
Kondisi ayah Akbar sedikit memburuk dan saat ini ayah Akbar sedang dalam penanganan dokter karena tadi tiba-tiba saja ayah Akbar mengalami kejang-kejang , Kinanpun nampak begitu terpukul mengetahui keadaan sang ayah yang tidak dalam keadaan baik-baik saja
Kinan sengaja belum memberitahu keadaan ayah Akbar pada bundanya, ia takut bunda Sasa cemas dan semakin khawatir, mungkin setelah keadaan ayah Akbar dinyatakan stabil barulah Kinan memberitahu bundanya
Saat ini Kinan memilih untuk pergi ke Mushola, selain untuk melaksanakan kewajibannya Kinan pun akan berdoa memohon pertolongan kepada sang pencipta
Setelah selesai melaksanakan sholat Kinan pun mengangkat kedua telapak tangannya dan berdoa, gadis itu memohon kesembuhan untuk ayahnya, air mata gadis itupun tidak dapat terbendung lagi
Usai berdoa Kinan pun kembali ke ruang IGD namun baru saja ia sampai di depan pintu ruangan tersebut tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan seorang dokter yang menghampirinya dengan wajah panik dan cukup serius
" Keluarga pasien pak Akbar?" tanya dokter tersebut
" I...iya dokter, saya Kinan putrinya" jawab Kinan gugup karena begitu mencemaskan keadaan ayahnya, gadis itu takut terjadi sesuatu yang serius dengan ayahnya
" Ada apa dokter? " tanya Kinan yang merasa begitu penasaran dan juga khawatir dengan keadaan ayahnya
Dokter menarik napas dalam-dalam sebelum menceritakan keadaan ayah Akbar pada Kinan
" Begini nona Kinan, ayah anda tiba-tiba saja tadi kondisinya ngedrop dan harus segera di lakukan operasi" tutur dokter
" Operasi dokter?" mata Kinan terbelalak dan sedikit syok
" Iya nona, gumpalan darah yang berada di kepala pasien cukup berisiko jika tidak ditindaklanjuti sekarang juga maka akan membahayakan nyawa pasien" ucap dokter tersebut menjelaskan keadaan ayah Akbar
" Saya mohon dokter selamatkan ayah saya dan tolong lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan ayah saya dokter!" Kinan mengatupkan kedua tangannya di depan dada dengan air mata yang sudah berlinang dengan derasnya
" Kami akan berusaha melakukan yang terbaik nona tapi segala ketentuan hanya Allah yang maha berkehendak, jadi bantu kami dengan doa!" ucap dokter
" Iya dokter tapi tolong selamatkan ayah saya!" ucap Kinan
" Sekarang tolong anda segera urus surat persetujuan untuk melakukan operasi kepada ayah anda!" ucap dokter
" Baik dokter!" ucap Kinan sambil menyeka air matanya
Mendengar kondisi ayahnya yang tiba-tiba menurun bahkan harus segera menjalani operasi membuat Kinan merasa begitu lemas dan tak bertenaga
Gadis itu mau tidak mau akhirnya menghubungi bundanya, bagaimana pun juga bundanya harus tahu bagaimana kondisi sang ayah saat ini
Setelah menerima kabar dari Kinan tentang kondisi ayah Akbar yang memburuk dan harus segera menjalani operasi, bunda Sasa malah jatuh pingsan
Opa Ahmad pun segera memanggil dokter Firman untuk memeriksa keadaan bunda Sasa, pria tua itupun mencemaskan kondisi menantunya ia tidak ingin terjadi sesuatu pada menantunya apalagi kondisi putranya saat ini sedang memburuk
Sementara Oma hanya bisa menangis melihat kondisi bunda Sasa, selain mencemaskan keadaan Putranya ia juga sangat mencemaskan keadaan menantu kesayangannya itu
Setelah diperiksa oleh dokter Firman Opa dan Oma pun merasa sedikit lega karena bunda hanya mengalami syok dan butuh istirahat saja
Mungkin setelah sadar dan kondisinya sudah jauh lebih baik bunda akan segera ke rumah sakit ditemani oleh Oma Nur menyusul Opa Ahmad yang sudah berangkat lebih dulu
______
__ADS_1
Sementara di rumah sakit jantung Kinan berdegup sangat kencang ketika melihat beberapa dokter dan suster berlalu lalang keluar masuk ruangan ayahnya dengan tergesa dan terlihat sekali ada sedikit kepanikan
Kinan yang baru saja kembali mengurus administrasi dan surat-surat lainnya pun nampak terkejut bukan main
" Suster ada apa dengan ayahku?" tanya Kinan pada salah satu perawat yang melewatinya dan suster itupun berhenti
