Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 36


__ADS_3

Kinan menitikkan air mata bahagianya karena laki-laki yang menjadi cinta pertamanya kini sudah sadarkan diri


Gadis itu tidak bisa menutupi rasa bahagianya, ia langsung berhambur memeluk sang ayah yang masih berbaring lemah di atas tempat tidur


Bunda Sasa sudah memanggil dokter untuk memeriksa keadaan suaminya yang baru sadar, sementara Kinan sama sekali tidak beranjak dari sisi ayahnya


Zayn yang melihat interaksi antara Kinan dengan ayahnya nampak menyunggingkan senyumnya


Pria dingin dan terkenal arogan itupun turut senang dengan sadarnya ayah Akbar dari komanya


" Alhamdulillah, Kinan senang banget akhirnya ayah sadar" ucap Kinan sambil mengusap air matanya dengan kasar


Ayah Akbar hanya merespon dengan tersenyum tipis, melihat keadaan Kinan yang berantakan dengan rambut yang diikat asal dan wajahnya yang sedikit pucat dengan lingkar mata yang menghitam, dia sangat yakin kalau selama ini putrinya pasti kurang beristirahat karena terlalu mengkhawatirkan dirinya, rasa bersalah pun menyeruak begitu saja di dalam hati pria paruh baya itu


" Maafin ayah ya!" ucap ayah lirih dengan suara yang sangat lemah


" Minta maaf untuk apa yah?" Kinan mengerutkan alisnya


" Ma...af ka....rena ayah su..sudah membuat kamu kha....khawatir" sahutnya dengan sedikit terbata-bata


" Ayah ini bicara apa sih, jelas aja Kinan khawatir karena Kinan kan putri ayah, sudah sepatutnya bukan anak mengkhawatirkan ayahnya sendiri? apalagi sudah beberapa hari ayah enggak sadarkan diri bikin Kinan takut _!" Kinan pun tidak mampu lagi membendung perasaannya dan gadis itu pun menitikkan air matanya


Ayah Akbar terhenyak melihat putrinya menangis


Ceklek


Tangis Kinan buru-buru terhenti ketika pintu ruang rawat ayah Akbar dibuka dari luar dan detik berikutnya seorang dokter pun menyembul dari balik pintu diikuti oleh dua orang suster yang berjalan di belakangnya


Kinan menggeser tubuhnya dan membiarkan ayahnya diperiksa terlebih dahulu oleh dokter yang bertugas untuk memeriksa keadaan ayah Akbar


" Bagaimana keadaan ayah saya dokter?" tanya Kinan setelah dokter selesai memeriksa keadaan ayah Akbar


" Perkembangan kondisi kesehatan pasien bisa dikatakan cukup baik hanya saja masih diperlukan observasi kelanjutan untuk memastikan tidak ada lagi sesuatu yang membahayakan kondisi kesehatan pasien!" terang sang dokter memastikan kondisi pasiennya


Setelah selesai dengan tugasnya dokter dan dua orang suster yang datang bersamanya pun pamit pergi


Zayn yang berada di luar ruangan setelah dokter masuk untuk memeriksa keadaan ayah Akbar kini sedang berbicara serius dengan Opa Ahmad yang datang bertepatan dengan Zayn yang baru keluar dari ruang rawat ayah Akbar


" Terima kasih nak Zayn atas bantuan nak Zayn!" ucap Opa Ahmad setelah Zayn memberitahu berita yang cukup penting yang ia ketahui dari asisten Joe tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan ayah Akbar


Penyelidikan yang dilakukan oleh orang-orang suruhan Zayn mendapatkan titik terang tentang penyebab kecelakaan yang menimpa ayah Akbar, pria itu tentu saja sangat marah setelah tahu kalau ternyata kecurigaannya itu benar adanya


Bahkan Opa Ahmad pun sangat geram dan juga marah setelah mendengar cerita dari Zayn tentang siapa orang yang sudah bertindak licik terhadap putranya


" Apa sebenarnya motif dia melakukan itu pada putraku?" gumam Opa Ahmad


" Mungkin sakit hati atau iri?" sahut


Zayn yang mendengar gumaman Opa Ahmad


Opa Ahmad menoleh ke arah Zayn seraya memikirkan ucapan Zayn

__ADS_1


" Sudahlah tuan jang_!"


