
Kinan merasa sangat kesal dan marah dengan Zayn karena dia mengira atasannya itu sudah memecatnya begitu saja tanpa memberitahu alasannya yang tepat, jika alasannya ia dipecat gara-gara Kinan yang sudah berani menamparnya, sungguh Kinan ingin sekali mencaci maki pria arogan dan sombong itu yang sudah bertindak tidak profesional.
Kinan menampar Zayn karena laki-laki itu sudah berani berbuat kurang ajar pada Kinan, meskipun belum terjadi apa-apa pada keduanya tapi sikap Zayn yang sengaja menggodanya bahkan sempat mengikis jarak begitu dekat dan terkesan intim membuat Kinan yang tidak suka dengan sikap Zayn itu merasa dilecehkan karena itulah dengan spontan gadis itu melayangkan satu tamparan yang cukup keras ke pipi atasannya yang arogan dan sombong itu
Kinan yang sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan Zayn akhirnya memutuskan untuk masuk ke ruangan sang atasan tersebut tapi belum sempat ia membuka pintu suara Dones sudah menghentikan pergerakan tangannya
" Tuan Zayn saat ini sedang tidak ada di tempatnya Kinan, apa kamu lupa?" ucap Dones yang seketika mengingatkan Kinan kalau atasannya saat ini sedang pergi keluar untuk menemui klien pentingnya
" Oh ya ampun aku lupa mbak" sahut Kinan menoleh lalu dengan langkah gontai kembali menghampiri Dones
" Terus apa yang harus aku lakukan sekarang dong mbak?" tanya Kinan lagi yang tidak tahu harus berbuat apa
" Kamu tunggu saja sampai tuan Zayn kembali" jawab Dones yang kini sudah duduk di balik meja kerjanya sambil menyalakan layar komputernya
" Tidak ada solusi yang lain selain menunggunya" gumam Kinan lalu mendaratkan bok*ngnya di atas kursi yang terletak di depan meja kerja Dones
Baru saja Kinan duduk tiba-tiba ponsel miliknya bergetar, saat dilihat siapa yang tengah menghubungi nomornya seketika Kinan mengernyitkan keningnya
" Bunda!" gumam Kinan pelan
Tidak biasanya sang bunda menelpon dirinya di saat jam kerja, Kinan yakin pasti ada sesuatu hal yang penting yang ingin bunda sampaikan padanya dan tanpa menunggu lagi Kinan pun langsung mengangkat panggilan dari bunda Sasa
" Hallo, Assalamualaikum!"
..." Wa'alaikum salam!"...
" Loh bunda kenapa nangis, ada apa bun? apa terjadi sesuatu bun, katakan pada Kinan bun ada apa?"
Kinan yang mendengar suara bunda Sasa menangis langsung panik dan khawatir
Dones pun yang sedang sibuk dengan layar komputernya langsung menoleh ke arah Kinan
" Bun, tenang dulu bun. Coba bunda jelasin pelan-pelan kenapa bunda menangis? ada apa sebenarnya bun?"
Kinan berusaha menenangkan bundanya yang bukan menjawab pertanyaan Kinan tapi justru semakin terisak
" Ada apa?" tanya Dones pelan
" Enggak tahu tapi bunda menangis?"
Jawab Kinan disela rasa paniknya
__ADS_1
" Bunda!"
Kinan terus memanggil bundanya yang masih saja menangis
" Bunda yang tenang ya, coba cerita ke Kinan bun, kenapa bunda menangis?" pinta Kinan dengan suara yang begitu pelan dan lembut
" Katakan sama Kinan, bunda sekarang ada di mana?" tanya Kinan lagi yang begitu mengkhawatirkan kondisi bundanya
" Bun.... bunda ada di rumah sakit Kinan, ayah kamu masuk rumah sakit"
" Apa? Ayah masuk rumah sakit?"
" Iya Kinan"
Mendengar kabar ayahnya masuk rumah sakit tentu saja hal itu semakin membuat Kinan khawatir dan sangat syok tentunya tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk tetap bersikap tenang agar bunda tidak bertambah panik dan cemas
" Ayah sebenarnya kenapa bun, kenapa ayah bisa masuk rumah sakit ?"
Bunda akhirnya menceritakan tentang ayahnya yang pagi tadi pamit untuk pergi ke pabrik karena telah terjadi masalah di pabriknya itu tapi siang harinya ia malah dikabarkan kalau sang suami dilarikan ke RS karena mengalami kecelakaan di pabrik
Kinan tentu saja dibuat syok apalagi kondisi ayahnya yang dia dengar dari bunda masih belum sadarkan diri
Kinan berusaha untuk menenangkan bundanya agar tidak menangis terus walaupun pada kenyataannya Kinan sendiri ikutan menangis
" Ayah!" Kinan tidak sanggup lagi menahan air matanya setelah sambungan telpon dengan bundanya sudah terputus
Dones yang melihat tubuh Kinan bergetar hebat langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampirinya
" Kinan, apa sebenarnya yang terjadi pada ayahmu?" tanya Dones yang merasa prihatin dengan kondisi Kinan yang sedang menitikkan air mata
Selama ini dia melihat Kinan begitu tegar bahkan gagal menikah pun Kinan masih terlihat biasa-biasa saja bahkan masih mengulas senyum di wajahnya
Tapi hari ini Kinan terlihat begitu rapuh dan lemah, setelah mendengar kabar dari bunda Sasa kalau Ayahnya dirawat di RS akibat kecelakaan di pabrik Kinan benar-benar syok bukan main apalagi setelah bundanya mengatakan kalau sang ayah masih dalam keadaan tidak sadarkan diri
_____
Kinan mengendarai sepeda motornya menuju rumah sakit, gadis itu tidak peduli lagi dengan pekerjaannya yang kemungkinan besar memang dirinya sudah di pecat.
