Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Rencana jahat sherly


__ADS_3

Di rumah lama Kristal


Ibu kedua saudara itu yang bernama Ranti sedari tadi nampak terlihat gelisa, yang dia lakukan hanya berjalan kesana kemari seperti sedang memikirkan sesuatu. Kedua anaknya yang sudah kembali tidak sengaja melihat ibu mereka yang nampak bingung karna sesuatu, mereka menghampiri ibu mereka dan menanyakan yang sedari tadi ibu mereka pikirkan.


" ada apa ibu, apa yang kau pikirkan?" Tanya Sherly


" kalian sudah pulang kenapa masih disini, kembali ke kamar kalian dan bersikan diri kalian" ucap Ranti membicarakan hal yang lain


" ibu aku bertanya ibu kenapa? Ibu terlihat bingung" ucap Sherly


" apa karna perempuan itu ibu jadi seperti ini" ucap Mely


" bukan begitu" ucap Ranti


" lalu apa masalahnya, ibu katakan pada kami" ucap Sherly lagi


" orang yang kalian matsud kekasih Kristal, ternyata dia adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal. Namanya Arland Edbert Edric seorang pengusaha muda yang terkenal di kalangan orang-orang hebat" ucap Ranti


" apa! Jadi dia sehebat itu, ternyata orang yang ingin aku miliki adalah orang yang hebat" ucap Sherly


" dulu aku perna bilang akan memberikanya apapun padamu, tapi setelah aku tau siapa dia sebenarnya aku jadi tidak yakin apa kau bisa memilikinya" ucap ibunya


" tapi ibu sudah berjanji kan aku benar-benar sangat menyukainnya, ibu tidak mungkin ingin perempuan itu bersama orang sehebat dia kan" ucap Sherly


" tentu saja anakku, aku tidak rela orang seperti dia mendapatkan dukungan sehebat itu" ucapnya


" ibu apa ibu punya ide agar aku bisa dekat dengannya, aku akan berusaha mendapatkan hatinya bu" ucap Sherly


" mungkin jika kau datang ke perusahanya dengan alasan bertemu dengan Kristal dan saat Kristal bersama dengannya, kau bisa langsung menarik perhatianya. Tapi aku tidak yakin ini akan berhasil atau tidak" ucap Ranti


" ibu aku akan berusaha, aku akan memakai baju terbuka agar saat dia melihatku dia tidak akan bisa mengalikan pandangannya dariku" ucapnya dengan percaya diri


" itu memang ide yang bagus, dia pastinya adalah laki-laki yang normal saat melihatmu dengan pakayan yang terbuka dia tidak mungkin tidak akan tergoda" ucap Ranti


" aku yakin kakak pasti berhasil, kakak mempunyai waja yang cantik pasti semua pria akan tertarik padamu hanya dalam sekali pandang" puji Mely


" apa saat kalian pulang gadis itu masih disana?" tanya Ranti


" sepertinya dia sudah pulang buk, memangnya kenapa?" tanya Sherly


" tidak masalah, itu lebih baik jika dia saat ini tidak bersama dengan Arland itu, kau bisa dengan muda menggodanya" ucap Ranti


" tapi ibu, jika saat kakak kesana dengan alasan bertemu dengan Kristal lalu bagaimana kalau kakak tidak bisa bertemu dengan laki-laki itu jika Kristal tidak bersamanya" ucap Mely


" dasar bodoh! Dia pasti akan keluar untuk mengatakan sendiri bahwa Kristal sedang tidak bersamanya" ucap Ranti


" tenang saja, aku pasti akan membuatnya menyukainya hanya dalam sekali pandang" ucap Sherly


" kalau begitu sebaiknya kau bersiap-siap, nanti malam kau bisa ke perusahanya untuk memulai rencana ini" ucap Ranti


" baik ibu" ucap Sherly


" tapi kak, apa kau punya baju yang terbuka yang akan kau pakai nanti malam" ucap Mely


" tenang saja, ibu akan membelikannya untukmu" ucap ibunya


" waa terimakasih ibu, kalau begitu ayok ibu kita cepat berangkat" ucap Sherly tak sabaran


" ibu belikan aku baju baru juga" ucap Mely


" iya iya" setelah itu ibu dan anak itu pergi untuk membeli beberapa baju.


Di perusahan Success


Setelah kepergian Eryna perasaan Arland menjadi tidak baik-baik saja, sedari tadi yang dia lakukan hanya melihat ke arah jendela dan memandang kota A keseluruhan. Kemudian dia mengingat sesuatu yang mungkin akan membuatnya merasa lebih baik, dia lalu memanggil Raka agar datang ke ruangannya.


