
Setelah satu bulan lamanya Kinan mengambil cuti, hari ini adalah hari pertama Kinan kembali ke rutinitasnya, menjadi pegawai di perusahaan Z Company
" Mbak Kinan...!" teriak Maya ketika melihat kedatangan Kinan
" Assalamualaikum!" ucap Kinan saat menghampiri rekan-rekan kerjanya
" Wa'alaikum salam, ya ampun mbak Kinan kemana aja kok baru kelihatan sih?" Maya memeluk Kinan melepas rasa kangennya pada sosok Kinan yang selalu hangat dan ramah pada setiap orang terutama pada Maya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri
" Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" Kinan balik bertanya pada Maya
" Alhamdulillah, baik juga mbak" sahut Maya
" Syukurlah jika kamu dalam keadaan baik Kinan, kami semua disini sangat mengkhawatirkan keadaan kamu apalagi kamu menghilang begitu saja tanpa kabar" ucap salah satu karyawan yang biasa dipanggil bu Risma
" Maafkan Kinan ya bu Risma sudah membuat semua orang jadi khawatir, terima kasih juga karena sudah begitu baik sama Kinan!" tutur Kinan dengan tulus dan tidak lupa juga dengan senyum yang selalu mengembang di wajah cantiknya
" Kami semua disini sayang sama kamu Kinan, apa yang sudah menimpa kamu jangan membuat kamu lemah apalagi merasa putus asa, kamu tidak sendirian masih ada kami yang akan selalu sayang sama kamu, anggap saja memang dia bukan jodohmu mungkin saja jodoh yang dipersiapkan untuk kamu jauh lebih dari segalanya dibandingkan mantan mu itu" ucap bu Risma dengan bijak
" Betul apa yang dikatakan bu Risma, ya siapa tahu mbak Kinan berjodoh dengan pak bos CEO kita yang baru!" ucap Maya asal tapi malah di amin kan oleh karyawan yang lain secara serempak
" Amin.....!" ucapnya
Kinan sontak saja melotot mendengar kekompakan para rekan kerjanya yang mengaminkan ucapan Maya
" Apaan sih kalian ini, jangan sembarangan bicara nanti malah jadi masalah, apalagi kita kan enggak tahu bagaimana karakter CEO kita yang baru!" ucap Kinan yang juga merasa risih karena dijodoh-jodohkan seperti itu
" Ya enggak apa-apa Kinan, siapa tahu memang berjodoh, apalagi ya dengar-dengar nih CEO kita yang baru itu masih jomblo dan juga tampan loh!" ucap Lisa salah satu rekan kerja Kinan juga
" Apa si Lisa, aku masih belum kepikiran ke arah sana, aku mau fokus saja dulu dengan pekerjaan aku, lagi pula aku sadar diri siapa aku, jangan sembarang bicara nanti kalau pak CEO dengar bisa dipecat gara-gara ngegibahin dia!" ucap Kinan yang mulai merasa tidak nyaman jika terus membicarakan tentang jodoh apalagi dengan CEO baru di perusahaan Z company, Kinan sadar akan posisinya yang bukan siapa-siapa.
Kinan memang masih belum nyaman untuk kembali dekat dengan yang namanya laki-laki, mungkin masih sedikit menyisakan trauma sehingga Kinan masih takut dengan yang namanya memulai suatu hubungan kembali.
