
Kinan menundukkan wajahnya ketika Zayn menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan
Didalam hati gadis itu mengumpat Zayn dengan segala sumpah serapahnya karena kesal dengan sikap Zayn yang arogan dan sok berkuasa itu
" Jangan mengumpat ku dalam hati!" ucap Zayn berbicara sambil melipat kedua tangannya di dada dan tatapannya tanpa beralih sedikit pun dari Kinan
" Ini orang udah kayak cenayang aja sih!" batin Kinan melirik sekilas ke arah Zayn
" Aku bukan cenayang, buang pikiran aneh mu itu!" ucap Zayn lagi yang langsung membuat Kinan menatap ke arahnya dengan tatapan tak percaya
" Astaghfirullah, ini orang kok bisa-bisanya ya tahu apa yang aku pikirkan, bikin merinding aja " batin Kinan sambil menoleh sekilas pada Zay
" Wajah bingung mu itu sungguh tak enak dilihat, jelek!" umpat Zayn lalu tiba-tiba saja pria itu mengusap wajah Kinan begitu saja dengan tangan besarnya
Kinan sontak membulatkan matanya akibat ulah atasannya itu yang sudah bertindak sesuka hati dan tanpa berdosa mengusap wajah Kinan tanpa izin
" Tuan tolong jaga sikap anda ya, jangan berbuat kurang ajar anda, mentang-mentang anda bos di perusahaan ini bersikap semaunya seperti itu!" marah Kinan yang tidak terima dengan perlakuan sang atasannya terhadapnya
" Sudahlah jangan sok Munafik kamu, aku yakin kamu bekerja di perusahaan ku ini karena uang, iya kan?" ucap Zayn dengan seringai senyum liciknya
Kinan jelas mengepalkan tangannya kuat jika bukan atasannya mungkin Kinan sudah menghadiahkan pria arogan yang berdiri di hadapannya itu dengan bogeman mentahnya
" Kalau masih mau bekerja disini bekerjalah dengan baik dan giat jangan bersantai-santai apalagi bermalas-malasan, ini bukan perusahaan keluarga mu sehingga kau bisa berbuat sesuka hatimu, ingat itu!" ucap Zayn lalu melenggang masuk ke dalam ruangannya
" Ishhh.... sudah ku bilang kau itu salah paham, bukan santai itu yang aku maksud tapi bersikap santai, aku hanya bilang pada mbak Dones untuk tidak terlalu bersikap formal dengan ku apalagi memanggil ku dengan sebutan Bu, kau pikir aku sudah setua itu apa kau menyuruhnya memanggil aku bu?" protes Kinan yang entah dari mana keberanian itu muncul begitu saja
Zayn yang hendak membuka pintu ruangannya pun urung dan langsung berbalik badan, Zayn lalu melipat kedua tangannya di dada menatap Kinan dengan alis yang terangkat
" Siapa kau berani protes dengan ku? apa yang menjadi perintah ku itu mutlak dan tidak ada yang boleh menentangnya, camkan itu nona Kinan!" tekan Zayn dengan tatapan tajamnya
" Dasar egois" gumam Kinan pelan namun ternyata masih dapat di dengar oleh Kinan
" Aku mendengar umpatan mu nona!"
Deg
Kinan yang tadinya menundukkan pandangannya langsung spontan mendongak menatap Zayn
" Berani sekali kau mengumpat ku!" marah Zayn membuat Kinan sedikit kasar menelan salivanya
" Oh ya ampun, mimpi apa aku semalam sampai pagi-pagi seperti ini sudah terjebak masalah dengan monster arogan ini" batin Kinan
__ADS_1
" Sepertinya semakin hari kau semakin berani dengan ku, kau itu harus mendapat hukuman nona Kinan, cepat kau keruangan ku sekarang juga!" titah Zayn dengan tegas tak ada bantahan
Glekk
Kinan kembali menelan salivanya kasar dengan mata yang membulat sempurna sementara Zayn sendiri sudah melesat masuk ke dalam ruangannya
" Sudah cepat sana masuk jangan sampai pak Zayn semakin marah!" ucap Dones seraya mendorong punggung Kinan pelan
" Mimpi apa aku semalam mbak sampai bisa berurusan dengannya pagi-pagi begini!" keluh Kinan
" Ada apa?" tiba-tiba terdengar suara bariton dari balik punggung Kinan membuat gadis itu terjingkat saking kagetnya
" Oh ya ampun asisten Joe bikin kaget aja!" Kinan memegang dadanya sendiri karena kaget
" Memangnya ada apa sampai kau terkejut seperti itu? apa terjadi masalah?" tanya asisten Joe namun dengan cepat Kinan mengangkat kedua tangannya dan menggoyangkannya di depan dada
" Tidak ada!" jawab Kinan dengan cepat
" Sudah ya aku mau masuk sekarang sebelum harimau mengaum!" ucap Kinan ambigu membuat asisten Joe mengerutkan keningnya menatap Kinan yang dengan cepat sudah masuk ke dalam ruangan Zayn
