
Berita yang direncanakan telah muncul di seluru internet, berita itu sudah menggembarkan banyak orang yang telah membacanya. Salah satunya adalah Leon, dia yang sudah mendapatkan tempat tinggal tidak sengaja membaca berita tersebut.
" apa ini, kenapa bisa mereka merencanakan ini tampa mengatakan terlebih dahulu pada Arland" ucapnya
" semoga Kristal tidak mengetahuinya, aku harap dia tidak sedih saat tau berita ini" lanjutnya
Dirumah Arland
Arland terbangun ketika merasa bahwa gadisnya itu sudah tertidur, dia sedikit mendengar dengkuran halus kekasihnya. Arland dengan pelan langsung membaringkan Kristal di tempat tidurnya dan menyelimutinya.
" kenapa tidak bilang kalau kau sudah mengatuk, kau sampai tidur seperti itu" ucapnya seraya membelai pipi Kristal lembut.
Diapun ikut tidur di samping Kristal sambil menyelimuti dirinya sendiri.
Di rumah dokter Arya
Dokter Arya terbangun karna merasa kedinginan, dia pergi ke dapurnya untuk menyeduh segelas teh agar dirinya merasa lebih nyaman. Dengan teh di tangannya dia kembali ke kamarnya, sebelum meminum tehnya dia memeriksa sesuatu di handphonenya.
" kita lihat apa ada sesuatu yang menarik" ucapnya sambil menyeruput tehnya
Namun seketika dia tersedek ketika membaca sebuah berita yang ada di handphonenya, dia merasa kesakitan karna tersedak teh yang masih panas.
" uhuk! Apa ini" ucapnya sambil mengelap bibirnya
" tidak kusangkah orang itu merencanakan ini, semoga gadis yang bersama Arland belum tau tentang berita ini" ucap Arya sambil membersikan sisa tumpahan tehnya.
Setelah itu dia berencana menghubungi Arland untuk memberitaukan tentang berita yang dia baca.
" kenapa dia tidak mengankatnya, apa dia sudah tertidur" ucapnya
" sebaiknya aku mengirimnya pesan saja, semoga dia membacanya sebelum gadis itu mengetahui berita ini" ucap Arya lalu dia mengirim pesan singkat kepada Arland.
Di rumah Arland
Arland pun terbangun karna dia sudah terbiasa bangun pagi-pagi sekali, setelah bangun dia selalu memeriksa hand phonennya. Hanya saja ketika dia melihat handphonenya disana dia melihat banyak panggilan dari Arya yang tidak dia angkat. Dia melihat satu pesan yang Arya kirim dan langsung memeliksanya.
" biar aku lihat apa yang dia tulis" ucapnya sambil memeriksa pesan dihpnya
' Arland coba kau lihat berita terbaruh ' ucap pesan yang Arya kirim
" berita apa yang dia maksud, coba aku periksa" ucapnya melihat berita terbaru di hpnya
~~ Berita terbaruh, pertunangan presdir Success sudah direncakan dan kabarnya mereka akan melaksanakan upaca pertunangan dua hari lagi, kira-kira siapa gadis yang beruntung itu ya ~~
Melihat judul berita yang begitu besar membuatnya sangat marah, bagaimana tidak tampa memberitaunya orang itu merencanakan pertunangan dengan orang lain. Apalagi sekarang dia sudah mempunyai Kristal, jika Kristal sampai melihat berita ini tidak tau apa yang akan dia rasakan.
" Beraninya mereka membuat berita ini!" ucap Arland marah
Setelah melihat berita yang ada di hpnya, Arland langsung melempar handphonenya ke lantai. Namun yang dia lakukan barusan membuat Kristal terbangun, Arland langsung bersikap seperti tidak terjadi apa-apa dan mendatanginya.
" umm Arland.." panggilnya
" ya sudah bangun" ucap Arland dengan hangat
" tadi aku mendengar sesuatu, apa itu?" tanyanya setenga sadar
" mungkin kau salah dengar, hari kau ada kelas kan cepat bersiap aku akan mengantarmu ke rumahmu" ucap Arland
" iya" kemudian Kristal bangun
Kristal langsung pergi ke kamarnya dan Arland menunggu dia selesai menyiapkan diri, sebelum Kristal datang Arland mengambil hpnya yang masih baik-baik saja walaupun sudah dia lempar untuk menghubungi Leon.
