Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Pemilik sebenarnya


__ADS_3

Di tenga-tenga makan mereka, handphone Arland tiba-tiba berbunyi dan dia harus segera mengangkatnya. Setelah melihat nama yang terterah di layar hpnya, dia langsung berdiri dan pergi untuk mengangkat telfonnya.


Walaupun dia tau Arland tenga mengangkat telfon tapi enta kenapa Kristal merasa aneh kenapa Arland harus menjauh darinya. Apa karna orang yang menelfonnya begitu penting atau memang dia tidak ingin Kristal mengetahuinya.


Kristal hanya bisa melanjutkan makannya sambil menunggu Arland selesai mengangkat telfonnya. Tidak seharusnya dia curiga seperti itu, apa mungkin karna dia baru dalam hal seperti ini jadi muda curiga dengan gerak gerik kekasihnya.


" halo"


" halo Arland, apa kau merindukanku"


" kenapa kau menelfonku, apa ada masalah disana atau kau kekurangan uang jadi ingin aku mengirimnya segera?"


" hei, bisakan kau jangan terus memikirkan tentang itu, seharunya kau bertanya dulu kabarku baik atau tidak, tapi kau malah bertanya tentang uang"


" lalu, apa alasan kau menelfonku"


" besok aku akan kembali, apa kau bisa menjemputku?"


" kenapa kau kembali sekarang, apa kuliahmu sudah selesai"


" tidak si tapi kami memiliki waktu libur selama sebulan, jadi aku memutuskan untuk kembali dan bertemu kalian"


" pantas saja dia juga kembali"


" apa Eryna kembali juga, apa dia datang padamu lagi?"


" ya. Kemarin dia datang ke kantorku karna suruhan paman untuk mendekatiku, tapi aku langsung mengusirnya karna tidak menyukai kehadirannya"


" dia bisa malakukan apapun untuk mendapatkanmu, saat kau menolaknya dia jadi berubah seperti orang lain, dia bahka perna hampir membunuh seorang gadis yang perna dekat denganmu kan"


" karna itu aku sekarang sangat membencinya, aku lebih berharap dia tidak usa kembali dan menganggu hidupku lagi"


" tapi kau harus tau, keluarganya dan pamanmu sangat dekat, mereka bisa saja bersekongkol untuk merebut perusahanmu jika kau dan eryna menjadi pasangan, jadi kau harus terus waspada"


" aku tau, itu tidak akan terjadi"


" aku dengar kau dekat dengan seorang gadis, apa sekarang kalian sudah menjalani suatu hubungan? "


" ya, kita sekarang sudah menjadi sepasang kekasih"


" wah cepat sekali ya kau sudah mempunyai pasangan, aku tidak sabar melihat calon kakak iparku nanti"


" kau memang harus memanggilnya kakak ipar saat bertemu, aku ingin liat reaksinya saat ada yang memanggilnya begitu"


" siap, aku akan memanggilnya kakak ipar, lagi pula di antara kita yang paling muda adalah aku"


" kau benar, kau yang paling muda dan paling menyebalkan"


" hei tudak usa mengatakan hal itu, aku sudah dewasa dan tidak akan bersikap seperti anak-anak lagi"


" aku tidak yakin soal itu"


" hei! Sudahlah aku tutup dulu telfonnya, besok kau harus menjemputku di bandara, ingat itu jangan sampai telat"


" ya ya, berisik!"


" hemp_"

__ADS_1


Tut tut...


Setelah dia selesai mengangkat telfonnya dia lalu kembali ke meja makan. Dia langsung duduk di tempatnya dan melanjutkan makannya.


" apa kau sudah selesai mengangkat telfonnya?" Tanya Kristal tiba-tiba


" sudah, ada apa?" Tanya Arland


" tidak ada" dia lalu melanjutkan makannya


" apa kau sedang menungguku selesai mengangkat telfon" ucap Arland


" tidak juga " ucapnya tampa melihat ke arah Arland dan terus fokus memakan makanannya


Namun jawaban Kristal tidak membuat Arland senang, sepertinya telah terjadi sesuatu hingga membuat dia seperti itu. Arland menatapnya terus tampa Kristal sadari hingga makanan yang Kristal makan telah habis.


