
Ketika dia sudah tertidur, ada seseorang yang berjalan ke arahnya dengan pelan. Dia adalah Kristal dengan selimut yang ada di tangannya, dia kemudian menyelimuti Arllat yang sudah tertidur. Ketika dia tau bahwa Arllat tidur di sofa karna dia menepati kamarnya, itu membuat Kristal tidak tega hingga dia keluar dan membawakanya selimut.
Saat dia ingin kembali, dia tidak sengaja menemukan sesuatu jatuh dari kantong Arllat, diapun mengambilnya dan melihat apa itu.
" ini sebuah foto? Coba aku liat foto siapa ini" ucapnya, dia lalu melihat foto itu
" k-kenapa dia mempunyai foto ini.."
Kristal terlihat di diam di tempat ketika melihat foto yang ada di tangannya, sangat terkejut dan tidak percaya saat dia melihatnya. Dia menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar dan membangunkan Arllat, kemudian mengembalikan foto itu dan kembali ke kamarnya.
Dia terus memikirkan alasan kenapa Arllat menyimpan foto itu, semakin dia memikirkannya semakin membuatnya bingung. Kristal jadi merasa bahwa ada alasan kenapa Arllat mendekatinya, dia jadi ingin menjauh darinya dari pada sesuatu terjadi di antara mereka.
Tapi ketika Arllat menyelamatkannya, itu membuat Kristal tidak ingin berfikir yang tidak-tidak tentangnya, akhirnya dia memutuskan untuk tidur dan menayakan semuanya nanti.
Arllat tertidur dengan nyenyak hingga memimpikan masa lalu yang cukup inda sekaligus sedih baginya. Itu adalah masa-masa yang membuatnya merasa bahagia walaupun kemudian harus menerima kesedihan, sesuatu yang menjadi alasan kenapa sekarang dia ada di kota ini.
Mimpi Arllat...
Suara hujan yang begitu lebat terdengar dari dalam sebuah rumah, rumah yang di huni tiga orang termasuk anak laki-laki yang bernama Arllat. Anak laki-laki itu sekarang tenga ada di kamarnya, dia sedang belajar karna itu yang selalu dia lakukan.
Wajah anak laki-laki itu selalu terlihat datar walaupun sekarang umurnya masih 6 tahun, kebiasaanya yang begitu tergila-gila dengan belajar membuatnya tidak punya teman. Orang tuanya sangat mengkhawatirkan kedaan anak mereka jika seperti ini terus, walaupun mereka bangga karna anak mereka selalu mendapatkan rengking satu.
Tapi yang membuat mereka khawatir itu adalah sifat dinginnya, anak mereka begitu dingin walaupun dia sebenarnya sangat baik. Jika terus seperti itu, mereka takut nanti tidak ada yang menyukai anak mereka, mereka juga takut nanti anak mereka akan hidup sendirian.
Kemudian ibu Arllat mengetuk pintu kamarnya untuk mengatakan sesuatu, Arllat dengan sigap langsung membukakan pintu untuk ibunya.
" ada apa ibu" serunya
" Arllat antar ini pada tetangga kita yang baru pinda tadi malam dan katakan untuk kesini nanti, kita akan menyambut kepindahan mereka dengan makan malam" ucap ibunya sambil memberinya sebuah kotak yang berisi makanan
" baiklah ibu aku akan mengantarkannya" ucapnya lalu berjalan mendahului ibunya, ibunya hanya melihat Arllat dari belakang dan kemudian dia kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam yang akan di hadiri tetangga baru mereka.
Arllat mendatangi sebuah rumah yang ada di samping rumahnya, dia mengetuk pintu itu hingga seorang pria parubaya membukakan pintu.
" ada apa ya" ucap pria parubaya yang membukakan pintu itu
" halo, ibu menyuruku untuk memberikan ini pada kalian, ibu juga menyuruh kalian untuk datang ke rumah kami nanti malam" ucapnya dengan sopan
" owh kau pasti pemilik rumah di sebelah rumah kami, ternyata kalian sangat baik sampai harus merepotkan seperti ini" ucapnya sambil menerima kotak yang Arllat bawa
" baiklah nanti malam kita akan ke rumahmu, terimakasi ya karna sudah memberi kami ini" ucapnya
" kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpah paman" ucapnya seraya berjalan ke arah rumah
" apa aku setua itu hingga dia memanggilku paman" ucapnya, kemudian dia masuk ke rumahnya
Malam
__ADS_1
Rumah Arllat sudah siap menyambut tetangga baru mereka, semua sudah di persiapkan makanan-makanan sudah tertata rapi di atas meja. Arllat dan ayahnya juga sudah tidak sabar menunggu mereka hingga kemudian tetangga baru mereka sampai dengan membawa sesuatu.
" *selamat datang, kami sudah menunggu kalian" ucap ibu Arllat dengan rama*h
" terimakasi karna sudah mengundang kami makan disini, kami sangat beruntung bisa mendapatkan tetangga sebaik kalian" ucap seorang perempuan yang adalah istri pria parubaya itu
" kami kesini juga membawa sesuatu untuk kalian, semoga kalian menyukainya" pria parubaya itu memberikan sebuah tas yang berisi sesuatu
" tidak seharunya kalian repot begitu. Mari silakan duduk" ucap ayah Arllat
Namun pandangan Arllat tertujuh pada perut perempuan itu yang membesar, melihat itu perempuan yang terus Arllat lihat bicara padanya.