" halo"
" Leon, aku ingin kau melakukan sesuatu"
__ADS_1
" apa ini berhubungan dengan berita itu?"
" ya. Aku ingin kau seharian ini terus bersama Kristal, jangan biarkan dia mengetahui tentang berita itu sampai aku menyelesaikannya"
" aku mengerti, aku akan bersamanya sampai kau mengurus berita itu"
" bagus"
Tut tut..
Setelah itu Arland langsung mengantar Kristal yang sudah selesai menuju rumahnya, kenapa? karna buku-bukunya ada di rumah itu. Setelah sampai di rumah Kristal, dia langsung mengikuti Kristal yang turun dari mobilnya.
" aku bersiap-siap dulu ya, kau bisa menunggu di sini" ucap Kristal
" ya" sahut Arland
Arland melihat di dapur ada bibik Kristal yang tenga menyiapkan sarapan. Dan kemudian Kristal keluar dari kamarnya dan menuju bibiknya, melihat apa yang bibiknya itu masak membuatnya lapar dan ingin langsung memakannya.
" waah bibik masak apa" ucap Kristal
" ini masakan kesukaanmu, ayok makan dulu sebelum berangkat" ucap bibiknya
" baik" ucap Kristal menampilkan senyum manis
" Arland ayok ikut makan bersama kami" ucap Kristal sembari menarik tangan Arland
" baiklah" Arland lalu menerima tawar Kristal untuk makan bersama
Kemudian setelah menghabiskan semua masakan yang bibiknya itu buat Kristal langsung menarik Arland keluar dari rumahnya.
" ayok berangkat" ucapnya, namun Arland tiba-tiba mengambil handphonenya
" kenapa kau mengambil telfonku?" Tanya Kristal
" itu ide yang bagus, dengan begitu kau bisa menghubungiku jika ingin bertemu, jangan menyuruh orang itu lagi" ucap Kristal
" matsudmu Raka, memangnya ada apa dengannya?" tanya Arland
" jadi itu namanya, dia itu sangat menyebalkan terus saja menjawab dengan kalimat yang sama, benar-benar membuatku kesal" ucap Kristal
" dia memang begitu, tapi sudahlah lain kali aku tidak akan menyuruhnya untuk menjemputmu" ucap Arland
Arland pun mulai menjalankan mobilnya menuju kampur Kristal, alasan dia mengambil handphonenya hanya agar Kristal tidak mengetahui tentang berita itu. Memang yang dia lakukan demi kebaikannya, jika nanti Kristal mengetahuinya dia akan mengerti apa yang telah Arland lakukan.
Mobilnya berhenti tepat di depan kampurnya, sebelum Kristal pergi Arland sekali lagi memanggilnya.
" Kristal" panggil Arland
" ya"
" hari ini Leon akan menemanimu, jadi kau jangan jauh-jauh darinya" ucap Arland
" hm? Kenapa kau tiba-tiba ingin Leon menemaniku, apa kau tidak takut kami nanti akan dekat" ucap Kristal
" dia tidak akan berani" ucap Arland
" okdeh kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap Kristal
" ya" Kristal lalu terus dari mobil Arland dan datang ke kelasnya
Setelah mengantar Kristal, Arland langsung berbalik menuju kantornya untuk memikirkan cara agar Kristal tidak mengetahui tentang masalah ini. Saat ini dia sudah berhasil, namun siapa tau mungkin nanti cepat atau lambat dia akan mengetahuinya.
Di perusahannya karna berita ini sudah menyebar para karyawannya langsung mengucapkan selamat ketika dia sampai di kantornya. Dia tidak memperdulikan para karyawannya, saat ini dia ingin segera pergi ke kantornya.
Raka yang sudah sudah tau mengenai berita ini langsung menemui Arland, memutuskan pertunangannya tampa memberitaukannya terlebih dulu, Raka yakin saat ini Arland pasti sangat marah.
__ADS_1
Dia melihat Arland masuk ke ruangannya, Raka mengikuti Arland karna dia mengkhwatirkan keadaan temannya itu.