" Kondisi pasien semakin memburuk dan kritis, jadwal operasi akan dimajukan dan sekarang sedang dipersiapkan untuk pelaksanaan operasi sesegera mungkin!" Tutur suster tersebut lalu bergegas pergi setelah memberi penjelasan kepada Kinan
Kinan tentu saja syok bukan main mendengar hal itu, tubuhnya bahkan sedikit terhuyung kebelakang dan hampir saja terjatuh jika tidak ada seseorang yang dengan sigap menopang tubuhnya dari belakang
" Ayah!" lirih Kinan dengan tubuh yang semakin lemas bak tak bertulang
Orang yang berdiri di belakang Kinan pun membantu Kinan untuk duduk di bangku tunggu
Kinan yang masih dirundung rasa cemas, khawatir dan takut akan kehilangan sang ayah pun tidak menyadari keberadaan seseorang yang kini sudah duduk di sampingnya bahkan dengan gerakan lembut mengusap-usap punggungnya
" Hiks....Hiks....!" Akhirnya pertahanan Kinan pun runtuh juga
Gadis itu menangis tergugu, hatinya begitu sakit melihat ayahnya yang masih berbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri bahkan dalam kondisi yang kritis
Wanita yang selalu berusaha untuk terlihat kuat dan tegar itupun akhirnya tumbang juga ketika ayah yang sangat ia sayangi dan yang selalu menjadi sumber kekuatannya kini sedang berjuang untuk sembuh dan bertarung antara hidup dan mati
Pria yang berada di samping Kinan akhirnya menarik tubuh Kinan yang bergetar karena isakan tangisnya yang semakin pecah kedalam pelukannya, hati pria itu terasa begitu sakit melihat keadaan Kinan yang begitu terpuruk dalam kesedihan
Kinan tidak menolak karena wanita butuh sandaran untuk meluapkan kesedihannya dan untuk saat ini Kinan merasa begitu nyaman berada dalam pelukan seseorang yang entah siapa Kinan pun tidak menyadari hal itu, ia hanya merasa sangat nyaman dan sedikit membuat Kinan sedikit tenang
" Teruslah berdoa untuk ayahmu, jangan pernah berhenti dan putus asa atas pertolongan Allah!" ucap seseorang yang seketika menyadarkan Kinan akan keberadaan seseorang yang tengah memeluknya
" Ka... Kau!" Kinan sontak mendorong dada bidang pria yang memeluknya dengan sedikit kasar hingga membuat pelukan itu terlepas dan hampir membuat pria itu terjungkal ke belakang karena dorongan Kinan yang cukup bertenaga
" Ba... bagaimana bisa kamu berada di sini?" tanya Kinan lagi dibalik keterkejutannya
" Aku_!" belum sempat pria yang tidak lain adalah Zayn itu menjawab pertanyaan Kinan, beberapa dokter keluar dari ruangan ayah Akbar dan nampak tergesa lalu diikuti para suster yang sedang mendorong ranjang pasien untuk segera dipindahkan ke ruang operasi
" Ayah!" lirih Kinan saat melihat ayahnya yang hendak dibawa ke ruang operasi
Kinan hendak berdiri tapi lagi-lagi kakinya terasa begitu lemas ia pun hampir kembali terjatuh namun dengan sigap Zayn pun merangkul kedua bahu Kinan
" Ayah... hiks...hiks....!" Kinan tidak peduli lagi dengan bos arogan yang berada di sampingnya, terserah ia akan berkata apa tentangnya Kinan tidak akan peduli karena fokusnya kali ini hanya sang ayah
Zayn membantu memapah Kinan berjalan mengikuti ayah Akbar yang akan dibawa ke ruang operasi, awalnya Kinan menolak dan menepis tangan Zayn tapi karena tubuhnya yang mendadak lemas mau tidak mau ia pun menerima bantuan Zayn saat laki-laki merangkul bahunya
Tangis Kinan pun semakin pecah ketika ayah Akbar sudah dimasukkan ke dalam ruang operasi
Zayn memberanikan diri untuk menarik Kinan kedalam pelukannya kembali, hati pria itu sungguh teriris melihat keadaan Kinan yang sangat memperihatinkan, walaupun Kinan menolak tapi Zayn tidak peduli dan semakin mengeratkan pelukannya sampai akhirnya Kinan yang entah kenapa kembali merasa nyaman berada di dalam pelukan dada bidang laki-laki itu pun pasrah dan tidak lagi memberontak
" Sudah jangan menangis lagi, ayahmu butuh doa, butuh dukungan dan semangat dari putrinya yang kuat dan tegar, bukan putrinya yang cengeng seperti ini!" tutur Zayn berusaha untuk menghibur Kinan
Kinan mengurai pelukannya masih sedikit terisak " A..aku _!"