" Emmm.... memangnya atasan kita yang lama kemana?" tanya Kinan mengalihkan pembicaraan dan belum tahu tentang perubahan yang terjadi di perusahaan tempatnya bekerja
" Pak Agung dimutasi ke perusahaan cabang yang ada di kota S, dan sekarang perusahaan kita dikelola langsung oleh putra pemilik perusahaan ini, kalau enggak salah namanya tuan Zayn dia adalah CEO baru kita dan dia itu satu-satunya putra tuan Zero Arvan!" terang Lisa
" Wahhh kamu ternyata tahu banyak juga ya Lisa tentang CEO baru kita!" puji Kinan
" Ha...Ha.... Lisa gitu loh!" bangga Lisa lalu tertawa
" Huhhhhh....!" seru rekan-rekannya yang lain lalu sama-sama tertawa
Kinan kini sudah menempati meja kerjanya begitu juga dengan rekan kerjanya yang lain namun baru beberapa menit bekerja tiba-tiba Kinan dibuat terkejut dengan munculnya seorang wanita yang melintas dihadapannya apalagi wajahnya sangat familiar di mata Kinan terlebih wanita itu melempar senyum kepadanya saat melewati meja kerja Kinan
" Laras!" gumam Kinan seraya menatap punggung Laras yang sudah menghilang masuk ke salah satu ruangan
"Nona Kinan!" disaat Kinan sedang memikirkan Laras yang tiba-tiba muncul di perusahaan tempatnya bekerja Kinan kembali dikejutkan dengan panggilan seorang pria yang sudah berdiri tepat di hadapannya
" Kamu yang bernama Kinan ?" tanya pria tersebut
__ADS_1
" Iya pak betul, saya Kinan, apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Kinan dengan sopan seraya berjalan dari tempat duduknya
" Kamu yang mengambil cuti kerja sampai satu bulan lamanya, apa benar?"
Kinan mengangguk " Benar pak, itu saya" jawab Kinan apa adanya
Lisa, bu Risma dan Maya menatap cemas pada Kinan
" Kalau begitu kamu ikut saya keruangan CEO perusahaan kita yang baru, beliau ingin bertemu dengan kamu!" ucap pria tersebut
Kinan menghela napas panjang lalu berusaha bersikap setenang mungkin
" Baik pak!" ucap Kinan
" Kinan!" panggil bu Risma pelan saat Kinan berjalan mengikuti pria tersebut
Kinan menoleh lalu tersenyum, sebagai isyarat kepada rekan kerjanya yang begitu mencemaskan dirinya kalau semua akan baik-baik saja
Tok
Tok
Tok
Pria yang bersama Kinan yang tidak lain adalah asisten Joe mengetuk pintu ruang CEO yang baru sebelum dipersilahkan masuk
Ceklek
" Selamat pagi tuan!" ucap Joe sambil membungkukkan badannya
" Pagi!" jawab Zayn tanpa menoleh dan sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya
" Tuan, saya datang bersama nona Kinan !" ucap Joe membuat Kinan sedikit menegang dan juga gugup
Deg
Jantung Kinan tiba-tiba berdegup kencang ketika pria yang sedang duduk di bangku kebesarannya mendongak lalu menyandarkan punggungnya sambil melipat kedua tangannya di dada
Tatapan tajam dan tegas dari pria yang menjadi atasannya saat ini membuat Kinan menjadi mati gaya dan memilih menundukkan pandangannya
" Kau boleh pergi!" ucap Zayn terdengar tegas dan dingin
" Baik tuan!" Ucap Joe sedikit membungkuk lalu berbalik badan dan keluar dari ruangan tersebut
Kinan masih setia menundukkan pandangannya hingga suara bariton milik pria yang sudah beranjak dari tempat duduknya membuat Kinan tersentak dan mendongak
" Apa kamu karyawan yang mengambil cuti sampai satu bulan lamanya?" tanya Zayn dengan datar tanpa ekspresi tapi auranya begitu dingin
Deg
__ADS_1
Kinan memang sudah sangat gugup tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk mengendalikan dirinya, Kinan menarik napas dalam-dalam agar bisa bersikap lebih tenang ketika menghadapi bos yang terlihat galak dan arogan di hadapannya saat ini
" Maafkan saya pak, saya_!"