" Raka!!" panggilnya


Kemudian Raka tiba ke ruangannya dan langsung bertanya alasan dia memanggilnya.

__ADS_1


" ada apa!?" tanya Raka


" pergi ke kampus siraya dan jemput Kristal, suruh dia datang ke kantorku" ucap Arland


" Kristal? Gadis yang selalu kau pikirkan itu" ucap Raka


" dari mana kau tau" ucap Arland


" Arya yang mengatakannya waktu itu, jadi kau ingin aku membawanya ke sini?" tanya Raka


" ya, aku merindukannya jadi bawa dia ke sini" ucap Arland


" kenapa kau tidak menjemputnya sendiri, kenapa malah menyuruku" ucap Raka


" jadi apa gunanya kau sebagai bawahanku jika disuru menjemput satu orang saja sudah mengeluh!" ucap Arland


" baiklah kalau begitu aku pergi!!" ucap Raka kesal ketika disebut bawahan oleh Arland.


Beberapa saat kemudian


Raka akhirnya sampai di perusahan Success dengan membawa Kristal bersamanya, Kristal nampak bingung kenapa orang di depannya ini membawanya ke sebuah perusahan yang sangat besar. Setiap kali dia bertanya, Raka selalu menjawab 'Arland ingin bertemu denganmu ' itu tentu membuanya bingung jika terus mendapat jawaban seperti itu


" kenapa kau membawaku kesini?" tanya Kristal untuk ke sekian kalinya


" sudah kubilang Arland ingin bertemu denganmu, kau cerewet sekali" ucap Raka


" hei! Bisakah kau menjawab dengan benar!! Aku tau kau membawaku karna Arland yang menyuruhmu, tapi bisakah kau katakan padaku kenapa membawaku ke perusahan yang besar ini!!" ucap Kristal kehilangan kesabaran


" karna ini adalah perusahan Arland mengerti!!" ucap Raka


" ah! Ini perusahan Arland?" ucap Kristal


" ya, sekarang diam dan ikuti aku saja" kemudian Raka membuka sebuah pintu yang ada di depannya


" sekarang masukla, dia ada di dalam" ucap Raka


Kristal pun melakukan apa yang Raka katakan dan langsung masuk ke ruangan itu, disana dia melihat Arland yang berdiri melihat jendela. Karna dia tau Arland ingin bertemu dengannya, Kristal langsung berjalan ke arahnya.


" akhirnya kau datang" ucap Arland


" ada apa, kenapa kau memanggilku untuk kesini?" tanya Kristal


" karna aku ingin bertemu denganmu Kristal" ucap Arland


Arland lalu berjalan ke tempat duduknya sambil menyuruh Kristal untuk datang padanya.


" sekarang ayok ke sini" ucap Arland sambil menyuruh Kristal datang padanya


Kristal langsung menurutinya dan berjalan ke arah Arland, tampa basa-basi Arland langsung menarik tangan Kristal hinggal dia duduk di pangkuannya.


" A-arland, apa yang kau lakukan?" Tanya Kristal


" hanya memeluk kekasihku saja, apa itu hal yang salah" ucapnya tampa dosa


" tapi ini terlalu dekat, bisakah kau lepaskan aku aku akan duduk di sampingmu saja" ucapnya


" tidak bisa, jika kau disini aku akan lebih serius bekerja dan bisa cepat pulang, jadi jangan berusaha untuk pergi" ucap Arland


" tapi.." namun apalah daya, dia tidak bisa keluar dari pelukan Arland karna tenaga Arland lebih kuat darinya, jadi dia hanya bisa pasra dan membiarkan Arland terus memeluknya


Kristal merasa tidak nyaman dengan posisi ini, apalagi Arland terlihat tidak masalah membiarkan Kristal duduk di pangkuannya. Dia tetap begitu serius mengerjakan tugasnya, walaupun seharunya jika Kristal ada di pangkuannya, itu akan menganggu pekerjaanya.


Tapi yang benar saja, Arland malah terlihat lebih serius saat Kristal ada di atasnya, dia bahkan sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya. Walaupun Kristal merasa tidak nyaman, tapi dia terus melihat tangan Arland yang begitu lihai mengerjakan itu semua hingga selesai.


Malam pun tiba dan Arland sudah menyelesaikan tugasnya, bahkan itu sampai membuat Kristal tertidur dalam posisi yang sama dan bersandar padanya. Arland kemudian menggendong Kristal pelan-pelan agar dia tidak membangunkannya, dia menidurkan Kristal di sebuah sofa yang ada diruanganya karna dia masih harus membereskan tempat kerjanya.


