Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 14


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah nan megah bak sebuah istana, seorang pria dewasa sedang duduk di ruang kerjanya sambil menatap sebuah foto yang sudah lama ia simpan di dalam laci meja kerjanya


" Akhirnya kita bertemu kembali!" gumamnya sambil mengusap foto usang yang ada di tangannya


" Aku pikir kau sudah bahagia bersamanya tapi ternyata aku salah!"


" Aku sudah mencoba mengalah dan membiarkan mu memilihnya tapi ternyata dia menyia-nyiakan mu begitu saja"


" Kini aku sudah kembali dan kali ini aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi" ucap orang tersebut sambil menatap penuh cinta foto seorang wanita cantik yang menggunakan pakaian putih abu-abu


Tok... Tok...


Terdengar suara pintu diketuk dari luar dan dengan gerak cepat tangannya langsung membuka pintu laci lalu kembali meletakkan foto tersebut ke dalamnya


" Masuk!" teriaknya


Ceklek


Pintu pun terbuka dari luar dan menyembul lah seorang wanita cantik dengan rambut di kuncir satu ke atas dan menggunakan baju dan celana panjang serba hitam


" Selamat siang tuan muda!" ucap wanita tersebut sedikit membungkukkan badannya memberi hormat


" Ada apa?" tanya pria tersebut dengan wajah datarnya


" Tuan besar datang dan saat ini sedang menunggu anda di ruang utama!" ucap wanita yang bernama Dones


" Baiklah, aku akan segera menemuinya dan kau panggilkan Joe suruh segera menemui ku 1 jam lagi!" titah pria tersebut tanpa ekspresi


" Baik tuan, saya permisi!" ucapnya lalu kembali sedikit membungkukkan badannya sebelum beranjak pergi


Pria dingin dan bertampang datar itu adalah putra satu-satunya tuan Zero Arvan, meskipun memiliki ketampanan yang maksimal namun tanpa senyum di wajahnya membuat pria yang bernama Zayn Arshaka Arvan itu terkesan dingin dan tak terjamah

__ADS_1


Tuan Zero bahkan sampai jenuh menjodoh-jodohkan putranya tersebut dengan putri dari kolega bisnisnya karena pasti akan selalu berakhir dengan penolakan Zayn


" Ada apa papa mencariku? jangan bilang papa ingin menjodoh-jodohkan aku lagi dengan anak kolega papa!" ucap Zayn ketika sudah berhadapan dengan papanya tuan Zero Arvan


Zayn duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut berhadapan dengan sang papa yang hanya bisa mendengus kesal setiap kali berhadapan dengan sang putra


" Kau ini sudah berumur Zayn, mau sampai kapan kamu tetap sediri seperti ini terus?" tanya tuan Zero pada putra kesayangannya itu


" Pah, jika sudah waktunya jodohku pasti akan datang dengan sendirinya, aku tidak ingin terburu-buru pah. aku tidak ingin mengalami kegagalan berumah tangga akibat terlalu terburu-buru mengambil keputusan yang nantinya bisa saja aku sesali seumur hidupku pah!" tutur Zayn mengungkapkan apa yang dirasakannya


Mendengar ucapan Zayn membuat tuan Zero merasa bersalah pada sang putra


Pernikahannya yang gagal mungkin meninggalkan rasa trauma tersendiri pada diri sang putra apalagi setelah tuan Zero benar-benar dinyatakan resmi berpisah dengan sang isteri Zayn yang kala itu baru berusia 5 tahun tidak lagi merasakan kasih sayang dari ibunya, iapun ikut dengan papanya dan tinggal di kota S


Tuan Zero yang kala itu bukanlah siapa-siapa, harus bekerja keras dan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu untuk Zayn, meskipun Zayn tidak lagi tinggal bersama ibunya, Zero berharap Zayn tidak merasa kehilangan kasih sayang, oleh karena itu Zero selalu mengajak Zayn kemanapun ia pergi.


Berkat kegigihan dan semangat yang tinggi untuk memberikan kebahagiaan pada putra satu-satunya, tuan Zero akhirnya berhasil menjadi orang sukses. berbekal ilmu pengetahuan dan kemampuannya dalam berbisnis akhirnya sedikit demi sedikit bisnis yang dikelolanya bersama sahabat baiknya berbuah manis.


