Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Siasat


__ADS_3

Beberapa saat kemudian tamu yang paman Arland maksud telah tiba dan malahan dia membawa semua keluarganya. Ketika melihat disana sudah ada Arland, mereka terlihat senang karena dengan begitu mereka bisa membicaRakan pertunangan ini lebih lanjut.


Paman Arland buru-buru menyambut kedatangan mereka dan langsung menyuruh mereka untuk segera duduk. Eryna mendatangi Arland setelah melihat dia juga ada disini, dia berdiri di depan Arland dan berusaha mengajaknya bicara.


" Arland aku senang kau ada disini" ucapnya


Namun Arland mengabaikannya, dia malahan lebih mementingkan handphonenya.


" Eryna kau duduk lah bersana Arland, kita akan segera membicarakan masalah pertunangan kalian" ucap pamannya


" baik paman" saat dia ingin duduk di samping Arland, Arland tiba-tiba berdiri


" Arland"


" aku disini sebenarnya ingin membicarakan tentang pertunagan ini, karna kalian juga datang maka itu lebih baik" ucap Arland


" apa yang ingin kau katakan nak?" Tanya ibu Eryna


" kalian memutuskan pertunangan ini tampa memberitauku terlebih dahulu jadi tentu saja aku tidak akan menyutujui pertunangan ini" ucap Arland


" tapi Arland kenapa?" Tanya Eryna


" kau seharunya sudah tau jawabanya, aku sudah mengatakannya beberapa kali padamu tapi kau sama sekali tidak mendengarkannya" ucap Arland


" Arland kita kenal sudah dari kecil tidak bisakah kau membuka hatimu untukku" ucap Eryna


" dulu aku hanya menganggapmu sebagai adikku tapi sejak kau melakukan berbagai cara hanya demi keinginanmu tercapai itu sudah membuatku mulai membencimu. Seharusnya kau pikirkan lagi yang perna kau lakukan dulu hingga membuatku sangat membencimu" ucap Arland


" Arland tidak seharunya kau mengatakan semua itu di hadapan orang tuanya" ucap pamannya


" hisk! Arland jangan mengatakan itu  aku benar-benar sangat mencintaimu" ucap Eryna


" terus saja kau mengatakan itu, pertunagan ini jika kau menginginkannya lakukan saja tapi tampa kehadiran mempelai laki-laki" ucap Arland lalu dia berjalan pergi


Setelah Arland pergi Eryna menangis di pelukan ibunya, dia tidak menyangkah Arland tetap saja menolaknya walaupun mereka sudah dijodohkan. Bahkan Arland terlihat begitu membenci dirinya, Eryna sangat sedih walaupun dia sudah melakukan banyak cara untuk mendapatkan Arland, Arland tetap saja tidak mau bersamanya.


" kalau begitu kami permisi, lebih baik pertunangan ini dibatalkan saja" ucap ayah Eryna, lalu mereka membawa Eryna keluar dari rumah itu


" jangan pergi dulu, Arland dia tidak mengerti jadi memutuskannya tampa berfikir dulu, kalian jangan memutuskan ini begitu saja" ucap paman Arland


" anak kami sudah sangat menderita, kami tidak ingin melihatnya seperti ini lagi, jika mereka memang tidak berjodoh apapun yang kita lakukan itu tetap akan sia-sia mereka tetap tidak akan bersama" ucap ayah Eryna


Kemudian satu keluarga itu pergi


Sekarang Arland sudah ada di mobilnya namun dia membiarkan Raka untuk menyentir mobilnya karna dia ingin menghubungi Leon untuk mengetahui keadaan Kristal di kampusnya.


Tut tut tu-


" halo"


" halo ini aku, bagaimana keadaan Kristal?"


