
Malam
Setelah Kristal selesai membersikan diri dia lalu mencari baju di lemarinya yang akan di gunakan, sebelum dia istirahat dia ingat bahwa masih ada tugas yang dosennya berikan tadi pagi.
Karna dia seorang siswa yang rajin dia langsung mengerjakannya semua tugasnya. Kristal mengeluarkan semua buku yang akan dia kerjakan dari tasnya.
Kristal membawa buku-buku itu ke ranjangnya agar dia bisa segera mengerjakan semuanya. Di kamar ini tidak ada yang namanya meja belajar, jadi dia mengerjakan tugas-tugasnya itu di atas kasurnya.
Dia mulai mengerjakan satu-persatu tugasnya, dia dengan serius membaca semua soal hingga tau jawaban yang tepat.
" kenapa kali ini tugas yang dosen berikan sangat banyak, tidak biasanya kita diberi tugas sebanyak ini" ucapnya sambil membolak-balikan bukunya
" jika aku mengerjakan semuanya aku bisa begadang, tapi jika aku tidak mengerjakannya itu jauh lebih buruk" ucap Kristal
Sebelum melanjutkan mengerjakan tugas, Kristal turun dari ranjangnya dan berjalan ke dapur untuk membuat kopi agar dia tidak mengantuk saat mengerjakannya. Setelah dia selesai menyeduh segelas kopi, dia kembali ke ranjanganya dan mulai melanjutkan tugasnya lagi.
Di rumah sakit haloid
Hanya dalam waktu yang singkat para bawahannya sudah berhasil mendapatkan semua informasi tentang Kristal. Mereka langsung mengatakan semua yang mereka ketahui tentang Kristal kepada Aralnd.
" tuan kami sudah mendapatkan informasi tentang gadis itu" ucap pengawalnya
" cepat katakan apa yang sudah kalian temukan"ucap Aralnd
" baik tuan" bawahannya
" gadis yang sudah membantu tuan waktu itu adalah seorang mahasiswa di sebuah kampus yang bernama siraya. Dia saat ini tinggal bersama dengan ibu dan saudara tirinya, tapi yang kami tau ibu dan kedua saudara tirinya itu selalu memperlakukannya seperti layaknya seorang pembantu" ucap bawahannya
" jadi sekarang apa dia masih ada di sana?" Tanya Aralnd
" sepertinya begitu tuan"
" baiklah kalian bisa pergi" ucap Aralnd
Kedua orang itu langsung meninggalkan kamarnya, namun salah satu dari mereka memberikan sebuah buku kepada Aralnd, itu sepertinya adalah sebuah data mengenai Kristal.
" tuan ini adalah data mengenai gadis itu, silakan tuan periksa sendiri" ucapnya, setelah itu mereka pun pergi
Setelah kedua bawahannya pergi, Aralnd langsung membuka data mengenai gadis yang selalu dia pikirkan. Disana dia langsung melihat foto gadis itu beserta nama dan umurnya saat ini.
" ternyata nama gadis itu adalah Kristal, sekarang dia masih berumur 18th. Dia sudah menolongku aku harus mengucapkan terimakasi padanya "ucap Aralnd
" sepertinya aku harus segera menemuinya untuk mengembalikan sarung tangannya" ucap Aralnd lagi sambil menutup data yang ada di tangannya
Aralnd turun dari ranjanganya dan pergi ke arah pintu. Namun saat dia mau membuka pintu, pintu didepannya tiba-tiba terbuka sendiri dan menampakan seorang dokter yang ingin memeriksa keadaanya.
" hei kenapa kau bangun! Kau harus istirahat!" Ucap dokter itu
" aku ingin menemui gadis itu sekarang" ucap Aralnd
" kenapa kau tiba-tiba mau menemuinya, apa karna sarung tangan itu?" Tanyanya
" ... ya" jawab Aralnd
" baiklah percuma saja aku menghentikanmu kau juga tetap akan pergi, kalau begitu aku akan mengantarmu ke tempat tinggal gadis itu" ucapnya
Setelah itu dia membantu Aralnd berjalan menuju mobil untuk segera pergi ke rumah Kristal, dengan pelan dia mulai menjalankan mobilnya. Aralnd memandunya menuju lokasi rumah Kristal, dia juga sudah membawa sarung tangannya di kantong jasnya. Perjalanan mereka tidak panjang karna tempat tinggal Kristal tidak jauh dari rumah sakit yang mereka tempati.
Setelah sampai dokter itu yang bernama Arya langsung membantu Aralnd berjalan ke arah rumah tersebuh. Arya langsung mengetuknya dan berharap yang membuka pintu adalah Kristal sendiri, mungkin agar mereka cepat kembali ke rumah sakit. Namun yang membuka pintu bukan orang yang ingin Aralnd temui.
" ada apa ya, siapa kalian?" Tanyanya
" begini, kami disini ingin bertemu dengan nona Kristal, apa dia ada disini" ucap Arya dengan sopan
Namun kemudian dari belakan gadis itu muncula dua orang yang langsung datang ketika mendengar nama Kristal disebut.
