
Ketegangan di ruangan itu semakin terasa kuat apalagi ketika Kinan dengan lantangnya menunjuk ke arah Melinda yang baru saja muncul di ruangan itu
Terkejut? tentu saja, bahkan Melinda hampir terhuyung ke belakang ketika semua tatapan mata tertuju ke arahnya
" A... ada apa ini? ke... kenapa kalian semua menatap ku seperti itu?" tanya Melinda begitu gugup dan jantungnya tiba-tiba berdetak sangat cepat
" Maaf kalau kedatangan kami mengganggu kalian!" ucap tante Vela yang justru merasa tidak enak hati karena mengira sudah mengganggu pembicaraan mereka
" Tidak perlu minta maaf tante Vela, memang sudah seharusnya tante berada di sini!" ucap Kinan dengan sopan
Mbak Pipit yang berdiri di samping tante Vela pun nampak bingung dengan suasana yang terlihat sangat menegangkan itu
" Jangan bercanda kamu Kinan, omong kosong apalagi ini hah?" sentak pak Farid tentu saja suaranya yang begitu lantang dan tinggi membuat Mbak Pipit, tante Vela dan Melinda terjingkrat saking kagetnya
" Mas Arya harus aku yang menjawab atau mas Arya sendiri yang mengatakannya langsung kepada mereka semua?" bukan menjawab ucapan pak Farid, Kinan justru beralih pada Arya yang nampak tegang dan gugup apalagi setelah kehadiran Melinda di tengah-tengah mereka
" Kamu ini bicara apa sayang, aku enggak ngerti maksud ucapan kamu !" Arya terus saja berkilah seolah tak mengerti arah pembicaraan Kinan
" Jangan memanggilku seperti itu mas, rasanya sungguh menggelikan!" ucap Kinan seraya tersenyum miring
Mbak Pipit sepertinya sudah dapat menangkap arah pembicaraan Kinan, apa yang ada di pikirannya beberapa hari terakhir sepertinya memang benar dan inilah faktanya
" Kinan, mas_!"
" Sudahlah mas jangan berkilah lagi, aku sudah ikhlas kok mas, anggap saja kita memang tidak berjodoh, dan kebersamaan kita selama 5 tahun lamanya hanyalah sebagai jembatan mas untuk bersama dengan wanita yang mas cintai tapi yang pasti itu bukanlah aku!" tutur Kinan memotong ucapan Arya
Wanita itu bersikap seolah biasa saja, memperlihatkan sisi lain dari seorang Kinan Amelia Putri yang tegas dan tidak mau di pandang remeh oleh siapapun
" Kamu ini bicara apa sih sayang, jelas-jelas wanita yang aku cintai itu adalah kamu dan hanya kamu wanita yang ingin aku nikahi" sanggah Arya
" Aku mencintaimu sayang, hanya kamu sayang, ayok kita lanjutkan pernikahan ini!" bujuk Arya pantang menyerah
Deg
Melinda mengepalkan tangannya kuat, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. ucapan Arya sungguh sangat melukai perasaannya, meskipun sejak awal ia tahu kalau Arya sangat mencintai Kinan tapi rasa cintanya terhadap Arya apalagi setelah ia memberikan semuanya kepada Arya membuat hati dan harga dirinya tersakiti, tanpa kuasa mata Melinda sudah berkaca-kaca dan hal itu tidak lepas dari pandangan Kinan
" Kamu tidak mencintai ku mas" Kinan menggelengkan kepalanya pelan dengan senyum semiriknya
" Jika kau benar-benar mencintai ku mana mungkin kau menjanjikan pernikahan pada wanita lain disaat kita hendak menikah"
Jegerrr......
