Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Menguatkan diri


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangannya, Arland dan Raka langsung pergi ke sebuah life untuk turun menemui tamu yang tak di undang. Kesekian kalinya Arland harus bersikap baik pada orang yang tidak dia sukai, didalam hatinya dia ingin rasanya langsung menghajar orang itu. Melihat apa yang orang itu lakukan disaat orang tuanya dinyatakan meninggal membuat Arland merasa muak.


Bagaimana tidak, saat orang tuanya meninggal pamannya dengan cepat langsung mengalikan semua harga orang tuanya padanya, bahkan dia sebagai anaknya hanya mendapat sedikit uang dari harta orang tuanya. Disaat Arland sudah bisa membangun perusahannya sendiri bahkan lebih besar dari perusahan milik ayahnya yang pamannya itu ambil, pamannya itu malah mengincar perusahannya juga.


Banyak yang dia lakukan untuk menyingkirkan Arland namun semuanya gagal, kali ini Arland tidak akan membiarkan sesuatu yang seharunya menjadi miliknya di ambil orang lain. Harta orang tuanya sudah dia ambil alih oleh pamannya dan dia tidak berencana mengambilnya kembali karna dia sudah mendapatnya yang lebih darinya.


Mungkin yang akan dia lakukan selanjutnya adalah mengambil semua barang orang tuanya yang masih ada di rumah yang dulu perna mereka tempati. Dia juga ingin tau rahasia kecelakaan yang menimpah orang tuanya, jika dalang di balik kejadian itu adalah ulah pamannya, Arland benar-benar tidak akan tinggal diam.


Setelah beberapa saat life yang mereka naiki berhenti dan kedua orang itu langsung keluar dari life tersebut. Arland dan Raka berjalan menuju ruang tunggu yang menjadi tujuan awal mereka, namun tiba-tiba Arland berhenti dan itu membuat Raka bertanya-tanya.


" ada apa kenapa kau berhenti?" tanya Raka


" sebaiknya kita tidak usa menemuinya, biarkan dia menunggu lebih lama sampai dia pergi dengan sendirinya" ucap Arland


" kau sunggu kejam" ucap Raka


Setelah itu Arland dan Raka pergi ke tempat yang berbeda dari tujuan awal mereka, mereka berdua ingin membuat orang itu menunggu lebih lama agar dia pergi dengan sendirinya. Namun tidak seperti yang Arland dan Raka bayangkan, orang itu masih menunggu kedatangan mereka walaupun terlihat bahwa dia sekarang sangat marah.


" dimana tuan kalian! kenapa belum datang juga!!" Ucapnya marah pada karyawan di sana


" se-sebentar lagi presdir akan segera tiba, mohon tuan tunggu sebentar" ucap karyawan yang terlihat takut padanya


" ini sudah terlalu lama, apa dia sengaja membuatku menunggu seperti ini!!" Ucapnya


Karna sangat takut karyawan itu pergi untuk menemui Arland agar dia bisa mengatasi tamu tak di undang itu. Namun sebelumnya Arland dan Raka sudah melihatmya, jadi sebelum karyawan itu datang Arland langsung menemui pamannya. Setelah kedatangan Arland, sifat pamannya langsung beruba menjadi rama, melihat perubahan sifatnya yang cepat membuat Arland merasa muak.


" maaf karna sudah membuat paman menunggu lama" ucap Arland


" tidak masalah" ucapnya


' dasar anak sialan!! kau memang sengaja membuatku menunggu selama ini. Lain kali aku tidak akan segan-segan menghabisimu ' batinnya dengan senyuman palsu


" aku dengar kau mengalami kecelakaan jadi pasti butuh waktu bagimu untuk datang kesini" ucapnya


" paman sunggu perhatian" ucap Arland duduk di depan pamannya dan Raka berdiri di samping Arland


" tentu saja kau adalah keponakanku satu-satunya, aku harus memperlakukan dengan baik" ucap pamannya


' dasar manusia menjijikan, dia masih bersikap seperti tidak terjadi apa-apa padahal dia sendiri yang hampir membuat Arland celaka ' batin Raka merasa geram


" itu tidak perlu paman, paman tidak usa mengkhawatirkanku karna aku tidak akan mengalami hal itu dua kali" ucapnya Arland


' apa yang dia katakan, seperti dia tau saja bahwa aku yang merencenakan semua itu ' batin pamanya


" itu bagus nak, kau harus menjaga dirimu baik-baik kalau sampai terjadi sesuatu padamu apa yang akan terjadi nanti pada perusahaanmu ini" ucapnya menampilkan wajah sedih


" paman jangan khawatir, aku pasti akan menjaga dirimu baik-baik, kalaupun ada sesuatu yang terjadi padaku aku mempunyai teman-temanku yang akan mengurus perusahaan ini" sahut Arland

__ADS_1


' apa! Dasar anak sialan ' batin pamannya marah


" sebaiknya kau jangan mempercayakan perusahaan ini pada orang yang bukan keluargamu nak, jangan sampai merugikanmu sendiri " ucapnya


" malahan orang yang lebih dekat lebih bisa dipercayai dibandingkan keluarga paman" ucap Arland dan itu langsung membuat pamannya terdiam.


Kemudian pamannya berdiri dan bermaksud untuk pergi, sebelum pergi dia mengatakan sesuatu kepada Arland


" nak barang-barang orangtuamu masih ada di kediamanku, jadi berkunjungnya jika kamu ada waktu untuk melihatnya" ucap pamanya


" tentu saja" ucap Arland


" kalau begitu aku akan pergi, kalian tidak usa mengantarku" ucapnya kemudian dia pergi.


