
Setelah tau bahwa bibik Kristal tidak di rawat di rumah sakit ini, Arland mulai merasa ada yang tidak beres. Arland terus berusaha tenang dan mengemudikan kembali mobilnya, kali ini dia ingin pergi ke rumah bibik Kristal. Dia berharap Kristal saat ini ada di rumahnya.
" Kristal semoga tidak terjadi apapun padamu" ucap Arland
Walaupun dia baru sekali datang ke rumah bibik Kristal, tapi dia masih mengingat jalannya dengan jelas. Setelah sampai dia langsung turun dan mengetuk pintu itu, awalanya masih tidak ada yang membukannya, namun setelah Arland mengetuk sekali lagi tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampakan seorang anak kecil.
" kakak siapa" ucapnya dengan suara kecil
" apa ibumu ada, kakak ingin bertemu sebentar" ucap Arland sambil menyamai tingginya dengan anak itu
" aku akan panggi ibu sebentar" kemudian anak itu kembali masuk untuk memanggil ibunya
Setelah beberapa saat anak itu kembali dengan ibunya yang ada di belakannya, setelah melihat Arland yang datang ibunya itu langsung menghampirinya.
" ada apa nak, kenapa kau kesini?" Tanyanya
" apa bibik baik-baik saja, aku dengar bibik sedang sakit?" Tanya Arland
" aku baik-baik, dimana nona Kristal apa dia tidak ikut denganmu"ucap bibik Kristal
'Apa! Jadi sebenarnya Kristal kemana!?' Batin Arland
" ada apa?"
" eh tidak ada bibik sekarang dia sedang istirahat. Karna bibik tidak apa-apa kalau begitu aku pergi dulu" ucap Arland
" apa kau tidak mau masuk dulu?" Tanyanya
" tidak bibik, aku masih memiliki sedikit urusan" ucap Arland kembali ke mobilnya.
Setelah mengetahui bahwa sebenarnya bibik Kristal baik-baik saja Arland langsung buru-buru pergi ke perusahannya. Bukan tampa alasan dia ke perusahaannya, dia kesana untuk mencari lokasi Kristal menggunakan alat pelacak yang sengaja dia pasang di handphonenya.
Arland sangat khawatir dengan keadaan Kristal, dia merasa bahwa saat ini Kristal sedang dalam masalah. Perasaannya menjadi tidak nyaman, di jalan dia selalu berusaha menghubunginya namun tidak bisa.
Diapun sampai ke perusahanya dan langsung mencari Raka untuk membantunya melacak hp Kristal. Dia buru-buru memasuki perusahannya dan memcari keberadaan Raka. Banyak kAryawannya yang melihat heran dirinya karna begitu terburu-buru setelah masuk ke perusahannya.
" Raka!" Panggilanya
" ada apa" ucap Raka
" ikut aku" ucap Arland
" hm?" Raka langsung mengikutinya
Namun orang yang saat ini Arland khawatirkan sekarang tenga berusaha untuk bisa mengubunginya, dia terus mencari sinyal agar bisa mengatakan keberadaanya. Namun apa yang dia lakukan semuanya tidak membuakan hasil, dia tetap tidak bisa menghubungi Arland. Sekarang dia sangat takut, saking takutnya tubuhnya tidak berhenti gemetar, dia takut orang-orang itu kembali dan melakukan sesuatu padanya.
Walaupun orang itu belum kembali sejak terakhir kali membawanya kesini, tetap saja itu tidak membuat Kristal merasa aman. Saat ini dia ada di tempat yang sangat jauh dari perkotaan. Kristal duduk bersandar di samping ranjang itu sambil terus mengotak-atik telfonnya berharap dia mendapatkan sinyal.
Kemudian sebercak harapan muncul, Kristal mendapatkan sinyal yang membuatnya bisa menghubungi Arland, tampa basa-basa dia langsung menelfol Arland sebelum sinyalnya hilang lagi.
Di tempat Arland, dia dan Raka sekarang sedang mencari lokasi Kristal menggunakan alat pelacak yang ada di handphone Kristal. Namun sesaat kemudian handphone Arland berbunyi dan dia langsung mengangkatnya.
" halo"
" Arland!"
__ADS_1
" Kristal!?"
" Arland tolong aku!"
" kau dimana, beritau aku lokasimu!"
" aku tidak tau aku dimana, tapi tadi aku liat orang itu membawaku ke luar kota, Arland cepat tolong aku mereka ingin melakukan sesuatu padaku!"
" kau tunggu disana, aku akan segera datang!!"
" cepat aku sangat takut, aku takut sekali!"
" kau tenangla, aku akan segera berangkat"
" hah!"
" ada apa!?"
" me-mereka datang!!"
" apa!!"
" hei gadis kecil apa kau sudah menunggu kami~ t-tidakkk"
" Kristal!!"
