
Usai acara pernikahan Rose, Kinan memutuskan untuk pulang ke ibu kota bersama kedua orangtuanya
Kinan tidak mungkin memperpanjang cutinya kembali walaupun bisa saja atasan tempat Kinan bekerja mengizinkannya tapi wanita itu tidak ingin rekan kerjanya menjadi salah paham dan menganggapnya tidak profesional dalam bekerja
" Apa kamu masih bekerja di perusahaan Z Company Kinan?" tanya Laras yang memutuskan untuk ikut dengan Kinan pulang ke ibu kota
Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil dan ayah Akbar yang mengemudikan mobilnya sedangkan bunda duduk di sampingnya
" Iya, kamu sendiri bagaimana?" tanya Kinan balik bertanya pada Laras
" Aku sudah resign dan memutuskan untuk menerima tawaran dari Kakak sepupu ku untuk bekerja di perusahaannya yang ada di sini" jawab Laras
" Jadi kamu akan menetap kembali dan tinggal di sini sekarang?" tanya Kinan dengan berbinar
" Iya, aku akan menetap disini kembali" jawab Laras dan Kinan tersenyum bahagia karena bisa bersama-sama kembali dengan sahabatnya
" Tunggu dulu, tadi kau bilang kakak sepupu, sejak kapan kau punya kakak sepupu?" tanya Kinan nampak bingung, setahunya Laras tidak punya kakak sepupu
" Enggak usah pakai bingung seperti itu juga kali Kin" jawab Laras
" Kakak sepupuku itu baru kembali dari luar negeri, sudah hampir 5 tahun dia tinggal di Canada. Dari dulu kakak sepupuku itu susah banget kalau di suruh pulang ada aja alasannya tapi sekarang tidak tahu kenapa tiba-tiba dia berubah pikiran dan memutuskan untuk menetap kembali disini dan membantu mengelola perusahaan papanya yang ada di sini padahal perusahaannya yang ada di Canada sedang berkembang pesat" terang Laras
" Lalu bagaimana dengan perusahaannya yang berada di luar negeri jika sepupu mu itu bekerja di sini?" tanya Kinan yang cukup penasaran dengan sepupu dari sahabatnya itu
" Masih tetap kakak sepupuku yang mengelola hanya saja ia mengirim orang kepercayaannya untuk membantunya"
Kinan pun mengangguk mengerti " Ternyata kamu punya kakak sepupu yang hebat juga ya Ras!" puji Kinan
" Ya, tapi sehebat-hebatnya kakak sepupu ku itu dalam mengelola bisnisnya sayang dia tidak hebat dalam mengelola kisah asmaranya" ucap Laras
" Maksudnya?"
" Dia sudah berumur tapi masih setia ngejomblo" terang Laras sambil terkekeh
"Emmm .... bagaimana kalau aku jodohkan saja kakak sepupuku itu dengan mu Kinan?" Seloroh Laras yang langsung mendapat pelototan dari Kinan
__ADS_1
" Ha .. ha.... aku cuma bercanda"
Bunda dan ayah yang duduk di depan hanya geleng-geleng kepala mendengar obrolan keduanya
Tanpa terasa mereka kini sudah sampai di rumah, Laras mau tidak mau menginap di rumah Kinan karena ancaman wanita itu yang tidak mengizinkan Laras untuk pulang ke apartemennya
" Kamu itu tinggal sendirian kan?" tanya bunda ketika mereka sedang menikmati makan malam bersama
" Iya bunda" jawab Laras
" Dari pada kamu tinggal sendirian di apartemen lebih baik kamu tinggal saja disini, kamu itu kan anak gadis sendirian tinggal diluar itu tidak aman!" tutur bunda
" Tidak apa-apa bunda, insyaallah Laras bisa jaga diri baik-baik kok bun" tolak Laras dengan halus
" Benar kata bunda Ras, sebaiknya kamu tinggal di sini saja temani aku!" pinta Kinan
" Kalau soal menemani kamu aku juga kan bisa kapan aja datang kesini Kin!" ucap Laras
" Tapi untuk sementara waktu sebaiknya tinggallah untuk beberapa hari di sini nak Laras!" kali ini ayah Akbar yang berbicara
" Kau ini pemaksa sekali sih!" Laras pura-pura marah
"Kalau sama kamu itu wajib dipaksa!" sahut Kinan lalu tertawa dan Laras pun ikut tertawa
Selesai makan malam Kinan dan Laras duduk di teras rumah sambil mengobrol rendom, bahkan terkadang dua sahabat itu nampak tertawa lalu menangis bersama ketika bercerita tentang kisah mereka masing-masing
Sampai cerita mereka terhenti ketika ponsel milik Kinan berdering
" Siapa?" tanya Laras
" Mas Bintang" jawab Kinan
Mendengar nama Bintang entah kenapa raut wajah Laras seketika berubah
Kinan menggeser tanda hijau di layar ponselnya " Assalamualaikum!"
__ADS_1
..." Wa'alaikum salam" Bintang...
..." Bagaimana kabarmu?" tanya Bintang diseberang telpon...
" Alhamdulillah baik, tumben nelpon?"
..." Memangnya tidak boleh?"...
" Tidak, ganggu orang istirahat"
..." Oh ya ampun aku lupa kalau disana sudah jam 11 malam ya?" Bintang...
..." Baiklah kalau begitu aku matikan teleponnya" Bintang...
" Iya!" jawab Kinan
..." Assalamualaikum!" ...
" Wa'alaikum salam"
Setelah sambungan telponnya terputus Kinan menoleh ke arah Laras yang terlihat berubah murung
" Kau kenapa?" tanya Kinan
" Ya? ah tidak kenapa-napa. aku sudah mengantuk sebaiknya kita tidur sekarang, sudah malam !" jawab Laras dengan cepat mencari alasan lalu beranjak dari duduknya
" Iya, kita tidur sekarang!"
Kinan dan Laras tidur di kamar yang saling bersebelahan
Laras merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit kamar, pikirannya seketika menerawang ke beberapa tahun yang lalu dimana ia harus memendam perasaannya ketika tahu pria yang diam-diam ia sukai ternyata menyukai orang lain dan yang lebih menyedihkan orang yang disukai adalah sahabatnya sendiri
" Ternyata kalian masih berhubungan!" gumam Laras
Tanpa Laras tahu kalau ternyata Kinan dan Bintang adalah saudara sepupu, meskipun Bintang pernah menyatakan perasaannya pada Kinan tetap saja Kinan hanya menganggap Bintang sebagai kakak tidak lebih dari itu karena kenyataannya Bintang adalah putra dari pamannya sendiri dan Kinan tidak mau sampai merusak hubungan persaudaraan mereka.
__ADS_1