Bukan hanya Arya yang terkejut dengan ucapan Kinan tapi Melinda pun sama terkejutnya sampai-sampai tas yang berada di tangannya terlepas begitu saja
Prakkkk
Kinan menoleh begitu juga dengan yang lain, belum hilang keterkejutan mereka semua dengan ucapan Kinan kini mereka juga dikejutkan dengan reaksi Melinda yang nampak tegang dan salah tingkah terlihat berlebihan jika memang tidak ada hubungan apa-apa
" Da...dari mana Kinan bisa tahu hal ini?" batin Arya dan Melinda bertanya-tanya tentang rencana mereka yang diketahui oleh Kinan
Melinda yang tersadar tasnya jatuh pun dengan cepat berjongkok mengambil tas miliknya seraya memunguti isi tasnya yang berceceran
Disaat Melinda sibuk memunguti barang-barangnya tiba-tiba netra mbak Pipit justru terfokus pada benda kecil berbentuk panjang yang berada di belakang Melinda
Dengan langkah perlahan mbak Pipit yang merasa penasaran pun membungkukkan badannya lalu meraih benda tersebut
Seketika wanita beranak satu itupun membelalakkan matanya melihat benda kecil yang sudah berada di tangannya
Tante Vela yang berdiri di samping mbak Pipit pun ikut terkejut sampai membungkam mulutnya sendiri dengan tangan
" Melinda!" panggil mbak Pipit
Melinda yang baru saja beranjak berdiri pun langsung menoleh ke arah mbak Pipit yang berdiri tepat di belakangnya
Mata Melinda membulat sempurna ketika melihat benda yang ada di tangan mbak Pipit
" Apa ini milik kamu?"
Dwarrrrr
Melinda tersentak, Kinan yang merasa penasaran benda apa yang berada di tangan mbak Pipit pun langsung menghampirinya dan mengambil benda tersebut dari tangan mbak Pipit
Hati Kinan seketika bergemuruh hebat rasanya dadanya begitu sesak melihat benda yang kini sudah berada di tangannya
Apa ini alasan kenapa kekasihnya memilih bermain di belakangnya, sudah beberapa kali Kinan memang selalu menolak keinginan Arya yang ingin menyentuh dirinya tapi sungguh Kinan tidak menyangka jika penolakan itu yang ia kira Arya tidak mempermasalahkan itu ternyata ia melampiaskannya pada sepupunya sendiri, sungguh pria baji**An bukan? bersikap manis di depan namun menusuk dari belakang
Jadi ini maksud ucapan yang Kinan dengar semalam saat Melinda mengatakan semuanya sudah ia berikan kepada Arya, termasuk kehormatannya? batin Kinan menatap nanar benda yang ada di tangannya
Jantung Melinda berdegup sangat kencang dan dengan cepat ia mengulurkan tangannya ingin mengambil benda yang dipegang oleh Kinan
Namun sayangnya pergerakan Melinda sudah terbaca oleh Kinan hingga dengan cepat wanita itupun menghindar
" Kinan, jangan lancang kamu berikan itu padaku!" marah Melinda
Arya menatap bingung ke arah keduanya namun tidak dipungkiri saat ini jantungnya sudah berdetak kencang
" Tidak Melinda, ini adalah sebagai jawaban kenapa pernikahan ku dengan mas Arya tidak bisa dilanjutkan" ucap Kinan
Jlep
__ADS_1
Melinda membeku di tempat apalagi saat ia menoleh ke Arya tatapan laki-laki itu sungguh sangat tajam
Melinda memang belum memberitahu Arya tentang kehamilannya, rencananya ia akan memberitahu Arya di saat acara pesta pernikahannya dengan Kinan di gelar
Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain karena tanpa ia duga kini semuanya sudah terbongkar
" Benda apa itu?" tanya pak Farid yang juga merasa penasaran
Kinan menoleh lalu tersenyum tipis, membuat semua orang nampak mengerutkan keningnya
termasuk bunda dan ayah Akbar
Tante Vela sudah menangis di pelukan mbak Pipit karena dia yakin benda tersebut adalah milik putrinya, dari raut wajah Melinda yang pucat karena ketakutan jelas dapat terbaca oleh sang mama
Kinan berjalan dengan langkah perlahan mendekati Arya lalu tersenyum tipis membuat Arya semakin dibuat gugup olehnya
