Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Merasa tenang


__ADS_3

Kristal menutup matanya karna tidak ingin melihat mereka membuka bajunya, dia tidak ingin kehidupannya hancur dengan cara seperti ini. Dia hanya bisa berharap ada yang datang menolongnya dan membawanya dari tempat ini, namun sepertinya yang dia harapkan terjadi.


Sebelum mereka membuka bajunya, ada satu orang yang mendobrak pintu dan langsung mendatangi mereka.


Brakk!!


Ketiga orang itu langsung melihat ke arah pintu dan mendapati seseorang yang berlari ke arah mereka.


" siapa!!" Sebelum mendapat jawaban mereka semua langsung dihajar hingga terkapar tak berdaya


Orang yang tadi datang dan menghajar mereka langsung menghampiri Kristal dan membuka ikatan tangannya. Kristal membuka matanya dan melihat orang yang baru saja menolongnya.


" kau tidak apa-apa?" Tanyanya


" kau.." orang itu lalu membuka jasnya dan langsung memakaikannya pada Kristal


Kemudian dia menggendong Kristal keluar dari tempat itu sebelum ada yang datang, Kristal tidak menyangkah bahwa orang yang akan menyelamatkannya ternyata dia. Karna dia baru saja selamat dari kejadian tadi, dia yang masih takut terus memeluk orang yang menggendongnya.


" jangan khawatir, kau akan baik-baik saja" ucapnya


" um" gumang Kristal sambil terus memeluk orang itu


Orang itu membawa Kristal ke mobilnya agar mereka bisa cepat pergi dari sini, setelah mereka pergi ada satu mobil lagi yang sampai di tempat itu. Mobil itu punya Arland, Arland dan Raka langsung keluar dan pergi ke dalam rumah kumuh itu.


Namun mereka tidak menemukan siapapun kecuali ketiga orang yang telah terkapar tak sadarkan diri.


" dimana Kristal!" ucap Arland


" disini hanya ada mereka, apa ada yang sudah menolongnya?" Ucap Raka


Arland lalu melihat sebuah ponsel yang tergeletak di bawa ranjang, dia langsung mengambil ponsel yang retak itu.


" ini adalah ponselnya, seharunya Kristal ada disini sekarang, dimana dia?" ucap Arland


" Arland kau lihat di atas ranjang itu ada dua tali yang seperti perna mengikat sesuatu, apa sebelumnya kedua tali itu digunakan untuk mengikat Kristal?" Ucap Raka


Namun Arland tidak memperdulikannya, dia hanya memikirkan keadaan Kristal dan dimana dia sekarang. Kemudian salah satu orang itu tersadar, Arland saat itu langsung mendatanginya dan mengangkat kepala orang itu.


" dimana Kristal!!" Ucap Arland


" aku.. tidak tau" jawab orang itu


" siapa yang membawanya cepat katakan!!" Ucap Arland


Karna orang itu tidak mengetahuinya, Arland langsung menghempasnya kembali ke lantai hingga membuatnya tak sadarkan lagi.


" Arland sebaiknya kita kembali, siapa tau ada yang menolongnya dan mengantarnya kembali ke rumahmu" ucap Raka


" tapi bagaimana kalau dia tidak ada di sana, siapa yang sudah membawahnya" ucap Arland


Kemudian ada dua orang yang mendatangi mereka, Arland dan Raka langsung melihat ke arah dua orang itu.


" kenapa berisik sekali! apa kalian tidak bisa tenang sedikit!" ucapnya tampa tau disana ada Arland dan Raka


Setelah dia mengetahui bahwa Arland dan Raka sekarang ada di hadapan mereka, mereka terlihat terkejut namun masih berusaha untuk tetap tanang.


" A-arland kau disini" ucapnya berjalan mundur


" jadi kau yang melakukan ini Eryna, apa yang kau lakukan pada Kristal di mana dia sekarang!!" Ucap Arland mendatangi Eryna dan mencengkram tanganya


" sakit Arland!!" Rintihnya


" katakan dimana Kristal, jika sesuatu terjadi padanya aku benar-benar tidak akan memaafkanmu Eryna!!" Ucap Arland


" kenapa, kenapa kau hanya perduli padanya!! aku yang dari kecil selalu bersamamu kenapa tidak mendapat perhatian seperti itu!?" Ucap Eryna


" karna aku tidak menyukaimu sampai kapan pun!" ucap Arland menekan setiap katanya.


" hah!" Mendengar itu Eryna terduduk lemas


" Eryna kau baik-baik saja" ucap temanya


" katakan padaku dimana Kristal!!" Ucap Arland


" aku tidak tau" ucap Eryna dengan suara kecil


" heh!"


Arland dan Raka melewatinya dan pergi, namun sebelum itu dia mengatakan sesuatu.


