Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Menyedihkan


__ADS_3

Di sebuah rumah


" hei kau cepat bersikan itu!!" terdengan suara seorang perempuan yang tenga menyuruh saudaranya untuk membersikan meja


" jangan melamun terus bersikan dengan benar" ucap saudaranya yang lain


Sedangkan yang mereka suruh hanya bisa melakukan apa yang dua orang itu minta, walaupun tidak seharusnya dia melakukannya.


" kenapa kau tidak bisa melakukan pekerjaan yang semudah ini hah!" ucapnya sambil merebut kain lap yang di gunakan untuk membersikan meja


" jika muda kenapa kau tidak melakukannya sendiri" ucap seorang gadis yang bernama Kristal


Kristal melihat kedua orang di depannya yang juga tenga melihatnya dengan tatapan merendahkan. Namun sepertinya Kristal sudah tidak tahan selalu di perlakukan seperti itu, rumah ini duluhnya adalah rumahnya dan kedua orang tuanya, namun saat ibunya tiada ayahnya menikah lagi dengan ibu dari dua orang di depannya.


Sebelum ayahnya meninggal, mereka memperlakukan Kristal sangat baik seperti layaknya anak sendiri. Namun setelah kepergian ayahnya, mereka mulai menunjukan sifat mereka yang sebenarnya. Setiap saat Kristal selalu bersabar ketika mereka memperlakukannya seperti pebantu, namun sekarang dia sudah menginjak umur 18th dan tidak akan diam lagi.


" hah? apa matsudmu coba katakan sekali lagi" ucap Sherly salah satu saudara tirinya


" mungkin keberaniannya tadi hanya sesaat kak, sekarang dia diam seperti telah menyesal mengatakan itu" ucap Mely adik Sherly yang kerjanya selalu menganggu Kristal


Kedua saudara itu selalu mengangunya dan tak membiarkan Kristal hidup dengan tenang, setiap saat mereka tidak perna tidak menganggu Kristal. Setiap pulang dari kampus kedua saudara itu mulai mempelakukan Kristal seperti pembantu mereka.


" cepat lap meja itu sampai bersi! Jangan terus diam disana!" ucap Sherly seraya melepar kain lap yang sebelumnya ada di tangannya


Namun Kristal tidak mengambil kain lap itu, dia malah mengabaikannya dan menatap kedua saudara itu.


" aku tidak akan perna melakukan apa yang kalian suruh lagi! Aku bukan pebantu kalian" ucap Kristal


" apa! Beraninya kau melawan!" kemudain Sherly mendatanginya dan berniat menamparnya


" apa yang akan kau lakukan hm?" ucap Kristal sambil menangkap tangan Sherly yang berniat menamparnya


Kemudian Kristal melepas tangan Sherly dan berjalan ke arah kamarnya. Kedua saudara itu hanya melihat Kristal dengan heran karna tidak biasanya Kristal melawan mereka.


" kak apa yang terjadi denganya, tidak biasanya dia melawan kita" ucap Mely


" sudahlah dia nanti juga akan sama seperti sebelumnya, jika kita mengadukannya kepada ibu dia pasti akan langsung bersujud minta maaf kepada kita" ucap Sherly


Namun setelah beberapa saat Kristal kembali dengan membawa koper yang berisi barang-barangnya. Dia mengabaikan kedua saudara itu dan berjalan menuju pintu, dia memutuskan untuk pergi dari rumahnya sendiri dari pada mendapatkan perlakukan yang buruk dari mereka.


" hei kau mau kemana!?" tanya Sherly namun Kristal mengabaikan pertanyaannya dan terus berjalan menuju pintu


" apa dia akan pergi kak, kalau dia pergi bagaimana kita jelaskan pada ibu nanti" ucap Mely


" jangan khawatir aku yakin dia tidak akan pergi jauh mungkin nanti dia akan kembali, dia kan tidak punya siapa-siapa lagi selain kita" ucap Sherly

__ADS_1


" kau benar kak" kemudian kedua saudara itu tidak memperdulikan kepergian Kristal.


Kristal memang memutuskan untuk pergi, tapi dia juga harus memikirkan cara untuk melewati malam ini. Jika dia masih belum menemukan tempat tinggal, disaat malam tiba dia mungkin akan bermalan di luar. Tapi itu lebih baik baginnya dari pada harus tinggal seatap bersama mereka, Kristal hanya perlu mencari tempat tinggal untuk malam ini.


Ini pertama kalianya baginya ada dalam keadaan seperti ini, jadi terlihat jelas dari wajanya bahwa dia terlihat bingung. Namun dari belakannya ada seseorang yang tiba-tiba menepuk bahunya, itu membuat Kristal langsung melihat ke belakang saking terkejutnya.


" hah!?" ucapnya melihat ke belakang


" kenapa anda disini?" Tanya orang di belakangnya


" bibik" ucap Kristal setelah tau bahwa orang itu adalah bibiknya


Di dalam rumah itu yang perduli dengannya hanyalah bibik pembantunya, dulu ayah dan ibunya saat masih hidup membantu bibi itu untuk mendapatkan pekerjaan. Sekarang dia membalas kebaikan orang tuan Kristal dengan memperlakukan Kristal seperti anaknya sendiri.