" Aku tidak membutuhkan permintaan maaf mu, ini bukan perusahaan mu yang dengan seenaknya kamu bisa berbuat sesuka hatimu!" potong Zayn dengan arogannya
Zayn berdiri bersandar pada meja kerjanya sambil melipat kedua tangannya di dada dan menatap tajam pada Kinan yang kini sudah berani membalas tatapannya
Kinan tersenyum miring lalu membalas tatapan Zayn dengan tajam juga
Kinan memang awalnya merasa sedikit bersalah karena terlalu lama mengambil cuti kerjanya tapi setelah menghadapi atasannya yang begitu sombong dan arogan Kinan pun akhirnya memberanikan diri untuk membela diri karena apa yang dilakukannya itu atas perintah dari atasannya sendiri yaitu pak Agung yang tidak mengizinkannya berhenti bekerja dan malah memberinya cuti sampai satu bulan lamanya
Belum menjelaskan apa-apa saja atasannya sudah langsung menyemprotnya dengan kasar membuat Kinan merasa kesal dan ilfill pada atasannya yang sok berkuasa menurut Kinan
" Jika anda ingin memecat saya silahkan saja tuan Zayn yang terhormat, tidak perlu anda berkata sekasar itu tuan bahkan anda sendiri tidak memberi saya kesempatan untuk menjelaskan apa-apa tentang cuti yang saya ambil sampai selama itu!" sahut Kinan terdengar menantang
" Aku tidak butuh penjelasan dan alasan apapun itu" ucap Zayn ketus
" Oke, tidak masalah buat saya, saya tahu ini perusahaan anda dan sebelumnya saya juga sudah mengajukan resign kepada pak Agung karena saya juga sadar diri saya tidak mungkin terlalu lama membolos kerja tapi sayangnya justru pak Agung sendiri yang menolak permintaan saya dan bahkan pak Agung sendiri yang memperpanjang masa cuti kerja saya, jadi dimana letak salah saya? jika memang saya sudah tidak dibutuhkan lagi bekerja di perusahaan anda, saya akan urus surat pengunduran diri saya sekarang juga!" ucap Kinan tegas dan tanpa rasa takut sedikitpun
Mendengar ucapan Kinan membuat Zayn tersenyum miring lalu berjalan dengan langkah perlahan mendekati Kinan berdiri tepat dihadapan Kinan dengan kedua tangan dia masukkan ke saku celananya
" Tidak semudah itu Nona!" ucap Zayn seraya mencondongkan badannya mendekat pada Kinan, sontak Kinan yang diperlakukan seperti itu langsung memundurkan badannya, ada rasa tidak nyaman ketika Zayn yang dengan sengaja mengikis jarak mereka
" Tuan bisakah anda bersikap sopan?" ucap Kinan dingin sambil memundurkan langkahnya
Degup jantung Zayn jangan ditanya lagi, berjauhan saja jantungnya sudah berdegup kencang apalagi dengan jarak yang begitu dekat
" Apa yang sudah kau tawarkan pada Agung sampai dia berani memberimu cuti sampai selama itu hem?" tanya Zayn dengan sorot mata tajam dan terkesan merendahkan harga diri Kinan
Mendengar pertanyaan Zayn tentu saja membuat Kinan melotot, pertanyaan Zayn tentu saja terkesan merendahkan harga diri Kinan.
" Apa maksud pertanyaan anda tuan?" Kinan menatap tajam Zayn tanpa rasa takut sedikitpun
" Jangan memandang rendah orang lain jika anda tidak tahu apa-apa tentang orang itu tuan!" geram Kinan
" Jika tidak ada pembicaraan yang penting lagi saya permisi tuan!" ketus Kinan lalu membalikkan badannya
" Siapa yang menyuruhmu pergi!" ucap Zayn dingin seraya mencekal pergelangan tangan Kinan sedikit kuat yang seketika membuat Kinan tersentak dan menubruk dada bidang Zayn yang keras
Deg
Degup keduanya berdetak sangat kencang dan netranya saling bersirobok menyelami satu sama lain hingga Kinan yang tersadar lebih dulu langsung mendorong Zayn dengan cukup keras
"Jaga batasan anda tuan, jangan bersikap tidak sopan!" maki Kinan kesal lalu tanpa menunggu respon dari atasannya Kinan pun keluar dari ruangan tersebut dengan raut wajah marah dan kesal
Brukkkk
Kinan sampai membanting pintu cukup keras membuat Zayn tersentak dari lamunannya
__ADS_1
" Astaghfirullah...!" Zayn memegang dadanya lalu detik berikutnya pria itupun menarik sudut bibirnya keatas
" Ternyata kau tidak mengenali ku!" gumam Zayn geleng-geleng kepala lalu mentertawakan dirinya sendiri