
Pagi harinya Arland dan Kristal memulai aktifitas seperti biasa, Arland yang akan mengurus urusan perusahan dan Kristal mengikuti kelas di kampunya. Mereka pergi mengurus urusan mereka masing-masing hingga nanti mungkin mereka akan bertemu.
Arland yang sudah sampai di perusahanya langsung di sambut beberapa karyawan yang sudah sampai lebih dulu darinya. Mereka sudah melakukan ini berkali-kali setiap bertemu dengan Arland, sekarang Arland sudah terbiasa dengan perlakukan karyawannya terhadap dirinya.
Memang Arland terus memperlakukan mereka dengan baik walaupun kadang-kadang dia juga kejam terhadap mereka.
" selamat pagi presdir" ucap mereka sambil membungkuk hormat kepadanya
" pagi" sahutnya
Setiap langkah yang dia lalui selalu ada karyawannya yang datang untuk menyapa atasan mereka. Arland terus melangkah ke sebuah life yang akan membawanya ke ruangan yang ada di lantai atas, namun Raka yang enta dari mana setelah melihat Arland langsung mendatanginya.
" Arland!" panggilnya
Arland langsung berbalik melihatnya, kedatangannya yang tiba-tiba dan terlihat terburu-buru membuat Arland bertanya-tanya.
" kenapa?" tanya Arland
" dia datang" ucapnya setelah mengatur nafasnya
" siapa?" tanya Arland tidak mengerti
Raka langsung membisikan nama orang yang dia maksud, setelah mendengarnya Arland terlihat terkejut dan tidak suka.
" dimana dia sekarang" ucap Arland dengan dingin
" dia sekarang tenga menunggumu di ruanganmu" ucap Raka yang terlihat tidak terkejut ketika melihat raut waja Arland
Tampa mengatakan apa-apa Arland langsung berbalik ke arah life dan menaikinya, dia tidak menyangkah setelah kedatangan pamannya dia mendapatkan tamu yang tak di undang lagi. Arland terlihat begitu tidak menyukai orang yang kali ini datang ke perusahannya, tatapanya sudah terlihat bahwa dia begitu tidak menyukainya.
Kemudian life yang dia naiki berhenti, Arland menunggu sampai pintunya terbuka dan dia langsung berjalan menuju ruangannya.
Saat dia membuka pintu, terlihat seseorang tenga melihat ke arah jendela. Setelah mendengar suara pintu terbuka, perempuan itu langsung berbalik ke belakang untuk melihat siapa yang baru saja masuk.
" Arland~ aku sangat merindukanmu" ucapnya berusaha memeluk Arland, namun Arland menghindar
" kau ini masih tidak berubah, apa kau tidak merindukanku" ucapnya
__ADS_1
" untuk apa kau kesini?" Tanya Arland yang nampak acuh tak acuh
" kenapa kau bicara padaku seperti itu" ucapnya
" jawab!"
" aku dengar kau mengalami kecelakaan jadi aku buru-buru datang kesini untuk melihat keadaanmu, tapi saat aku sudah tiba kau malah memperlakukanku seperti" ucapnya memperlihatkan waja kecewa
" siapa yang mengatakannya!?" tanya Arland lagi
" pamanmu yang mengatakannya padaku, aku begitu menyayangimu ketika mendengar kau terluka aku langsung kembali ke kota A" ucapnya
'seharunya aku tau siapa yang menyuruhnya datang kesini ' batin Arland
" aku tidak perduli dengan yang kau katakan, lagi pula aku tidak ingin orang sepertimu datang ke perusahanku" ucap Arland
" ih Arland~ jangan bicara padaku seperti itu.." ucapnya mencoba menyentu lengan Arland
" jangan menyentuhku! Lebih baik kau cepat pergi dari sini kau hanya akan mengganggu pekerjaanku" ucap Arland
" aku sudah mengatakannya dan aku tidak akan mengatakannya dua kali! Jika kau tidak ingin pergi aku akan menyuruh seseorang untuk mengusirmu!" Ucap Arland
Perempuan berambut oren itu terdiam, namun dia terlihat tidak menyerah mendekati Arland.
" Arland aku minta maaf jika dulu aku perna membuatmu marah!! Tapi bisakah kau jangan memperlakukanku seperti ini, aku sangat sedih jika kau melihatku dengan tatapan benci seperti itu" ucapnya terduduk seperti ingin mendapatkan belas kasihan dari Arland
" seperti yang aku katakan. Aku tidak perduli!" ucapnya tajam hingga membuat perempuan itu tak berkutip
Arland lalu memanggil seseorang untuk membawa perempuan itu pergi, sepertinya dia sudah tidak tahan dengan keberadaan perempuan ini. Tatapannya yang penuh benci akan membuat siapapun yang melihatnya akan merasa ketakutan. Arland melangkah menuju kursinya dan mengabaikan perempuan itu yang masih terduduk tak bergerak sedikitpun.