" Panggil aku Opa saja nak Zayn!" pinta Opa Ahmad


" Baiklah tu... maksud ku Opa!" Zayn meralat ucapannya


" Jangan pikirkan hal itu Opa biar aku saja yang mencari tahu tentang motif dibalik semua kejadian ini!" ucapnya lagi


" Terima kasih nak Zayn!"


" Tidak perlu sungkan Opa"


...Hening sesaat__...


" Nak Zayn!"


" Iya Opa?" Zayn langsung menoleh ke Opa Ahmad


" Apa kau dan cucuku Kinan memiliki hubungan?" tanya Opa Ahmad yang merasa begitu penasaran dengan Zayn yang tiba-tiba saja datang dan mau membantu keluarga Kinan apalagi sampai membiayai semua biaya rumah sakit ayah Akbar dan bersusah-susah mencari tahu dalang dari kecelakaan yang menimpa ayah Akbar yang pria itu yakini adanya unsur kesengajaan


Zayn menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ditanya seperti itu oleh Opa Ahmad pria itupun menjadi salah tingkah


" Emmm ....!" Zayn nampak bingung untuk menjelaskannya pada Opa Ahmad


" Hubungan ku dengan Kinan hanya antara atasan dan bawahan aja Opa" jawab Zayn dengan degup jantung yang tak beraturan


" Benarkah?"


" I....iya Opa"


" Emmm ..... itu, anu... emmm...." Zayn menjadi gelagapan sendiri di hadapan Opa Ahmad entah kenapa rasanya dia begitu gugup


" Ha...Ha...!" Opa Ahmad tergelak melihat tingkah Zayn yang salah tingkah dan sedikit gugup


" Sudahlah nak Zayn aku pun mengerti, walau bagaimanapun pria tua yang ada di hadapanmu ini sudah sangat berpengalaman soal itu jadi aku tau bagaimana sikap mu terhadap Kinan itu berbeda, apalagi yang aku dengar selama ini putra dari tuan Zero Arvan adalah orang yang dingin bahkan ya seperti yang cucuku katakan kalau kau itu bos yang arogan" tutur Opa Ahmad blak-blakan


Jlep


Zayn menelan salivanya dengan susah payah, bagaimana bisa pria yang sudah lanjut usia ini dengan santainya berbicara sangat gamblang tentang dirinya yang memang terkenal dingin dan arogan itu


Opa Ahmad tersenyum tipis "Kau adalah putra dari Zero Arvan seandainya ayahnya Kinan tahu pasti dia pun akan sangat setuju jika kau menjalin hubungan dengan putrinya" ucap Opa Ahmad terang-terangan yang secara tidak langsung ia pun sangat setuju jika Kinan berhubungan dengan pria yang ada di hadapannya saat ini


" Kinan adalah cucuku yang mandiri dan sangat kuat, pernah gagal menikah tidak membuatnya terpuruk dan putus asa, justru dialah yang selalu menyemangati kedua orangtuanya, dan selalu berkata semua akan baik-baik saja. Kinan adalah matahari dikeluarga kami senyumnya selalu membawa kehangatan untuk kami semuanya, ketika ayahnya masuk rumah sakit itulah pertama kalinya aku melihat cucuku terlihat begitu rapuh karena itu aku tidak dapat membayangkan bagaimana Kinan menjalani hidupnya jika sampai terjadi sesuatu dengan ayahnya, bagi Kinan ayahnya adalah segalanya" tutur Opa Ahmad panjang lebar dan Zayn dengan setia mendengarkan dan menyimak dengan baik apa yang Opa Ahmad katakan tentang Kinan wanita yang entah kenapa begitu sulit untuk ia lupakan dan abaikan


" Jika kau benar-benar menyukai cucuku Kinan, satu yang aku pinta darimu nak Zayn"


" Apa itu Opa?"