" ada apa, kenapa kau terlihat sedih?" Tanya Arland kemudian


" ..." namun Kristal tidak menjawabnya


" Kristal aku bertanya padamu, ada apa?" ucap Arland lagi


" seharunya kau tidak usah kembali begitu cepat, kau bisa mengobrol sampai kau puas tidak usa memikirkanku" ucapnya


" hah?"


" lagi pula panggilan itu sepertinya dari orang yang penting kan, seharunya kau terus mengobrol saja bersamanya" ucapnya lagi


' owh sepertinya dia pikir panggilan tadi dari seorang perempuan jadi dia bersikap seperti itu, ternyata dia sedang cemburu ' batin Arland


Tentu itu membuat Kristal kaget saat mendengar Arland mengatakan bahwa dia sedang cemburu, memang dia sangat sedih saat Arland mengangkat telfon begitu lama apalagi sampai menjauh darinya. Tapi dia tidak tau bahwa hal itu karna dia sedang cemburu, dia memalingkan wajahnya karna merasa bahwa saat ini pipinya sedang memerah.


" kenapa tidak menjawab, apa kau memang sedang cemburu" ucap Arland memperlihatkan senyuman jahil


" bagaimana mungkin aku cemburu, aku hanya menyuruhmu mengobrol lebih lama saja kan, mungkin yang menelfonmu itu orang penting" ucapnya


" benarkah karna itu, tapi sepertinya kau memang cemburu, kau fikir orang yang menelfonku itu adalah perempuan kan" ucap Arland


Kristal tidak menjawabnya dan itu semakin membuat Arland semakin yakin bahwa Kristal sedang cemburu, dia tidak bisa untuk terus menahan senyumnya. Melihat kekasihnya cemburu, itu membuat Arland senang karna jika dia cemburu itu berarti dia sangat perduli dengannya.


" hahaha tidak kusangka kau ternyata cemburuan, lain kali aku harus mengatakan dulu jika ada yang menolfonku" ucapnya


" lagi pula kenapa kau harus menghidar saat mengangkat telfon itu, jika bukan perempuan lalu siapa lagi!" Ucap Kristal


" aku memang sudah terbiasa pergi saat mengangkat telfon, tapi aku tidak tau itu membuatmu berfikir aku sedang mengangkat telfon dari seorang perempuan" ucapnya yang masih terus tertawa


" sudah sudah jangan tertawa terus kau membuatku malu, sekarang coba kau jelaskan siapa yang menolfonmu tadi" ucap Kristal


" dia temanku, besok dia akan kembali jadi menyuruhku untuk menjemputnya dan temanku itu laki-laki" ucap Arland


" kenapa kau harus menjemputnya, memangnya dia dari mana?" Tanya Kristal


" dia kuliah di luar negeri, dia libur selama sebulan dan dia memutuskan untuk kembali ke kota ini" ucap Arland


" owh, apa besok aku boleh ikut menjempunya" ucap Kristal


" tentu saja, besok adalah hari minggu dan kau libur kan aku akan membawamu besok" ucap Arland

__ADS_1


Kemudian para pelayan datang dan langsung membersikan meja makan yang sudah tidak ada makanan di atasnya. Mereka membawa piring-piring yang sudah digunakan untuk mereka bersikan. Arland membawa Kristal keluar dari rumahnya dan menuju mobil menuju suatu tempat yang mungkin sudah menjadi tujuan awalnya.