" ya untuk sekarang dia masih belum mengetahui tentang berita itu, sekarang dia sedang ada di dalam kelasnya"


" bagusla, kau terus bersamanya jangan biarkan dia mengetahui tentang berita itu"


" aku tau, tapi dosennya itu tidak membiarkanku masuk jadi aku hanya bisa mengawasinya di luar saja"

__ADS_1


" apa kau tidak bisa membuat alasan agar dosennya bisa membiarkanmu masuk"


" alasan apa yang harus aku katakan, dosennya itu membuatku kesal karna dia begitu tidak perduli dengan yang aku katakan, sudah beberapa kali dia mengabaikanku hingga Kristal menyuruku untuk menunggu di luar"


" begitu, kalau kau tidak di ijinkan masuk kau awasi saja terus Kristal dari luar"


" aku sedang melakukannya. Jadi bagaimana disana apa kau sudah mengurusnya?"


" ya. Aku berharap setelah ini mereka tidak membicarakan tentang pertunangan bodoh ini lagi"


" baguslah kalau masalahnya sudah selesai, setelah ini kau harus menyuruh pembuat berita itu untuk menghapus semua berita tentang pertunanganmu"


" yang kau katakan benar, aku akan menyuruh Raka untuk melakukannya"


" sekarang kau dimana?"


" aku menuju tempat kalian"


" owh baiklah aku menunggu disini"


" kalau begitu aku matikan telfonnya dulu"


" ya"


Tut tut tut...


" bagaimana" tanya Raka


" semuanya baik-baik saja. Ada satu hal yang perlu kau lakukan" ucap Arland


" ya aku sudah mendengarnya" sahut Raka


" bukannya ini masih belum waktunya dia pulang, kenapa kau sudah ingin menjemputnya?" Tanya Raka


" aku marasa tidak tenang jika tidak menemuinya, walaupun disana sudah ada Leon tapi tetap saja aku masih tidak merasa tenang" ucap Arland


" baiklah" Raka lalu mengemudikan mobilnya menuju kampus Kristal


Disisi lain, setelah Leon selesai menjawab panggilan Arland dia kembali memperhatikan Kristal. Namun dia malahan melihat satu teman Kristal mendatangi Kristal sambil memperlihatkan handphonenya.


Tentu saja setelah melihat itu dia langsung berlari ke dalam walaupun dia tidak diijinkan untuk masuk.


" Kristal jangan di lihat!!" Teriaknya berlari ke arah Kristal, namun sepertinya dia terlambat setelah melihat raut wajah Kristal yang terlihat sedih


" Kristal jangan percaya dengan berita itu, itu tidak benar" ucap Leon


" apa matsudnya ini" ucapnya sambil terus melihat handphone temannya


" kau harus percaya pada Arland, dia tidak akan melakukan ini padamu dia sangat mencintaimu!" ucap Leon mencoba meyakinkan Kristal


" jelas sekali di berita itu bahwa kekasihmu itu akan segera bertunangan, kau saja yang terlalu yakin dia hanya mencintaimu seorang" ucap Sherly


" tutup mulutmu!" Leon mengambil handphone yang masih terus Kristal liat


" berita itu tidak benar Kristal, saat ini Arland bahkan sudah membatalkan pertunangan itu, kau jangan mendengar apa yang dia katakan" ucap Leon


" aku ingin segera bertemu dengan Arland, aku ingin mendengar semuanya langsung darinya" ucap Kristal

__ADS_1


Kemudian dia keluar dari kelasnya dengan di ikuti Leon, saat itu dosennya sama sekali tidak melarangnya pergi. Dia malah melanjutkan pelajaranya seperti tidak memperdulikan apa yang baru saja terjadi.


" pak kenapa kau membiarkanya pergi?" Tanya Mely


" biarlan saja dia menyelesaikan masalahnya, lagi pula dia sangat pintar aku tidak perlu mengkhawatirkan nilainya walaupun dia tidak mengikuti kelasku" ucapnya


Semua murit langsung terdiam ketika dosen mereka mengatakan itu tentang Kristal, mereka kembali fokus belajar dan mendengarkan dosen mereka.


' aku tidak akan memaafkanmu jika membiarkannya sedih' batin seseorang sambil melihat kepergian Kristal


Setelah itu Kristal pergi ke gerbang sekolahnya, dia ingin segera bertemu dengan Arland karna dia ingin mendengar semua secara langsung mengenai berita yang baru saja dia lihat. Tapi tidak dia sangka ketika dia menuju gerbang sekolah, ada satu mobil yang dia kenal sedang terparkir di depan gerbang, orang yang mempunyai mobil itu langsung keluar.