Tuan Zero berhasil mengembangkan semua bisnis yang digelutinya lalu memutuskan untuk menyekolahkan putranya Zayn keluar negeri


Tuan Zero tidak ingin bersikap egois dan menikah hanya untuk kesenangan pribadinya saja tanpa memikirkan putranya. Apa yang menjadi keputusan tuan Zero sebisa mungkin ia meminta pendapat dari putranya, jika Zayn mengiyakan barulah tuan Zero berani memutuskan untuk menikah lagi.


" Maafkan papa Zayn!" ucap tuan Zero dengan raut wajah sedih


" Please pa, jangan memasang wajah menyebalkan papa itu lagi. aku sudah hafal dengan trik licik papa yang selalu papa gunakan untuk membujuk ku menerima rencana perjodohan papa yang konyol dan menyebalkan itu, aku tidak ingin menikah bukan hanya karena aku takut mengalami kegagalan seperti papa, aku hanya ingin berusaha sekali lagi pah. aku ingin memperjuangkannya !" ungkap Zayn yang akhirnya tanpa sengaja mengatakan alasan kenapa selama ini ia selalu menolak perjodohan yang dilakukan papanya


Tuan Zero mengerutkan keningnya lalu menatap lekat-lekat wajah putranya


"Apa maksudmu memperjuangkan?" tanya tuan Zero penuh selidik


" Siapa yang memperjuangkan siapa?" tanyanya lagi

__ADS_1


" Aku yakin tanpa memberitahu pun papa akan tahu dengan sendirinya" jawab Zayn dengan santainya


" Apa salahnya kau katakan saja langsung pada papamu ini!" ucap tuan Zero membujuk putranya agar mau mengatakan hal yang sesungguhnya


" Sudahlah, sebaiknya papa pulang sekarang dan beristirahatlah, jangan biarkan istri papa khawatir karena suaminya yang bandel dan susah di atur!" ucap Zayn seraya beranjak dari tempat duduknya


" Isteriku itu sudah sah menjadi ibu mu sekarang, tidak bisakah kau menganggapnya seperti ibumu sendiri!" pinta tuan Zero


"Ya ...Ya ..., dia adalah isteri sah papa aku tahu itu tidak perlu mengingatkan seperti itu, tapi sudah cukup lama dalam hidupku tidak pernah hadir sosok seorang ibu jadi wajar saja jika aku belum terbiasa" ungkap Zayn dengan jujur


" Baiklah papa mengerti, dan kalau bisa luangkanlah waktu mu untuk datang ke rumah papa, bagaimana kau akan terbiasa jika kau sendiri jarang pulang ke rumah papamu sendiri!" pinta tuan Zero


" Pria tua ini ternyata banyak maunya ya!"


Tuan Zero terkekeh, " Pria tua ini sedang meminta putranya untuk pulang!" ucap tuan Zero menimpali ucapan sang putra


" Ya.... Ya.... Ya.... aku akan pulang tapi nanti jika pekerjaan ku sudah tidak sibuk lagi!"


" Kau ini selalu sibuk kapan tidak sibuknya?"


"Sabar saja, pasti akan ada waktunya"


" Kau ini!" tuan Zero hanya geleng-geleng kepala


" Sudahlah pa, aku masih banyak pekerjaan. sebaiknya papa pulang saja!"


" Kau mengusir papa?"


" Aishh.... terserah papa sajalah, menginap pun tak apa asal jangan salahkan aku jika nyonya Zero Arvan bakalan ngamuk di rumah karena suaminya enggak pulang-pulang!" oceh Zayn seraya melangkah pergi


" Zayn .... tega sekali kamu sama papa!"

__ADS_1


" Pulanglah, bidadari surga papa pasti sudah menunggu di rumah!" teriak Zayn tanpa menoleh hanya melambaikan tangannya ke atas


" Huhhh.... dasar anak nakal!" gumam tuan Zero menatap punggung putranya yang sedang berjalan menaiki anak tangga


__ADS_2