
Sesampainya di rumah sakit Kinan memarkiran motornya terlebih dahulu setelah itu barulah ia dengan langkah cepat mencari ruang dimana sang ayah tengah dirawat
" Bunda!" Kinan semakin mempercepat langkah kakinya setelah melihat sosok sang bunda yang sedang duduk di bangku tunggu ruangan yang bertuliskan Ruang IGD
Bunda Sasa ternyata tidak sendirian ada Opa Ahmad dan Oma Nur yang ternyata sudah sampai 15 menit lebih dulu ke rumah sakit dari Kinan
Opa Ahmad dan Oma Nur sebenarnya datang ke kota ingin melihat keadaan Kinan namun siapa sangka ketikan dalam perjalanan tiba-tiba orang kepercayaan Opa Ahmad memberitahu perihal kejadian yang menimpa putranya yaitu ayah Akbar
Kinan langsung memeluk bunda Sasa dan menangis dalam pelukannya
" Bagaimana keadaan ayah bunda?" tanya Kinan disela isak tangisnya setelah ia mengurai pelukannya pada sang bunda
Bunda menggelengkan kepalanya pelan air matanya pun tak berhenti mengalir
" Ayahmu masih di dalam, sedang ditangani oleh dokter" jawab bunda Sasa sambil menyeka air matanya
" Kinan!" Oma Nur memanggil Kinan yang seketika membuat gadis itu menoleh dan sedikit terkejut melihat keberadaan Oma dan Opanya di rumah sakit itu
" Oma...Opa...!" ucap Kinan yang baru menyadari pasangan suami isteri paruh baya yang ada bersama bundanya adalah Oma dan Opanya sendiri
" Kinan!" Oma Nur langsung memeluk cucu kesayangannya itu dengan air mata yang sudah merembes
" Oma dan Opa kok bisa ada di sini?" tanya Kinan yang cukup terkejut melihat keberadaan keduanya
" Kebetulan Oma dan Opa memang sedang dalam perjalanan menuju rumah kalian, karena Oma katanya sudah kangen terutama sama kamu Kinan, tapi siapa sangka ditengah perjalanan tiba-tiba kami mendengar kabar kecelakaan yang telah menimpa ayah kamu jadi kami pun langsung bergegas ke sini!" tutur Opa Ahmad
" Apa sebenarnya yang terjadi pada ayah Opa, kenapa ayah sampai mengalami kecelakaan seperti ini?" tanya Kinan yang begitu mengkhawatirkan keadaan sang ayah
" Opa juga tidak tahu bagaimana kronologi kejadiannya tapi anak buah opa sekarang sedang menyelidikinya!" tutur Opa
" Semoga saja tidak ada hal serius yang menimpa ayahmu!" ucapnya lagi
Ceklek
Pintu ruangan IGD pun terbuka lalu seorang dokter keluar dari ruangan tersebut
" Dokter bagaimana keadaan ayah saya?"
" Bagaimana keadaan suami saya dokter?"
Ucap Kinan dan bunda Sasa bersamaan
"Keadaan pasien saat ini masih belum sadarkan diri, meskipun keadaannya sudah sedikit stabil tapi masih tetap harus menjalani observasi lebih lanjut, kami khawatir luka yang ada di kepalanya mengalami pembekuan darah diotak jadi pasien masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut lagi!" tutur sang dokter
" Apa kami boleh melihat keadaannya dokter?" tanya Kinan
" Untuk saat ini pasien belum boleh di jenguk dulu ya pak, bu , jika kondisi pasien sudah jauh membaik dan pasien sudah di pindahkan ke ruang rawat inap baru pasien boleh ditemui!" tutur dokter kembali menjelaskan
" Baik dokter, terima kasih!" ucap Opa Ahmad
" Sama-sama pak!"
" Tolong lakukan yang terbaik untuk ayah saya dokter!" pinta Kinan
" Kami akan berusaha semaksimal mungkin, tapi doa dari keluarga juga sangat membantu dalam kesembuhan pasien!" tutur dokter
" Iya dokter!"
" Kalau begitu saya permisi dulu, berdoalah semoga ayah kamu cepat segera sadar dan bisa kembali pulih!" ucap dokter sebelum pergi pada Kinan
__ADS_1
" Iya dokter, terima kasih!'
" Sama-sama!"
Setelah dokter pergi, Kinan, bunda Sasa, Oma dan Opa Ahmad kembali mendudukkan dirinya di kursi tunggu yang ada di depan ruangan IGD tersebut
" Oma, Opa... sebaiknya Oma sama Opa pulang aja dulu ke rumah, bunda juga... kalian kan baru saja melakukan perjalanan jauh jadi istirahat saja dulu biar ayah Kinan yang jaga!" ucap Kinan yang merasa kasihan dengan Oma dan Opanya yang pasti sangat kelelahan
" Bunda mau disini saja!" tolak bunda
" Bunda, istirahat saja dirumah dulu nanti malam bunda kesini lagi!" bujuk Kinan
Bunda hendak menolak lagi tapi Opa Ahmad lebih dulu menyela
" Apa yang dikatakan Kinan benar Sa, kamu ikut pulang bersama kami, kau juga butuh membersihkan diri dan juga membawa beberapa keperluan suamimu kan? nanti malam kau bisa balik lagi kesini!"