" Arland.." ucapnya setengah sadar


" ada apa Kristal" ucapnya dengan suara lembut

__ADS_1


" jam berapa sekarang" ucap Kristal sambil mengusap matanya


" ini masih jam 20.00 jadi kau lanjutkan tidur saja" ucap Arland


" aku sangat lapar, ayok kita makan" ucapnya


" hm baiklah, ayok kita pergi makan di luar" ucap Arland


Arland lalu membantu Kristal bangun karna dia terlihat masih sangat mengantuk, walaupun masih mengantuk tapi Kristal tetap memikirkan perutnya yang lapar.


Namun tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara ketukan, Arland langsung menyuruhnya masuk hingga memperlihatkan siapa yang ada di balik pintu.


" ada apa?" Tanya Arland melihat ke arah Raka


" sebenarnya itu bukan tentang mu. Ada seseorang yang datang dan ingin bertemu dengannya, jadi aku kesini ingin menyampaikan hal itu" ucap Raka


" siapa dia?" Tanya Arland


" aku tidak tau, tapi dia perempuan" ucap Raka


" baiklah kau bisa pergi, aku akan menemaninya bertemu dengan orang yang mungkin dia kenal" ucap Arland, setelah itu Raka pergi dari ruangannya.


" Arland, siapa sebenarnya yang ingin bertemu denganku?" Tanya Kristal


" kita tidak tau sebelum melihatnya jadi ayok kesana" ucap Arland


Di ruang tunggu terlihat disana ada seseorang yang tenga menunggu kedatangan Kristal, dia memakai jaket yang tebal namun bagian bawanya terlihat begitu pendek. Tidak tau apa yang dia inginkan datang malam-malam hanya ingin bertemu dengan Kristal dengan pakayan yang aneh seperti itu.


" penampilanku sudah sangat sempurna, aku yakin dia pasti akan langsung tergila-gila padaku" ucapnya dengan percaya diri


Kemudian dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, dia langsung bersiap-siap untuk memulai aksinya. Namun ketika dia melihat Kristal tenga bersama Arland, dia jadi terlihat kesal.


' ternyata dia ada disini, sunggu sial ' batinnya


" Kristal akhirnya aku bertemu dengannmu" ucapnya mulai menunjukan ektingnya


" Sherly? Kenapa kau ada sini dan untuk apa kau mencariku?" ucap Kristal bertanya-tanya karna kedatangan saudara tirinya


" aku hanya ingin bertemu denganmu apa itu tidak boleh, lagi pula kau itu kan adikku" ucapnya


" ehh itu, sebenarnya apa ada alasan kanapa kau kesini?" Tanya Kristal


'Kedatangannya sangat mencurigakan, dia sepertinya sedang merencanakan sesuatu 'batin Arland


' cih! kenapa dia begitu dekat dengannya, aku kan jadi tidak bisa menggodanya 'batin Sherly


" oh iya ayok kita duduk dulu aku ingin mengobrol sedikit denganmu" ucapnya sambil menarik Kristal untuk duduk bersamanya


" itu Sherly, kau kenapa memakai baju seperti itu apa kau tidak dingin" ucap Kristal setelah sadar dengan pakayan yang Sherly gunakan


" mana mungkin, lagi pula aku sangat menyukainnya" ucapnya


Kemudian dia berdiri lagi dan berusaha menarik tangan Arland agar ikut duduk bersamanya. Namun Arland langsung mengerti alasan dia datang, karna itu dia langsung menepis tangannya dan berjalan ke arah Kristal.


" ini sudah malam dan Kristal harus istirahat, sebaiknya kau pergi dan bicarakan lagi nanti di kampus kalian. Lagi pula untuk apa kau mencari Kristal, bukannya kau tidak perduli dengannya" ucap Arland, Arland lalu membawa Kristal pergi dari sana


" eh itu, tunggu jangan pergi dulu" ucapnya, namun tiba-tiba di jatuh tampa sebap dan merintih kesakitan


" ah! aduh sakit sekali, ah~" ucapnya


" hah!" Kristal melihat ke Sherly yang kesakitan


" sudah jangan memperdulikan dia lagi, bukannya kau lapar ayok makan" ucapnnya kembali membawa Kristal menjauh dari Sherly yang diperhatikan karyawan-karyawan kantor


" sial! Kenapa aku malah gagal, aku bahkan belum menunjukan baju sexy ku!" Ucapnya marah


" hei lihat, apa tadi dia berusaha menarik perhatian presdir, sungguh tidak tau malu" ucap karyawan yang masih ada di sana


" iya tidak tau malu"

__ADS_1


" siall!! Lihat saja kau Kristal! Aku akan membalas rasa malu ini suatu hari nanti!" Ucapnya lalu dia pergi dari sana dengan rasa malu yang begitu besar.


__ADS_2