Kemudian ada satu orang yang masuk ke dalam ruangannya, dia adalah orang yang tadi Arland panggil untuk membawa perempuan itu pergi.
" ada apa tuan" ucapnya dengan sopan
" bawa dia pergi dari ruanganku!" ucap Arland
" baik tuan" kemudian orang itu mendekat ke arah perempuan yang masih terduduk itu dan mambantunya berdiri
__ADS_1
" lain kali jika kau tidak ingin di perlakukan seperti ini sebaiknya jangan datang ke perusahanku lagi" ucap Arland sebelum perempuan itu dibawa pergi
Namun tepat di depan pintu perempuan itu mengatakan satu hal sebelum pergi dengan sendirinya.
" Arland aku pasti akan membuatmu menyesal karna sudah memperlakukanku seperti ini" ucapnya lalu dia pergi dari ruangan Arland
Orang yang diperintalan Arland untuk membawanya terdiam ketika perempuan itu pergi dengan sendirinya, Arland langsung menyuruh orang itu untuk pergi dan membiarkannya sendirian.
" kau pergila" ucap Arland sambil memijat pelipisnya
" baik tuan"
Perempuan itu bernama Eryna, dulu saat usia Arland masih 6th, dia dan Eryna saling kenal dan menjadi teman, mereka selalu bersama-sama seperti tidak akan perna terpisakan. Waktu itu ibu Arland sangat menyukai Eryna, dia bahkan memutuskan untuk menjodohkan mereka saat sudah besar.
Tapi perjodohan itu tidak perna terjadi karna kedua orang tua Arland sudah tiada. Tapi selama aryna bersama dengan Arland, dia mulai merasa bahwa dirinya memang telah menyukai Arland.
Saat usia mereka sudah belasan tahun, Arland dan Eryna sekolah di tempat yang sama, disana Eryna memberanikan diri untuk mengatakan perasaanya kepada Arland. Namun enta kenapa Arland malah menolaknya dengan alasan, dia hanya menganggapnya sebagai adiknya sendiri.
Waktu itu kedua orang tua Arland sudah tiada, dan Arland memutuskan untuk mulai membangun kehidupannya sendiri. Di sekolah itu Arland bertemu dengan, arya, Raka dan satu temannya lagi, mereka menjadi teman yang sangat dekat seperti layaknya saudara.
Eryna sangat kecewa ketika Arland menolak cintanya, apalagi waktu itu dia mengungkapkan perasaanya di depan banyak orang. Saat Arland menolaknya, banyak orang-orang yang membicarakan dirinya. Saat itu Eryna menjadi marah ketika orang-orang berbicara buruk tentangnya, dia jadi lebih berusaha mendapatkan hati Arland apapun yang terjadi, walaupun menggunakan cara kotor sekalipun.
Setelah dia menolaknya, Arland jadi merasa bahwa sikap Eryna jadi beruba, hal itu membuatnya jadi tidak menyukainya. Bahkan selama bertahun-tahun Arland merasa bahwa Eryna selalu mencoba lebih dekat dengannya.
Namun setelah cukup terlambat Arland menyadari alasan aryna berubah dia juga mulai mengetahui rencana yang Eryna pikirkan selama ini. Banyak hal yang Eryna lakukan untuk mendapatkan hatinya hingga membuat Arland menjadi membenci dirinya.
Setelah bertahun-tahun mereka tidak bertemu, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu kembali, tapi Arland tidak berharap bisa bertemu dengannya lagi. Sekarang dia sudah mempunyai Kristal sebagai kekasihnya, dia takut Eryna akan menyakiti Kristal ketika dia tau bahwa dia sudah mempunyai kekasih.
Karna itu saat mendengar bahwa dia sudah kembali, ada perasaan tidak nyaman yang langsung Arland rasakan. Apalagi Eryna datang kesini karna suruhan pamannya, pasti pamannya sengaja menyuruh Eryna datang ke perusahannya agar dia bisa mengambil hatinya.
Jika aryna berhasil dengan bantuan keluarga Eryna yang juga seorang pengusaha, pamannya itu pasti akan dengan muda merebut perusahannya.
Jika kedua keluarga ini bersatu, akan sangat muda baginya untuk merebut perusahan Success yang Arland bangun sendiri. Perusahan yang Arland bangun masih mempunyai marga keluargannya, dimana marga pamannya juga sama dengan margannya.
Jadi bukan tidak mungkin perusahaannya itu bisa di alihkan ke tangan pamannya, karna pamannya itu adalah kakak dari ayahnya.
Tapi tentu saja Arland tidak akan muda memberikan perusahaanya pada orang yang tidak dia suka, walaupun keluarga dengan marga yang sama dengannya.
__ADS_1