Cinta Kau Balas Air Mata

Cinta Kau Balas Air Mata
Bab 22


__ADS_3

Sepanjang kerja hari ini Kinan nampak mendumel sendiri, menurut wanita itu atasannya yang sekarang sangatlah arogan dan sombong jauh berbeda dengan pak Agung yang baik hati dan selalu pengertian kepadanya


Bukan salahnya juga bila hari itu dia ambil cuti kerja sampai sebulan lamanya, dia sudah mengatakan niatnya untuk resign tapi atasannya justru melarang dan menyarankan untuk Kinan ambil cuti saja dengan alasan tidak ada karyawan yang bisa menggantikan pekerjaannya, apalagi kinerja Kinan selama ini sangatlah bagus dan memuaskan


" Kinan sudah jam makan siang, yuk ah kita ke kantin, kerjaan mah bisa dilanjut nanti!" ajak Bu Risma yang sudah berdiri di depan meja kerja Kinan bersama Maya dan juga Lisa


" Iya bu duluan aja deh, ini saya tinggal sedikit lagi selesai, tanggung!" jawab Kinan yang masih sibuk dengan layar komputernya


" Nanti ajalah di lanjut mbak sekarang mah kita makan aja dulu, isi tenaga!" ajak Maya bergantian


" Tanggung May ini udah di pinta sama pak bos, aku malas berurusan sama tuh orang kalau sampai telat!" ucap Kinan membuat ketiga wanita yang ada di hadapannya merasa kasihan


Mereka sudah mendengar bagaimana cerita Kinan saat atasannya memanggilnya, dengan arogan dan angkuhnya atasannya itu sudah merendahkan harga diri Kinan hanya gara-gara Kinan yang terlalu lama mengambil masa cutinya


" Tapi kamu kan belum makan siang Kin, masa telat sedikit gara-gara istirahat makan siang aja sampai di omelin sih, kejam banget sih tuh bos baru, aku enggak jadi ngefans deh" ucap Lisa yang menjadi ilfil dengan atasannya yang memang ia akui sangat tampan


" Ya itulah kenyataannya Lis, mau bagaimana lagi" ucap Kinan sambil mengangkat kedua bahunya


" Sudah kalian duluan aja nanti keburu jam makan siangnya habis loh, aku mah nanti gampang lah" ujar Kinan


" Ya udah kalau gitu kami duluan, kamu ada titip sesuatu enggak?" tanya Lisa


" Emmm ..... boleh deh, Roti sama minuman dinginnya saja ya 1!" jawab Kinan yang diangguki oleh Lisa


Setelah rekan kerjanya semua sudah pergi ke kantin untuk makan siang Kinan kembali melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya


___


" Tuan, apa anda tidak pergi makan siang?" tanya Asisten Joe pada atasannya yang sedang duduk di kursi kebesarannya


Zayn yang sedang memijat pelipisnya langsung menoleh ke arah Asisten Joe yang sudah berdiri di hadapannya


" Apa dia sudah pergi makan siang bersama karyawan lainnya?" tanya Zayn yang teringat dengan Kinan


" Tidak tuan, nona Kinan masih berada di meja kerjanya dan sepertinya masih sibuk menyelesaikan laporan yang anda pinta tuan!" tutur Joe yang tahu siapa orang yang dimaksud oleh atasannya itu


" Dasar bodoh, kenapa bukan pergi makan siang aja dengan karyawan lainnya, kalau sampai jatuh sakit bagaimana?" gumam Zayn pelan tapi masih dapat di dengar oleh Asisten Joe


" Apa perlu saya pesankan makan untuk anda dan nona Kinan tuan?"


Zayn langsung melempar pulpen ke arah Asisten Joe yang dengan refleks langsung bergerak menghindar


" Kenapa tidak dari tadi saja bodoh!" umpat Zayn kesal


" Cepat belikan makanan dan suruh dia keruangan ku segera !" tegas Zayn


Asisten Joe yang takut atasannya kembali marah langsung bergegas pergi untuk membelikan makanan


Tidak butuh waktu lama asisten Joe sudah kembali dengan dua kotak makanan yang sebelumnya memang sudah ia pesankan untuk atasannya tapi sebenarnya kotak yang satu ia beli untuk dirinya sendiri tapi sayangnya kali ini asisten Joe harus mengalah dan merelakan jatah makan siangnya dimakan orang lain

__ADS_1


Ceklek


Asisten Joe membuka pintu ruangan Zayn setelah membawa apa yang dipinta sang atasan


Setelah meletakkan kotak makan tersebut asisten Joe pun kembali pamit undur diri untuk menghampiri Kinan di ruang kerjanya


" Nona Kinan!" Suara bariton asisten Joe membuat Kinan tersentak kaget dan membuyarkan konsentrasinya saat fokus pada layar komputernya


" Oh ya ampun asisten Joe, anda ini mengagetkan sekali!" kesal Kinan karena merasa terkejut dengan kedatangan asisten Joe yang secara tiba-tiba itu


" Maaf jika saya mengagetkan anda nona, tapi kedatangan saya kesini atas perintah tuan Zayn yang meminta anda untuk segera ke ruangannya!" ucap asisten Joe yang seketika membuat Kinan mendengus kesal


" Aku belum selesai mengerjakan laporan yang ia pinta, jadi bilang padanya aku akan segera ke ruangannya setelah pekerjaan ku selesai" ucap Kinan


" Tapi nona tuan Zayn tidak suka menunggu lama jadi beliau meminta anda untuk segera menemuinya!" ucap asisten Joe


" Bagaimana aku menemuinya asisten Joe sementara laporan yang ia pinta belum selesai aku kerjakan, aku tidak ingin menambah masalah dengannya tapi kenapa tuan Zayn sendiri yang malah mencari-cari masalah!" kesal Kinan


" Sudahlah nona Kinan sebaiknya anda segera pergi ke ruangan tuan Zayn sebelum beliau semakin marah !"


