
Di sebuah Ballroom ZA Alvendra Hotel yang merupakan hotel terbesar di kota tersebut, telah digelar pesta pernikahan yang cukup terbilang mewah dan megah
Beberapa tamu undangan kedua mempelai pengantin pun kini sudah memenuhi kursi-kursi yang ada namun tiba-tiba mereka merasakan ada sesuatu kejanggalan di acara pesta pernikahan tersebut, pemandangan yang mereka lihat di pelaminan sungguh mengejutkan dan sontak membuat mereka mengerutkan kening ketika melihat pengantin wanitanya ternyata orang yang berbeda
" Apa aku salah lihat ya?"
" Ini penglihatan ku yang buruk atau riasan pengantinnya yang aneh, kenapa pengantin wanitanya terlihat seperti bukan Kinan?"
" Setahuku pak Arya akan menikah dengan mba Kinan tapi yang berada di pelaminan kok beda ya wajahnya?"
" Kok bukan mba Kinan ya?"
" Arya menikah dengan siapa, kok bukan dengan pacarnya?"
" Bukankah itu Melinda, kok bisa pak Arya menikahnya dengan Melinda bukannya mba Kinan pacarnya pak Arya?"
" Pak Arya menikahnya dengan Melinda, kok bisa sih?"
" Perasaan di undangan pak Arya akan menikah dengan pacarnya yang bernama Kinan, kok sekarang malah sekretarisnya sendiri yang ada di samping pak Arya?"
" Ini kenapa jadi beda gitu ya pengantin wanitanya?"
Masih banyak lagi kasak kusuk yang terjadi di acara pesta pernikahan Arya dengan Melinda
Terutama para tamu undangan dari Kinan, terlebih lagi rekan kerja dan juga teman-teman Kinan
Mereka semua jadi bertanya-tanya, kemana Kinan? bukankah seharusnya yang duduk di atas kursi pelaminan adalah Kinan
Tidak sedikit juga para tamu undangan yang memilih meninggalkan acara pesta tersebut karena mereka tidak dapat bertemu dengan pengantin mempelai wanita yang mereka maksudkan
Meskipun mereka merasa bingung dan bertanya-tanya tentang keberadaan Kinan yang seharunya menjadi pengantin malam itu tapi mereka lebih memilih pergi dan menunggu penjelasan dari Kinan sendiri nantinya
_____
Ceklek
" Kinan putri ayah, apa yang terjadi sama kamu sayang? kenapa kamu bisa sampai masuk rumah sakit seperti ini nak?" tanya ayah Akbar yang baru saja memasuki ruang perawatan Kinan dengan sangat cemasnya
" Hiks...Hiks.... kenapa kamu selalu berpura-pura seakan semua baik-baik saja sayang, kenapa tidak mau membagi lukamu pada kami, orangtua mu...Hiks..hiks...!" Bunda langsung menangis ketika melihat Kinan yang berbaring lemah di ranjang pasien rumah sakit.
" Kami tahu kamu pasti merasa sangat terpukul, kecewa, sedih dan juga sakit hati. tapi kenapa kamu tidak menunjukkan semuanya kepada kami, kau bahkan dengan entengnya menutupi semuanya dengan senyummu, bahkan dengan tangan terbuka kau membiarkan mereka pergi begitu saja mengadakan pesta pernikahan yang sudah kamu persiapkan sendiri sesuai dengan impian kamu selama ini" bunda Sasa tidak kuasa lagi menahan rasa sesak di dadanya saat melihat putri satu-satunya dalam keadaan tidak sadarkan diri di brankar rumah sakit tangis wanita itu pun semakin pecah
Ayah Akbar yang melihat isterinya menangis langsung menariknya ke dalam pelukan dan berusaha menenangkannya
__ADS_1
Kinan yang merasa cintanya telah hancur bak kaca yang tiba-tiba terhempas ke batu hancur luluh berkeping-keping, akhirnya memilih untuk menyendiri dan berusaha untuk menata kembali hatinya yang telah luluh lantak berantakan tak berbentuk, walaupun rasanya begitu menyakitkan Kinan akan berusaha untuk mengikhlaskan dan melupakan semuanya berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk semata
Luka batin yang Kinan rasakan sungguh teramat dalam, meskipun berusaha untuk terlihat tegar tetap saja ia tak kuasa kala desakan demi desakan cairan bening ingin menerobos keluar tatkala bayangan dan semua ingatannya kembali berputar bak roll film yang berputar di depan matanya
Semua ingatan kebersamaannya dengan Arya selama 5 tahun memenuhi memory ingatannya, terutama ketika mereka berdua bersama-sama merancang dan mengurus semua keperluan dan rencana pernikahan mereka bahkan keduanya pun sudah menyusun berbagai rencana bulan madu dan juga masa depan rumah tangga mereka setelah mereka menikah .