" Ada apa dengan nona Kinan?" tanya asisten Joe pada Dones
Asisten Joe yang tidak mendapat jawaban apa-apa dari Dones pun memilih untuk pergi ke ruangannya yang letaknya di sebelah ruangan Zayn
Sementara di dalam ruangan Zayn, Kinan disuruh berdiri dan tidak diperbolehkan berbicara
Kinan nampak diam mematung sesuai dengan perintah atasannya itu sedangkan Zayn sendiri sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya
Kinan sudah beberapa kali menghela napasnya kasar lalu melirik Zayn yang masih saja sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan keberadaan dirinya sama sekali
Wanita itu mendengus kesal dan mengumpat dalam hati karena Zayn menjadikannya patung padahal pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini cukup banyak, sungguh bos arogan yang menyebalkan batin Kinan
" Ekhemm....!" Kinan berdehem berharap bos arogannya itu menoleh, tapi sayangnya berkali-kali Kinan berdehem pun Zayn masih tetap dengan kesibukannya sendiri menganggap seolah Kinan tidak ada di dekatnya
Sudah hampir 1 jam Kinan berada di ruangan Zayn dan selama itu pula Kinan berdiri tanpa dihiraukan oleh pemilik ruangan
" Huhhh....!" Kinan lagi-lagi menghela napasnya
Wanita itu memasang wajah cemberut dan sesekali mengerucutkan bibirnya lucu, Zayn yang diam-diam melirik pun menahan senyum melihat wajah Kinan yang nampak lucu dan menggemaskan
Sebenarnya pria itu tidak tega melihat Kinan berdiri mematung seperti itu sampai 1 jam lamanya tapi cuma dengan cara itu dia bisa berlama-lama berada di dekat Kinan
__ADS_1
" Ekhem...!" kini Zayn yang berdehem lalu mendongakkan wajahnya menatap Kinan dengan alis yang naik sebelah
Kinan yang sedang menunduk dan memainkan kakinya sendiri pun langsung mengangkat wajahnya menatap lurus ke depan dan nampak bos arogannya itu sedang menatap ke arahnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada
" Ngapain kamu berdiri di situ? sengaja ingin menggoda ku iya?"
Kinan sontak melotot mendengar pertanyaan atasannya yang super nyebelin, rasanya ingin sekali ia melempar sepatunya ke wajahnya yang tampan itu
" Oh ya ampun ini orang sengaja banget ya nyari ribut?" batin Kinan
Kinan tersenyum kecut " Apa menggoda bapak? oh ya ampun pak, tampan si boleh ya tapi enggak usah ke ge'er an juga kali pak" ucap Kinan tertawa renyah
" Apa pak Zayn ini amnesia ya, tadi kan pak Zayn sendiri yang menyuruh saya masuk ke ruangan bapak dan menyuruh saya berdiri disini seperti patung!" sahut Kinan lagi yang tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan Zayn yang mengatakan sengaja menggodanya
" Ahhh ... jangan banyak alasan kamu, bilang saja kamu itu sengaja mencari gara-gara dengan ku karena kamu ingin menggoda ku!" ucap Zayn memasang wajah datarnya
Kinan rasanya ingin sekali meremas mulut laki-laki yang ada di hadapannya itu
" Sudahlah pak, saya itu masih banyak pekerjaan jika bapak memanggil saya cuma mau ngajak saya ribut, mendingan saya keluar saja pak daripada saya stress kelamaan di ruangan bapak!" ucap Kinan dengan beraninya
Zayn sontak membulatkan matanya mendengar ucapan Kinan
" Kamu_!" belum sempat melanjutkan kata-katanya tiba-tiba terdengar suara pintu ruangannya yang diketuk dari luar
Ceklek
Pintu pun terbuka dan orang yang masuk ke dalam ruangan Zayn nampak mengerutkan keningnya ketika melihat keberadaan Kinan di ruangan tersebut
" Kau masih disini?" tanya orang yang baru masuk ke ruangan itu yang tidak lain adalah asisten Joe
" Ya seperti yang asisten Joe lihat" jawab Kinan dengan santainya
Asisten Joe lalu menoleh ke arah Zayn dengan mata yang memincing
Zayn yang tahu arti tatapan asisten Joe pun dengan cepat langsung menyuruh Kinan untuk kembali ke meja kerjanya
" Kau boleh pergi sekarang!" ucap Zayn pada Kinan
" Dari tadi aja pak, kaki saya sudah pegal begini disuruh berdiri jadi patung " gumam Kinan sambil melenggang pergi berjalan ke arah pintu
Asisten Joe menaikkan satu alisnya menatap Zayn seolah meminta jawaban dari Zayn atas gumaman Kinan yang masih dapat didengar oleh kedua pria tampan itu
__ADS_1