
Sudah dua hari ini Kinan kembali lagi bekerja di perusahaan Z Company.
Awalnya wanita itu ingin mengundurkan diri tapi asisten Joe memberitahunya perihal denda yang harus Kinan bayar jika membatalkan kontrak kerja yang sudah ia tandatangani
Kinan sebenarnya diberi kelonggaran oleh Zayn jika masih ingin libur bekerja dan menemani ayahnya selama masih dirawat di rumah sakit dan semua pekerjaannya sudah dialihkan ke bu Risma dan juga Laras yang merupakan sahabat baik Kinan
Tapi karena merasa tidak enak dengan sahabat dan juga rekan kerjanya yang harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan Kinan akhirnya wanita itu memutuskan untuk kembali bekerja
Ceklek
Kinan yang baru pulang kerja pun langsung datang ke rumah sakit tanpa pulang ke rumahnya terlebih dahulu
" Kinan!" panggil ayah Akbar dengan suara parau, wajahnya nampak semakin pucat entah apa yang terjadi dengan ayah Akbar kondisi pria itu nampak semakin lemah dan menurun
Melihat kondisi ayahnya yang semakin lemah membuat hati Kinan semakin sedih
" Ayah !" Kinan menghampiri ayahnya
" Bagaimana keadaan ayah hari ini?" tanya Kinan sambil mengelus punggung tangan ayahnya
" Ayah baik, kamu sendiri bagaimana?" Ayah bertanya balik pada Kinan
" Tentu saja Kinan baik ayah" jawab Kinan dengan senyum yang terulas di bibir merahnya
" Kinan!" panggil ayah Akbar lagi pada sang putri
Bunda Sasa beranjak dari duduknya lalu menyuruh Kinan untuk duduk di kursi yang tadi ia duduki
Kinan pun mendudukkan kursi yang berada di samping tempat tidur ayahnya
" Iya ayah" jawab Kinan dengan perasaan yang bercampur aduk
" Ayah ingin melihat putri ayah menikah!"
Deg
Jantung Kinan rasanya mau copot setelah mendengar keinginan ayahnya itu
Kinan tertawa hambar seraya menetralkan degup jantungnya yang berdetak begitu kencang
Bukan Kinan tidak ingin mengabulkan keinginan ayahnya tapi mendengar kata menikah rasanya Kinan belum siap, masih menyisakan sedikit rasa trauma pada diri Kinan
" Ayah ini bicara apa sih?" Kinan mengulas senyumnya yang dipaksakan
" Apa kamu masih takut untuk menikah nak?" tanya ayah Akbar lagi karena terlihat perubahan raut wajah Kinan yang kini sudah berubah sendu
Kinan yang tidak ingin membuat ayahnya khawatir pun kembali tersenyum
" Ayah, sebaiknya ayah fokus saja dengan kesehatan ayah, untuk saat ini Kinan masih nyaman seperti ini ayah, cukup ada ayah dan bunda disamping Kinan itu sudah jauh lebih dari apapun ayah!" tutur Kinan tak lupa tersenyum
" Tapi usia mu semakin bertambah nak dan sudah waktunya kamu membuka kembali hati mu dan mencari pasangan hidup yang tulus yang bisa menjagamu dan juga membahagiakan mu sayang, karena tidak selamanya ayah bisa berada di sisimu terus Kinan, jadi sebelum ayah pergi ayah ing_!"
