
Hampir setiap hari Kinan dibuat kesal oleh Zayn, ada saja tingkah pria itu yang mampu membuat Kinan naik darah, apalagi sekarang Kinan telah diangkat menjadi sekretarisnya yang ditugaskan membantu mengerjakan pekerjaan Dones
Awalnya Kinan sudah menolak dan enggan berurusan langsung dengan atasannya yang super arogan dan ketus itu namun Zayn tidak menerima penolakan dan tetap memaksa Kinan dengan ancaman Kinan akan dipecat dan tidak akan ada perusahaan mana pun yang mau mempekerjakan dirinya
Akhirnya mau tidak mau Kinan pun terpaksa menerima jabatan sekretaris itu
Sementara Laras yang ternyata juga bekerja di perusahaan yang sama di Z Company membuat Kinan merasa begitu senang walaupun mereka bekerja di bagian yang berbeda akan tetapi setiap kali makan siang mereka selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama
Lalu bagaimana dengan sang atasan yang arogan dan selalu bersikap semaunya? tentu saja laki-laki itu mendengus kesal karena tidak memiliki waktu untuk bersama Kinan karena Laras yang merupakan adik sepupunya sudah mendominasi Kinan sepenuhnya dan wanita itu juga sempat mengancam Zayn agar tidak mengusik sahabatnya itu
Apakah Zayn patuh dengan ancaman yang diberikan Laras? tentu saja tidak. meskipun Kinan adalah sahabat baik Laras pria itu tetap mencuri waktu untuk menjahili Kinan dan membuat wanita itu selalu kesal dibuatnya
Bagi Zayn menjahili dan membuat Kinan kesal adalah sebuah kesenangan tersendiri, setiap kali Kinan marah dan mengumpat dirinya maka gadis itu akan terlihat semakin menggemaskan di mata Zayn
" Kak jangan galak-galak gitu sama Kinan, kasihan kan kalau setiap hari dia selalu kakak marahin dan juga disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk terus, lagi pula bukankah Kinan itu hanya membantu pekerjaan kak Dones ya?" kritik Laras pada Zayn yang merupakan kakak sepupunya
" Sebaiknya kau jangan ikut campur dalam urusan ku, kau cukup bekerja dengan baik. tentang Kinan itu adalah urusan ku!" ucap Zayn datar
" Tapi kak dia itu sahabat baik aku sudah cukup dia menderita karena ulah mantan calon suaminya itu kakak jangan mempersulit hidupnya lagi kak!" pinta Laras
" Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu, aku punya cara tersendiri untuk menghadapi sahabat mu itu!"ucap Zayn
" Sudahlah, sebaiknya kau kembali ke ruangan mu sekarang dan besok persiapkan diri mu untuk pergi dengan Dones terjun langsung kelapangan memeriksa proyek baru perusahaan Z Company yang ada di jalan xx !" tutur Zayn tegas
Laras hanya bisa pasrah tidak mungkin bisa menolak perintah kakak sepupunya yang merupakan atasannya sendiri
_____
Hari ini Kinan pulang lebih awal tidak seperti biasanya yang selalu diminta lembur hingga larut malam.
