Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Malam yang inda


__ADS_3

Setelah di usir dari perusahan Sussces oleh Arland sendiri, Eryna langsung pergi untuk mengadu kepada pamannya. Sudah dari dulu dia ingin melakukan ini, namun baru sekarang dia bisa melakukannya. Hari sudah malam tapi itu tidak membuat niatnya padam, Eryna bersama satu temannya pergi ke kediaman paman Arland.


Malam yang begitu sunyi ini dia berniat mengatakan apa yang dari dulu dia inginkan, dengan epresi waja sedih yang dibuat-buat, dia yakin paman Arland tidak akan menolak keinginanya. Saat masih kecil, Eryna belum mengerti dengan yang namanya perjodohan, tapi sekarang dia ingin dijodohkan dengan Arland.


Sekarang Eryna sudah ada di depan pintu kediaman paman Arland, hanya satu ketukan saja maka dia akan bisa mengatakan tujuannya.


" Eryna apa kau yakin dengan ini" ucap temannya


" tentu saja, aku akan membuat Arland menyesal karna sudah mengusirku dari perusahannya" ucapnya


Diapun mulai mengetuk pintu yang ada di didepannya dan kemudian pintu terbuka hingga memperlihatkan seorang pria parubaya.


" nak Eryna kenapa kau datang malam-malam begini? Apa kau butuh sesuatu" Tanya paman Arland


" paman aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Eryna


" ayok masuk dulu baru kau mengatakannya" ucapnya sambil menyuruh Eryna dan temannya masuk


Setelah sudah ada di ruang tamu, paman Arland langsung bertanya alasan Eryna datang ke rumahnya di jam sekarang.


" jadi kenapa kau datang kesini?" Tanya dia lagi


" paman kan tau, aku dan Arland sudah kenal dari kecil dan sering bersama bahkan kami dulu perna dijodohkan oleh ibunya kan" ucapnya


" lalu" ucap paman Arland


" jadi emm.. begini" ucapnya malu-malu


" apa kau menyukai Arland, apa kau ingin dijodohkan lagi dengannya" ucapnya mulai mengerti


" umm paman aku sangat menyukai Arland tapi dia sepertinya tidak menaruk rasa padaku, jika aku dan dia dijodohkan apa nanti dia akan membenciku" ucapnya


" itu tidak akan, Arland dia itu anak yang baik pasti akan menerima perjodohan ini. Lagi pula dulu ibunya juga menyukaimu dan ingin menjodokan mu dengannya, jadi dia pasti tidak akan menolaknya" ucap paman Arland


" benarkah paman" ucap aryna senang


" kau adalah anak yang baik, nanti Arland pasti akan menyukaimu dan menerimamu" ucapnya seraya mengelus kepala Eryna


" aku tau paman, nanti aku akan mengatakannya kepada ayah dan ibu mengenai perjodohan ini" ucap Eryna


" bagusla, kalau begitu sebaiknya kau pulangla dan istirahat ini sudah malam" ucap paman Arland


" baik paman aku akan pulang, paman jangan lupakan perkataanmu ya" ucapnya kemudian pergi dengan temannya


Setelah kepergian Eryna, paman Arland nampak bahagia setelah membicarakan tentang perjodohan ini.


" jika dia bisa menikah dengan Arland, maka aku akan lebih mudah mendapatkan perusahaanya dengan bantuan orang tuannya" ucapnya dengan seringai licik

__ADS_1


Di tempat Arland dan Kristal


Karna tadi ada sedikit masalah yang membuat waktu makan malam mereka tertunda, Arland langsung membawa Kristal ke sebuah restoran yang selalu dia kunjungi. Kedatangan Sherly yang tiba-tiba membuat Kristal terlihat bingung, dia masih belum mengerti alasan Sherly datang padanya.


Arland saat ini sedang mengemudikan mobilnya, dia sesekali melirik ke arah Kristal yang sedang memikirkan sesuatu. Saat ini Kristal memikirkan alasan Sherly datang padanya, dari raut wajahnya dia terlihat bingung dan sesekali dia melamun.


Arland menyentu pundak kekasihnya hingga membuat Kristal keluar dari lamunannya.


" ada apa?" Tanya Arland yang masih fokus ke arah jalan


" em tidak apa-apa, aku hanya terlalu lapar jadi melamun" ucapnya


" benarkah, tapi sepertinya kau tidak melamun karna lapar, apa kau memikirkan kejadian tadi?" Tanya Arland


" sejujurnya aku memang sedang memikirkan hal itu, kenapa dia mencariku tampa alasan yang jelas dia seperti sengaja mencari kita, apa karna dia sedang merencanakan sesuatu?" Ucapnya


" apa yang kau rasakan saat dia mencarimu, apa kau memikirkan sesuatu" ucap Arland


" um memang iya aku marasa aneh saat dia tiba-tiba mencariku, padahal sebelumnya kita tidak sedekat itu. Tapi sangat aneh dia datang dengan pakayan yang sangat terbuka padahal saat ini cuaca sangat dingin, tidak mungkin hanya karna dia suka saja sampai rela membuat tubuhnya kedinginan kan" ucap Kristal


" yang kau katakan itu hampir menjawab semuanya, tapi akan lebih baik kau terus waspada kalau dia berusaha dekat denganmu lagi dia pasti memiliki niat buruk padamu" ucapnya


" iya aku mengerti, tapi yang jelas aku tidak suka dia memakai pakayan terbuka di hadapanmu dan tadi kau menatapnya terus seperti kau memang menyukai perempuan dengan pakayan terbuka" ucapnya