" Arland!" Panggil Kristal ketika melihat orang yang baru keluar dari mobil itu


Kristal berlari menuju Arland


" kenapa kau disini Kristal, bukannya kau ada kelas?" Tanya Arland


" Arland jawab aku! sebenarnya apa yang tertulis di berita itu benar! Apa kau memang akan segera bertunangan!?" Tanya Kristal langsung ke intinya


" itu tidak benar Kristal" ucapnya


" lalu apa matsudmu berita itu bohong?" Ucap Kristal


" ya aku sudah menyelesaikannya dan pertunangan itu sudah dibatalkan, lagi pula aku juga tidak mengetahui hal ini jika aku tidak membaca berita tadi pagi" ucap Arland


" jadi awalnya kau juga tidak mengetahuinya, aku pikir kau sengaja menyembunyikannya dariku" ucap Kristal


" setelah aku tau tentang berita itu aku memang menyembunyikannya darimu, tapi alasanya karna aku tidak ingin kau sedih. Sebelum aku mengurusnya aku tidak ingin kau mengetahuinya" ucap Arland menyentuh kedua pipi Kristal


" jadi itu alasanmu mengambil handphoneku dan membiarkan Leon menemaniku" ucap Kristal


" maafkan aku Kristal, seharunya aku mengatakannya lebih awal aku hanya tidak ingin kau sedih" ucap Arland


" kau memang seharunya mengatakannya lebih awal Arland, aku percaya padamu jika kau menjelaskannya, kau menyembunyikannya hal seperti ini saat aku tau dari orang lain aku bisa saja tidak akan percaya padamu" ucap Kristal


" aku minta maaf, lain kali aku tidak akan menyembunyikannya darimu lagi" ucap Arland


" aku mengerti kau tidak mau membuatku sedih, tapi jika aku mengetahuinya dari orang lain malah itu semakin membuatku sedih" ucap Kristal


" maafkan aku" kemudian Arland memeluknya


" sudah jangan sedih lagi, masalahnya sudah selesai kan kenapa kalian masih terlihat sedih" ucap Raka yang baru keluar dari mobil


" untung saja Arland datang tepat waktu, aku benar-benar tidak tau harus bagaimana cara menjelaskannya, Kristal benar-benar sangat sedih tadi" ucap Leon sambil mengelap keringatnya


" aku masih ada kelas, aku kembali dulu" ucap Kristal


" hari ini kau pulang lebih awal" ucap Arland


" tapi" namun Arland langsung menariknya untuk masuk ke mobilnya


Kemudian setelah permasalahan itu selesai, mereka semua langsung pergi dari kampus itu. Namun mereka tidak tau bahwa sedari tadi ada satu orang yang terus mengawasi. Dia adalah Eryna, setelah dia pergi dari rumah paman Arland dia menyuruh kedua orangtuanya untuk kembali terlebih dahulu karna dia mengikuti mobil Arland hingga sampai kesini.


Dan sekarang dia sudah tau alasan Arland menolak perjodohan ini, tapi Eryna tidak akan membiarkan hal itu menghalagi keinginanya untuk mendapatkan Arland. Dia yang sudah mempunyai rencana mulai memperlihatkan senyuman liciknya, Eryna lalu menjalankan mobilnya kembali ke rumahnya.


Di sisi lain di depan kelas Kristal, karna kelas Kristal ada di lantai dua dengan begitu orang-orang bisa langsung melihat ke arah gerbang jika dari sana. Seperti halnya dengan seorang yang sedari tadi terus mengawasi mereka, setelah kepergian Kristal dia juga melihat mobil Eryna dari sana.

__ADS_1


Orang itu menyadari bahwa ada seseorang yang tidak menyukai kehadiran Kristal, dia merasa bahwa nanti Kristal akan mendapatkan masalah. Namun sepertinya dia tidak akan diam saja jika yang dia pikirkan menjadi nyata, orang itu lalu memperbaiki kacamatanya dan kembali ke kelasnya.


__ADS_2