Namun sayang Istina mahligai rumah tangga yang sudah tersusun rapih itu seketika porak-poranda dilanda badai pengkhianatan
Sakit? jangan ditanya lagi. Kinan menangis sejadi-jadinya setelah beberapa jam lalu dengan mati-matian wanita itu berusaha menguatkan dirinya untuk tidak menangis dihadapan keluarga besarnya terutama kedua orangtuanya yang sangat ia sayangi
Kinan yang memilih duduk seorang diri di bangku taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari kediamannya dalam keadaan di guyur air hujan yang cukup deras pun tak berhenti terisak menangisi nasib pernikahannya yang sudah gagal digelar akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh Arya calon suaminya bersama sepupunya sendiri.
Tanpa terasa sudah hampir 3 jam waktu yang Kinan habiskan untuk menangis, menangisi dirinya yang begitu menyedihkan.
Karena terlalu lama menangis ditambah lagi kondisi perut yang belum terisi apa-apa sejak kemarin apalagi tubuhnya pun basah karena air hujan yang cukup deras kian mengguyur tubuhnya membuat gadis itu tubuhnya semakin bergetar hebat entah karena tangisnya semakin pecah atau karena menggigil kedinginan.
Pandangan mata Kinan tiba-tiba mulai buram dan akhirnya tubuh ringkih itupun tumbang dan Kinan tidak sadarkan diri tepat di saat seorang pria datang menghampirinya untuk memayunginya.
Sekuat-kuatnya seorang wanita pasti ada masanya ia akan menyerah juga, apalagi hati wanita seperti Kinan yang selembut sutra, meskipun wanita itu selalu terlihat tegar dan selalu memperlihatkan senyum diwajahnya tetap saja Kinan hanyalah wanita biasa, senyum khas yang selalu ia tampilkan pada semua orang tidak selamanya senyum itu akan terus mengembang, ketika hantaman itu begitu maha dahsyat menghantam hatinya dan memporak-porandakan istina cinta yang sudah sedemikian rupa Kinan bangun dengan megahnya , rasa sakit hati dan kecewa pada sebuah pengkhianatan yang begitu besar akhirnya membuat senyum di wajah Kinan pun pudar juga, hanya ada bibir yang terkatup rapat dengan mata yang terpejam menandakan betapa besar rasa sakit itu menghujam batinnya
Kinan hanyalah seorang wanita biasa, seberapa kuat ia mencoba bertahan dan berusaha untuk tetap tersenyum walaupun dalam hati ia menjerit, merintih dan menangis, tetap saja wanita itu pasti tidak akan sanggup menahan gelombang besar yang mengguncang hatinya yang begitu kuat.
***
" Itu si Pipit mau kemana, kok buru-buru banget?" tanya Paman Mahesa pada tante Alya ibunya mbak Pipit
" Kinan masuk rumah sakit mas!" jawab tante Alya yang sontak saja membuat pria paruh baya itu terbelalak
" Apa?Kinan masuk rumah sakit?" tanya paman Mahesa memastikan pendengarannya
" Iya mas!" jawab tante Alya
Oma Ita dan Oma Nur yang sayup-sayup mendengar pun bergegas menghampiri mereka
" Siapa yang masuk rumah sakit Mahesa?" tanya Oma Nur yang tiba-tiba sudah ada dibelakang mereka
Paman Mahesa dan tante Alya pun nampak gelagapan. Mereka tidak tahu harus menjawab apa, melihat Kinan yang gagal menikah dengan Arya namun masih bisa tersenyum saja kedua wanita yang sudah berusia lanjut itu begitu terpukul apalagi jika mereka tahu kalau Kinan masuk rumah sakit, mereka tentu takut keduanya syok dan berakibat fatal dengan kondisi kesehatannya
" Emmm ... masuk rumah sakit? siapa Oma enggak ada yang masuk rumah sakit" kilah tante Alya walaupun di dalam hati merasa bersalah karena telah berbohong
" Jangan bohong kalian?" cecar Oma Ita
" Apa sih Oma, memang yang Oma dengar apa sih?" Kali ini Paman Mahesa yang berbicara
__ADS_1
" Kami tadi dengar kalian bilang masuk rumah sakit" sahut Oma Nur yang sama penasaran dengan Oma Ita