" jika setelah ini aku melihatmu lagi, aku akan melupakan hubungan di antara keluarga kita yang sudah terjalin selama puluhan tahun dan itu karna dirimu sendiri" ucapnya lalu pergi


Eryna terdiam cukup lama hingga dia mengatakan sesuatu.


" lihat saja Arland, aku tidak akan menyerah sebelum mendapatkanmu, siapa pun tidak akan bisa menghalangiku" ucapnya


" Eryna.."

__ADS_1


Eryna lalu pergi dan temannya itu mengikutinya, temannya itu terlihat sedih ketika melihat Eryna seperti itu. Apalagi dia selalu bersama dengan Eryna saat masih kecil sebelum Eryna mengenal Arland.


Mungkin sebenarnya temannya itu ingin melakukan apapun untuknya karna dia memiliki perasaan yang khusus padanya, hanya saja Eryna tidak menyadarinya atau tidak perduli tentang itu.


Orang yang menolong Kristal membawa Kristal ke sebuah villa di pinggir hutan, di depan villa itu ada sebuah danau.


Mereka berhenti tepat di depan villa itu, orang yang menolong Kristal langsung menggendongnya masuk ke dalam villanya. Orang itu lalu mengistirahatkan Kristal di ranjangnya, kemudian dia pergi untuk mengambil sesuatu di lantai bawa.


Setelah itu dia kembali ke kamarnya untuk mengobati luka di pipi Kristal, sebelum dia membawanya dia melihat sekilas luka di ujung bibir Kristal dan dia langsung berniat untuk mengobatinya.


Melihat kondisi Kristal yang masih terlihat takut setalah mengalami kejadian itu, orang itu menghampirinya dan memelukanya.


" jangan khawatir, kau akan baik-baik saja sekarang" ucapnya


" um" gumang Kristal


" aku akan mengobati lukahmu" ucapnya


" baik" setelah itu dia kemudian duduk di samping Kristal dan mulai mengobati lukahnya


" mungkin ini akan sedikit sakit, tahan ya" ucapnya


" um" dia mulai mengoleskan obat ke ujung bibir Kristal


" ugh!"


" apa sakit?" Tanyanya


" iya sedikit" ucap Kristal


" tahan ya ini sudah mau selesai" ucapnya


" iya"


Setelah selesai dia mengobatinya, orang itu lalu mengembalil kota p3k yang dia bawa, saat mau bangun Kristal tiba-tiba menahannya.


" ada apa?" tanyanya menoleh ke arah Kristal


" dari mana kau tau aku sedang dalam masalah, apa kau mengikutiku?" tanya Kristal


Orang itu lalu kembali duduk di samping Kristal.


" ya aku mengikutimu setelah kau pergi dari cafe itu, sebelumnya aku merasa akan terjadi sesuatu padamu jadi mengikuti hingga ke luar kota" ucapnya


" owh jadi begitu" ucap Kristal


" anu" Kristal nampak ingin mengatakan sesuatu


" hm? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya


" te-terimakasi, pak" ucap Kristal


Orang itu tersenyum dan kembali mengatakan sesuatu


" di luar kampus sebaiknya kau memanggilku dengan namaku, aku tidak setua itu hingga kau terus memanggiku dengan sebutan pak" ucapnya


" baik, Allrat" ucap Kristal


" bagus, sebaiknya kau istirahat aku akan membereskan ini dulu" ucap Allrat


Setelah itu Allrat pergi dari kamarnya untuk membereskan alat-alat yang di gunakan tadi, dia setelah selesai mengobati Kristal perasaanya mulai marasa tenang. Ketika melihat Kristal di perlakukan seperti itu, yang dia rasakan pertama adalah marah hingga dia langsung menghajar ketiga orang itu.


Itu adalah pertama kalinya dia memukul orang, dan itu semua karna seorang gadis yang dia khawatirkan.


Kemudian dia menaruk kembali dan berjalan ke arah kamarnya, namun sebelum itu dia membuat sesuatu untuk Kristal makan. Setelah selesai baru dia pergi ke kamarnya, dia membuka perlahan pintu kamarnya dan melihat Kristal tenga berdiri di depan jendelanya.


" kau sedang apa?" Tanya Allrat


" aku hanya melihat-lihat saja" ucapnya


" ayok makan" ucap Allrat


" apa kau membuatnya sendiri?" Tanya Kristal


" ya. Masakanku tidak perna mengecewakan kau harus mencobanya" ucap Allrat


" baik, aku akan mencobanya" ucap Kristal


Kemudian Kristal menghampiri Allrat dan melihat apa yang dia buat, aromahnya langsung membuat perut Kristal berbunyi, dia jadi tidak sabar untuk mencobanya. Allrat langsung menyuruhnya untuk memakan masakannya, dia sangat yakin bahwa Kristal akan menyukainya.