" Cukup ayah!" sentak Kinan dengan refleks sedikit meninggikan suaranya , Kinan bahkan sampai menutup kedua telinganya sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Cukup ayah jangan teruskan lagi!" Kinan yang tadinya duduk di kursi pun kini sudah beranjak dari tempat duduknya
" Jangan katakan itu ayah, Kinan mohon.... Kinan hanya butuh ayah, Kinan mohon jangan katakan yang hanya akan membuat Kinan menjadi rapuh ayah, Kinan tidak ingin apa-apa Kinan hanya ingin ayah kembali sehat, Kinan ingin selalu bersama ayah dan bunda, hiks... hiks!" ucapnya lagi diiringi dengan isakan yang terdengar begitu menyayat hati
Bunda Kinan yang melihat keadaan putrinya terisak langsung menarik tubuhnya kedalam dekapannya
Sebagai seorang ibu tentu saja bunda Sasa tahu bagaimana perasaan Kinan saat ini, pernah gagal menikah karena adanya sebuah pengkhianatan apalagi itu dilakukan oleh orang terdekat pasti akan menyisakan sebuah trauma mendalam pada putrinya meskipun Kinan tidak pernah menampakkan kesedihannya, keresahannya dan juga ketakutannya akan sebuah pengkhianatan tetap saja sebagai seorang ibu bunda bisa merasakan apa yang putrinya sembunyikan selama ini
" Sudahlah sayang, tenangkan diri mu hem!" ucap bunda Sasa menenangkan putrinya sambil mengusap lembut punggung Kinan yang masih bergetar
" Ayah, jangan berbicara seperti itu lagi Kinan mohon!" ucap Kinan pada ayahnya setelah mengurai pelukannya pada bunda Sasa, matanya masih basah dengan air mata yang sepertinya enggan untuk berhenti
" Maafkan ayah Kinan, ayah hanya ingin melihat putri ayah bahagia!" tutur ayah Akbar dengan suara yang sedikit terbata bata
" Bersama ayah dan bunda sudah cukup membuat Kinan bahagia ayah!" lirih Kinan
Ayah Akbar menggelengkan kepalanya pelan
" Ayah ingin ada yang menjaga mu dan melindungi mu disaat ayah tidak ada di samping mu nak!" ucap ayah Akbar
" Memangnya ayah mau kemana? ayah tidak boleh pergi kemana-mana, ayah harus ada di samping Kinan dan menjaga Kinan selamanya" kekeh Kinan yang begitu menyayangi ayahnya
" Itu tidak mungkin Kinan, suatu saat kita pasti akan berpisah"
" Tidak ayah, Kinan mau ayah... Kinan tidak ingin siapa pun. Kinan hanya ingin bersama ayah dan bunda!" Kinan kembali terisak
" Dasar anak nakal, setidaknya kabulkanlah keinginan ayah mu ini sebelum ayah_!"
Belum selesai dengan kalimat yang ingin ia ucapkan tiba-tiba ayah Akbar mengalami kejang-kejang dan hal itu tentu saja membuat Kinan dan bunda Sasa terkejut sekaligus sangat panik
Bunda Sasa segera memanggil dokter sementara Kinan terus memanggil-manggil ayah Akbar, tubuhnya bergetar hebat bahkan lututnya pun terasa lemas, gadis itu sungguh takut luar biasa disela isak tangisnya karena ayah Akbar tidak merespon panggilannya, Kinan begitu takut melihat keadaan ayah Akbar yang nampak tidak baik-baik saja
" Ayah, sadarlah!" lirih Kinan
Sementara di depan pintu lift Zayn dan asisten Joe yang baru datang ke rumah sakit nampak terkejut ketika melihat dokter firman tergopoh-gopoh menuju ruang rawat ayah Akbar dengan dua orang asistennya yang mengekor dibelakang pria paruh baya tersebut dengan raut wajah panik
"Apa terjadi sesuatu dengan pak Akbar?" gumam Zayn sambil berjalan cepat menuju ruangan ayah Akbar, dan asisten Joe dengan setia mengikuti langkah panjang atasannya itu
Ceklek