" nak kau sangat imut, jika nanti anakku lahir kau harus bermain dengannya ya" ucapnya serasa mengelus kepala Arllat
" baik bibik" ucap Arllat dengan waja khasnya
" kandunganmu sudah berapa bulan?" tanya ibu Arllat
" sudah delapan bulan, sebulan lagi dia akan lahir" ucapnya dengan bahagia
" waa sudah dekat, selamat ya nanti pastikan dia bermain dengan Arllat" ucap ibu Arllat
" hahaha" tawa keempat orang dewasa itu.
Tiga tahun kemudian
aku selalu merasa bahwa didalam hidupku berteman itu tidak perlu, lebih baik memikirkan masa depan dan membuat orang tuaku bangga. Namun setelah aku mempunyai tetangga baru, aku jadi merasa bahwa ternyata tidak buruk jika tidak memikirkan pelajaran setiap saat. Mereka sangat baik dan lucu, jika aku menjadi anak mereka aku yakin pasti aku tidak akan seperti sekarang.
Mereka mempunyai seorang anak yang sangat cantik, selama tiga tahun ini aku selalu menjaganya dan melihat perkembangannya. Gadis kecil itu sangat manis, apalagi saat dia memanggil namaku untuk pertama kalinya, aku sangat bahagia sampai mencium pipinya.
" kak Arllat sudah datang.." ucapnya bahagia saat aku mengunjungi rumahnya
" apa kau merindukanku" ucapku seraya mengelus rambutnya
" gendong gendong" gadis itu begitu manis aku tidak bisa menolaknya, aku menggendongnya seperti yang dia inginkan
Setelah dia lahir ke dunia ini hidupku jadi beruba, aku jadi sering keluar untuk melihatnya dan tidak seperti dulu yang hanya menghabiskan waktuku di kamar untuk belajar. Saat aku menggendongnya, dia memperlihatnya tawa bahagia seperti tidak ingin lepas dariku.
Gadis kecil itu kemudian memintaku untuk menurunkannya, sekarang diumurnya yang tiga tahun dia sudah mulai belajar berjalan. Aku selalu membantunya agar dia bisa berjalan sendiri, walaupun lebih banyak terjatuh tapi dia sama sekali tidak menagis.
" apa kau ingin berjalan sendiri?" tanyaku padaku
" iya iya" angguknya
Akupun menurunkannya dan terus mengawasinya, dia mulai berdiri perlahan tapi pasti, kakinya yang kecil membuat siapun yang melihatnya begitu gemas begitupun aku. Saking gemasnya aku kembali menggendong gadis itu menuju rumahnya.
" aku belajar jalan, turunkan aku..." ucapnya
__ADS_1
" ini sudah siang kau harus makan kan, apa kau tidak lapar" ucapku
" iya lapar" ucapnya
Gadis itu bernama Kristal, nama yang begitu cantik sangat cocok dengan dengan wajahnya yang cantik. Nama itu aku yang menamainya sendiri karna menurutku anak secantik dia lebih cocok jika dinamakan Kristal. Kristal sudah bersama ku sejak dia baru lahir, selama bertahun-tahun Kristal sudah sangat dekat denganku sampai tidak mau berpisah.
" kakak" panggilnya dengan suara imut
" hem" gumangku menjawab panggilannya
" nanti saat aku besar, aku akan menikah dengan kakak" ucapnya
" hem? Apa kau yakin" ucapku bercanda
" iya, aku yakin nanti kita harus menikah ya" ucapnya lagi
" hemm baik, tapi kau harus janji" ucapku padanya
" aku berjanji, jika aku lupa kau harus mengingatkanku ya" ucap Kristal
" tentu" aku lalu membawanya kembali ke rumahnya.
Seminggu kemudian
Saat aku terbangun aku mendengar kabar bahwa nanti Kristal dan keluarganya akan pinda ke kota lain, aku yang mendengar hal itu langsung pergi ke rumahnya untuk memastikan bahwa yang aku dengar itu benar. Namun saat aku pergi ke rumahnya aku malah melihat orang tua Kristal tenga menyiapkan barang-barang untuk mereka pinda.
Aku menghampiri mereka karna ingin mengetahui alasan kenapa mereka harus pinda.
" eh nak Arllat kenapa kau kesini" ucap ibu Kristal padaku
" apa kalian benar-benar akan pinda?" tanyaku berharap mereka tidak mengatakan iya, tapi
" iya kami akan pinda ke kota lain, ayah Kristal mendapatkan tugas dari kantornya untuk ke kota itu hingga kami mau bagaimanapun harus pinda" ucap ibu Kristal padaku
Aku saat mendengarnya hanya bisa terdiam, tidak tau apa nanti aku masih bisa melihat gadis kecil itu dan setelah kepergiannya apa aku akan kembali seperti dulu.
" Arllat apa kau baik-baik saja?" tanya ibu Kristal saat melihatku diam saja
" bibik apa aku boleh menemui Kristal sebelum kalian pergi" ucapku
" hm pergila, maafkan kami kalian harus berpisah seperti ini" ucap ibu Kristal dengan raut wajah sedih
Aku lalu pergi menemui Kristal, aku melihatnya tenga tertidur dengan nyenyak itu membuatku tidak tega jika harus membangunkannya. Jadi aku hanya mengelus rambutnya sampai waktunya mereka pergi, tidak tau apa kita masih akan bertemu, tapi aku akan berusaha menemukanmu kembali dan menagih janjimu waktu itu.
Setelah itu mereka pergi dan aku hanya bisa melihat kepergian mereka dengan hujan yang mulai turun.
" suatu hari nanti aku akan menagih janjimu Kristal, aku akan datang padamu!" ucapku
__ADS_1
Kemudian ibu menyuruhku untuk masuk karna di luar sedang hujan, setelah kepergian mereka aku kembali seperti dulu. Aku sekarang sering menghabiskan waktuku di dalam kamar untuk belajar, aku akan membuat diriku layak untuknya nanti.