
Sudah 2 hari Kinan tinggal di kota S bersama kedua orangtuanya dan suasana hati Kinan pun kini sudah jauh lebih baik.
Cuti Kinan pun terpaksa diperpanjang, karena ternyata Rose tante Kinan adik kandung ayah Akbar 2 Minggu lagi akan melangsungkan pernikahan.
Sebenarnya Kinan ingin keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, tapi atasan Kinan selalu menolak dan malah mengizinkan Kinan memperpanjang masa cutinya.
Terdengar aneh memang tapi Kinan tidak mau ambil pusing, apalagi atasannya mengatakan tidak ada karyawannya yang bisa menggantikan Kinan, karena pekerjaan Kinan selama bekerja di perusahaan Z Company sangat memuaskan.
Acara pernikahan tante Kinan memang terkesan mendadak karena awalnya mereka berencana menikah 2 sampai 3 bulan lagi tapi karena Rose yang sudah 2 kali mengalami gagal menikah Opa Ahmad yang ternyata masih menyisakan trauma, meminta agar pernikahan putrinya itu di percepat, pria lanjut usia itu berpendapat kalau niat baik itu sebaiknya langsung disegerakan karena ia begitu khawatir putri bungsunya mengalami kegagalan untuk kesekian kali
Kinan kini tengah sibuk membantu tantenya Rose mempersiapkan segala keperluan untuk acara pernikahannya, meskipun masih ada rasa yang tertinggal ketika melihat segala kesibukan yang berlangsung di kediaman Oma Nur dan Opa Ahmad saat mempersiapkan segala persiapan untuk acara nanti, Kinan berusaha untuk tetap bersikap biasa-biasa saja, apalagi ketika ada beberapa saudara jauh yang datang ke rumah Omanya dan menanyakan perihal pernikahan Kinan beberapa hari lalu membuat Kinan hanya bisa tersenyum getir
" Sudah jangan diambil hati!" ucap Rose yang tahu bagaimana perasaan keponakannya yang satu itu
" Kinan baik-baik aja kok tante!" ucap Kinan seraya tersenyum
"Iya tante percaya, jika merasa tidak enak badan sebaiknya kamu istirahat saja. Jangan memaksakan diri sayang, setiap orang punya cara sendiri untuk mengobati luka dalam hatinya, jika menghindar jalan yang terbaik maka lakukan saja, disini sudah banyak yang membantu jadi kamu tidak perlu mencemaskan apa-apa !" tutur Rose yang tidak ingin keponakannya itu merasa tidak nyaman
" Terkadang orang hanya bisa bicara, jika mereka sendiri yang mengalaminya dan berada di posisi mu belum tentu mereka bisa sekuat dan sesabar kamu Kinan, jadi jangan pernah merasa insecure karena kamu itu wanita yang paling hebat !" ucap Rose lagi
" Terima kasih ya tante, semoga acara pernikahan tante dengan Om Irwan berjalan lancar!" doa Kinan
" Amin" Rose pun mengaminkan doa Kinan
Setelah cukup lama berbincang Kinan pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja untuk beristirahat.
______
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, rumah Opa Ahmad kini sudah di hias sedemikian rupa, Rose pun sudah di sulap bak seorang putri raja
" Tante cantik sekali!" puji Kinan pada Rose
"Kamu bisa saja, jika dibandingkan dengan mu tante ini tidak ada apa-apanya" ucap tante Rose merendah
" Jangan bicara seperti itu tante ku sayang, jika dibandingkan tante jelas dong cantikkan tante Rose kemana-mana!" ucap Kinan
" Kalian sama-sama cantik, kalau ganteng sudah pasti ayah!" ucap ayah Akbar yang tiba-tiba muncul
" Ayah bisa saja!" ucap Kinan
" Huhhh.... sudah tua tetap aja narsis!" ucap Rose seraya mencibikkan bibirnya
" Ha...ha ..!" ayah Akbar pun tertawa renyah
__ADS_1
" Sudah.. sudah, kalau menimpali kalian berdua tidak akan ada selesainya!" ucap ayah Akbar lalu kembali tertawa
" Apa kamu sudah siap?" tanya ayah Akbar pada Rose
" Sudah masku yang mengaku paling ganteng!" jawab Rose dengan candaannya
" Kamu itu!" Ayah Akbar mencubit gemas pipi Rose
" Aww....Mas Akbar sakit tau, nanti makeup Rose rusak nih!" Rose memasang wajah cemberut
" Enggak tuh, huuhhh... lebay!" ejek ayah Akbar
" Ini orang tua rese banget sih, awas aja kalau sampai makeup Rose rusak dan Rose jadi terlihat jelek!" dengus Rose