" Arland" panggil Raka
Namun Arland tidak menjawabnya, dia duduk di kursinya dengan epresi yang sulit dijelaskan, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu hingga membuatnya tidak memperhatikan yang lain.
" Arland kau baik-baik saja?" Tanya Raka
" apa aku terlihat baik-baik saja" ucapnya
" setelah ini apa yang akan kamu lakukan Arland" ucap Raka
" tentu saja aku akan kesana dan menemui orang itu, aku tidak akan dengan muda menerima perjodohan ini" ucapnya
" jika kau tau yang akan kau lakukan selanjutnya, kenapa kau terlihat masih sangat marah?" Tanya Raka
" kau tau aku sudah mempunyai Kristal sebagai kekasihku, jika dia sampai mengetahui tentang berita ini aku tidak mau melihatnya sedih" ucap Arland
" jadi kau saat ini sangat mencemaskannya" ucap Raka
" ya, kali ini aku berhasil menyembunyikan masalah ini, tapi aku tidak yakin nanti apa Kristal akan mengetahuinya" ucap Arland
" aku dengan Leon sudah kembali, kenapa kau tidak menyuruhnya untuk bersamanya seharian ini" ucap Raka
" aku sudah melakukannya, tapi Leon tidak mungkin selalu bersamanya apalagi dia bukan murit kampus itu" ucap Arland
" jika dia mengetahuinya kau hanya perlu menjelaskannya kan, jadi jangan mengkhawatirkannya" ucap Raka
" tetap saja, saat dia mengetahuinya dia pasti akan sedih aku tidak mau itu terjadi" ucap Arland
" hmm jadi kapan kau akan menemui pamanmu" ucap Raka
" tentu saja sekarang, apa kau mau ikut?" Tanya Arland
" tentu saja aku akan menemanimu" ucap Raka
Kemudian mereka pergi ke luar perusahan dan menuju ke rumah paman Arland. Perjodohan ini tidak akan bertahan lama, jika mereka bisa merencanakan perjodohan tampa sepengetahuannya, Arland hanya perlu membatalkan perjodohan itu.
Akhirnya dia sampai di rumah yang perna dia tinggali bersama keluarnya, sekarang rumah itu sudah di ambil alih oleh pamannya sendiri. Sejak saat pamannya itu mengambil semua yang dimiliki orang tuanya, Arland mulai paham bahwa tidak semua orang yang memiliki hubungan darah adalah seorang keluarga.
Arland langsung masuk ke rumah itu walaupun dia sempat di halangi penjaga rumah, namun mereka tidak berani bertindak lebih karna ini duluhnya adalah rumah Arland. Arland dengan muda sudah ada di dalam rumah ini, dia melihat sekeliling dan sudah banyak yang di uba oleh pamannya.
Sudah lama dia tidak melihat isi rumah ini lagi, sekarang saat dia sudah ada di sini dia malahan merasa asing dengan rumah ini. Lalu pamannya datang dan menghampirinya, reaksinya saat melihat keponakannya itu seperti memang sudah tau bahwa Arland akan datang.
Dia dengan sebuah senyuman yang palsu datang mendekati Arland, walaupun saat ini Arland sangat marah tapi dia tetap terlihat tenang saat pamannya itu datang menghampirinya.
" kenapa kau datang kesini, ada apa?" Tanyanya seolah-olah dia tidak tau
" aku hanya ingin bertemu dengan paman saja" ucap Arland
" ayok duduk, kau datang tepat waktu sebentar lagi akan ada yang kesini" ucapnya
Arland dan Raka duduk di sofa yang sudah disediakan, mereka merasa tidak tahan terus ada di rumah ini. Tatapan paman Arland yang sangat palsu itu menjadi jawaban kenapa mereka tidak tahan terus ada disini.
" siapa yang akan datang paman?" Tanya Arland
" tentu saja calon tunanganmu" ucapnya
Arland mengepalkan tangannya ketika mendengar sebutan tunangan itu.
" siapa?" Ucap Arland
" teman masa kecilmu, Eryna" ucapnya
' tentu saja, seharunya aku sudah menyadarinya ' batin Arland
__ADS_1