Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 29


__ADS_3

Asisten Joe menatap Zayn dengan tatapan penuh selidik sementara yang ditatap seolah tidak tahu apa-apa


" Untuk apa nona Kinan berada di ruangan ini? bukankah meja kerjanya ada di luar sana bersama Dones, bukan disini kan tentunya?"


Zayn yang tadinya pura-pura tidak menghiraukan keberadaan asisten Joe pun akhirnya menoleh dan menatap asistennya itu dengan tatapan yang sulit diartikan


" Ide yang bagus" ucap Zayn yang sontak saja membuat asisten Joe mengerutkan keningnya merasa ada yang aneh dengan ucapan atasannya itu


" Setelah jam makan siang nanti kau suruh OB untuk memindahkan meja kerja Kinan ke ruangan ku!" titah Zayn yang sontak langsung membuat asisten Joe melebarkan matanya


" Apa?" Asisten Joe nampak terkejut dengan perintah atasannya itu yang menurutnya sungguh tidak masuk akal


" Apa aku tidak salah dengar Zayn, kau ingin Kinan bekerja satu ruangan dengan mu?"tanya asisten Joe yang saking terkejutnya sampai lupa berbicara dengan atasannya itu tanpa ada embel-embel tuan atau pak lagi, meskipun mereka itu bersahabat tapi jika berada di kantor Zayn selalu membiasakan untuk bersikap profesional dan menggunakan bahasa formal meskipun Joe itu sahabatnya sendiri begitu pun sebaliknya


" Apa kau ingin gajimu aku potong bulan depan Joe?"


Asisten Joe yang sadar akan posisinya pun langsung meminta maaf


" Maaf tuan jika saya lancang!" ucap asisten Joe sedikit membungkukkan badannya


Zayn tiba-tiba terdiam dan seketika ia teringat dengan pertengkarannya pagi tadi dengan Kinan yang sebenarnya meminta Dones untuk bersikap santai dan jangan terlalu bersikap formal dengannya yang justru di salah artikan oleh Zayn


"Joe!" panggil Zayn


" Iya tuan" jawab asisten Joe


" Emmm.... tidak jadi, kau keluarlah dan jangan lupa perintah ku tadi !"


" Baik tuan" jawab asisten Joe lalu pamit undur diri


Setelah asisten Joe sudah keluar dari ruangannya, Zayn pun kembali mengingat ucapan Kinan, meskipun kata-katanya itu sudah membuatnya salah paham tapi kesalahpahaman itu justru sengaja Zayn manfaatkan untuk berdekatan dengan Kinan


Sementara diluar ruangan, Dones yang sempat mengkhawatirkan keadaan Kinan kini bisa bernapas lega setelah melihat gadis itu sudah keluar dari ruangan atasannya yang terkenal arogan dan super dingin itu dalam keadaan baik-baik saja


" Bu Kinan anda tidak apa-apa?" tanya Dones ketika Kinan sudah kembali duduk di kursi kerjanya


" Please ya mba Dones panggil aku KINAN jangan pakai bu lagi!" pinta Kinan tegas dan masih terbawa suasana saat berada di ruangan Zayn yang selalu membuat gadis itu naik darah

__ADS_1


" Iya bu, eh Kinan maksud ku!" ralat Dones


" Nah gitu dong kan enak tuh didengarnya" ucap Kinan lalu kembali kesetelan awal, full senyum dan ramah


" Alhamdulillah, aku baik-baik aja mba, cuma tuh orang enggak jelas banget loh mba Dones, masa aku udah kayak anak SD yang enggak ngerjain PR coba, aku tuh di suruh berdiri sampai kaki aku pegal-pegal begini selama satu jam tanpa disuruh ngapa-ngapain" tutur Kinan menjelaskan


Dones yang mendengar cerita Kinan pun nampak mengerutkan keningnya


" Ada yang aneh dengan tuan Zayn!" batin Dones


" Tapi tuan Zayn tidak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Dones khawatir


Kinan tentu langsung tertawa setelah mendengar pertanyaan Dones


" Ya enggak lah mba, mana berani dia macam-macam sama aku, emangnya aku ini cewek apaan mbak, kalau dia berani jual aku berani beli!" sahut Kinan dengan diselingi selorohnya


Dones terkekeh dan geleng-geleng kepala setelah mendengar jawaban Kinan, wanita itupun bernapas lega lalu kembali melanjutkan pekerjaannya begitu juga dengan Kinan, ia harus cepat-cepat kembali berjibaku dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya


Gara-gara atasannya yang enggak jelas itu membuat Kinan kehilangan waktunya selama satu jam yang terbuang sia-sia, seharusnya dia sudah dapat menyelesaikan satu pekerjaannya tapi kini justru gadis itu baru saja memulai mengerjakan pekerjaannya yang memang sudah menumpuk dan menunggunya di atas meja kerjanya


" Berani sekali kau mengumpat ku, sudah bosan kau bekerja di perusahaan ku?" mata Kinan hampir mau copot saat mendengar suara yang sangat familiar di indra pendengarannya itu


" Ehhh .. pak Zayn!" ucap Kinan lalu beranjak dari tempat duduknya sedikit gugup karena kepergok mengumpat atasannya itu


Kinan merutuki dirinya sendiri yang entah kenapa setelah bertemu dengan atasannya itu ia mudah sekali mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar padahal dulu ia termasuk gadis yang selalu menjaga ucapannya