Di luar perusahan Arland


Dia mengambil hpnya untuk menggubungi seseorang, tidak tau siapa yang sedang dia hubungi, namun dia terlihat tidak sabar panggilannya itu di terima. Sambil menunggu panggilannya di terima paman Arland berjalan ke arah mobilnya. Hingga kemudian orang yang ingin dia hubungi mengangkat telfonnya.


" halo "


" halo nak ini paman, bagaimana kabarmu di sana?"


" ternyata paman, aku baik-baik saja di sini paman bagaimana kabar paman sekarang dan dia bagaimana kabarnya sekarang? "


" aku baik-baik saja disini, tapi Arland mengalami sedikit kecelakaan"


" apa! apa yang terjadi padanya!?"


" aku akan secepat mungkin kembali untuk bertemu dengannya, sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya aku sangat merindukannya paman"


" cepatla pulang dan temui dia, siapa tau dia juga sedang merindukanmu"


" baiklah paman aku akan segera kembali, mungkin besok aku sudah tiba di kota A"


" bagusla, kalau begitu paman matikan telfonnya dulu ya"


" iya paman sampai jumpa"


tut tut...


Setelah panggilan berakhir paman Arland langsung masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh sopirnya untuk menjalankan mobilnya kembali ke kediamannya.


Di tempat Arland


Setelah pamannya pergi Arland dengan santai meminum teh yang sudah di sediakan, dia mengabaikan omelan Raka terhadap pamanya.


" dasar! Jika aku jadi kau mungkin sudah kupatakan lehernya, dia benar-benar sangat memuakan" ucap Raka

__ADS_1


" sudahlah, lebih baik jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting, sebaiknya kau kembali bekerja" ucap Arland lalu dia menaruk kembali gelas yang berisi teh tersebut


" nanti malam hubungi aku jika orang itu sudah tiba, aku ingin mendengarkan apa yang dia tau secara langsung mengenai kejadian beberapa tahun yang lalu" ucap Arland bangkit dari duduknya


" ya akan ku hubungi kau nanti saat dia sudah datang" ucap Raka


" baiklah kalau begitu aku pergi dulu"ucapnya


" kau mau kemana?" Tanya Raka


" aku memiliki sedikit urusan, kau tangani dulu urusan disini" ucap Arland, kemudian dia pergi.


Di kampus Kristal


Kelas Kristal sudah berakhir dan dia membereskan buku-bukunya untuk segera pulang. Teman-teman sekelasnya sudah pergi terlebih dahulu dan sekarang di dalam kelasnya hanya ada dia sendiri yang sedang sibuk membereskan bukunya.


Namun saat dia ingin pergi setelah selesai membereskan buku-bukunya, ada dua orang yang sudah menunggu kedatangan Kristal di depan pintu kelasnya. Melihat kedua orang itu Kristal merasa bahwa dia mengalami masalah, Kristal mencoba tenang dan terus berjalan hingga ada di hadapan mereka.


" mau kemana" ucapnya


" tentu saja pulang" sahut Kristal mencoba tenang


" dasar tidak tau diri!" setelah itu mereka menarik tangan Kristal ke suatu tempat


" apa yang kalian lakukan, lepaskan tanganku!!" ucap Kristal berusaha melepas tangan kedua saudara itu


" lihat apa yang akan kita lakukan padamu, dasar j*lang!!" ucapnya sembari menarik Kristal ke dalam toilet wanita


" apa yang kalian lakukan! Kenapa membawaku kesini!!" ucap Kristal marah dengan perlakuan mereka


" dasar tidak tau diri, jika bukan karna ibuku kau tidak akan hidup sampai sekarang! Hanya karna kau sudah mempunyai orang yang akan mendukungmu kau jadi berani ya dengan kami!" ucap Sherly


" apa maksud kalian hah! Selama ini aku tidak perna mendapatkan perhatian dari kalian atau ibu kalian itu! Kalian tidak berhak mengatakan hal ini padaku seolah-olah aku berhutang budi pada kalian! Asal kalian tau rumah yang kalian tempati itu adalah rumahku!! Aku bisa saja mengusir kalian tapi tidak ku lakukan karna aku merasa kasian pada kalian yang akan kehilangan tempat tinggal!!" ucap Kristal meremekan


Plakk!!


tamparan yang begitu keras hingga suaranya terdengar sampai luar, tamparan itu begitu keras hingga pipi Kristal memerah dan dia duduk tersungkur karnanya.


" dasar j*lang!!" ucap Sherly setelah menampar Kristal


" ini adalah hukumanmu karna kau sudah berani bicara seperti itu dengan kami, jika ibu tau kau sudah berani, kau akan lebih menderita dari yang kau rasakan sekarang!!" ucap Sherly


" kau juga sudah benari ya bermain-main dengan pria liar, tidak kusangka kau sekaramg memang sudah menjadi perempuan j*lang!!" ucap Sherly serasa menunjukan jarinya ke arah Kristal


" jangan perna mengatakan itu tentangnya!" ucap Kristal masih mencoba melawan


" hahaha!! Lihat kak dia masih membelah laki-laki liar itu" tawa Maly

__ADS_1


" mau bagaimana lagi diakan sudah menganggap laki-laki itu sebagai pasangannya, siapa tau nanti laki-laki liar itu akan meninggalkannya hahah!!" tawanya dan Kristal hanya tertunduk di lantai.


" siapa yang kalian sebut laki-laki liar" ucap seseorang dari arah pintu.


__ADS_2