" apa kau cemburu, kau bisa saja melakukan hal yang sama aku akan dengan senang hati terus melihatmu" ucapnya


" baiklah kalau kau tidak cemburu, lain kali aku akan melihatnya lagi" ucap Arland


" apa yang kau katakan hem! Katakan sekali lagi!!" Ucapnya marah


" pfft, itu sudah menjadi bukti bahwa kau memang sedang cemburu, tidak usah menyembunyikannya aku suka kalau kau cemburu" ucap Arland terkekeh


" sudahlah! Aku sangat lapar kapan kita akan sampai!" Ucap Kristal kembali melihat ke arah jendela


" kita akan segera sampai, sebelum itu aku ingin kau mengaku bahwa kau memang sedang cemburu" ucap Arland


" aku tidak cemburu! Terus saja kau mengatakannya dan jawabanku akan tetap sama" ucap Kristal


" hahaha"


Kemudian suasana di dalam mobil menjadi hening sebelum Arland mengatakan sesuatu.


" karna kencang kita waktu itu batal, bagaimana kalau sekarang kita melanjutkannya" ucap Arland


" hah? Apa itu tidak masalah" ucap Kristal


" tentu saja tidak, aku akan mengajakmu ke sebuah restoran yang perna aku pilih untuk kencang kita" ucap Arland

__ADS_1


" baiklah Arland"


Mobil yang Arland kemudikan berhenti disebuah restoran yang sangat mewah, banyak orang-orang yang memasuki rentoran itu bahkan diluar rentoran ada beberapa orang yang menyambut tamu yang datang.


" ayok kita turun" ucap Arland


Arland turun terlebih dahulu dan lalu menghampiri Kristal untuk membukakan pintunya, setelah pintu terbuka Kristal langsung turun dengan Arland yang langsung mengandeng tangannya menuju restoran itu.


Setelah mereka ada di depan restoran, orang-orang itu mulai menyambut kedatangan mereka dengan ramah layaknya menyambut seorang bangsawan.


" selamat datang direstonan kami tuan dan nyonya" ucap mereka membungkuk hormat


Arland dan Kristal langsung masuk ke rentoran dengan di bimbing beberapa orang yang menunjukan tempat duduk mereka. mereka mengantar kedua pasangan itu ke tempat duduk yang khusus di sediakan untuk mereka.


Tempat duduk Kristal dan Arland berbedah dari yang lain, tempat duduk mereka ada di lantai atas dimana mereka bisa menikmati pemandangan kota A dari sana.


" selamat menikmati tuan dan nyonya, kalau begitu kami pergi dulu" ucap mereka lalu mereka mulai meninggalkan Arland dan Kristal berdua saja


Sungguh baru pertama kali bagi Kristal melihat pemandangan seperti ini, apalagi suasananya membuatnya merasa nyaman.


" apa kau menyukainya?" Ucap Arland


" ya aku sangat menyukainya, suasana ditempat ini sangat nyaman dan indah" ucap Kristal


" aku senang jika kau menyukainya, sebenarnya aku memang sudah merencanakan ini untukmu di kencang kita, tapi karna batal jadi kau baru bisa menikmatinya sekarang. Saat aku berfikir untuk menganti kencang kita hari ini, aku terlebih dahulu sudah menghubungi pemilik restoran ini untuk menyiapkan ulang yang aku suruh waktu itu" ucap Arland


" benarkah cepat sekali mereka sudah menyiapkannya, padahal kau mengatakannya tiba-tiba kan" ucap Kristal


" ya pelayan di rentoran ini memang sangat cepat dalam bekerja, karna itu aku percaya dengan pelayanan mereka untuk menyiapkan kencang kita" ucap Arland


" waa mereka sangat luar biasa bisa menyiapkan semua ini dengan cepat, aku sangat kagum" ucap Kristal


" seharunya kau berterimaksi padaku karna sudah memikirkan tentang ini semua, ya memang mereka yang melakukannya tapi semua ini aku yang memikirkannya" ucap Arland bangga pada dirinya sendiri


" ya kau memang hebat, aku senang bisa menjadi kekesihmu" ucap Kristal menunjukan senyuman manisnya hingga membuat jantung Arland tidak baik-baik saja


' sial dia terlalu manis, aku tidak bisa mengerjainya lagi ' batin Arland seraya menutup mulutnya dan melihat ke arah lain


Kemudian kedua pasangan itu menikamati waktu bersama yang sebelumnya dibatalkan, suara biola dan hembusan angin malam tidak akan perna gagal dalam membuat suasana menjadi sangat menenangkan.


Malam ini akan menjadi malam yang paling inda bagi mereka berdua, mereka terus berbincang-bincang seperti sudah lamah tidak bertemu, walaupun sebenarnya mereka baru kenal dan sudah menjalin hubungan lebih dekat dari pertemanan.


Akan ada banyak mata kebencian yang akan mereka hadapi nanti, jika suatu hari nanti mereka akan mengalami sesuatu yang membuatnya kehilangan segalanya, hanya dengan cara datang ke orang yang tepat mereka akan bisa merasa jauh lebih baik.


Seperti sebuah rumah yang akan menjadi tujuan terakhir setelah mengalami banyak hal dalam hidup.


Setiap orang membutukan tempat terakhir setelah lelah dalam hidup mereka, seperti pangkuan orang yang kita sayang.

__ADS_1


__ADS_2