" Aku memang tidak bisa membuktikan apa-apa mas tapi dengan benda yang ada di tanganku ini sudah memperjelas kalau kita tidak mungkin melanjutkan pernikahan ini!" ucap Kinan berusaha bersikap setenang mungkin meskipun dadanya terasa begitu sesak, air mata gadis itupun sekuat tenaga ia tahan agar tidak tumpah ia tidak ingin di pandang lemah oleh laki-laki yang selalu bilang cinta padanya namun semua hanya dusta belaka
" Memangnya apa yang ada di tanganmu itu sayang?" tanya mama Mega yang juga merasa begitu penasaran sampai membuat wajah putra nya nampak tegang berhadapan dengan Kinan
" Tante pasti terkejut, inilah alasan kenapa aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini tante, om!" jawab Kinan menahan rasa sakit dihatinya
Kinan memperlihatkan benda tersebut kepada mama Mega, pak Farid yang penasaran pun ikut mendekat dan seketika membuat mama Mega, pak Farid dan juga kedua orang tua Kinan terbelalak setelah melihat benda tersebut
" Jadi_!" tatapan mata Mama Mega beralih pada Arya dan Melinda bergantian sementara pak Farid sudah mengepalkan tangannya kuat dengan rahang yang mengeras
" Arya jelaskan apa maksud semua ini hah?" bentak pak Farid menatap nyalang Arya sambil melempar sebuah testpack yang sempat ia ambil dari tangan Kinan ke wajah Arya
Tubuh Arya bergetar hebat matanya membeliak ketika meraih benda kecil tersebut, Arya sungguh sangat ketakutan baru kali ini ia melihat kemarahan papanya yang begitu besar
" Kau sangat keterlaluan Arya, papa tidak pernah mengajarkan kamu menjadi laki-laki bej*d seperti ini!" makinya lagi dengan emosi yang tinggi
Mama Mega menangis sesenggukan seraya mengusap punggung suaminya yang nampak sangat emosi " Pah sabar pah, kendalikan emosi mu ingat kesehatan mu pah" ucap mama Mega disela isak tangisnya
Wanita paruh baya itu jelas sangat kecewa dengan perbuatan bej*t putranya, hilang sudah impiannya memiliki menantu secantik, sepintar dan sebaik Kinan.
Arya menggelengkan kepalanya pelan berkali-kali
" Tidak pah... ini pasti fitnah, aku tidak tahu apa-apa tentang benda ini, ini fitnah pah" elak Arya berusaha untuk meyakinkan papa dan mamanya kalau saat ini dia difitnah
" Kinan tolong dengarkan aku, kamu salah paham sayang ini tidak seperti yang kau tuduhkan. ini fitnah sayang, kau tidak bisa menuduhku begitu saja tanpa bukti!" kali ini Arya beralih pada Kinan, tangannya berusaha untuk menggapai tangan Kinan namun dengan gerakan cepat Kinan menepisnya
" Dengarkan aku Kinan, ini pasti hanya sebuah kesalahpahaman, aku dan Melinda tidak punya hubungan apa-apa dan mengenai benda itu sungguh aku tidak tahu menahu, tapi yang jelas itu bukan anakku"
Plakkkk
Arya terkejut bukan main ketika merasakan panas di pipinya
" Kau sangat keterlaluan mas, tega kamu mengatakan hal itu setelah apa yang sudah kita lakukan selama ini!" maki Melinda dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
Rahang Arya mengeras dan tangannya pun terkepal kuat menatap tajam Melinda yang baru saja mendaratkan tangan di pipinya dengan cukup kuat
Arya yang merasa geram pun dan tidak terima di tampar langsung mengangkat tangannya ke udara tapi sayang sebelum mendarat di tempat tujuan tangannya sudah terhempas dengan sangat kasar membuat tubuh Arya sedikit oleng dan bergeser
" Sayang kau_?" Arya tidak menyangka Kinan menepis tangannya dengan sangat kuat
" Cukup mas, tindakan mu ini sudah sangat di luar batas!" marah Kinan dengan sorot mata menyalang
" Aku tidak menyangka mas kamu ternyata berani berbuat kasar pada seorang wanita!" ucapnya lagi dengan dada yang bergemuruh menahan amarahnya
" Bagaimana pun Melinda adalah sepupuku mas yang bahkan sudah aku anggap seperti adikku sendiri, meskipun dia sudah melakukan kesalahan besar dan mengkhianati kepercayaan ku tapi tetap saja kau juga yang turut andil dalam masalah ini!"