" kenapa kalian mencarinya, ada urusan apa kalian dengannya" ucap ibu mereka
" kami memiliki sedikit urusan dengan nona Kristal, apa bisa panggil dia untuk keluar" ucap Arya
" heh! Sekarang dia tidak tinggal disini lagi, siapa tau mungkin dia sekarang sedang bersenang-senang dengan om-om" ucap sherly
Mendengar mereka yang menjelek-jelekan Kristal membuat Aralnd mengepalkan tangannya dia merasa sangat marah ketika mendengar mereka mengatakan hal itu tentang gadis yang sudah menyelamatkannya.
__ADS_1
" bisakah kalian katakan lebih jelas" ucap Arya
" untuk apa kami mengatakannya, lagi pula dia memang sudah tidak tinggal disini, lebih baik kalian cari saja sendiri siapa tau nanti dia akan datang sendiri ketika kalian membayarnya" ucap Sherly terkekeh
Kemudian Aralnd yang sudah sangat marah menatap ketiga orang itu, tatapannya membuat suasana di tempat itu menjadi mencengkam seketika, mereka bertiga langsung merasa ketakutan saat itu juga.
'Kenapa orang ini memiliki aura yang kuat, dia sepertinya bukan orang biasa, lebih baik kita jangan menyinggunya' batin ibu mereka yang bernama Ranti.
" kami memang tidak tau sekarang dia ada dimana, mungkin dia sekarang ada di salah satu penginapan didekat sini, jika kalian tidak keberatan kalian bisa memeriksanya" ucap Ranti secara hati-hati
" ayok pergi" ucap Aralnd, Arya hanya bisa mengikutinya.
Setelah Aralnd dan Arya pergi, Mely yang ketakutan langsung memeluk ibunya.
" ibu aku takut sekali, orang itu sangat menyeramkan" ucap Mely
" ibu tau, sepertinya dia bukan orang biasa, sebenarnya apa yang anak itu lakukan hingga membuat kedua orang itu mencarinya" ucap Ranti
" mungkin mereka memiliki sesuatu yang harus mereka urus bersama perempuan itu, siapa tau mungkin itu bukan hal yang baik untuknya kan" ucap Sherly
" sudahlah, lebih baik kita tidak usa memikirkan tentang mereka lagi, ini sudah malam kalian cepat tidur" ucap ranti
Di sisi lain di sebuah rumah besar ada satu orang yang tenga berbicara dengan bawahannya, dia terlihat sangat marah ketika bawahannya itu memberi kabar yang tidak menyenangkan.
" apa kalian tidak becus menghabisi satu orang saja! bagaimana bisa dia selamat padahal jumbla kalian lebih banyak!!" ucapnya marah
" maaf tuan, kami sudah melakukan tugas kami hanya saja dia sangat hebat bisa menyadari kami lebih awal hingga dia bisa kabur" ucap bawahanya
" kalian sangat tidak berguna, bagaimana mungkin aku mempunyai orang seperti kalian. Cepat pergi!!" bawahanya langsung pergi seperti yang dia katakan
" heh anak itu beruntung masih bisa selamat, lain kali aku harus merencanakan sesuatu yang lebih besar agar bisa menyingkirkannya" ucapnya lalu pergi.
Di tempat Aralnd dan Arya
Aralnd dan Arya terus berjalan tampa tujuan, dari tadi Aralnd sama sekali tidak mengatakan apa-apa, jadi Arya tidak tau harus kemana lagi. Sedari tadi setelah pergi dari rumah itu Arya merasa aura didekatnya sangat kuat, dia sangat jarang bisa melihat Aralnd semarah ini.
Mungkin Aralnd sudah sangat perduli dengan gadis itu, Arya tau sebelumnya Aralnd tidak perna seperti itu hanya karna seorang perempuan. Namun sekarang dia melihatnya sendiri bagaimana Aralnd yang sangat marah ketika ketiga orang itu mengatakan hal yang buruk tentang gadis yang sedang dicarinya.
Namun dia tidak mendapatkan jawaban, jadi dia terus menjalankan mobilnya walaupun tidak tau sampai kapan. Kemudian diperjalanan mereka, Aralnd tidak sengaja melihat seseorang di seberang jalan sedang membawa sesuatu, bukan apa yang orang itu bawa yang membuat Aralnd terus memperhatikannya, namun Aralnd seperti familiar dengan orang itu.
Dia lalu menyuruh Arya untuk menghentikan mobilnya.