Opa Ahmad tersenyum lembut, pertanyaan Zayn sudah mewakili bagaimana perasaan pria itu terhadap cucunya


" Tolong jaga Kinan cucuku, bahagiakanlah dia, jangan biarkan cucuku itu menangis sendirian, aku tahu meskipun cucuku yang satu itu selalu memperlihatkan senyum diwajahnya aku tahu ia sering menangis sendirian dan menutupi kesedihannya dengan senyum dan tawanya"

__ADS_1


Zayn terdiam, ia tahu bagaimana seorang Kinan, pria itu jadi teringat dengan Kinan yang pernah menangis seorang diri di sebuah taman


" Iya Opa, aku akan berusaha untuk menjaga dan membahagiakannya" ucap Zayn dengan sungguh-sungguh


" Terima kasih nak Zayn!"


" Tidak perlu berterima kasih Opa, aku tulus _!" Zayn menjeda kalimatnya


" Kau tulus menyukai cucuku?" Ucap Opa menyela ucapan Zayn


Zayn menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum malu-malu


Opa Ahmad kembali tergelek melihat tingkah CEO yang terkenal dingin dan arogan itu kini nampak malu-malu seperti anak kecil


" Sejak kapan kau menyukai Kinan?" pertanyaan Opa membuat Zayn yang tadinya sedang menunduk jadi mendongakkan kepalanya


" Ya?" Zayn nampak tercengang


" Sejak kapan kau menyukai cucuku Kinan?" Opa Ahmad pun mengulang pertanyaannya


" Emmm.... !" Zayn nampak bingung menjawabnya jika ia jawab sejak Kinan masih kecil apa Opa Ahmad akan percaya dan tidak akan mentertawakannya


" Kau tenang saja pria tua ini pandai menjaga rahasia, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun termasuk Kinan" ucap Opa Ahmad membuat Zayn semakin salah tingkah saja dibuatnya


Zayn menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Opa Ahmad


" Sejak Kinan masih tinggal di kota S" jawab Zayn yang tentu saja membuat Opa Ahmad mengerutkan keningnya


" Sejak Kinan tinggal di kota S? maksudnya?" Opa nampak mencerna ucapan Zayn,


" Iya Opa, beberapa tahun yang lalu waktu itu papa ku dan pak Akbar ayah Kinan membangun usaha bersama" terang Zayn


Opa Ahmad membelalakkan matanya, ia sungguh tidak menyangka kalau pria yang berada di hadapannya saat ini sudah begitu lama menyukai cucu kesayangannya itu


"Jadi kau_!"


" Iya Opa, aku sudah lama menyukai Kinan. setelah Kinan pindah bersama keluarganya aku memang tidak pernah bertemu lagi dengannya sampai akhirnya papa mengirimku sekolah ke Canada, aku bahkan pernah mengirim orang untuk mencari keberadaan Kinan Opa tapi ternyata Kinan sudah memiliki kekasih awalnya aku tidak ingin menyerah tapi setelah tahu Kinan ingin menikah aku berusaha untuk mengikhlaskan Kinan untuk hidup bahagia dengan laki-laki yang ia cintai sampai akhirnya aku mendengar kabar kalau pria yang akan menikahi dengan Kinan mengkhianatinya, entah aku harus marah atau sebaliknya Opa, tapi yang jelas setelah aku mendengar kalau Kinan dikhianati oleh calon suaminya yang berselingkuh dengan sepupunya sendiri aku pun langsung bertolak dari Canada kembali kesini Opa!" tutur Zayn panjang lebar


Opa Ahmad sampai tercengang setelah mendengar pernyataan Zayn yang sungguh diluar dugaannya


" Apa sebesar itu cintamu pada cucuku?" tanya Opa Ahmad


Zayn tersenyum tipis lalu mengangguk cepat


" Tentu saja Opa, tapi sayangnya Kinan sepertinya sudah melupakan aku Opa" sahut Zayn dengan sendu


" Tidak ada yang tahu bagaimana isi hati Kinan, mungkin dia masih mengingat mu tapi karena waktu yang cukup lama kalian tidak pernah bertemu membuat Kinan tidak lagi mengenalimu"


Zayn mengangguk pelan, apa yang dikatakan Opa Ahmad mungkin ada benarnya


" Opa, apa boleh aku meminta batuan Opa?"

__ADS_1


" Apa itu?"


Zayn pun membisikkan sesuatu kepada Opa Ahmad


__ADS_2