
Sebelumnya
Arland sudah ada di depan kampus Kristal, dia melihat banyak siswa-siswa yang buru-buru kembali ke rumah masih-masih. Namun di antara semua siswa itu tidak ada orang yang saat ini dia tunggu. Dia malah menjadi pusat perhatian siswa-siswa yang lewat di depannya.
Arland hanya bisa menunggu sampai dia keluar dari kelasnya.
" dimana dia kenapa belum keluar juga" ucapnya "apa dia sudah pulang? tapi seharusnya masih belum kan" lanjutnya
Namun kemudian ada satu orang siswa yang berlari ke arahnya dengan terburu-buru, siswa itu terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya jadi Arland langsung keluar dari mobilnya.
" kau pasti pacar Kristal kan" ucapnya
" ada apa?" Tanya Arland
" dia sedang dalam masalah, saudaranya saat ini sedang mengganggunya" ucapnya
" apa! Dimana dia sekarang!" ucap Arland
" ayok ikut aku" siswa itu lalu menunjukan jalannya dan Arland mengikutinya dari belakang
Kemudian mereka sampai di kamar mandi perempuan dan di depan pintu mereka sudah mendengar suara teriakan dari dalam.
" ini adalah hukumanmu karna kau sudah berani bicara seperti itu dengan kami, jika ibu tau kau sudah berani, kau akan lebih menderita dari yang kau rasakan sekarang!!" ucap sebuah suara yang mirip dengan suara Sherly
" kau juga sudah berani ya bermain-main dengan pria liar, tidak kusangka kau sekarang memang sudah menjadi perempuan j*lang!!" ucapnya serasa menunjukan jarinya ke arah Kristal
" jangan perna mengatakan itu tentangnya!" ucap Kristal masih mencoba melawan
" hahaha!! Lihat kak dia masih membela laki-laki liar itu" tawa Mely
" mau bagaimana lagi diakan sudah menganggap laki-laki itu sebagai pasangannya, siapa tau nanti laki-laki liar itu akan meninggalkannya hahah!!" tawanya dan Kristal hanya tertunduk di lantai.
Melihat Kristal yang terus membelahnya membuat Arland tidak bisa tinggal diam, dia langsung masuk ke dalam dan menghadapi kedua saudara itu.
" siapa yang kalian sebut laki-laki liar" ucap Arland
Kedua saudara itu tampak terkejut ketika melihat siapa yang datang menghampiri mereka, Kristal juga nampak terkejut ketika ada seseorang yang berjalan ke arahnya.
" kau baik-baik saja?" Tanya Arland seraya membantu Kristal berdiri
" Arland kenapa kau disini" ucapnya
" aku ingin menjemputmu tapi aku malah mendengar kau telah di ganggu kedua orang itu, jadi aku buru-buru kesini karna ingin melihat keadaanmu" ucap Arland, Arland lalu melihat memar di pipi Kristal
" siapa yang melakukan ini padamu, apa mereka?" ucap Arland, Kristal tertunduk tak menjawab
Arland lalu melihat ke arah dua saudara itu dan mendatanginya, tatapannya begitu dingin hingga membuat mereka tidak berani maju.
" heh! Lihat laki-laki liar itu sudah datang, dia pasti datang menjemputmu kan, mengaku saja kau ada hubungan dengannya" ucap Sherly
" lalu, apa hubungannya denganmu?" Ucap Arland
__ADS_1
" tentu saja ada hubungannya, dia adalah adikku yang tidak tau diri berhubungan dengan laki-laki liar sepertimu!" ucap Sherly
" apa iya, bukannya kalian tidak menganggapnya sebagai keluarga kenapa sekarang kau mengurus urusannya" ucap Arland
" k-kau, dasar laki-laki liar yang tak tau diri, beraninya kau bicara seperti itu padaku!" Ucap Sherly marah, dia berniat menampar Arland namun dengan muda Arland menghidar malahan dia menampar balik Sherly hingga terpental kebelakang.
" apa yang kau lakukan, hei Kristal lihat apa yang dia lakukan terhadap kakak!" ucap Mely sambil membantu Sherly berdiri
" asal kalian tau, Kristal adalah kekasihku jika aku melihat kalian menganggunya lagi kalian akan tau akibatnya!" Ucap Arland
Mendengar apa yang baru saja Arland katakan itu membuat Kristal nampak terkejut.
" apa yang kau katakan Arland" ucap Kristal, namun Arland hanya melihatnya dengan senyuman tipisnya
" l-lihat saja nanti!" Kemudian Sherly dan Mely pergi meninggalkan Arland dan Kristal
Setelah mereka berdua pergi, Kristal langsung bertanya lagi tentang apa yang baru saja Arland katakan di depan Sherly dan Mely.
" Arland kenapa kau mengatakan itu?" Tanyanya
" ayok kita kembali dulu, kau harus segera mengobati lukahnya sebelum membekas" ucap Arland
" um baiklah" ucap Kristal
Setelah itu Arland membawa Kristal pergi dari sana dan membawanya ke arah mobilnya yang dia biarkan ada di depan gerbang kampus. Kondisi kampus Kristal terlihat sepi karna siswa-siswa sudah kembali, mungkin hanya ada beberapa guru yang masih ada di kampus ini.
Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Arland langsung menjalankannya tampa basa-basi, dia berniat membawa Kristal ke rumahnya untuk mengobati memar di pipinya. Di sepanjang perjalanan Kristal terus saja bertanya tentang yang Arland katakan, namun Arland terus fokus mengemudi seperti tidak mau menjelaskannya.
" Kristal" pangginya kemudian
" iya" jawab Kristal dengan cepat
" aku tidak sengaja mengatakan itu" ucapnya tampa menguba pandangan
Namun setelah mendengarnya enta kenapa Kristal malah merasa kecewa, seharunya dia tau tidak mungkin orang seperti Arland menaruk rasa padanya. Mereka juga baru kenal tidak mungkin sudah mulai tumbu rasa suka, namun kenapa saat ini Kristal merasa sedih.
" tapi jika kau mau itu tidak masalah" ucap Arland lagi
" apa?" Tanya Kristal tidak mengerti
" jadilah kekasihku Kristal" ucapnya
" hah apa!?" Ucap Kristal terkejut
" aku serius, apa jawabanmu" ucap Arland tampa menguba pandangannya kedepan
" aku tidak tau, lagi pula untuk apa kau mengatakan itu" ucap Kristal sambil mengubah pandangannya ke jendela mobil
Arland melirik Kristal sekilas, dia tidak tau kenapa Kristal terlihat sedih padahal dia baru saja ingin menjadikannya kekasihnya, kalau orang lain mungkin akan langsung menerimanya tapi kenapa gadis di sampingnya itu berbeda.
" kenapa?" Tanya Arland
__ADS_1
" tidak ada" ucap Kristal
" apa kau tidak menyukainya?" Tanya Arland lagi
" bukan begitu, hanya saja sebaiknya kau jangan mengatakan hal itu jika bukan tulus dari hatimu, aku tidak ingin menjalin hubungan tampa perasaan suka" ucapnya
Seketika itu membuat Arland terdiam, gadis disampingnya itu hanya tidak mau menerima Arland jika dia tidak mempunyai rasa padanya. Namun Kristal tidak tau bahwa bukan tampa alasan Arland ingin menjadikannya kekasihnya, Arland tertarik padanya terus memikirkannya seperti dia memang memiliki perasaan padanya cuman Arland tidak menyadarinya.
Arland kemudian menghentikan mobilnya saat sudah sampai di samping penginapan Kristal, dia sebenarnya ingin membawa Kristal ke rumahnya tapi sepertinya itu bukan ide yang bagus. Jadi mau tidak mau dia hanya bisa mengantar Kristal kembali ke penginapannya.
Kristal keluar dari mobil Arland dan berjalan ke arah penginapan yang ada di depanya, namun sekilan dia merasa ada sesuatu yang menahan tangannya jadi dia berbalik untuk melihat apa itu. Tapi yang dia lihat hanyala seseorang yang tenga menggenggam tangannya seperti tidak ingin dia pergi.
" kriatal.. aku serius mengatakan itu, jadi apa kau mau menjadi kekasihku" ucap Arland sambil menatap ke arah Kristal dengan tulus
" Arland apa kau benar-benar serius" ucap Kristal dan Arland hanya tersenyum padanya
" jadi apa kau mau?" Tanya Arland berharap Kristal akan menerima perasaanya
" baiklah" ucap Kristal
Arland langsung menarik Kristal ke dalam pelukannya karna dia sangat senang mendengar jawaban yang Kristal lontarkan. Kristal nampak terkejut ketika Arland tiba-tiba menariknya dan memeluknya.
Selama ini dia tidak perna lagi merasakan pelukan yang hangat seperti ini setelah kehilangan orang tuanya, namun sekarang dia merasakannya lagi. Kristal membalas pelukannya dengan erat hingga air matanya menetas tampa dia sadari.
" aku sangat senang" ucap Arland memeluk Kristal dengan erat
" Arland.. Kau tidak boleh meninggalkanku" ucap Kristal
" tidak akan, aku akan selalu bersamamu" ucap Arland
Kemudian Arland melepas pelukan yang hangat itu dan melihat waja gadis di depannya yang sekarang sudah menjadi kekasihnya. Tidak dia sangka Kristal sampai meneteskan air mata karnanya, dia membelai pipi Kristal secara perlahan hingga Kristal tampak merasa nyaman.
" obati lukamu sangan sampai membekas" ucapnya
" baik"
" Kristal besok aku ingin membawamu ke suatu tempat" ucap Arland
" tapi besok aku ada kelas" ucap Kristal
" kalau begitu nanti malam, aku akan datang menjemputmu" ucap Arland
" memangnya kau ingin membawaku ke mana Arland?" tanya Kristal penasaran
" kencang" sahut Arland
" baiklah" ucap Kristal tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya
" kalau begitu sampai jumpa nanti malam, kau harus berdandan cantik" ucap Arland
" baik" kemudian Arland kembali mengemudikan mobilnya dan Kristal terus di sana sampai mobil Arland tidak kelihatan lagi.
__ADS_1
Setelah Arland pergi Kristal langsung kembali ke kamarnya, dia masih terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Dia terlihat tersenyum sendiri seperti baru saja menemukan kebagaiannya kembali.