" Arland tolong aku, Berhenti!! Jangan mendekat!!"
" kris-
" sial!!" Ucap Arland melempar telfonnya sembarang
" ada apa!?" Tanya Raka
" apa kau sudah menemukan lokasinya, cepat kita tidak punya banyak waktu!!" Ucap Arland
" aku sudah menemukannya, lokasi handphonya ada di luar kota A dan ada di dekat persimpangan kota lain"
" kalau begitu kita cepat kesana!!" Arland langsung keluar dari ruangannya
" Kristal bertahanla" ucapnya
Di tempat Kristal
Orang-orang yang tadi masuk berusaha mendekatinya namun ada dua orang lagi yang juga muncul di belakang tiga orang itu.
" bagaimana apa kalian suka dengan orang pilihanku" ucapnya
" suara itu, aku ingat itu adalah suara orang yang menghubungiku tadi, dia juga yang bilang bahwa bibik sedang sakit! Apa dia orang yang merencanakan semua ini!?" Ucapnya menatap kedua orang itu
" kami sangat suka nona, dia sangat cantik kami akan bersenang-senang dengannya"
" bagusla kalau kalian suka, jangan sampai malam ini kalian tidak puas" ucapnya
" tenang saja nona, kami pasti akan merasa puas jika bermain dengannya semalaman"
__ADS_1
" hem" orang itu berbalik untuk pergi namun Kristal memanggilnya
" tunggu! Sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini padaku, apa yang aku lakukan hingga kau memperlakukanku seperti ini!?" Ucap Kristal
" ini adalah akibatnya jika kau berani mengambil Arland dariku, semuanya pasti karna kau, Arland terus saja menolak cintaku. Aku tidak akan membiarkan perempuan manapun dekat dengannya, hanya aku yang pantas berada di samping Arland" ucapnya
" Arland memiliku karna dia sangat mencintaiku, jika dia tidak ingin bersamamu lalu kenapa kau harus memaksanya!" ucap Kristal dengan berani
" kau!!" Orang itu menghampirinya dan menjambak rambutnya
" aarrggg!!"
" kau hanya perempuan biasa tidak pantas ada disisi Arland, jangan sombong hanya karna Arland memilihmu!!" Ucapnya marah
" lepaskan!!" Ucap Kristal
" asal kau tau saja aku bisa saja langsung menghabisimu tapi aku tidak melakukannya karna aku lebih ingin melihatmu menderita dan lebih memilih mati dari pada hidup seperti ini!" ucapnya
Dia lalu menghempasnya hingga kepala Kristal terbentur ke lantai, dia kesakitan karna kepalanya terbentur sangat keras.
" ayok pergi" ucapnya pada rekannya
Kemudian orang itu pergi dan langsung menutup pintu itu membiarkan ketiga orang yang masih ada di dalam memulai aksinya.
" hahaha!! Akhirnya kita bisa bersenang-senang" ucapnya mendekati Kristal
" j-jangan mendekat" Kristal dengan luka seperti itu hanya bisa mundur agar mereka tidak menyentuhnya
" tidak usa melawan sayang, kami akan melayanimu dengan baik" ucapnya sambil menyentu lengan Kristal
" lepaskan!! Jangan menyentuhku" ucap Kristal menarik tangannya dengan kasar
" dasar tidak tau diri!" Kemudian salah satu dari mereka mendorong Kristal hingga dia terhempas ke atas ranjang
" hahaha sekarang kau tidak bisa melakukan apa-apa!" Mereka bertiga lalu menaiki ranjanga itu
" jangan mendekat! kalian akan tau akibatnya jika menyentuhku!!" ucap Kristal mencoba melindungi diri
" memangnya kau bisa apa, kau sekarang bahkan tidak bisa melakukan apa-apa" ucapnya
' Bagaimana ini, Arland cepatla datang 'batinnya
" hei kau cepat ambil tali itu, kita ikat dia biar dia tidak bisa memberontak" ucapnya menyuruh yang lain untuk mengambil tali yang ada di samping ranjang ini
" ok" orang itu lalu turun dari ranjang dan pergi untuk mengambil tali yang dimaksud
" ayok cepat ikat dia, aku sudah tidak sabar" ucapnya
Kemudian orang yang tadi mengambil tali mendekati Kristal dan ingin mengikat kedua tangannya, namun Kristal mendorong orang itu hingga membuatnya marah.
" dasar j*lang" orang itu langsung menampar Kristal dengan keras hingga membuat bibir Kristal sobek dan darah keluar dari ujung bibirnya
Saat itu Kristal langsung kehilangan tenaga, dia bahkan tidak bisa menampung tubuhnya lagi. Orang yang tadi menamparnya langsung kembali mengikat tangan Kristal dan kedua rekannya langsung berusaha melepas pakayan Kristal.
' Arland tolong aku.." batinnya menutup matanya
__ADS_1