak ku, aku ini sedang hamil mas, setidaknya mas itu perhatian sama aku, bukan justru mas malah perhatian sama wanita lain apalagi itu mantan mas!"
Arya mengusap wajahnya kasar dan berusaha menahan emosinya karena jika ia timpali maka yang ada mereka pasti akan ribut besar
" Sudahlah, sebaiknya kamu istirahat saja!" ucap Arya berusaha untuk mengalah pada Melinda
" Iya benar kata nak Arya sebaiknya kamu istirahat saja Lin!" timpal tante Vela
" Jika aku istirahat apa mas mau menemui Kinan begitu?"
Arya mendengus kesal, tentu saja ia memang ingin melihat keadaan Kinan setidaknya pria itu ingin memastikan sendiri bagaimana keadaan Kinan yang sebenarnya, agar ia juga bisa merasa lebih tenang
" Iya, aku ingin melihat keadaan Kinan!" jawab Arya yang akhirnya berkata jujur
" Tidak boleh!" tegas Melinda melarang Arya untuk pergi menemui Kinan
" Aku tidak mengizinkan mas Arya menemui Kinan!" larang Melinda
Arya mengepalkan tangannya kuat berusaha menahan emosinya
" Kau tidak bisa mengaturku begitu saja Melinda, kau tahu apa yang terjadi dengan Kinan itu juga akibat kesalahan yang sudah kita perbuat padanya, setidaknya aku hanya ingin memastikan keadaannya saat ini dan juga meminta maaf!" tegas Arya
Tanpa menunggu respon dari Melinda, Arya pun memutuskan untuk pergi meninggalkannya namun baru beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara teriakan tante Vela yang memanggil namanya
" Arya, tolong Melinda!"
Arya pun membalikkan badannya dan betapa terkejutnya Arya ketika melihat Melinda sudah tergeletak di lantai dalam pelukan ibunya
Karena takut terjadi apa-apa Arya pun dengan langkah panjang menghampiri Melinda yang sudah di kerumuni beberapa orang
Dengan cepat arus langsung merengkuh tubuh Melinda kedalam gendongannya lalu membawanya ke kamar tempat ia menginap di hotel tersebut
__ADS_1