
Malam semakin panjang, mereka berdua masih ada di restoran itu untuk menikmati waktu bersama. Makanan di meja mereka juga sudah hampir habis semua hanya meninggalkan dua gelas yang di isi minuman yang sama, mereka berdua bersulam untuk menikmati minuman itu.
Namun ada satu hal yang tidak Kristal ketahui, yaitu Arland dengan sengaja menyuruh pelayan untuk memberikan sedikit anggur di minuman mereka. Tampa merasa bersalah Arland menatikan reaksi Kristal ketika sudah tidak sadar karna meminum minuman yang sudah dia siapkan.
Ternyata yang dia lihat begitu manis, pipi Kristal menjadi merah karna minuman itu dan dia terlihat sudah tidak sadarkan diri. Kristal langsung tak sadarkan diri hanya karna meminum sedikit anggur, melihat itu Arland jadi merasa bersalah.
' aku hanya menyuruh mereka memberikan sedikit anggur di minuman itu, tapi kenapa dia sudah tak sadar begitu apa dia tidak bisa minum minuman ini 'batinnya
Karna hari sudah sangat malam Arland berencana membawa Kristal kembali, namun saat dia ingin menggendongnya Kristal malah terbangun.
" umm~~ aku belum mau pergi~aku masih ingin disini~" ucapnya
" ini sudah malam kau harus cepat tidur bukannya besok kau ada kelas" ucap Arland mulai membawa Kristal
" tapi aku belum mau tidur~ " ucapnya memberontak dengan pelan
" huff" akhirnya dia tetap membawanya walaupun Kristal terus menolaknya
' lain kali aku tidak akan memberinya anggur lagi ' batin Arland
" lepaskan aku~ aku.. belum mau pulang.." ucapnya yang mulai kehilangan kesadaran
Arland yang sudah ada di mobilnya langsung memasukan Kristal ke dalam, dia membiarkan Kristal yang sudah tertidur duduk di sampinya. Arland memasangkan sabuk pengaman agar dia tidak terbentur saat mobil sedang berjalan, apalagi sekarang Kristal sudah tidak sadar.
" duduk disini jangan kemana-mana" ucap Arland, namun Kristal tidak menjawabnya karna dia sudah tertidur
Arland mulai menjalankan mobilnya menuju rumahnya, dalam kondisi Kristal saat ini lebih baik dia membawanya ke dalam rumahnya. Ini juga karna kesalahanya yang telah memberinya anggur itu, jadi dia akan merawatnya sampai keesokan harinya.
Ya mungkin nanti saat Kristal terbangun dirumah Arland dia akan berfikir Arland sudah melakukan sesuatu padanya dan Arland pasti akan butuh waktu yang lama untuk menjelaskannya.
Setelah sampai di rumahnya Arland langsung memarkirkan mobilnya di bagasi, tak lupa Arland juga melepas sabuk pengamannya sebelum kembali memperhatikan gadis di sampingnya. Dia lalu keluar dari mobilnya untuk membukakan pintu agar dia bisa segera menggendong Kristal menuju rumahnya.
Di dalam rumahnya banyak pelayan-pelayan yang terlihat terkejut ketika tuan mereka pulang dengan menggendong seorang perempuan.
Di antara mereka ada satu orang yang menjadi orang kepercayaan Arland untuk menjaga rumahnya, Arland memanggil orang itu dengan sebuatan pengurus Nua. Pengurus Nua melihat dengan senang ketika tuannya yang dari dulu dia rawat sekarang tenga membawa perempuan.
Arland langsung membawa Kristal ke kamar yang ada di samping kamarnya, tidak mungkin dia membawa Kristal ke kamarnya kan. Setelah itu Arland langsung menidurkannya dengan pelan agar dia tidak terbangun, sebelum keluar Arland tak lupa menyelimutinya.
Wajah Kristal yang masih memerah membuat Arland tidak bisa untuk tidak menyentuhnya, sangat lembut itu yang dia rasakan saat mengelus pipinya.
' sangat manis' batinnya
Kemudian dia menarik tangannya yang masih ada di pipi Kristal, Arland lalu membiarkannya istirahat dan dia langsung kembali ke kamarnya sendiri. Karna dia juga sudah sangat lelah karna hari ini sudah banyak yang terjadi, Arland langsung menaiki ranjangnya dan langsung menutup matanya membiarkan tubuhnya beristirahat.
Keesok harinya
__ADS_1
Pagi yang indah dan cahaya matahari menerobos paksa jendela dan menerangi sebuah kamar, hal itu membuat seorang gadis yang tertidur lelap terbangun, dia lalu merenggakan tubuhnya dan melihat sekeliling kamar yang ia tempati. Rasa ngantuk masih dia rasakan, dia rasanya masih ingin melanjutkan tidurnya, tapi tempat yang asing ini terus membuatnya mengabaikan rasa kantuknya.
" aku ada di mana" ucapnya setengah sadar
Lalu dia ingat bahwa tadi malam dia sedang berkencang dengan Arland, tapi setelah dia meminum minuman yang sama dengan Arland dia jadi tidak ingat apa-apa setelah itu. Kemudian dia mulai menyadari sesuatu, kamar yang asing ini begitu mewah tidak mungkin ini adalah kamarnya, jika sekarang dia tidak ada di rumah Arland lalu di mana lagi.
Kemudian Kristal berteriak karna terkejut, itu membuat Arland yang disebelah kamarnya sampai mendengar teriakannya. Dia yang sudah terbangun lebih awal dan sudah bersiap-siap langsung datang menghampiri Kristal, dia tau bahwa ini yang akan terjadi jika membiarkan gadis yang kau buat mabuk tidur di rumahnya. Setelah ini dia harus menjelaskan semuanya agar Kristal tidak berfikir Arland adalah pria yang memanfaakan seorang gadis yang tak sadarkan diri.
