
Hari ini Kinan sudah di perbolehkan pulang dan sampai hari kepulangannya Kinan masih kepikiran tentang laki-laki yang waktu itu menolongnya di taman dan membawanya ke rumah sakit
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Kinan nampak melamun seraya menatap ke arah jendela mobil, bunda Sasa yang duduk di kursi depan bersama ayah Akbar menatapnya sendu, wanita paruh baya itu mencemaskan keadaan Kinan yang mungkin masih sedikit trauma dengan kejadian gagalnya pesta pernikahannya dengan Arya
" Bunda kenapa?" tanya ayah Akbar yang melihat raut wajah sedih bunda Sasa
" Tidak ada yah" sahut bunda Sasa berbohong
" Jangan menutupi apapun dari ayah bun!" ucap ayah Akbar yang seketika membuat bunda Sasa menoleh ke arah ayah Akbar yang sedang mengemudi mobilnya
" Bunda tidak apa-apa yah, cuma sedikit kepikiran aja dengan putri kita!" jawab bunda sambil menunjuk ke arah Kinan melalui kaca spion depan
Ayah Akbar mendongak sekilas ke kaca spion dan melihat pantulan Kinan yang tengah duduk di kursi belakang terlihat sedang melamun
" Putri kita pasti baik-baik aja bun, Kinan anak yang tegar dan kuat, ayah yakin putri kita itu seperti rumput liar meskipun sering di injak-injak ia akan tetap bisa berdiri kembali" tutur ayah Akbar
" Semoga saja yah, tapi walau bagaimanapun putri kita hanyalah gadis biasa, sekuat apapun ia berusaha untuk terlihat baik-baik saja tetap saja hatinya tidak dapat ia bohongi begitu saja" ucap bunda Sasa
Ayah Akbar pun mengangguk membenarkan ucapan sang isteri
" Bagaimana kalau kita ajak Kinan liburan yah, sepertinya tinggal bersama mamaku untuk sementara waktu tidak ada salahnya" usul bunda Sasa
" Bukankah lebih baik kita ke rumah orang tuaku saja, jika kita ke rumah Oma Ita bukankah Melinda dan Arya kemungkinan bisa saja datang ke sana!" ucap ayah Akbar mengusulkan
" Tapi yah_!"
"Tidak usah pusing-pusing kita serahkan saja sama anaknya langsung!" ucap ayah Akbar dan bunda Sasa pun setuju
" Kinan, sayang!" panggil bunda Sasa pada Kinan
" Kinan!" panggilnya lagi karena Kinan nampak bergeming dan tidak mendengar panggilan bunda Sasa
" Kinan!" panggil ayah Akbar karena Kinan masih belum menjawab panggilan bunda Sasa
" Eh? iya ada apa yah?" tanya Kinan yang nampak terkejut setelah terkesiap dari lamunannya
" Bunda kamu dari setadi manggilin kamu loh tapi sepertinya putri ayah sedang melamun ya? emang lagi ngelamunin apa sih sampai panggilan bundanya tidak dengar gitu?"
Kinan tersenyum tipis " Maaf yah, Kinan enggak ngelamunin apa-apa kok!" elaknya
__ADS_1
" Apa kamu masih memikirkan laki-laki pengkhianat itu?" tanya ayah Akbar yang merasa enggan menyebut nama Arya
" Ayah, laki-laki itu punya nama, namanya mas Arya" ralat Kinan
" Iya ayah tahu" sahut ayah dengan wajah cemberut
" Buat apa sih kamu memikirkannya lagi, sudahlah lupakan dia jangan pernah kamu mengingat-ingat lagi pria breng**k seperti dia!" ucap ayah Akbar sedikit menggebu
" Ya ampun ayah, biasa aja dong yah enggak usah marah-marah gitu juga kali yah" ucap Kinan membercandai ayahnya
" Kinan juga tahu yah dan enggak mungkin juga Kinan terus memikirkan laki-laki yang sudah beristri apalagi suami dari sepupu Kinan sendiri"tutur Kinan
" Jika Kinan masih teringat dengan mas Arya, itu wajar kan yah apalagi hubungan Kinan dengan mas Arya itu tidaklah sebentar, kami sudah bersama hampir 5 tahun yah dan dengan hitungan hari Kinan dipaksa oleh keadaan untuk melupakannya" tambahnya lagi
" Kinan butuh waktu untuk menata hati Kinan kembali yah, dan ayah tidak perlu khawatir Kinan pasti akan baik-baik saja"
Ayah dan bunda menatap haru pada putri kesayangan mereka, meskipun hatinya sedang tidak baik-baik saja tapi Kinan selalu memperlihatkan wajah cerianya
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi kini sudah sampai di depan halaman rumah.