__ADS_1
" Sudah jangan berpikir yang tidak-tidak sebaiknya kamu fokus saja pada kesembuhan ayah mu, Ingat doa kamu lah yang dibutuhkan ayahmu, bukan air mata!" tutur Zayn membuat Kinan yang awalnya menunduk langsung mendongak membuat kedua netra mereka saling bersirobok
"Ucapan mu memang benar tapi_ hiks....hiks... aku enggak kuat, a..aku takut ayah_....hiks...hiks...!" Kinan sudah berusaha untuk tidak menangis tapi lagi-lagi air mata itu meluncur begitu saja
" Huss... jangan mikir yang macam-macam, yakin saja kalau ayahmu pasti akan segera sembuh dan bisa pulih kembali, yakinlah dengan kekuatan doa!" ucap Zayn menasehati
" Berdoa terus jangan pernah putus!" ucap Zayn lagi
Kinan pun mengangguk lalu bibirnya bergerak melafazkan doa untuk kelancaran operasi sang ayah dan berharap Operasi ayahnya berjalan dengan lancar
" Kinan!" seru Opa Ahmad memanggil Kinan yang saat ini sedang duduk bersama Zayn
" Opa!" Kinan beranjak dari duduknya dan dengan cepat berhambur kepelukan sang Opa
Kinan kembali menangis, wanita itu nampak lemah sekarang, ia begitu takut kehilangan ayahnya
Opa tahu bagaimana sedihnya hati cucu kesayangannya itu, Kinan pasti sangat sedih karena selama ini ia begitu dekat dengan ayahnya
" Kamu yang sabar Kinan, jangan lemah sayang karena ayahmu pasti akan sedih dan merasa bersalah jika melihat putrinya sampai sesedih ini, yakin saja sayang kalau ayahmu pasti bisa segera pulih!" tutur Opa Ahmad
Setelah Kinan sudah terlihat sedikit lebih tenang, Opa Ahmad oun baru menyadari keberadaan sosok laki-laki yang berdiri di belakang cucunya
Zayn tersenyum lalu membungkukkan sedikit badannya sebagai sapaan dengan sopan
" Kau _!" belum selesai dengan kata-katanya Kinan sudah lebih dulu menyela ucapan Opa Ahmad
" Dia atasan Kinan dikantor Opa, emmm.... bukan... bukan .... bukan Opa maksud Kinan , dia pak Zayn mantan atasan Kinan" tutur Kinan yang tentu saja hal itu membuat Zayn melotot karena ucapan Kinan yang mengatakan kalau dirinya adalah mantan atasan Kinan padahal wanita itu jelas belum diberhentikan dari perusahaan miliknya
" Mantan atasan?" tanya Opa Ahmad menegaskan dan Kinan mengangguk pelan
" Jadi kamu sudah memecat cucuku?" tanya Opa Ahmad dengan tatapan penuh selidik
Zayn dengan cepat menggeleng " Bukan Opa emmm.... maksud saya tuan, saya tidak pernah me_" belum selesai dengan kalimatnya tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Oma Nur, bunda Sasa, tante Rose , Oma Ita, tante Vela dan juga mbak Pipit
Mereka semua cukup terkejut dengan keadaan ayah Akbar yang dalam keadaan kritis mereka juga turut merasakan kesedihan yang Kinan rasakan, karena mereka tahu Kinan paling dekat dengan ayahnya
Kinan kembali menumpahkan kesedihannya didalam dekapan bunda Sasa, keduanya sama-sama menangis dalam pelukan
" Kamu harus kuat Kinan, ayahmu membutuhkan putrinya yang tegar dan kuat!" ucap Oma Ita
" Apa yang dikatakan Oma Ita benar sayang kamu harus kuat!" ucap Oma Nur
Bunda sama sedihnya dengan Kinan tapi ia masih berusaha untuk terlihat tegar karena bagaimanapun Kinan dan suaminya membutuhkan dirinya yang kuat dan tegar untuk menghadapi semua cobaan yang menimpa keluarga mereka
Disaat Kinan tengah berbicara dengan para wanita, justru Zayn sendiri sedang sibuk berbicara dengan Opa Ahmad
Entah kenapa pria itu begitu penasaran dengan penyebab terjadinya kecelakaan yang menimpa ayah Kinan sampai membuat pria paruh baya itu dalam keadaan kritis
Dengan sedikit informasi yang ia dapat dari Opa Ahmad, Zayn pun menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk menyelidiki penyebab kecelakaan yang menimpa ayah Akbar
__ADS_1
Ayah Akbar mengalami kecelakaan di pabrik kue miliknya.
Sebelum kecelakaan itu terjadi ayah Akbar mendapat kabar dari anak buahnya kalau pabrik miliknya sedang mengalami masalah yang entah apa ayah Akbar pun belum mengetahuinya dengan jelas, namun sesampainya ayah Akbar di pabrik kue miliknya itu, ayah Akbar mendapat laporan jika stok bahan baku di dalam gudang banyak yang sudah kadaluarsa dan disaat pria paruh baya itu hendak memeriksanya kedalam gudang tersebut untuk memastikan kebenaran dari laporan yang ia dapat tiba-tiba saja ada sebuah besi jatuh, ayah Akbar sempat menghindar tapi kecelakaan itupun tidak dapat dielakkan lagi ketika kaki ayah Akbar justru tersandung lalu jatuh dan entah dari mana asalnya sebuah balok besar jatuh dari atas dan menimpanya