Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 25


__ADS_3

Kinan hanya melempar senyum tipisnya ke arah Melinda dan Arya yang tengah menatapnya, setelah itu Kinan berbalik badan kembali dan melanjutkan langkahnya


Dengan hati yang dongkol dan kacau Kinan naik ke atas motornya namun belum sempat menghidupkan mesin motornya suara wanita itu kembali terdengar di indra pendengarannya


" Hei Kinan, kenapa kamu buru-buru sekali? kau tidak ingin menyapa kami terlebih dahulu?" tanya Melinda yang ternyata sudah ada di belakang Kinan


Kinan memperlihatkan senyum diwajahnya " Bukannya buru-buru tapi aku sudah selesai makannya jadi buat apa aku lama-lama disini" sahut Kinan


" Tentu saja kamu malas berlama-lama di sini, itu karena kamu datangnya sendirian kan?" ejek Melinda


Arya hanya diam, jika ia ikut bicara takutnya malah menambah keruh suasana jadi mau tidak mau pria itu memilih diam


Kinan malas menanggapi ucapan Melinda, lebih baik dia segera pergi dari tempat itu dari pada Melinda semakin bicara macam-macam padanya


" Atau jangan-jangan kau masih mengharapkan mas Arya?"


Pertanyaan yang meluncur dari bibir Melinda sontak saja membuat Kinan dan Arya langsung menoleh ke arahnya


" Sebaiknya kau buang jauh-jauh niat busuk mu itu Karin, karena mas Arya hanyalah milikku dan sebentar lagi akan menjadi ayah dari anak yang aku kandung!" Melinda mengusap perutnya yang terlihat sudah sedikit membuncit lalu tersenyum miring pada Kinan


" Aku harap kau tidak akan menjadi seorang pelakor!" ucap Melinda lagi yang seketika membuat Kinan naik pitam namun sebisa mungkin ia mengendalikan emosi yang sudah bercongkol di hatinya


" Kamu ini bicara apa sih Linda, ngawur!" tegur Arya yang tidak suka dengan ucapan Melinda pada Kinan


" Loh kok mas Arya yang marah sih, jangan-jangan mas Arya masih menaruh hati iya sama Kinan? ingat mas aku ini isteri kamu sekarang dan aku sedang mengandung anak kamu mas Arya!" tutur Melinda dengan sedikit tersungut-sungut


"Kamu ini bicara apa sih, makin ngaco aja!" kesal Arya


" Tapi memang itu kenyataannya kan mas? sungguh keterlaluan kamu mas, tega kamu mas!" Melinda meluapkan emosinya lalu terisak seolah ia menjadi korban orang yang terintimidasi


Kinan memutar bola matanya jengah lalu kembali menghidupkan mesin motornya tapi belum sempat Kinan menghidupkannya tiba-tiba dengan kasar Melinda menarik kunci motor Kinan


Sontak apa yang Melinda lakukan membuat Kinan membulatkan matanya

__ADS_1


" Kau ini apa-apaan sih Mel? sini kan kunci motor ku!" Kinan ingin mengambil kunci motornya yang sudah berpindah ke tangan Melinda namun dengan gerakan cepat Melinda menjauhkan tangannya


" Jangan harap kamu bisa pergi begitu saja Kinan , urusan kita belum selesai"


Entah apa yang ada di otak Melinda sejak menikah dengan Arya pola pikirnya menjadi berubah bahkan rasa takut kehilangan Arya membuat Melinda menjadi was-was sendiri pada wanita yang dekat dengan Arya terlebih pada Kinan yang jelas ia tahu Kinan adalah wanita yang sangat dicintai suaminya


" Kamu tuh enggak ada kerjaan lain apa selain mengganggu hidup orang!" kesal Kinan dengan tangan yang terkepal kuat namun sebisa mungkin masih ia tahan emosinya yang sudah berada di ubun-ubun


" Aku bukan ingin mengganggu kamu, tapi aku hanya ingin mengingatkan kamu, itu saja!" ucap Melinda dengan santainya


" Mengingatkan apa? tidak ada yang perlu kau ingatkan lagi, karena daya ingat aku masih sangat baik camkan itu! aku masih ingat dengan jelas bagaimana dua orang yang sangat aku percaya lebih dari apapun berkhianat dibelakang ku!" ucap Kinan penuh penekanan pada setiap kalimatnya


" Dan kau tidak perlu repot-repot mengingatkan ku atas kebodohan yang pernah aku lakukan karena sudah percaya pada dua manusia pecundang!" tambahnya lagi


Melinda mengepalkan tangannya dan menatap Kinan dengan tajam dan Arya pria itupun sangat terkejut dengan kalimat yang Kinan lontarkan


" Kau_!" geram Melinda yang tidak terima dengan kata-kata yang Kinan ucapkan.


" Kau sudah kalah ya sudah terima saja dengan ikhlas tidak perlu mengatakan aku dan mas Arya sebagai pecundang!" ucap Melinda sedikit menggebu


" Sudahlah Kinan, tidak perlu kau ungkit lagi semua yang sudah terjadi. jika kamu menyesal karena sudah melepaskan aku maka dengan senang hati aku akan memberimu kesempatan sekali lagi untuk kembali padaku, kita bisa melanjutkan pernikahan kita yang kau batalkan itu dan jadilah isteri kedua ku Kinan karena aku yakin kau juga masih mencinta ku seperti aku yang juga masih mencintaimu!" ucap Arya yang tanpa sadar langsung membuat Melinda terbelalak dan meradang setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya


Tidak jauh beda dengan Kinan yang langsung melotot dan semakin merasa jengkel dan geram bukan main dengan Arya yang ternyata tidak jauh beda dengan Melinda yang egois dan tidak bisa menjaga bicaranya malah dengan entengnya melontarkan kata-kata yang bisa saja semakin memancing keributan dengan Melinda