Kinan dibantu bunda turun dari mobil padahal Kinan sudah berapa kali mengatakan kalau dia bisa sendiri tapi namanya seorang ibu pasti memiliki perhatian yang lebih pada putrinya
" Assalamualaikum!" terdengar suara orang memberi salam dari arah luar rumah
Bunda yang sedang memasak pun menghentikan kegiatan memasaknya lalu melihat siapa tamu yang datang ke rumah
Ceklek
"Wa'alaikum salam " jawab bunda sambil membuka pintu
" Kalian_!" ucap bunda saat melihat tamu yang datang
" Maaf kalau kedatangan kami mengganggu" ucapnya dan bunda hanya diam
" Kedatangan kami kemari ingin melihat keadaan Kinan!" tuturnya
" Keadaan Kinan sudah jauh lebih baik saat ini dia sedang istirahat di kamarnya dan sebaiknya kalian pulang saja!" ucap bunda Sasa dingin
" Maafkan kami jeng Sasa, tapi aku mohon ijinkan aku bertemu sebentar saja dengan Kinan" ucap seseorang yang tidak lain adalah mama Mega
__ADS_1
" Untuk apa? biarkan dia mengobati luka hatinya jangan ganggu dia, sebaiknya kau pulanglah!" ketus bunda Sasa
" Aku tahu kau pasti membenci ku dan juga kecewa pada putraku Arya, tapi sungguh aku juga tidak ingin semua ini terjadi, akupun sama kecewanya seperti mu. Kinan bahkan sudah aku anggap seperti putriku sendiri aku tulus menyayanginya, aku juga kecewa karena Kinan gagal jadi menantu ku, sedih tentu saja tapi apa yang bisa aku lakukan semua terjadi begitu saja!" tutur mama Mega yang juga sama kecewa dengan Arya putranya
" Seandainya aku masih memiki kesempatan aku ingin Kinan menjadi menantuku!" ucap mama Mega yang seketika membuat bunda meradang mendengar ucapannya
" Apa maksudmu?, apa kau pikir aku akan membiarkan Kinan menikah dengan putramu dan menjadi isteri kedua begitu? aku tidak akan pernah membiarkan hal itu sampai terjadi jeng Mega" ucap bunda Sasa tegas
" Bukan seperti itu jeng Sasa, kau salah paham, mana mungkin aku membiarkan Kinan menjadi isteri kedua apalagi menikah dengan putraku Arya yang tentunya sudah sangat menyakiti hati Kinan"
" Lalu apa maksudmu?" tanya bunda dengan intonasi yang sudah tidak bersahabat
" Mah, sudahlah tidak baik kita membicarakan orang yang sudah menganggap mu tidak ada!"
" Tidak pah, walau bagaimanapun dia tetap putraku. aku yakin suatu saat dia pasti akan datang mencari ku!" ucap mama Mega dengan menggebu
" Kau ini keras kepala sekali sih mah, terserah mu sajalah!" ucap pak Farid
Bunda Sasa menatap heran dua manusia yang sedang beradu mulut di hadapannya saat ini
" Jika kalian mau ribut sebaiknya kalian pulang saja, lagi pula tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kinan harus banyak istirahat agar kondisi nya cepat kembali pulih dan mengenai putramu itu, maaf aku tidak berminat untuk membiarkan kau dan keluarga mu bertidak semaunya kepada putriku dan sebaiknya kalian jauhi putriku terutama putramu Arya, katakan padanya anggap saja mereka pernah tidak saling mengenal" ucap bunda Sasa
" Tapi jeng_!"
" Ada apa ini?" tanya seseorang dari balik punggung pak Farid dan mama Mega
Sepasang suami istri itu langsung menoleh kebelakang dan sedikit terkejut melihat kedatangan ayah Akbar
" Untuk apa kalian datang lagi ke rumah ku?" tanya ayah
" Ka... kami_!"
" Sebaiknya kalian pulang saja, sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. anakmu juga sekarang sudah menikah dan urus saja dengan baik menantu kalian itu!" ucap ayah Akbar dingin
" Maaf kami masih banyak pekerjaan yang harus di urus, sebaiknya kalian pulang saja!"
Pak Farid merasa tersinggung dengan sikap ayah Akbar namun disaat dia hendak marah dengan cepat mama Mega mencegahnya
" Baiklah kalau begitu kami pamit pulang, maaf kalau kami sudah mengganggu, sampaikan salam ku untuk Kinan!" ucap mama Mega
__ADS_1
Mama Mega langsung menarik lengan pak Farid agar segera pergi sementara ayah Akbar dan bunda Sasa sudah masuk ke dalam rumah