" ada apa" ucapnya di balik pintu
" k-kenapa aku ada disini, tadi malam kan kita berkencang setelah itu kenapa aku tidak ingat apa-apa" ucapnya bingun dan panik
" kau sekarang ada di rumahku, jangan berfikir yang tidak-tidak" ucap Arland menjalan mendekati Kristal
" apa! Jadi ini rumahmu, tapi kenapa kau membawaku kesini, jangan-jangan..." ucapnya sambil menutupi dirinya dengan selimut
" aku sudah bilang jangan berfikir yang tidak-tidak, tadi malam kau ketiduran jadi aku membawamu ke rumahku, lagi pula aku tidak membawamu ke kamarku kan" ucap Arland
" ke-kenapa.. kau, apa yang kau lakukan padaku" ucap Kristal gemetaran
" Kristal! Aku sudah bilang aku hanya membawamu ke rumahku karna tadi malam kau ketiduran, jika aku ingin melakukan sesuatu padamu aku akan melakukannya sekarang tampa harus repot menjelaskannya" ucapnya menatap tajam Kristal
" huhu~~" tangis Kristal tiba-tiba
" huff Kristal jangan menangis, aku benar-benar tidak melakukan apapun padamu" ucapnya mencoba menenangkan Kristal
Kemudian Arland merasa bersalah karna dia tadi memang sedikit membentak Kristal, tapi bukan karna dia marah. Arland lalu mengusap kepala Kristal dengan lembut seperti mengelus seekor kucing kecil.
" maaf kalau aku membuatmu terkejut, sudah-sudah kau jangan menangis" ucapnya
Kristal lalu mengusap air matanya dan kembali menatap Arland
" Arland, kenapa aku tidak mengingat sesuatu setelah minum minuman itu, apa ada sesuatu di dalam minuman itu?" Tanyanya
" um tidak ada, mungkin kau lelah saja jadi tidak mengingatnya" ucapnya berbohong
' jika aku bilang di dalam minumannya ada anggur dia pasti akan marah, lebih baik aku merahasiakannya ' batinnya merasa bersalah lagi
" kenapa?" Tanya Kristal ketika merasa Arland tenga menyembunyikan sesuatu
" tidak ada, kau lapar kan ayok kita turun" ucapnya mengalihkan pembicaraan
" iya aku sangat lapar, setelah bangun aku jadi ingin makan" ucap Kristal
" kalau begitu ayok turun, semua sudah menyiapkan makanan untuk kita" ucap Arland
__ADS_1
" baik aku akan turun" Kristal lalu turun dari ranjangnnya
" ayok" Arland lalu membawa Kristal turun untuk sarapan.
Meja makan di rumah Arland begitu besar dan di atasnya sudah banyak makanan yang sudah di sedikan. Saking banyaknya Kristal sampai tidak percaya akan bisa menghabisnya bersama Arland. Dia menatap Arland nampak sudah terbiasa dengan makanan sebanyak ini, dia hanya menyuruh Kristal untuk duduk dan menyantap mulai makanan itu.
" ayok makan bukannya kau lapar" ucap Arland
" tapi ini terlalu banyak apa kau yakin kita bisa menghabisinya" ucap Kristal ketika melihat makanan yang disiapkan untuk mereka terlalu banyak
" makan yang banyak biar kau cepat gemuk, tadi malam saat aku menggendongmu kau itu seringan kapas" ucap Arland
" hah!? Itu tidak mungkin, aku itu sudah makan banyak bagaimana mungkin kau mengatakan hal itu" ucap Kristal
" pfft jika kau bisa makan banyak seharusnya kau bisa menghabisinya kan" ucap Arland
" tapi ini terlalu banyak kau juga harus membantuku menghabisinya, aku tidak bisa jika harus menghabisinya sendiri" ucapnya
" hem baiklah, aku terpaksa membantumu" setelah itu mereka berdua mulai menyantap sarapan mereka.
Namun diselah-selah makan mereka, Kristal ingat bahwa sekarang dia ada kelas, dia lalu melihat ke arah jam yang sudah menunjukan jam 07.38
" wah! Aku hari ini ada kelas!" ucapnya
" lalu" ucap Arland terlihat santai
" sekarang sudah jam segini aku bisa terlambat!" ucap Kristal
" tidak usa buru-buru, nanti aku akan mengantarmu" ucap Arland yang masih dengan santai memakai sepotong roti di tangannya
" tapi aku butuh waktu lama untuk bersiap-siap, mungkin aku akan terlambat" ucap Kristal
" kalau begitu hari ini kamu ijin saja nanti kau bisa kembali kuliah, lagi pula suruh siapa kau tidur selama itu" ucap Arland
" kan itu karna tadi malam kita kencang sampai tenga malam, jadi aku bangun kesiangan" ucap Kristal
" lalu, kenapa aku bangun tepat waktu? Aku tadi malam kan juga bersamamu" ucap Arland
" itu beda.. kau pasti sudah terbiasa bangun pagi, walaupun kau tidur jam 1 malam kau pasti akan tetap bangun tepat waktu" ucap kristl
" ya sudah, hari ini kau ikut aku ke kesuatu tempat biar tidak bosan" ucap arlans
" tapi aku apa memang harus ijin dulu hari ini" ucap Kristal
" tidak ada pilihan lain kan" ucapnya
__ADS_1
" umm baiklah, hari ini aku akan ijin dulu nanti aku akan lanjut kuliah" ucap Kristal
Dia lalu kembali melanjutkan makannya yang tertunda.