tekannya
" Bila saja sejak awal kalian berterus terang aku pasti akan mengalah dan membiarkan kalian untuk bersama tapi tidak dengan cara seperti ini menikamku dari belakang bahkan yang teramat membuatku tidak habis pikir kalian bisa-bisanya merencanakan pernikahan disaat kita akan menikah mas, jika saja aku tidak mengetahui hal ini aku tidak dapat membayangkan bagaimana nasib rumah tangga kita kedepannya mas, niat awalnya saja sudah buruk pasti akhirnya pun akan semakin buruk" Kinan menghela napas berat
" Aku bersyukur mas karena Allah begitu sayang padaku, hingga ia membuka mata dan telinga ku tentang apa yang sudah kalian perbuat dibelakang ku, setidaknya sebelum kita benar-benar sah menjadi pasangan suami isteri aku sudah diperlihatkan niat buruk kalian "lanjut Kinan
" Tidak sayang, kau pasti salah dengar!" ucap Arya masih berusaha meyakinkan Kinan
Kinan tersenyum kecut " Aku berharap seperti itu mas, aku berharap aku salah dengar tapi bukan sekali aku mendengarnya tapi berkali-kali, jika dia tidak menyebutkan namaku mungkin aku akan mengira Arya yang disebut Melinda Arya yang lain tapi setelah ia menyebutkan nama ku KINAN barulah aku tahu kalau selama ini kalian bermain dibelakang ku bahkan Melinda rela menjadi isteri kedua agar kalian tetap bisa bersama"
Jlep
Arya tidak dapat berkutik lagi, bodohnya dia menelpon Melinda disaat wanita itu sedang berada di rumah Kinan
" Awalnya aku ingin bersikap egois mas dan menentang hati nurani ku untuk tetap melanjutkan pernikahan ini tapi setelah aku melihat ada tatapan memuja dimata mu pada Melinda aku baru tersadar, aku tidak akan pernah bahagia karena selain aku ada wanita lain dihatimu, jika pernikahan ini aku teruskan aku yakin bukan kebahagiaan yang aku dapatkan tapi justru luka yang semakin parah dan bernanah!" tutur Kinan lagi
Semua orang yang ada di ruangan itupun terdiam, mereka membiarkan Kinan meluapkan gejolak hatinya
Sedangkan Melinda sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi, sikap Arya yang membatah hubungan dan juga kehamilannya membuat wanita itu tak mampu lagi menahan isak tangisnya
" Maafkan aku mas Arya, ..aku berani bersumpah mas kalau bayi yang aku kandung adalah anakmu!" ucap Melinda sambil terisak
Arya baru akan membantah ucapan Melinda tapi sudah dipotong oleh Kinan
" Jika kamu laki-laki sejati kau harus berani bertanggung jawab mas, jangan bersikap seperti banci yang lepas tanggung jawab begitu saja, habis manis sepah kau buang. Mana janji yang kau berikan kepadanya mas, bukankah kau sudah berjanji akan menikahinya setelah kita menikah? apa ini mas Arya yang asli yang berkedok cinta namun cinta yang dibalas air mata!" ucap Kinan dengan nada tegas
Ayah Kinan sudah sangat marah ingin sekali ia memberikan bogeman mentah pada laki-laki yang sudah menyakiti putrinya sedalam ini namun Kinan yang melihat kemarahan sang ayah pun dengan cepat menggelengkan kepalanya mengisyaratkan kalau Kinan baik-baik saja
__ADS_1
Bunda Sasa merasa sangat kecewa dengan laki-laki yang dianggapnya baik selama ini ternyata dibalik kebaikannya Arya memberi putrinya luka yang begitu dalam
Kinan memang terlihat baik-baik saja tapi sebagai ibu yang melahirkannya jelas ia sangat tahu saat ini putrinya sedang berusaha menutupi lukanya yang menganga, sungguh menyesal bunda Sasa yang sudah percaya begitu saja dengan Arya
" Hiks....Hiks...!" bunda Sasa tidak kuasa menahan kesedihannya dan ayah Akbar hanya bisa memeluknya membiarkan bunda Sasa melampiaskan kesedihan dan juga rasa kecewanya
" Ayah.... bunda, Kinan tidak apa-apa, tolong jangan menangis, kalian adalah kekuatan Kinan jadi Kinan mohon jangan seperti ini. Kinan sudah mengikhlaskan semuanya mungkin ini cara Allah mengingatkan Kinan dan Kinan harus tetap bersyukur yah...Bun... karena mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik buat Kinan ke depannya!" tutur Kinan yang tidak kuasa melihat sang bunda menangis terisak dipelukan sang ayah.