" Aku tanya padamu nona Kinan, apa kau sudah bosan bekerja di perusahaan ku hem, berani sekali kau mengumpat ku seperti itu ?" Zayn kembali mengulang pertanyaannya dengan nada suara yang tak bersahabat


" Tidak ada pak, saya tidak berbicara apa-apa" jawab Kinan berkilah, degup jantung wanita itu sudah berpacu sangat cepat


Zayn mendekatkan wajahnya pada Kinan yang sontak membuat gadis itu memundurkan tubuhnya memberi jarak pada Zayn yang justru dengan sengaja mengikis jarak antar keduanya


Dones yang melihat interaksi keduanya pun sedikit demi sedikit mulai mencium bau sesuatu pada atasannya itu


Tapi karena takut berurusan dengan atasannya itu membuat Dones tidak menghiraukan keberadaan sang bos dan malah kembali fokus pada pekerjaannya seolah tidak melihat interaksi keduanya


Sementara Kinan sendiri sudah mendengus dan mengumpat dalam hati laki-laki yang dengan sengaja memojokkan dirinya

__ADS_1


" Pak tolong jangan seperti ini, jangan bersikap kurang ajar sama saya pak, saya minta maaf jika anda kata-kata saya yang tidak berkenan di hati bapak dan tolong sebaiknya pak Zayn menjauh deh pak sebelum tangan saya ini refleks melayang ke wajah tampan bapak!" ucap Kinan berusaha memberanikan diri walaupun pada kenyataannya gadis itu sudah sangat gugup dan bergetar


Zayn menyeringai lalu dengan sengaja semakin mendekatkan wajahnya pada Kinan, mengikis jarak keduanya yang semakin tipis dan hal itu tentu saja membuat Kinan yang panik langsung refleks mengangkat tangannya ke udara dan benar saja tangan putih nan mulus itu sudah mendarat sempurna di pipi mulus Zayn


Zayn memegang pipinya yang terasa sedikit panas akibat sentuhan tangan lentik milik Kinan yang mendarat sempurna di pipi kirinya


" Kau_!" Zayn melotot tidak menyangka kalau wanita yang ada di hadapannya itu sampai memiliki keberanian sebesar itu padanya


Kinan spontan langsung membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangannya saking syoknya yang sudah berani menampar sang atasan, begitu juga dengan Dones yang langsung diam mematung dengan mulut yang menganga karena terkejut melihat Kinan dengan beraninya menampar pipi Zayn atasannya sendiri


" Oh astaga, bencana apalagi yang kamu buat Kinan?" lirih Dones dan merasa iba ketika melihat Zayn yang sudah mengangkat tangannya ke udara berniat membalas perbuatan Kinan yang sudah berani menamparnya


Kinan spontan memejamkan matanya lalu detik berikutnya wanita itupun membuka kedua matanya saat tidak merasakan apa-apa dipipinya dan Kinan pun dibuat tercengang saat membuka mata ternyata Zayn sudah tidak ada dihadapannya


" Kemana dia?" gumam Kinan celingak-celinguk karena tidak melihat keberadaan atasannya itu


" Dia sudah pergi!" sahut Dones yang ternyata masih dapat mendengar gumaman Kinan


" Mba Dones" Kinan menoleh ke arah wanita itu


Dones geleng-geleng kepala mengingat tentang keberanian Kinan yang menurutnya sungguh luar biasa apalagi saat melihat Zayn yang sudah sangat marah pada Kinan ternyata masih bisa menahannya dan lebih memilih untuk pergi


" Kamu sungguh luar biasa Kinan, aku enggak nyangka kalau kamu mempunyai keberanian sebesar itu, entah hukuman apa yang akan diberikan tuan Zayn padamu Kinan!" ucap Dones memuji keberanian Kinan tapi terdengar sedikit menyindir pula


" Duh mbak jangan bicara seperti itu dong, aku jadi takut nih" ucap Kinan yang kini merasa sangat bersalah dan juga takut dipecat tentunya


" Kamu sih bisa-bisanya gitu berani melawan tuan Zayn, bos kita itukan kalau memberi hukuman tidak pernah membedakan mau wanita maupun pria" tutur Dones membuat Kinan tambah khawatir dengan nasibnya setelah ini


" Pak Zayn pasti tadi marah banget ya mba, duh saya kan cuma refleks aja mba tadi, ya salah dia sendiri yang sudah saya peringatkan jangan mendekat eh malah sengaja ngedeketin ya spontan aja mba tangan saya tadi tuh!" ungkap Kinan dengan jujur


" Sudahlah, kamu berdoa saja semoga pak Zayn tidak semurka itu sampai memecat mu dan sekarang kembali saja bekerja selesaikan tugasmu hari ini jangan bikin tuan Zayn kecewa dan bertambah murka!" tutur Dones mengingatkan Kinan yang langsung diangguki oleh gadis itu


Walaupun hatinya masih tidak tenang dan memikirkan atasannya yang tampan tapi sangat menyebalkan dimata Kinan, gadis itu berusaha untuk fokus kembali pada pekerjaannya yang sudah menunggunya


" Sungguh sial banget si aku hari ini !" batin Kinan lalu menghela napas panjang


" Huhhhh.....!" Kinan mulai memainkan jarinya di atas keyboard dengan lincah

__ADS_1


__ADS_2