Pikiran Kinan saat ini hanya tertuju pada kondisi sang ayah, sungguh Kinan tidaklah setegar dan sekuat yang orang lain lihat, gadis itu selama ini hanya berpura-pura kuat padahal yang sebenarnya gadis itu sangatlah rapuh.
Kedua orangtuanya adalah sumber kekuatan Kinan untuk tetap bertahan dan kuat menghadapi pahit getirnya kehidupan tapi kini yang menjadi sumber kekuatannya sedang berbaring lemah tak berdaya, lalu bagaimana dengan keadaan Kinan? mampukah gadis itu tetap mengukir senyum diwajahnya?
__ADS_1
Brukkk
Karena fokusnya saat ini sedang terbagi membuat Kinan tanpa sengaja menabrak sebuah mobil di lampu merah
Sang pemilik mobil nampak geram lalu langsung keluar dari dalam mobil
Mata si pemilik mobil terbelalak saat tahu siapa yang sudah menabrak mobilnya
" Oh ya ampun, kau lagi... kau lagi.... tidak ada bosannya ya mencari masalah!" orang itu melipat kedua tangannya di dada dan menatap Kinan dengan tatapan meremehkan
" Kalau tidak bisa berkendara sebaiknya jangan gunakan motor butut mu itu dijalanan, apalagi sampai mencelakai orang lain, dasar enggak tahu diri!" makinya
Kina bergeming tidak menghiraukan ocehan wanita yang ada di hadapannya karena fokus Kinan saat ini cuma satu yaitu bagaimana kondisi ayahnya
Karena merasa terlalu lama keluar dari dalam mobil akhirnya sang suami pun keluar menyusul sang isteri, dia pun ingin tahu siapa orang yang sudah berani menabrak mobil mewahnya
Arya yang mobilnya ditabrak oleh Kinan hendak mengeluarkan caciannya namun baru saja lidahnya ingin berucap tiba-tiba saja menjadi kelu saat tahu siapa pemilik motor yang sudah menabrak mobilnya dari arah belakang
" Kinan!" Beonya dengan mata yang terbelalak menatap Kinan
Mendengar namanya disebut Kinan pun langsung menoleh dan seketika Kinan menghembuskan nafasnya kasar
Melinda yang tidak suka melihat sang suami berbicara dengan Kinan langsung menyuruhnya masuk kembali ke dalam mobil namun sayangnya Arya sama sekali tidak menghiraukan seruan Melinda hingga akhirnya mengundang kemarahan dari wanita itu
" Kinan kamu tidak apa-apa?" tanya Arya yang nampak jelas mencemaskan keadaan Kinan
Kinan tidak menjawab, matanya hanya sesekali menatap ke arah lampu jalanan
" Mas kamu ini apa-apaan sih? dia loh yang menabrak mobil kita, kamu tuh seharusnya minta ganti rugi sama dia bukannya malah sok perhatian gitu, nanti bisa ke ge'ran dan besar kepala dia mas!" tegur Melinda dengan ketus dan juga kesal pada sang suami
Arya tidak lagi bicara, dia yakin jika kembali bersuara maka Melinda akan semakin banyak lagi bicara
Ingin sekali Arya mendekati Kinan dan melihat kondisi tubuh Kinan yang baru saja menabrak mobilnya.
Pria itu khawatir Kinan kenapa-napa tapi untuk mengetahui kondisinya lebih lanjut pria itu tidak berani berbuat lebih takut Melinda semakin marah lalu bersikap nekat sampai bisa membahayakan kandungannya sendiri
Setelah melihat Lampu merah berganti warna hijau, Kinan yang sejak tadi hanya diam saja dan tidak mempedulikan dua manusia yang sudah membuatnya mati rasa langsung melajukan motornya begitu saja meninggalkan Melinda dan Arya yang nampak membeku di tempatnya hingga bisingnya suara klakson yang saling bersahutan membuat mereka tersadar dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil sedang Kinan sudah meluncur pergi ke rumah sakit dengan motor metiknya
" Hisss.... menyebalkan, dasar perempuan sia*Lan, bikin kesal aja tuh orang lama-lama!" geram Melinda yang tidak terima dengan Kinan yang pergi begitu saja tanpa mau mengganti rugi
Sementara Arya hanya diam saja, bukannya dia fokus dengan kemudinya tapi pria itu justru diam-diam tengah memikirkan Kinan
__ADS_1