" coba kau rasakan, aku yakin kau pasti akan tergila-gila saat memakannya" ucap Allrat percaya diri


" aku akan mencobanya, biar ku lihat apa masakanmu memang seenak itu" ucap Kristal


Dia kemudian mencoba sesendok makanan yang Allrat buat, seketika saat dia memasukannya ke mulut, dia langsung seperti melayang ketika memakannya.


" bagaimana, apa kau menyukainya?" Tanya Allrat

__ADS_1


" ini sangat enak, aku sangat menyukainya" ucap Kristal kembali memakan sesendok lagi


" kalau begitu kau hambiskan semuanya, setelah selesai aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Allrat


" boikk" ucap Kristal dengan mulut yang penuh dengan makanan


" dasar" Allrat kembali ke meja kerjanya dan membuka sebuah buku sambil menunggu Kristal selesai makan.


Setelah beberapa saat, Kristal akhirnya selesai manyantap makanan itu, saking enaknya sampai piring itu terlihat baru selesai di cuci saking bersinya. Allrat lalu kembali ke tempat Kristal dan duduk di sampinya, dia ingin mengatakan sesuatu padanya.


Saat dia ingin mengatakannya, Kristal malah mengatakan sesuatu yang cukup membuatnya sedih.


" itu Allrat, apa kau bisa mengantarku kembali, aku yakin saat ini Arland pasti sangat mencemaskanku" ucap Kristal


" nanti aku akan mengantarmu, tapi sekarang sudah malam sebaiknya kau menginap disini" ucapnya


" tapi aku tidak ingin dia khawatir, aku ingin mengabarinya dulu bahwa aku sekarang sudah tidak apa-apa" ucapnya


Allrat menghela nafas panjang dan membuanya dengan kasar, dia lalu mengeluarkan poselnya agar Kristal bisa menghubungi arlant.


" gunakan ini jika kau ingin menghubunginya" ucapnya


" baik, terimakasi Allrat" ucap Kristal  dia lalu menggunakan ponsel Allrat untuk menghubungi Arland


Tut tut tu-


" halo"


" halo Arland ini aku Kristal"


" Kristal!? Kau sekarang dimana aku sangat khawatir, apa kau baik-baik saja katakan padaku sekarang kau dimana aku akan menjemputmu!"


" tenanglah Arland, aku sekarang baik-baik saja jangan khawatir"


" tapi sekarang kau dimana, aku saat ini sedang mencarimu"


" aku ada di- " ( direbut )


" Kristal?"


" sekarang dia di villa ku"


" kau!? Kenapa dia bisa ada di rumahmu!?"


" karna aku mau, lagi pula jika aku tidak datang tepat waktu dia sudah dalam masalah besar, kau dari mana saja kenapa tidak menolongnya!"


" jadi kau yang membawanya, sekarang kalian ada dimana aku akan segera kesana!"


" kau tidak perlu kesini, besok aku akan mengantarnya"


" apa!? Aku tidak akan membiarkannya tinggal denganmu!"


" itu terserah aku, biar dia tingga disi- aku tidak papa Arland, malam ini aku menginap disini dulu besok pasti aku akan kembali" ( direbut lagi )


" kau yakin, aku takut dia melakukan sesuatu padamu"


" aku yakin dia tidak akan melakukan sesuatu denganku, lagipula dia kan dosenku"


" huff baiklah, tapi besok kau harus pulang"


" iya, aku besok pagi-pagi sekali pasti sudah ada di hadapanmu"


" baiklah, jaga dirimu baik-baik, cepatlah tidur ini sudah malam"


" iya, kau juga harus istirahat Arland, kau pasti sangat khawatir padaku"


" aku sangat takut sesuatu terjadi padamu, bahkan saat ini tanganku masih gemetar ketika mendengar suaramu lagi"


" Arland.." ( direbut_- )


" sudah jangan telfonan lagi, kau cepat istirahat"


" baik"


" jangan perna menyentuh Kristal, kau ingat!"


" heh!"


Tut tut tut..


Setelah panggilan itu selesai, Allrat menaruk telfonnya kembali ke kantongnya, dia menyuruh Kristal untuk segera istirahat sedangkan dia pergi ke ruang tamu untuk tidur di sofa.


Villahnya ini walaupun cukup besar tapi hanya di desain hanya menampung satu kamar dan dua kamar mandi, jadi sekarang dia hanya bisa tidur di sofa.


Allrat baru ingat bahwa dia ingin membicaRakan sesuatu dengan Kristal  tapi sepertinya Kristal sudah tidur dan Allrat tidak ingin menganggunya.


" padahal ini adalah waktu yang pas untuk aku menjelaskan semuanya, tapi malah gagal" ucapnya sambil tiduran di sofanya

__ADS_1


Kemudian dia terlelap saking lelahnya dia malam ini.


__ADS_2