" nona apa anda diusir dari rumah, apa saudara tiri anda yang melakukannya?" Tanyanya


" tidak, aku memutuskan untuk pergi sendiri karna aku sudah tidak tahan dengan mereka" ucap Kristal


" tapi jika anda pergi anda akan tinggal dimana?" tanya bibiknya


" aku tidak tau, tapi aku akan berusaha mencari tempat tinggal" ucap Kristal


" kalau begitu nona aku akan membantumu mencari penginapan, tidak baik bagi seorang gadis berjalan sendiri di malam hari" ucap bibiknya


" baiklah bibik terimakasi" ucap Kristal


" bibik.."


Kemudian mereka berdua bersama-sama mencari sebuab penginapan yang ada di kota ini, sekian lama hari sudah mulai malam tapi untunnya mereka sudah menemukan penginapan yang cocok untuk Kristal tempati. Walaupun tidak besar tapi Kristal sudah senang akhirnya dia bisa menemukan tempat tinggal yang akan menjadi rumah barunya.


" nona apa kau yakin akan tinggal disini sendirian?" Tanya bibinya


" aku yakin bibik terimakasi sudah membantuku selama ini" ucap Kristal bersyukur


" tapi bagaimana dengan keuangan anda?" Tanyanya


" aku pasti bisa mengatasinya bibik, bibik tidak usah khawatir" ucapnya


" baiklah, kalau begitu aku pergi dulu anak-anakku pasti sudah menunggu" ucap bibiknya


" baiklah sampai jumpa bibik" ucap Kristal


" jaga dirimu baik-baik nona, aku akan sering berkunjung" ucap bibiknya kemudian dia pergi


Setelah bibiknya pergi, Kristal mendatangi pemilik penginapan itu untuk menyewa satu kamar untuk dia tempati. Dia berharap harga kamar yang akan dia sewa tidak terlalu mahal agar nanti dia tidak kesulitan untuk membayarnya.

__ADS_1


" paman aku ingin menyewa satu kamar, berapa harganya?" Tanya Kristal


"Satu bulan 330, kau ingin menyewah berapa hari?" Tanya paman itu


" um kalau begitu aku sewa sebulan dulu, ini paman" kemudian Kristal melepas cincin yang ada di tangannya dan memberikannya kepada paman itu


" apa aku bisa membayarnya dengan cincin ini dulu, sekarang aku belum mempunyai uang" ucap Kristal berharap paman itu menginjinkannya


" baiklah, kau bisa membayarnya dengan cincin itu" ucapnya


" terimakasi" paman itu langsung mengambil cincin yang Kristal kasi


Kemudian paman itu mengeluarkan sebuah buku dan menulis sesuatu di sana dan dia lalu menatap ke arah Kristal dan menanyakan namanya.


" siapa namamu?" Tanyanya


" ehh namaku Kristal evelony crisley" ucapnya


" Kristal evelony crisley, nama yang bagus" ucapnya sambil menulis namanya di buku itu


" teriamakasi paman, aku juga menyukai namaku" ucap Kristal tersenyum


" nomer kamarmu 012 ini kuncinya" ucap paman itu sambil memberikan sebuah kunci


" terimakasi paman" Kristal lalu mengambilnya dan langsung pergi menuju kamarnya


" 009, 010, 011, nah ini dia 012, ini adalah kamarku" ucap Kristal setelah menemukan kamarnya


Kristal lalu membuka pintu kamarnya dan melihat isinya, memang tidak mewah tapi di dalam kamarnya sudah hampir lengkap semua, bahkan dia melihat dapurnya begitu bersi dan kulkasnya hampir terisi oleh makanan.


" wah isinya sangat lengkap, sepertinya aku akan betah tinggal di sini" ucap keristal


Kristal lalu memasukan baju-bajunya ke dalam lemari yang sudah disediakan, setelah itu dia memutuskan untuk membersikan dirinya karna lelah seharian ini. Kristal yang sudah selesai bersi-bersi kembali ke ranjangnya dan memulai untuk tidur.


" besok aku akan kuliah, sebaiknya aku cepat tidur" ucap Kristal, dia pun istirahat.


Setelah kepergiannya kedua saudara tirinya mengatakan kepada ibu mereka bahwa Kristal telah pergi dari rumah ini. Yang pertama ibu mereka katakan hanya diam dan membiarkan hal itu terjadi.


" apa tidak masalah bu membiarkan dia pergi" ucap Sherly


" biarkan saja jika dia ingin pergi, aku yakin dia tidak akan tahan dan nanti pasti akan kembali sendiri" ucapnya


" itu memang benar, dia tidak akan bisa bertahan hidup diluar, mungkin sekarang dia pasti sedang menangis ya kak" ucap Mely


" ya dia pasti tidak akan tahan dan akan kembali , saat dia kembali kita harus menyambutnya dengan baik kan" ucap Sherly tersenyum licik

__ADS_1


" kau benar"


" sudah sebaiknya kalian cepat kembali ke kamar dan istirahat" ucap ibu mereka


__ADS_2