" Oma salah dengar kali" ucap Alya berusaha meyakinkan dan berharap kedua Oma tidak mengetahui berita tentang Kinan sebelum mereka memastikan kondisi Kinan yang sebenarnya
" Semoga saja" ucap Oma Ita
" Oiya, apa Kinan dan kedua orangtuanya tidak jadi datang?" tanya Oma Ita yang tiba-tiba teringat dengan cucu kesayangannya itu
Paman Mahesa menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Oma Ita
"Mungkin tidak jadi Oma, lagi pula kasihan Kinan jika memaksakan diri untuk datang Oma" jawab paman Mahesa yang di angguki kedua Oma
" Kau benar, semoga Kinan dalam keadaan baik-baik saja ya!" ucap Oma Nur
" Amin!" ucap Paman Mahesa dan tante Ita bersamaan
Sementara di kursi pelaminan meskipun hatinya belum sepenuhnya menerima kenyataan kalau yang duduk di sampingnya malam ini adalah Melinda bukan Kinan, pria itupun tidak mempermasalahkannya lagi walau bagaimanapun semua juga bukan kesalahan Melinda sepenuhnya, dia juga turut andil karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsu beja*nya
" Maafkan aku Melinda karena sudah bersikap egois padamu!" ucap Arya akhirnya menyadari kesalahannya yang sempat bersikap kasar dan marah pada Melinda
" Iya mas tidak apa-apa, aku mengerti kok" jawab Melinda seraya tersenyum manja seperti biasa yang selalu ia lakukan setiap kali bersama Arya
" Emmm..... apa Kinan akan datang ya?"tiba-tiba netra Arya tertuju pada para tamu undangan
Melinda mengepalkan tangannya merasa kesal karena Arya ternyata masih mengingat Kinan bahkan mungkin menginginkan kehadirannya
" Apa mas masih mengharapkan Kinan?" tanya Melinda yang tidak kuasa lagi menahan rasa cemburunya pada Kinan
Arya seketika langsung menoleh pada Melinda
" Maaf Melinda, bukankah kamu tahu waktu yang aku habiskan bersama Kinan bukanlah waktu yang sebentar bahkan kami hampir melaksanakan ijab qobul tapi_!" Arya tidak lagi melanjutkan ucapannya
Melinda yang mengerti arah pembicaraan Arya pun melanjutkan kalimatnya
" Tapi karena aku begitu maksud mu mas yang membuat kalian gagal menikah?" sarkas Melinda
Arya mengusap wajahnya kasar, bila di timpali maka Melinda akan semakin menjadi dan pastinya akan semakin membuatnya malu.
Melihat bukan Kinan yang bersanding dengannya saja sudah membuat teman-temannya bingung dan bertanya-tanya apalagi jika sampai mereka bertengkar di atas pelaminan sudah pasti akan semakin banyak persepsi yang tidak-tidak bermunculan tentang mereka berdua
Arya yang tidak ingin semakin mempermalukan dirinya sendiri akhirnya mencari jalan aman dengan menggunakan jurus andalan yang selalu ia gunakan untuk meluluhkan Melinda
" Sayang bukan begitu maksudku, kamu jangan marah gitu dong. aku hanya ingin meminta maaf aja kok sama Kinan, meskipun jujur aku masih mencintainya tapi kaulah yang sudah memenangkan aku disini, lihatlah sekarang kaulah yang menjadi ratu malam ini. jadi jangan marah lagi ya sayang tidak enak jika kita bertengkar di pesta pernikahan kita, apa kata mereka nanti sayang!" sebisa mungkin Arya berkata dengan lembut dan benar saja dengan ucapan manis Arya Melinda pun akhirnya luluh dan kembali tersenyum
__ADS_1
Pesta pernikahan mereka berdua pun berjalan dengan lancar meskipun banyak kekecewaan yang terlihat dari para tamu undangan Kinan, salahnya Kinan memang belum sempat mengkonfirmasikan kembali pembatalan undangan pernikahannya dengan Arya, bukan tanpa alasan tapi saat itu itu Kinan memang tidak ada sedikit pun pikiran ke arah sana, karena Kinan sendiri tengah sibuk mengumpulkan kepingan-kepingan hatinya yang telah hancur berantakan.