
Pagi ini seperti biasa Kinan akan berangkat ke kantor, setelah selesai sarapan iapun langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya lalu berjalan keluar rumah, setelah membuka pintu dan melihat garasi rumahnya Kinan dibuat terkejut karena ternyata motor yang semalam ia tinggal di kedai sate mang Ucup sudah terparkir di depan rumahnya
" Kamu semalam memang pulang naik apa kok sampai ada orang yang mengantarkan motor kamu ke rumah pagi-pagi?" tanya bunda Sasa yang tiba-tiba muncul dibelakang Kinan dan mengejutkan gadis itu
" Eh bunda!"ucap Kinan seraya membalikkan badannya
" Emmm .. itu Bun semalam Kinan di antar teman, iya teman bun karena motor Kinan_!" Kinan yang gelagapan pun tidak melanjutkan kata-katanya bingung menjelaskannya pada bunda karena wanita itu takut kalau mengatakan hal yang sebenarnya tentang Melinda yang berbuat ulah padanya semalam pasti bunda akan marah pada sepupunya itu
" Iya, bunda sudah tahu motor kamu mogok kan dijalan untung kamu bertemu dengan teman kamu itu, iya kan?" tutur bunda menyambung kata-kata Kinan
" I... iya bun!" Kinan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu cengar-cengir merasa bersalah karena sudah berbohong pada bundanya
Untung saja semalam sewaktu Kinan pulang kedua orangtuanya sudah berada di kamar jadi Kinan tidak perlu menjelaskan kenapa ia bisa pulang larut malam dan mereka tidak melihat Kinan yang diantar pulang oleh sang atasan
" Pandai juga pria arogan itu memberi alasan" batin Kinan
" Memangnya teman kamu yang sudah mengantarmu pulang itu siapa? kenapa tidak mengenalkannya sama bunda?" tanya bunda Sasa yang tentu saja merasa penasaran dengan orang yang sudah mengantarkan putrinya pulang
Jlep
Seketika Kinan melotot tapi detik berikutnya wanita itu cengengesan " Bukan siapa-siapa kok bun, cuma rekan kerja Kinan di kantor, enggak terlalu akrab juga si bun, cuma kebetulan ketemu aja di jalan mungkin kasihan kali sama Kinan!" kilah Kinan dengan cepat takut bundanya curiga
" Teman perempuan atau laki-laki?" tanya bunda lagi
Kinan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal
" Emmm.....laki-laki bun!" jawab Kinan nampak salah tingkah
" Sudah ya bun, Kinan berangkat dulu takut telat !" ucap Kinan menyela dengan cepat ketika bunda hendak bertanya kembali padanya, Kinan tidak ingin bundanya bertanya lebih jauh lagi tentang laki- laki yang mengantarkannya pulang jadi sebisa mungkin ia lebih memilih untuk menghindar
" Assalamualaikum!" ucap Kinan lalu meraih tangan bunda Sasa dan menyalaminya dengan takzim
" Wa'alaikum salam!" sahut bunda Sasa sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah putrinya yang nampak malu-malu
Kinan berangkat menggunakan motor metiknya karena hari sudah cukup siang membuat wanita itu memilih berangkat menggunakan motor biar lebih cepat sampai dan mudah menyalip saat keadaan jalanan macet
" Bunda kenapa kok senyam-senyum sendiri gitu?" tanya ayah Akbar yang baru saja keluar dari dalam rumah dan melihat sang isteri tengah tersenyum sendiri
__ADS_1
" Enggak ada apa-apa kok yah" jawab bunda Sasa
" Ayah sudah mau berangkat sekarang, bukan katanya mau berangkat agak siang ya?" tanya bunda Sasa yang melihat ayah Akbar sudah rapih
" Iya bun, ayah enggak jadi berangkat siang itu tadi pak Yanto telpon ayah katanya ada sedikit masalah di pabrik" terang ayah Akbar
" Masalah apa yah?" tanya bunda Sasa sedikit khawatir
" Ayah juga belum tahu pastinya bun, makanya ini ayah buru-buru mau berangkat ke pabrik " jawab ayah Akbar
" Ya udah ayah hati-hati, kalau ada apa-apa beritahu bunda ya dan semoga tidak ada hal yang serius dengan pabrik kue kita ya yah!" ucap bunda Sasa penuh harap
" Amin, iya bun! yaudah ya ayah berangkat dulu" ucap ayah Akbar lalu mengulurkan tangannya pada bunda
Seperti biasa bunda pun menyambut uluran tangan ayah Akbar dan menyalami dengan takzim
Keluarga Kinan memang memiliki pabrik kue yang cukup terkenal, meskipun tidak besar tapi pabrik kue yang didirikan oleh ayah Akbar dan bunda Sasa itu merupakan pabrik kue yang memiliki pelanggan yang cukup banyak
Bukan hanya pabrik kue, ayah Kinan pun memiliki sebuah perkebunan strawberry dan juga anggur
Buah-buahan yang dihasilkan dari perkebunan tersebut di olah lagi untuk toping kue dan juga minuman dingin milik perusahaan Opa Ahmad
Sementara Kinan sendiri setibanya di kantor wanita itu bergegas menuju lantai 20 tempat dimana ruang kerjanya berada yang terletak tepat di depan ruangan Zayn
" Selamat pagi mba Dones!" sapa Kinan ramah pada Dones yang sudah duduk di meja kerjanya
Seperti biasa Dones selalu datang lebih awal dari para karyawan lainnya
Dones merupakan sekertaris kepercayaan Zayn, wanita itu selalu bersikap datar dan juga dingin, tidak banyak bergaul dengan karyawan lainnya. dia hanya bekerja dan bekerja tapi sekarang selain bekerja sebagai sekretaris Zayn ternyata wanita itu diam-diam di tugaskan oleh Zayn untuk mengawasi dan menjaga Kinan tanpa sepengetahuan wanita itu tentunya
" Selamat pagi bu Kinan!" balas Dones yang langsung beranjak dari tempat duduknya membalas sapaan Kinan tapi tetap memasang wajah datarnya.