Sementara Arya benar-benar tidak dapat berkutik lagi dengan ucapan Kinan entah kenapa Kinan hari ini berubah drastis, Kinan yang selalu bersikap lemah lembut kini terlihat sangat jauh berbeda, tegas dan berani
" Kau benar-benar keterlaluan Arya!" ucap pak Farid yang seketika memegangi dadanya yang terasa sakit
" Akh...!"
" Papa!" cicit mama Mega sambil memegangi tubuh pak Farid yang hampir terjatuh untung saja ayah Akbar dengan sigap membantu menangkap tubuh pak Farid yang hampir melorot ke lantai
" Papa!" Arya pun cukup terkejut ketika melihat papanya jatuh pingsan
Kinan dengan sigap meminta mbak Pipit memanggil dokter Firman yang merupakan dokter keluarga Kinan yang memang sengaja Kinan undang untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi
Tidak berapa lama mbak Pipit pun sudah kembali bersama dokter Firman
Beberapa menit kemudian
" Alhamdulillah, pak Farid hanya mengalami serangan jantung ringan setelah minum obat keadaannya pun akan segera membaik hanya saja tetap harus dijaga emosinya dan jangan terlalu banyak pikiran!" tutur dokter Firman setelah selesai memeriksa keadaan pak Farid
Kinan dan mama Mega mengucapkan terima kasih kepada dokter Firman. karena tugasnya sudah selesai dokter Firman pamit undur diri
" Arya kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu, jangan menjadi laki-laki pengecut!" ucap pak Farid setelah kondisinya sudah jauh lebih baik
" Tapi pah!" Arya hendak membantah
" Kamu sudah sangat menyakiti Kinan Arya apa kau juga akan menyakiti Melinda wanita yang sedang mengandung anakmu?" meskipun mama Mega sangat kecewa kepada Arya dan Melinda tetap saja wanita paruh baya itu tidak mungkin mencampakkan cucunya sendiri begitu saja
" Pernikahan ini akan tetap dilanjutkan dengan Melinda yang akan menjadi pengantin wanitanya" tegas pak Farid tak ingin dibantah
Kinan akhirnya bisa bernapas lega meskipun hatinya terluka tapi gadis itu terlihat sangat tegar bahkan ia malah tersenyum dihadapan kedua orangtuanya
Ayah Akbar dan bunda Sasa langsung memeluknya
" Sayang kau baik-baik saja?" tanya ayah Akbar yang dijawab dengan anggukan oleh Kinan
" Aku baik-baik saja ayah, jangan khawatir tolong jangan menangis maafkan Kinan jika Kinan sudah mengecewakan ayah dan bunda!" ucap Kinan sendu
Ayah Akbar menggeleng dengan cepat " Tidak nak, kami memang kecewa tapi bukan dengan mu tapi pada dia laki-laki tak tau diri" Maki ayah Akbar pada Arya
" Justru ayah yang seharusnya meminta maaf nak karena sebagai Ayah tidak bisa melindungi mu dari serigala berbulu domba, ayah sudah tertipu nak!" ucap ayah Akbar dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Ayah!" Kinan langsung memeluk ayahnya
" Jangan berkata seperti itu ayah, ini mungkin takdir Kinan yang tidak berjodoh dengan mas Arya, kita berbaik sangka saja ya Yah!" ucap Kinan dengan bijak setelah mengurai pelukan sang ayah
Ayah Akbar mengangguk dan tersenyum bangga pada putrinya, bunda yang melihat interaksi suami dan anaknya pun kembali menitikkan air matanya