Karena Opa Ahmad yang sudah bicara mau tidak mau bunda pun tak berani membantah, dan mereka pun pulang bersama-sama sedangkan Kinan akan tetap tinggal untuk menemani ayah Akbar
____
Di tempat yang berbeda, Zayn yang baru saja memasuki ruang kerjanya nampak celingak-celinguk mencari keberadaan wanita yang sempat bertengkar dengannya pagi tadi
" Joe keruangan ku sekarang juga!" panggilan Zayn melalui sambungan telpon pada asisten Joe
Ceklek
Tidak berapa lama pintu ruangan itupun terbuka dari luar
" Ada apa tuan?" tanya asisten Joe
" Dimana wanita itu?" tanya Zayn
"Wanita itu?" Zayn yang mengerti kebingungan asisten Joe pun menunjuk meja kerja Kinan yang sudah dipindahkan kedalam ruangannya dengan ekor matanya
Setelah asisten Joe mengikuti arah pandang mata zayn, barulah dia mengerti kalau wanita yang dipertanyakan oleh Zayn adalah Kinan
" Saya kurang tahu tuan, tadi sewaktu kembali makan siang saya juga belum melihat keberadaan Kinan" jawab asisten Joe
" Apa kau belum memberitahu dia kalau meja kerjanya dipindahkan ke ruangan ku?" tanya Zayn
" Belum tuan, bukankah tuan sendiri yang ingin memberitahunya!" sahut asisten Joe
Zayn terdiam sesaat seraya mengetuk-ngetuk jarinya diatas meja " Kemana dia?" gumamnya pelan
" Joe, kau cari dia sekarang dan suruh keruangan ku sekarang juga!" titah Zayn
Asisten Joe pun langsung menganggukkan kepalanya " Baik tuan!"
Asisten Joe keluar dari ruangan Zayn dan langsung menghampiri Dones yang sedang sibuk dengan pekerjaannya
" Don!" panggil asisten Joe yang membuat wanita itu sedikit terkejut lalu menoleh ke arahnya
" Iya ada apa asisten Joe?" tanya Dones
" Apa kau melihat Kinan?" tanya asisten Joe
Dones diam sejenak dan berpikir, sebelum memberitahu kepada basisten atasannya itu tentang keberadaan Kinan, wanita itu pun ingin tahu apa benar Kinan sudah dipecat
" Maaf asisten Joe, tapi sebelum saya menjawab pertanyaan anda apa boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Dones ragu-ragu
__ADS_1
" Soal apa?"
" Kinan"
" Kinan? ada apa memangnya dengan Kinan?"
" Emmm .... tadi usai makan siang Kinan langsung kembali ke sini tapi dia sangat terkejut karena meja kerjanya sudah tidak ada, jadi apa benar kalau pak Zayn sudah memecat Kinan gara-gara peristiwa tadi pagi?" tanya Dones yang langsung membuat kening asisten berkerut
" Peristiwa tadi pagi bagaimana? kalau cerita itu yang jelas jangan membuat ku bingung seperti ini!"
" Tadi pagi Kinan sudah berani menampar tuan Zayn" tutur Dones memberitahu
" Apa?" asisten Joe sangat terkejut mendengar ucapan Dones
" Jangan mengada-ada kamu mana mungkin Kinan_!"
" Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri asisten Joe, setelah itu tuan Zayn berlalu pergi begitu saja jadi setelah melihat meja kerjanya sudah tidak ada ditempatnya Kinan sudah menduga kalau dirinya sudah dipecat" ungkap Dones
" Itu tidak benar"
" Maksudnya?" Dones semakin dibuat penasaran
" Kinan itu tidak dipecat "
" Lalu ?"
" Kinan masih tetap jadi sekretaris tuan Zayn tapi sekretaris pribadinya dan meja kerja Kinan sudah dipindahkan ke ruangan tuan Zayn". tutur asisten Joe
" Jadi Kinan bukannya dipecat?"
" Ya, hanya dipindahkan saja meja kerjanya" Dones pun mengangguk mengerti..
" Lalu sekarang dimana Kinan?" tanya asisten Joe mengulang pertanyaannya yang belum dijawab oleh Dones
" Emmm.... Kinan saat ini sedang berada di rumah sakit" jawab Dones
" Di rumah sakit?"
Dones menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
" Siapa yang sakit? apa terjadi sesuatu dengan Kinan?"
Dones menggeleng pelan " Bukan Kinan tapi ayahnya" jawab Dones memberitahu
" Ayahnya?"
" Iya, kata Kinan ayahnya mengalami kecelakaan di pabrik" terang Dones
" Lalu bagaimana kondisinya?"
" Belum tahu, Kinan belum memberi kabar lagi"
Asisten Joe merasa iba dengan apa yang sudah menimpa ayahnya Kinan
Setelah mendapatkan informasi tentang Kinan dari Dones, asisten Joe pun bergegas pergi masuk kembali ke ruangan Zayn
" Dimana wanita itu? kenapa tidak datang bersama mu?" tanya Zayn yang melihat kedatangan asisten Joe seorang diri
Asisten Joe pun akhirnya menceritakan apa yang tadi ia dengar dari Dones tentang Kinan dan juga hal yang menimpa ayahnya Kinan
__ADS_1
Zayn yang mendengar penjelasan dari asisten pribadinya itupun cukup terkejut dan tanpa banyak bicara pria itu langsung bergegas pergi