Kinan dan bunda Sasa diminta keluar terlebih dahulu selama ayah Akbar dalam pemeriksaan, awalnya Kinan menolak untuk keluar tapi bunda Sasa terus membujuknya dan mengatakan kalau ayah Akbar pasti akan baik-baik saja
Sebenarnya bunda Sasa sama cemasnya dengan Kinan saat melihat suaminya sempat mengalami kejang-kejang tapi dia harus terlihat kuat dan tegar dihadapan putrinya
Opa Ahmad dan Oma Nur yang baru datang pun cukup terkejut ketika melihat cucunya sedang menangis didalam pelukan bunda Sasa
" Ada apa?" tanya Opa Ahmad
" Mas Akbar tadi sempat kejang-kejang pah, dan sekarang sedang diperiksa oleh dokter" tutur bunda Sasa menjelaskan
" Ya Allah, semoga putra ku baik-baik saja!" ucap Oma Nur yang tanpa bisa dicegah air matanya sudah lolos begitu saja
Mbak Pipit, suaminya dan juga tante Alya beserta rombongan keluarga Paman Mahesa dan juga Oma Ita sudah datang untuk melihat keadaan ayah Akbar, beberapa hari yang lalu mereka sudah sempat datang menjenguk dan kembali pulang setelah kondisi ayah Akbar dinyatakan sudah membaik tapi hari ini tiba-tiba saja kondisi kesehatan ayah Akbar menurun drastis membuat semua keluarga besar bunda Sasa datang panik dan langsung bertolak untuk menjenguk sementara tante Vela mamanya Melinda tidak bisa ikut karena dia pun sudah hampir seminggu jatuh sakit.
__ADS_1
Semua keluarga sudah berkumpul dan kini tengah mendoakan kesembuhan ayah Akbar, Kinan yang tadi menangis dalam pelukan bunda Sasa kini sudah berpindah ke pelukan Oma Ita
____
" Tuan!" Asisten Joe menyodorkan ponselnya pada Zayn yang sedang memperhatikan Kinan dari jarak yang sedikit jauh
" Tuan besar menelpon saya karena ponsel tuan sulit dihubungi katanya!" tutur Joe ketika Zayn menoleh dan seakan bertanya kepadanya melalui sorot matanya
Zayn mengambil ponsel yang berada di tangan asisten Joe lalu sedikit menjauh untuk berbicara dengan papanya
" Hallo....Assalamualaikum!"
" Wa'alaikum salam"
" Ada apa pah?"
" Papa dengar dari orang-orang papa kau sering datang ke rumah sakit, apa kau sedang sakit nak?"
" Tidak"
" Lalu?"
" Ayah dari temanku yang sakit"
Hening
" Apa temanmu wanita?"
" Untuk apa papa bertanya?"
" Teman atau pacar? kenapa tidak kau kenalkan pada papa?"
" Papa sudah mengenalnya"
" Benarkah? siapa wanita itu yang sepertinya sudah berhasil meluluhkan hati putra papa yang beku dan sedingin es ini?"
" Putri sahabat papa"
" Apa? sahabat papa? siapa sahabat papa yang kamu maksud Zayn?"
" Pak Akbar!"
Deg
Tuan Zero begitu terkejut dengan pernyataan yang baru saja ia dengar dari putranya itu
" Akbar putra pak Ahmad?"
" Iya pah"
Zayn pun akhirnya menceritakan tentang ayah Akbar pada papanya, tuan Zero tentu saja terkejut bukan main ia tidak menyangka kalau ternyata putranya selama ini sudah mengetahui keberadaan sahabat papanya yang sudah lama ia cari-cari, karena memang jarang pulang ke tanah air membuat tuan Zero pun sulit untuk bertemu dengan sahabat baiknya itu, dan setelah mendengar kabar yang menimpa ayah Akbar tentu saja tuan Zero naik pitam dan langsung menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk mencari tahu tentang siapa dalang yang sudah membuat sahabatnya itu celaka
Tanpa pikir panjang hari itu juga tuan Zero beserta isterinya langsung bertolak ke Indonesia untuk melihat keadaan sahabatnya dan pria paruh baya itu pun berdoa semoga teman baiknya akan segera sembuh
__ADS_1