Mendapat panggilan "Bu" dari orang yang memiliki jabatan penting di sisi atasannya tentu saja membuat Kinan merasa risih dan tidak nyaman padahal sudah berulang kali Kinan meminta wanita itu tidak memanggilnya dengan sebutan Bu
" Mba Dones bisa enggak jangan panggil aku dengan sebutan Bu, aku kesannya tua banget!" protes Kinan dengan senyum khasnya
" Maaf bu saya tidak berani" jawab Dones masih dengan muka datarnya
__ADS_1
" Tidak berani bagaimana mbak? kita kan sama-sama belum menikah bahkan usia saya dengan mbak Dones saja sepertinya lebih tua mbak Dones deh masa saya yang dipanggil ibu sih, lagi pula mbak Dones itu senior saya loh!" tutur Kinan panjang lebar karena tidak suka dipanggil ibu oleh Dones yang merupakan seniornya
" Panggil saya Kinan aja ya mbak!" pinta Kinan lagi
" Maaf bu saya tidak berani, takut kena marah" jawab Dones jujur
" Kena marah sama siapa mbak? kan disini enggak ada siapa-siapa cuma kita berdua, lagi pula yang lain juga manggil saya nama aja kok, biar lebih akrab" ucap Kinan
" Tapi _" Dones menggantung kata-katanya
" Tapi apa?" tanya Kinan
" Pak Zayn_!" lagi-lagi Dones menggantung kata-katanya
" Pak Zayn?" tanya Kinan yang kini mulai mengerti maksud ucapan seniornya itu
Dones mengangguk " Iya, pak zayn yang memerintahkan saya untuk memanggil anda ibu!" jawab Dones dengan jujur
" Oh ya ampun orang itu apa maunya coba? aku ini kan lebih muda dari mbak Dones bahkan mbak Dones itu senior saya loh, aneh banget ya tuh orang, apa aku setua itu sampai ia harus menyuruh mbak Dones memanggil ku ibu" kesal Kinan setelah tahu siapa yang sudah menyuruh Dones memanggilnya dengan sebutan ibu
" Jaga ucapan anda bu Kinan nanti pak Zayn bisa marah jika mendengar ucapan anda!" ucap Dones takut-takut
" Biarkan saja dia mendengarnya mba, ini sungguh keterlaluan" dengus Kinan
Dones menatap ke sekeliling khawatir jika tiba-tiba Zayn muncul
" Mba saat ini kan tidak ada bos arogan dan super duper nyebelin itu jadi panggil aku Kinan aja ya mba, ya biar kita lebih akrab mbak enggak perlu lah formal kayak gini!" pinta Kinan
Dones terdiam " Tapi bu_!"
"Mba please ya, panggil Kinan aja!" pinta Kinan sedikit memelas
Dones menarik napas panjang lalu detik berikutnya wanita itu pun mengangguk pelan
" Iya bu, emm... maksudku Kinan!" ucap Dones meralat ucapannya
" Nah gitu dong mbak, jangan kaku-kaku amatlah, kita santai aja !"
__ADS_1
" Santai kata kamu? ini tuh tempat bekerja bukan tempat bersantai kalau kamu mau bersantai silahkan kamu keluar dari kantor ku sekarang juga dan sana kau pergi saja ke pantai atau kalau perlu ke bar untuk bersantai-santai!" sambar seseorang yang tiba-tiba muncul
Dones langsung menundukkan kepalanya karena takut terkena semprot oleh atasannya itu sementara Kinan menelan salivanya kasar dan sebisa mungkin bersikap tenang untuk menghadapi bosnya yang selalu bersikap arogan itu walaupun sebenarnya jantungnya sudah degdegan tidak karuan apalagi netra Zayn yg tidak lepas menatapnya.