Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 18


__ADS_3

Laras mengusap air matanya yang tak berhenti menangis, setelah Kinan menceritakan semua yang telah terjadi dengan pernikahannya yang batal terlaksana dan berakhir sepupunya lah yang menikah dengan Arya calon suaminya


" Kenapa kamu enggak cerita masalah seberat ini sama aku Kinan, apa kamu sudah tidak menganggap aku sebagai sahabat kamu lagi, iya?" marah Laras disela tangisnya


Kinan dan Laras saat ini sedang berada di taman belakang yang ada di rumah Oma Ita, keduanya sedang duduk di tepi kolam renang.


" Maaf bukan maksud aku seperti itu Ras, aku juga bingung harus cerita apa sama kamu sementara aku sendiri masih sulit untuk mempercayai semuanya yang sungguh di luar logika ku sama sekali, aku begitu mempercayai mereka bahkan lebih dari apapun tapi ternyata mereka berniat membodohi ku dengan permainan licik dan menjijikkan mereka" tutur Kinan tetap berusaha untuk tidak menangis


" Kalau dibilang tidak sakit hati itu bohong, kau tahu sendiri hubungan ku dengan mas Arya tidaklah sebentar, kami sudah hampir 5 tahun bersama dan dalam waktu yang singkat aku dan dia terpaksa harus menjadi orang asing" tuturnya lagi


Laras masih menangis, wanita itu tidak kuasa menahan kesedihannya setelah mendengar apa yang Kinan ceritakan tentang nasib pernikahannya yang gagal terlaksana


" Aku enggak menyangka perjalanan cinta kalian berakhir seperti ini!" ucap Laras masih sesenggukan


" Orang yang aku anggap baik dan begitu mengagumkan ternyata begitu kejam dan keji!" ucapnya lagi


" Sudahlah, mungkin aku dan mas Arya memang di takdir kan tidak berjodoh!" ucap Kinan dengan tersenyum


" Cih, dasar kau ini... dalam keadaan seperti ini kau masih saja bisa tersenyum!" Laras meninju pelan bahu Kinan


Kinan terkekeh melihat wajah Laras yang sedikit sembab lalu kembali memberikan tisu untuknya


" Wajahku pasti jelek ya, ah gara-gara kamu kam aku sampai menangis seperti ini!" ucap Laras dengan bibir yang mengerucut

__ADS_1


" Ha... ha.... siapa suruh kau menangis, lihat mata mu sudah seperti bola pingpong, ha... ha ..!" ucap Kinan seraya mentertawakan Laras


Laras semakin mengerucutkan bibirnya tapi meskipun Kinan terlihat sedang tertawa Laras dapat merasakan rasa sakit hati yang sedang Kinan sembunyikan dalam-dalam dibalik senyum dan tawanya yang selalu ia perlihatkan pada semua orang


" *Kamu memang terlihat tertawa dan tersenyum Kinan, tapi aku tahu kalau di dalam hati kamu menangis dan menjerit apalagi kamu harus melihat pemandangan yang menyesakkan itu, orang yang seharusnya menjadi pelindung mu justru dia sendirilah yang menancapkan luka terdalam pada mu!" batin Laras


" Kau harus bahagia Kinan, aku berdoa semoga kau mendapatkan kebahagiaan mu yang jauh lebih membahagiakan disaat kau bersama laki-laki bereng**k itu, kau pantas bahagia sahabat ku*!"


" Sudahlah buat apa kita bersedih-sedih, ini hari bahagia tante Rose aku tidak mau merusak momen bahagia nya dengan memperlihatkan kesedihan" ucap Kinan


" Kau memang luar biasa Kinan, aku salut padamu. kelak kau akan mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari si bereng**k itu Kinan!" ucap Laras seraya memeluk sahabatnya


" Amin, kau juga. semoga kaupun mendapatkan laki-laki yang baik yang tulus mencintaimu!" ucap Kinan membalas pelukan sahabatnya


Kinan dan Laras mengurai pelukannya ketika mendengar suara orang bertepuk tangan


" Kau!" ucap Laras dengan wajah yang sudah merah padam ketika tahu siapa yang kini berdiri di hadapannya


" Kenapa, kaget ya?" ucapnya dengan angkuh


Kinan hanya menghela napas panjang lalu kembali mengulas senyum diwajahnya, dia tidak ingin terlihat menyedihkan dihadapan orang lain terutama di hadapan wanita yang sudah merenggut impiannya


" Dasar wanita ti_!" ucapan Laras terpotong ketika Kinan menarik lengan Laras pelan lalu menggeleng

__ADS_1


" Apa? kenapa diam?" tantang Melinda wanita yang kini sudah berdiri di hadapan Kinan dan Laras sambil melipat kedua tangannya di dada


" Kau pasti sudah tau kan kalau mas Arya bukanlah suami Kinan akan tetapi suami sah ku, jadi aku harap kau itu tau diri dan jangan coba-coba mendekati mas Arya!" ucap Melinda yang tidak jelas menurut Kinan dan Laras


" Sungguh wanita yang aneh!" gumam Laras pelan namun masih dapat didengar oleh Melinda


" Kau bilang apa? aneh? kau tuh yang wanita aneh!" sarkasnya


Kinan hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Melinda yang enggak ada angin enggak ada hujan tiba-tiba datang sambil marah-marah enggak jelas


" Sudahlah Melinda, daripada kamu itu bicara ngelantur dan enggak jelas alangkah baiknya kamu tuh jagain laki-laki yang sudah berstatus suami mu itu, awas loh di luar banyak pelakor, apa kamu tidak takut kalau suamimu itu di ambil wanita lain, enggak ngajamin loh Arya itu tidak berbelok, toh sudah hampir menikah aja masih bisa belok!" ucap Laras menyindir, membuat Melinda menggeram dan mengeraskan rahangnya


" Kau!"


" Sudah... sudah... Laras sebaiknya kita pergi saja, bukankah kau belum bertemu dengan ayah ku dan juga tante Rose!" ucap Kinan menengahi


" Kau benar Kinan, aku belum sempat mengucapkan selamat kepada tante Rose!" ucap Laras


" Ayok kita ke sana!" ucap Kinan yang sudah beranjak dari tempat duduknya


Laras pun kini sudah berdiri lalu tanpa banyak kata kedua wanita itu pun berjalan meninggalkan Melinda begitu saja


Melinda mengepalkan tangannya seraya menatap punggung Kinan dan Laras yang berjalan menjauh

__ADS_1


__ADS_2