Kinan menghela napas kasar " Sungguh bos yang arogan dan menyebalkan!" gumam Kinan pelan


" Saya mendengarnya nona!"


Kinan memutar bola matanya malas " Ya...ya... ya ... aku lupa kalau ada telinganya tuan Zayn disini!"


" Nona!" tegur asisten Joe


" Sudahlah asisten Joe aku juga tidak mau menambah masalah dengannya, kita kesana sekarang!" ucap Kinan lalu mematikan layar komputernya tapi sebelum itu ia memindahkan hasil pekerjaannya kedalam flashdisk lalu membawa benda kecil tersebut di saku bajunya


" Masuk!" teriak Zayn dari dalam ruangannya


" Silahkan nona!" ucap asisten Joe setelah membukukan pintu dan mempersilahkan Kinan masuk ke dalam ruangan Zayn


Asisten Joe sedikit membungkuk setelah itu kembali menutup pintu ruangan sang atasan


Kinan tersentak dan langsung menoleh kebelakang saat mendengar pintu ruangan tersebut sudah di tutup oleh asisten Joe


" Ada apa anda memanggilku tuan ? tanya Kinan tanpa basa-basi


Zayn yang sedang duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya menatap Kinan dengan tatapan yang sulit diartikan


" Kemarilah dan duduk!" titah Zayn terdengar tegas dan dingin


Kinan memutar bola matanya malas dan masih setia berdiri di tempatnya


" Apa kau tuli hah!" bentak Zayn yang langsung membuat Kinan memejamkan matanya mendengar bentakan dari atasannya itu


Dengan langkah gontai mau tidak mau Kinan berjalan mendekat ke arah Zayn

__ADS_1


" Duduk!" titah Zayn tegas dan tak ingin dibantah


Mau tidak mau Kinan akhirnya menurut dan duduk di sofa yang berseberangan dengan Zayn


" Makanlah!" titahnya


Kinan mengerutkan keningnya lalu menatap kotak makanan yang ada di atas meja


" Aku tidak mau kau mati di perusahaanku hanya karena melewati jam makan siang mu!" ucap Zayn terdengar begitu pedas dan menyakitkan


Kinan mendengus kesal dan mengumpat dalam hati


" Aku tidak akan mati hanya karena tidak makan seharian tuan, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku berlebihan seperti itu!" balas Kinan dengan sikap sesantai mungkin


" Cih, rupanya selain tidak tau diri kau juga terlalu percaya diri sekali ya nona!" ucap Zayn dengan senyum mengejeknya


" Jika tidak ada hal yang penting lagi aku permisi tuan, aku harus mengerjakan laporan yang anda minta dan aku tidak ada waktu untuk hal yang tidak penting ini!" ucap Kinan dengan beraninya


Zayn menatap Kinan dengan tajam " Berani sekali kau bicara seperti itu hah, apapun yang aku katakan adalah penting, kau harus ingat itu dan aku tidak ingin ada bantahan jadi cepat kau habiskan makan mu setelah itu kau selesaikan perkejaan mu dengan cepat!" titah tegas Zayn yang tidak terima bantahan


Kinan membulatkan matanya begitu kesal dengan atasannya yang selalu bersikap arogan dan semaunya


" Ingat kau harus patuh dengan perintahku nona Kinan, kau sudah melakukan banyak kesalahan jadi jangan macam-macam!" ucap Zayn dingin membuat Kinan mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan Zayn


" Apa maksud anda tuan?" tanya Kinan


" Kau berhutang pekerjaan pada Z Company grup setelah satu bulan lamanya kau ambil cuti !" terang Zayn


" Dan kau juga tidak bisa resign begitu saja setelah apa yang kau lakukan pada perusahaan ku dan kau tidak akan bisa diterima bekerja dimana pun jika kau berani keluar dari perusahaan ini!" tegas Zayn yang sontak membuat Kinan melotot


" Anda benar-benar sudah tidak waras ya rupanya!" maki Kinan tanpa rasa takut sedikitpun


" Beraninya kau bicara seperti itu!" geram Zayn yang tidak suka dengan ucapan Kinan


" Sebaiknya kau jangan banyak bicara lagi, cepat habiskan makan mu setelah itu selesaikan laporan yang aku pinta secepatnya!" titah Zayn masih memperlihatkan sikap arogannya


" Aku tidak lapar, aku mau menyelesaikan pekerjaan ku saja!" tolak Kinan dengan halus


" Aku tidak suka dibantah jadi cepat habiskan makanmu atau kau sengaja ingin aku menyuapi mu dengan caraku ?" Zayn tersenyum miring sementara Kinan sudah bergidik ngeri tapi sebisa mungkin ia bersikap tenang


" Aku bisa sendiri!" ketus Kinan lalu mengambil kotak makanannya


" Makanlah!" titah Zayn untuk kesekian kalinya karena Kinan masih diam saja


Kinan bergeming dan sedikit was-was atasannya yang arogan dan menyebalkan itu memberinya makan membuat Kinan menatap curiga apalagi ia teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu ketika Zayn dengan tidak sopan menarik tangannya hingga membuat tubuh keduanya bertubrukan


Zayn yang mengerti akan ketakutan Kinan pun dengan cepat menukar kotak makanannya


" Kau bisa memakannya sekarang, tenang saja aku tidak akan mungkin membiarkan mu mati begitu saja di ruangan ku!"

__ADS_1


Kinan semakin membulatkan matanya setelah mendengar ucapan Zayn yang ternyata dapat membaca pikirannya


__ADS_2