" Mas Arya sebaiknya kamu itu introspeksi diri dulu deh, jangan karena ucapan konyol yang mas Arya lontarkan membuat kesalahpahaman semakin berbuntut panjang!" tekan Kinan tak habis pikir dengan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini


Arya tersenyum padahal dua wanita yang ada di dekatnya itu sedang bergejolak menatap garang


" Loh memangnya kenapa? apa salahnya jika kita kembali bersama toh bukankah kita juga masih saling mencintai dan dulu pun Melinda tidak keberatan jika aku jadikan istri kedua lalu apa bedanya jika sekarang dia yang menjadi istri pertama dan kamu yang menjadi isteri kedua ku!" ucap Arya


Saat ini posisi mereka sedang berada di parkiran motor, meskipun banyak pasang mata yang diam-diam memperhatikan interaksi mereka entah kenapa pasangan suami isteri itu tidak merasa malu menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu lalang


Sementara mang Ucup yang sejak tadi memperhatikan mereka mulai paham kenapa Kinan datang sendirian ke tempatnya berjualan

__ADS_1


" Sudahlah mas aku malas berbicara dengan manusia langka seperti kalian, sebaiknya kau Melinda cepat berikan kunci motorku! aku sudah tidak ada urusan lagi dengan kalian jadi jangan membuang waktuku dengan percuma!" ucap Kinan yang sudah malas meladeni Melinda dan Arya yang menurutnya sudah tidak penting lagi


" Tidak akan aku berikan, kau dengar sendiri kan tadi mas Arya bilang apa, karena kamu mas Arya masih ingin menikahi mu dan menjadi maduku, kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi? tidak akan pernah Kinan camkan itu, aku tidak akan membiarkan mu menjadi madu ku meskipun dulu aku ingin menjadi isteri kedua mas Arya tapi sekarang aku hanya ingin menjadi isteri mas Arya satu-satunya tidak akan aku biarkan kamu masuk kembali kedalam kehidupan kami, dengar itu baik-baik Kinan!"


Kinan menarik napas kasar lalu geleng-geleng kepala melihat sikap adik sepupunya yang sudah sangat berubah


" Dasar pasangan yang aneh, ternyata keputusan ku membatalkan pernikahan itu sudah tepat, jika tidak entah bagaimana nasib pernikahan ku saat ini" tutur Kinan sambil tersenyum


" Kau yang aneh, pernikahan mu dan mas Arya batal tapi kau masih bisa terlihat biasa saja, berarti rasa cintamu terhadap mas Arya tidaklah sebesar rasa cintaku padanya, iyakan? kau bahkan terlihat baik-baik saja selepas berpisah dengan mas Arya , itu tandanya kau tidak tulus mencintainya bukan?" tutur Melinda sengaja memojokkan Kinan


" Dan kamu mas, kamu masih saja menginginkan wanita yang sama sekali sudah tidak mencintai mu lagi!"


" Bodoh kamu mas!" umpat Melinda lagi pada Arya dengan nada meremehkan


" Drama yang sungguh membosankan, aku sungguh muak dengan drama yang kau buat ini Melinda, bisakah kau membiarkan aku pergi dari sini? dan bawalah suami yang sangat kau cintai itu menjauh dari hidupku bahkan bila perlu bawa dia sejauh jauhnya, aku sungguh sudah tidak peduli lagi dengannya jadi kau tidak perlu khawatir aku akan kembali padanya karena bagiku sesuatu yang sudah aku buang tidak akan mungkin aku pungut lagi " ucap Kinan yang sudah muak dengan Melinda dan jaga mantan calon suaminya itu


Mendengar ucapan Kinan membuat Arya naik pitam, pria itu tidak terima dengan ucapan Kinan yang membuatnya merasa di rendahkan


" Kau sombong sekali Kinan, aku yakin selain aku tidak akan ada laki-laki yang mau dengan wanita seperti mu, kampungan dan terlalu kolot" ucap Arya merendahkan Kinan


" Aku kini sadar ternyata benar apa yang dikatakan Melinda kalau kau itu tidak benar-benar mencintai ku, buktinya selama kita pacaran hampir 5tahun lamanya kau tidak pernah mengizinkan aku untuk menyentuh mu dan sekarang setelah aku menikahi wanita lain pun kau bahkan terlihat biasa saja, jadi benar kau itu tidak tulus mencintai ku " tuturnya lagi


Kinan tersenyum miring lalu menatap Melinda dan Arya bergantian


" Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Arya yang merasa salah tingkah karena ditatap oleh Kinan sementara Melinda sudah merasa was-was


" Ternyata kau menilai cinta itu sebatas sentuhan fisik saja ya mas, aku paham sekarang siapa kamu mas!" ucap Kinan sambil tersenyum


" Kenapa memangnya aku ini laki-laki normal, aku yakin semua laki-laki pun pasti memiliki keinginan yang sama pada pasangannya, karena sentuhan itu diperlukan untuk menambah kemesraan dalam sebuah hubungan dan hal itu adalah hal yang wajar dan biasa dilakukan pada setiap pasangan kekasih yang saling mencintai tidak seperti mu yang sok jual mahal dan aku yakin jika kau masih berprinsip seperti itu kelak laki-laki yang akan menjadi pasangan mu pun pasti akan bermain kembali dibelakang mu!" ucap Arya dengan pongahnya


" Siapa bilang? tidak semua laki-laki memiliki pemikiran bej*t seperti mu!" terdengar suara bariton yang seketika membungkam mulut Arya


Kinan menoleh ke arah sumber suara dan matanya pun terbelalak setelah mengetahui siapa pemilik suara tersebut

__ADS_1


Deg


__ADS_2