" Bunda, udah dong jangan menangis terus nanti cantiknya hilang loh!" ledek Kinan
disaat seperti ini Kinan masih bisa membercandai sang bunda
Mama Mega yang melihat sikap Kinan yang terlihat tegar pun menitikkan air matanya, wanita paruh baya itu tahu saat ini Kinan sedang menutupi luka hatinya, wanita yang gagal menjadi menantunya itu berpura-pura tersenyum padahal hatinya menangis dan pasti sangat kecewa apalagi setelah persiapan pernikahan yang ia rancang sudah sedemikian rupa, bukan hanya materi, tapi pikiran, tenaga dan waktu Kinan habiskan untuk mengurus semua persiapan pernikahannya dengan Arya
Namun justru di hari yang seharusnya membuat wanita itu bahagia menjadi ratu sehari justru yang ia dapatkan hal yang sebaliknya kenyataan pahit dan sangat menyakitkan
" Kinan!" panggil mama Mega lirih
Kinan menoleh lalu seperti biasa gadis itu selalu memperlihatkan senyumnya walaupun nampak jelas senyum itu terlihat sangat dipaksakan
" Iya tante!" jawab Kinan sopan
Mama Mega tanpa banyak kata langsung menarik tubuh Kinan kedalam pelukannya, wanita itu bahkan terisak dipelukan Kinan
" Tante Kinan mohon jangan seperti ini!" ucap Kinan saat mama Mega mengurai pelukannya tapi ingin berlutut pada Kinan sebagai tanda meminta maaf kepada wanita yang sudah disakiti oleh putranya
" Maafkan tante Kinan!" ucap lirih mama Mega sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya
Kinan langsung memegang kedua tangan mama Mega, " Tante Kinan mohon jangan seperti ini, tante tidak salah ini semua mungkin sudah takdir Kinan harus berjalan seperti ini" ucap Kinan berusaha untuk menahan air matanya agar tidak lolos
Arya mengusap wajahnya kasar lalu menghela napasnya panjang merasa bersalah kepada mamanya dan juga Kinan
Melinda masih menangis tapi kali ini ia menangis dalam pelukan ibunya, meskipun sudah membuatnya kecewa tapi Melinda tetaplah putri kesayangannya apalagi Melinda sudah tidak memiliki seorang ayah
" Maafkan Linda mah!" ucap Melinda didalam pelukan ibunya
Tante Vela hanya bisa menghela napas berat " Sudahlah Lin, semuanya sudah terjadi, mama turut bersalah karena tidak bisa mendidik mu dengan baik" ucap tante Vela
" Minta maaflah kepada Kinan dan juga kepada om dan tante mu Melinda, mereka pasti sangat kecewa dengan apa yang sudah kamu lakukan" ucap tante Vela lagi
Melinda menurut meskipun sebenarnya ada rasa enggan tapi karena tidak ingin mengecewakan mamanya akhirnya Melinda pun meminta maaf kepada Kinan dan juga kepada kedua orangtuanya
Kinan memang kecewa dengan Melinda tapi walau bagaimana pun Kinan masih memandang tante Vela yang merupakan adik kandung sang bunda, ia tidak mau hubungan keluarganya renggang karena masalah ini
__ADS_1
Sakit dan kecewa sudah pasti tapi Kinan berusaha untuk belajar menerimanya, walaupun tidak semudah yang di pikirkan tetap saja Kinan berusaha untuk terlihat baik-baik saja