" hentikan mobilnya" ucapnya dan Arya langsung menghentikan mobilnya
" ada apa?" Tanya Arya dan lagi-lagi Aralnd tidak menjawabnya, namun Arya melihat ke arah apa yang sedari tadi Aralnd lihat dan dia hanya melihat seseorang tenga berjalan
" ada apa hah!?" Ucapnya
" sepertinya dia adalah orang yang aku cari" ucap Aralnd
" hah? Matsudmu dia gadis yang kau cari itu" ucap Arya
" ya " jawab Aralnd cepat
" tapi dari mana kau tau dia adalah gadis yang kau cari" ucap Arya
" aku merasakannya, saat melihatnya aku merasa sangat familiar" ucap Aralnd
" jadi, apa kau akan kesana dan bicara dengannya?" Tanya Arya
Namun sebelum dia mendapatkan jawaban, Aralnd buru-buru membuka pintu mobilnya dan berjalan ke arah gadis itu.
" hei kau! ya ampun.." Arya langsung mengikuti Aralnd
Aralnd langsung memegang tangan gadis itu hingga membuatnya terkejut dan langsung melihat ke belakang. Mereka saling berhadapan dan menatap satu sama lain, terlihat begitu nyaman hingga tidak mau mengakhirinya.
" kau siapa?" Tanya gadis itu
" aku.." namun Aralnd seperti enggan untuk menjawabnya
" tunggu! Bukannya kau orang yang perna aku tolong, aku mengingatmu apa sekarang kau sudah baikan?" Tanyanya
Sejenak muncul senyuman tipis di bibir Aralnd, tatapan polos gadis itu membuanya semakin penasaran dengannya, dia kemudian kembali menatap gadis itu.
__ADS_1
" ya, aku sudah tidak papa itu semua berkat bantuanmu" ucap Aralnd
" baguslah, waktu itu aku tidak tau harus melakukan apa, jadi aku hanya bisa membantumu seadannya" ucapnya
" kau sudah membantuku jadi aku sangat berterimakasi soal itu" ucap Aralnd
" itu tidak masalah" ucapnya tersenyum
" oh iya, namaku Kristal" ucap Kristal sambil memberi senyuman yang manis
" aku Aralnd" ucap Aralnd sambil membalas senyuman Kristal
Kemudian Arya datang menghampiri mereka.
" bisakah kau jangan pergi begitu saja, kau membuatku harus mengikutimu" ucapnya
" aku tidak menyuruhmu mengikutiku untuk apa kau kesini" ucap Aralnd
" hei, kau adalah pasienku jadi aku harus terus mengikutimu kemana pun kau pergi!" Ucap Arya
" lagi pula untuk apa kau berlari seperti itu" ucapnya lagi
" siapa dia?" Tanya Kristal
" oh iya, perkenalkan aku adalah seorang dokter yang hebat namaku Arya kamandono🗿 salam kenal ya" ucap Arya
" halo, namaku Kristal" ucap krital
" oh iya, kenapa kalian kesini?" Tanya Kristal
" kau tau, pasienku ini bersikeras ingin menemuimu, dia tidak memperdulikan kondisinya sendiri" ucap Arya
" benarkah, kenapa kau ingin bertemu denganku?" Tanya Kristal
" aku ingin mengembalikan sarung tangan ini padamu" ucap Aralnd, dia lalu mengambil sarung tangan yang ada di kantong jasnya
" wah jadi memang tidak sengaja dibawa ya, aku sebenarnya sudah mencarinya" ucapnya
" kalau begitu ambilah" kemudian Kristal mengambil sarung tangannya
" terimakasi" ucapnya
" seharusnya aku yang mengatakan itu" ucap Aralnd
Tatapan mereka kembali bertemu, mereka saling menatap cukup lama hingga Arya menanyakan sesuatu kepada Kristal.
" oh iya kenapa kau disini sendirian, sekarang kan sudah malam tidak baik bagimu keluar di jam segini" ucap Arya
" oh ini, aku ingin mengembalikan ini kerumah bibik" ucap Kristal memperlihatkan bekal makanan di tangannya
" kalau begitu kami akan mengantarmu tidak baik bagimu pergi sendirian dia malam hari" ucap Arya
" tidak papa, rumahnya sudah dekat kok" ucap Kristal berusaha menolak
" karna sudah dekat maka aku akan mengantarmu" ucap Aralnd
" itu tidak perlu, aku tidak mau merepotkan kalian"
" itu tidak masalah, ayok" ucap Arya, dia lalu kembali ke mobilnya dan kedua orang itu juga berjalan di belakangnya
" ayok masuk" ucap Aralnd membukakan pintu
" terimakasi" Kristal pun memasukinya, setelah itu Arland juga ikut duduk di samping Kristal
" oh iya dimana rumah bibikmu?" Tanya Arya yang sudah menjalankan mobilnya
" kau hanya perlu lurus saja, nanti aku akan bilang kalau sudah sampai" ucap Kristal
Kemudian suasana menjadi hening mereka terlihat sibuk memperhatikan jalan namun Aralnd malah terus menatap Kristal.
' rasanya sangat nyaman, aku ingin menatapnya seperti ini terus' batinnya
Tampa sengaja disepanjang jalan dia terus melihat ke arah Kristal tampa Kristal sadari, tatapannya yang tidak biasa bisa membuat orang yang melihatnya berfikir mereka mempunyai hubungan.
__ADS_1