" Kamu itu cantik meskipun tanpa makeup sekalipun karena kecantikan yang sejati itu ada di sini!" ayah Akbar meraih tangan Rose dan meletakkan di dadanya
" Semoga pernikahan kali ini berjalan dengan lancar dan kalian bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah"
" Amin!" jawab Kinan dan Rose bersamaan
Kinan tersenyum haru melihat kedekatan ayahnya dengan tantenya
Apalagi ketika Rose memeluk ayah Akbar sambil menangis
" Sudah jangan pakai drama menangis segala, nanti makeup nya luntur, kamu salahin mas lagi!" goda ayah Akbar
" Tante sini Kinan perbaiki sedikit makeup nya!" ucap Kinan
Rose pun mengangguk dan Kinan pun sedikit memberi polesan di wajah Rose
" Kalau sudah ayok turun, calon suami mu sudah menunggu!" seru ayah Akbar setelah melihat Kinan selesai memoles wajah Rose
" Cie... yang sebentar lagi akan menjadi nyonya Irwan!" goda Kinan membuat Rose bersemu merah
" Kamu tuh ya!" Rose tersipu malu membuat ayah Akbar langsung tergelak melihat tingkah sang adik yang malu-malu meong
" Kau ini sudah seperti anak ABG saja Rose, tidak malu kamu sama umur!" ledek ayah Akbar
" Mas ih ngomongnya bawa-bawa umur, dasar kakak durhakim!" Rose memasang wajah cemberut
" Ha ...Ha .... " Ayah Akbar malah semakin tergelak melihat mode ngambek Rose yang selalu membuatnya gemas
" Mas Akbar....!" Ayah Akbar menoleh ke arah pintu
__ADS_1
" Mas ini bagaimana sih, bukannya mengajak Rose turun kok malah di godain terus sih calon pengantinnya tuh di bawah si Irwan sudah nunggu harap-harap cemas!" ucap bunda Sasa yang tengah berdiri di depan pintu kamar Rose
" Iya maaf, habis adikku ini sangat lucu dan menggemaskan!" sahut ayah Akbar kembali tergelak
" Lucu? emangnya aku badut apa?" kesal Rose pasang mode ngambek
" Sudah Rose jangan menimpali ucapan mas mu itu, sebaiknya kita turun saja sekarang calon suami kamu sudah menunggu dibawah!" ucap bunda Sasa
" Iya mbak !" sahut Rose lalu berjalan keluar kamar dengan diapit bunda Sasa dan Kinan di sebelah kiri dan kanannya
Acara ijab qobul berjalan dengan lancar, Rose kini sudah resmi menjadi istri Irwan
Rose bernapas lega karena akhirnya ia menikah juga dan berharap pernikahannya dengan Irwan menjadi pernikahan untuk sekali seumur hidup
Setelah memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, para tamu undangan pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan
Kinan tersenyum getir melihat pemandangan indah di depan matanya, meskipun sudah berusaha untuk melupakan tetap saja bayangan itu kerap kali muncul dalam ingatannya
" Kelak kamu pun akan merasakannya, dan mendapatkan kebahagiaan mu!" ucap Oma Ita yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Kinan
" Oma, kapan datang kok Kinan enggak melihat kedatangan Oma?" Kinan nampak terkejut saat melihat Oma Ita sudah ada dihadapannya
Kinan pun langsung memeluk wanita tua itu dengan senangnya
" Kamu sibuk di dalam kamar Rose saat Oma datang" sahut Oma Ita seraya mengurai pelukannya
" Oma datang bersama siapa? apa mbak Pipit juga datang Oma?" tanya Kinan
" Mbak mu tidak bisa datang karena Ais sedang kurang sehat" jawab Oma Ita
" Ais sakit Oma?" tanya Kinan cemas
Oma Ita mengangguk pelan " Iya, sudah 2 hari anak itu rewel jadi mbak mu tidak bisa ikut dia hanya titip salam, minta maaf karena tidak bisa hadir" tutur Oma Ita
" Iya enggak apa-apa Oma, semoga Ais cepat sembuh ya Oma, Kinan jadi kangen sama Ais"
" Amin" ucap Oma
" Kalau kamu kangen datang saja ke rumah Oma, kamu juga kan sudah lama tidak menginap di rumah Oma!"
" Iya Oma, nanti Kinan datang ke rumah Oma tapi tidak dalam waktu dekat-dekat ya Oma, Kinan sudah terlalu lama mengambil cuti!"
" Bos kamu baik banget ya Kinan sampai memberimu cuti begitu lama" ucap seseorang yang seketika membuat atensi dua wanita beda usia itu menoleh ke arah sumber suara
__ADS_1
Deg
Mata Kinan membulat sempurna saat melihat dua sosok manusia yang sudah berdiri di hadapannya