" Arland kau itu seorang pengusaha ya, perusahanmu saat besar aku sangat kagum" ucap Kristal


" aku membangun perusahan itu dengan kerja kesar hingga sampai ke titik dimana sekarang perusahan success menjadi perusahan yang paling besar dan terkenal di seluru kota. Akan banyak yang berusaha untuk menghancurkan kerja kerasku, jika itu sampai terjadi apa kau masih ingin bersamaku" ucap Arland sambil mengenggam tangan Kristal


" aku akan selalu bersamamu Arland apapun yang terjadi, aku akan terus ada disisimu saat ada banyak orang yang membencimu. Jadi kau jangan khawatir kau akan sendiri saat mengalami hal itu, kau juga mempunya banyak teman kan" ucap Kristal


" aku tau kau tidak akan meninggalkanku, aku percaya itu" ucapnya


" ngomong-ngomong kita akan kemana?" Tanya Kristal


" kau ingat dulu aku perna bilang akan membantumu merebut kembali rumah orang tuamu, sekarang aku ingin melakukan apa yang perna aku janjikan" ucap Arland


" matsudmu?" Tanya Kristal


" sebelumnya aku sudah menyelidiki sertifikat rumah itu dan pemilik sebenarnya. Aku menemukan bahwa mereka bukanlah pemilik asli rumah itu, malahan aku menemukan namamu yang tertera di sertifikat itu. Jika mereka tidak mau keluar dari rumah itu kita hanya perlu memperlihatkan sertifikat ini. Mau bagaimana pun mereka harus segera meninggalkan rumah itu karna itu adalah rumahmu" jelas Arland


" jadi kau sudah melakukan sampai sejauh ini, Arland terimakasi" ucap Kristal


" aku hanya menepati janji yang perna aku ucapkan, aku juga tidak suka jika mereka mengambil hak mu di rumah itu" ucap Arland


" jadi sekarang kita akan kemana?" Tanya Kristal


" tentu saja kerumahmu, kita akan segera menendang mereka keluar dari sana" ucap Arland


Mereka pun sampai di rumah lama Kristal, di depan rumah itu terlihat bibik pembantu Kristal tenga menyapu halaman. Saat dia melihat sebuah mobil yang berhenti di depannya dia langsung berhenti menyapu dan melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


" bibik apa kabar" ucap Kristal mendatangi bibiknya


" kabarku baik nona, bagaimana kabarmu?" Tanya bibiknya


" aku juga baik bibik" ucap Kristal


" nona ada apa anda kesini, apa ada barang anda yang ketinggalan" ucap bibiknya


" sebenarnya bibik, aku ingin mengambil rumah ayah dan ibu kembali. Aku sudah mempunyai sertifikat rumah ini dan pemilik yang sebenarnya" ucap Kristal, namun kemudian ada seseorang yang keluar dari rumah itu


" omong kosong!! Rumah ini jelas adalah rumah kami yang ayahmu berikan, jangan mengatakan hal yang tidak benar" ucap seorang yang adalah Ranti


" kau bisa melihatnya sendiri" ucap Kristal sambil memperlihatkan sertifikat yang ada di tangannya


" jelas di sertifikat ini nama pemilik rumah adalah namaku, seharunya kau masih bisa membaca kan" ucap Kristal


" tidak mungkin!!" Ranti lalu mendekat ke arah Kristal berusaha merebut sertifikat yang ada di tangannya namun Arland menarik Kristal ke dalam pelukannya hingga Ranti tak bisa mengambil sertifikat itu


" berikan itu padaku!!" Ucapnya


" Ini adalah sesuatu yang tidak pantas kalian dapatkan, hanya dengan mengandalkan hubungan keluarga tidak membuatmu bisa mendapatkan semuanya. Sekarang pemilik rumah ini sudah diketahui untuk apa kau bekerja keras mendapatkan sertifikat ini " Ucap Arland membuatnya tak bisa mengatakan apa-apa.


Kemudian Arland dan Kristal begitupun bibiknya masuk ke rumah itu meninggalkan Ranti sendirian. Namun saat mereka bertiga berbalik Ranti kembali mengejar Kristal dan berusaha mendorongnya.


" mati kau!!" Ucapnya sembari mendorong Kristal


" cari mati!!" Ucap Arland kembali memeluk Kristal dan menendang Ranti hingga tersungkur


" Akh!!"

__ADS_1


__ADS_2