Bukan tanpa alasan Zayn meminta Kinan bekerja lembur selain untuk menemaninya Kinan juga sangat dibutuhkan dalam membantunya menyelesaikan pekerjaannya yang cukup banyak apalagi sebagian dari pekerjaan yang menumpuk di atas meja kerja Zayn cukup dikuasai oleh Kinan
" Tumben mbak Kin enggak lembur?" tanya Maya yang kebetulan bertemu Kinan di lobi saat hendak pulang
__ADS_1
" Ya Alhamdulillah, capek jika lembur terus!" ucap Kinan merasa bersyukur
" Kaya enggak encok iya!" Selorohnya membuat teman-teman langsung tergelak mendengar ucapan Kinan
" Tapi lembur juga enggak ada buruknya kan Kinan, ya kan setiap hari bisa berduaan terus sama pak CEO kita yang tampan itu!" goda Lisa menaik turunkan alisnya
" Sangat buruk malah!" ucap Kinan yang tentu saja ucapannya itu membuat seseorang yang tidak sengaja mendengarnya mengepalkan tangannya erat
" Kinan!" terdengar suara Laras memanggil nama Kinan membuat wanita itu langsung menghentikan langkahnya dan menoleh begitu juga Lisa dan Maya
" Hai Laras!" sapa Kinan
" Kamu enggak lembur hari ini?" tanya Laras dan dijawab gelengan kepala oleh Kinan
" Tidak" jawabnya
" Tumben, bukannya hari ini pak Zayn lembur ya?" tanya Laras lagi
" Mungkin pekerjaannya tidak terlalu banyak" jawab Kinan lagi
" Masa sih? tapi mungkin juga sih " ucap Laras
Sesampainya di depan gedung kantor Maya dan Lisa pamit lebih dulu pada Kinan dan Laras setelah keduanya pergi kini tinggal Laras dan Kinan yang berdiri di halte bus
" Apa kau pulang ke apartemen mu lagi?" tanya Kinan yang langsung di angguki oleh Laras
" Iya, aku tidak enak jika terus menumpang di rumah mu" jawab Laras
" Kenapa kau berbicara seperti itu? anggap saja rumah ku seperti rumah mu sendiri" ucap Kinan
" Iya Kinan terima kasih banyak tapi aku juga tidak mungkin kan selamanya tinggal di rumah mu, jadi alangkah baiknya aku tinggal di apartemen saja" tutur Laras
" Baiklah, tapi kau harus jaga diri baik-baik kalau ada apa-apa ingat beritahu aku"
__ADS_1
" Iya kau tenang saja dan tidak perlu khawatir seperti itu, insyaallah apartemen tempat ku tinggal itu aman apalagi itu kan apartemen milik om Zero jadi ya lumayan juga kan gratis" tutur Laras sambil tertawa
" Kau ini bisa saja!" Kinan geleng-geleng kepala
Disaat keduanya sedang mengobrol tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat di hadapan mereka
" Asisten Joe, anda_?"
" Naiklah nona Kinan aku akan mengantarmu pulang!" ucap asisten Joe yang tentu saja ucapannya itu mengejutkan dua orang wanita yang ada dihadapannya saat ini
" Oh... tidak perlu asisten Joe aku bisa pulang sendiri!" tolak Kinan secara halus
"Tolong kerjasamanya nona, aku harus mengantarkanmu pulang jika tidak aku yang akan terkena masalah!" ucap asisten Joe yang sudah berdiri dan membukakan pintu untuk Kinan
" Tidak perlu asisten Joe, aku sudah terbiasa pulang sendiri, sebaiknya kau antarkan saja Laras pulang ke apartemennya, bukankah kalian tinggal di apartemen yang sama?" lagi-lagi Kinan menolak ajakan asisten Joe yang ingin mengantarkan Kinan
" Bagaimana kalau anda juga ikut nona, bukankah kita searah?" pinta asisten Joe lagi
" Maaf asisten Joe aku masih ada urusan lain jadi aku tidak bisa ikut dengan mu!" untuk kesekian kalinya Kinan kembali menolak ajakan asisten Joe
" Oh ya ampun keras kepala sekali wanita ini!" gumam asisten Joe dalam hati
Disaat asisten Joe hendak kembali membujuk Kinan tiba-tiba mobil bus yang sedari tadi Kinan tunggu-tunggu pun datang
" Maaf asisten Joe, bis ku sudah datang!" ucap Kinan sedikit membungkukkan badannya lalu pamit pergi tapi sebelumnya Kinan pun sudah berpamitan pada Laras yang nampak memikirkan sesuatu tentang asisten Joe yang terlihat begitu memaksa Kinan untuk ikut dengannya
" Asisten Joe ada apa dengan mu sebenarnya? kenapa tiba-tiba kau begitu antusias sekali ingin mengantarkan Kinan pulang?" tanya Laras penuh selidik pada asisten pribadi kakak sepupunya itu
" Itu bukan urusan anda nona!" ucap asisten Joe datar
" Oh ya ampun asisten Joe bisakah kau itu tidak bersikap sekaku ini, apa tuanmu yang menyuruh mu iya?" tebak Laras membuat asisten Joe memilih bungkam dan masuk kembali ke dalam mobilnya
Tanpa di minta Laras langsung masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh asisten Joe dan detik berikutnya asisten Joe pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
__ADS_1