Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Jangan menyesal


__ADS_3

Pagi harinya saat membuka matanya dia mulai bangkit dari tempat tidurnya dan menyegarkan tubuhnya. Dia membuka jendela di samping tempat tidurnya dan menghirup banyak-banyak udara pepohonan yang rindang.


Pemandangan yang menakjukan ketika dia membuka mata.


Suara kicawan burung terus dia dengar, mereka seperti tenga menyambutnya dari tidur yang panjang. Banyak burung-burung yang beterbangan di hadapannya, mereka seperti sedang memperlihatkan sebuah tarian padanya. Sungguh pemandangan indah, ingin rasanya dia terus melihat semua ini di saat dia bangun tidur, tapi sepertinya dia hanya akan melihatnya hari ini.


Setelah cukup segar Kristal keluar dari kamar itu dan menuju ke dapur, disana dia melihat ada seseorang yang tengah menyiapkan sarapan. Karna dia penasaran dengan yang dia buat, Kristal pun menghampirinya untuk bertanya tentang itu.


" kau sedang masak apa?" Tanyanya


" Iga bakar, apa kau sudah lapar?" Tanya Arllat


" wah iga bakar aku ingin mencobanya " ucap Kristal


" kalau begitu dudukla di sana, masakannya sudah hampir selesai" ucapnya


" baik" Kristal lalu duduk di meja makan dan menunggu dengan manis.


Kemudian Arllat yang telah siap menyiapkan masakanya langsung mendatangi Kristal dengan dua piring di tanganya. Dia lalu memberikan satu piring kepada Kristal dan satunya lagi untunya sendiri, kemudian dia duduk di depan Kristal dan mereka mulai menyantap makananya.


" makanlah" ucap Arllat


" wah aromahnya sudah kelihatan sangat enak" Kristal mulai memakanya dengan lahap setelah mencium aromanya


" umm enak" ucapnya


" hem, bagaimana tidurmu?" Tanya Arllat


" sangat nyenyak, aku juga sangat menyukai pemandangannya" ucapnya


" baguslah, kalau kau suka kau bisa tidur disini lagi" ucap Arllat


" hah! I-itu tidak perlu, lagi pula aku akan segera kembali" ucapnya


" benar " ucap Arllat kecewa


Dia menatap Kristal yang tenga memakan masakannya dengan lahap, sekilas muncul senyuman tipis di bibirnya. Dia jadi teringat mimpihnya tadi malam.


' kenapa aku bisa memimpikan hal itu, kejadian yang membuatku sampai ada di kota ini dan hanya untuk menagih janjinnya waktu itu. Aku apa akan bisa membuatnya bersamaku' batinnya


" cepat habiskan, setelah ini aku akan langsung mengantarmu ke rumahmu" ucap Arllat


" um" Kristal kembali menyantap makananya


" eh tapi sebaiknya kau antar aku ke rumah Arland saja, aku ingin bertemu dengannya dia pasti sangat merindukanku" ucap Kristal


" apa kau sering tinggal di rumahnya, apa kau tidak takut dia akan melakukan sesuatu padamu?" ucap Allrat


" tidak mungkin, aku yakin itu" ucap Kristal sambil memperlihatkan senyumannya yang manis


Setelah mereka selesai sarapan pagi, Arllat langsung menyuruh Kristal untuk menunggunya di depan vilanya. Kristal pergi untuk menunggu seperti yang Arllat katakan, namun pemandangan di sekitar villa Arllat membuat Kristal tidak bisa diam.


Dia mendatangi sebuah danau dan melihat dari dekat sampai dia memasukan tangannya sendiri ke air tersebut.

__ADS_1


" dingin sekali, tapi danau ini sangat besar apa ada ikan di dalamnya?" ucapnya penasaran


Tak hanya itu dia pergi ke sebuah pohon yang ada di dekat villa arrlat. Itu adalah pohon apel, melihat banyak buah yang sudah matang membuatnya ingin mengambilnya. Namun dia tidak tau cara untuk mengambil buah itu, tidak mungkin dia memanjat untuk mengambilnya kan.


Dia lalu menggunakan sebuah batu yang dia lempar ke arah buah tersebut agar terjatuh, tapi jangankan terjatuh satu batupun tidak ada yang kena.


Akhirnya dia menyerah dan duduk bersandar di batang pohon itu, ini pertama kalianya dia melihat pohon apel jadi dia ingin mengambilnya. Kemudian dia melihat sebuah ranting di dekat tempatnya dan mengambilnya, Kristal mencoba menggunakan ranting tersebut untuk mengambil apel itu, tapi ranting itu terlalu pendek dan tidak sampai.


" argg kesal sekali!!" Ucapnya sambil melepar rantin itu


" kau kenapa?" ucap seseorang dari belakang


" tidak ada! Ayok antar aku pulang" ucapnya yang terlihat masih kesal


" kau ingin apel?" Tanya Arllat


" tidak lagi, huh!" Ucap Kristal


" jika kau menginginkannya katakan saja padaku, aku mempunyai tangga" ucap Arllat


" benarkah, cepat aku ingin mengambil buah itu" ucap Kristal beruba epresi


" baiklah, tunggu disini aku ambil tangga sebentar" ucap Arllat


Kemudian dia kembali dengan sebuah tangga yang akan membatunya mengambil buah apel itu. Tampa berlama-lama dia langsung menaruk tangga itu di pohon apel tersebut. Saat dia ingin menaiknya, Kristal mengajukan diri untuk mengambil buah apel itu sendiri.


" aku yang akan mengambilnya" ucap Kristal mengajukan tangan


" tapi apa kau tidak takut, bagaimana kalau nanti jatuh" ucap Arllat


" baiklah. Aku akan membantumu memegangi tangganya, kau naiklah pelan-pelan jangan sesekali melihat ke bawa" ucap Arllat


" ok" kemudian Kristal menaiki tangga itu untuk mengambil buah yang dia inginkan


Namun setengah jalan dia malah tak sengaja melihat ke bawa hingga membuatnya takut dan tak berani naik lagi.


" t-tinggi sekali" ucapnya


" aku sudah bilang jangan melihat ke bawa" ucap Arllat sambil terus memegang tangga itu


" tinggi sekali Arllattt aku takutt" teriaknya


" ya ampun, sudahlah biar aku saja yang mengambilnya, kau turunlah" ucap Arllat


" t-tapi aku takut turun, bisakan kau naik dan bawa aku" ucap Kristal


" kau ini, mana bisa aku naik kalau kau masih di atas, lebih baik kau turun pelan-pelan jangan sesekali melihat ke bawa lagi" ucap Arllat


" baik, aku akan turun" Kristal lalu turun berlahan-lahan walaupun sangat takut


Namun kemudian tangganya sedikit bergerak hingga membuat kakinya mati rasa dan tidak berani dia gerakan lagi. Karna sangat takut, Kristal sampai menutup matanya saat ingin turun, alhasil dia salah menginjak hingga kakinya terpeleset dan jatuh.


" aahhhh!!" Teriaknya

__ADS_1


Namun dengan cepat Arllat menangkapnya hingga dia ikut terjatuh dan berakhir di bawa Kristal. Kristal terus menutup matanya karna takut dan dia seperti tidak mau turun dari tubuh Arllat yang dia tiduri.


" hei bisakah kau turun, aku bisa mati jika kau terus ada di atasku" ucap Arllat pasra


" hah? Eh!" Kristal langsung bangun ketika dia tau bahwa saat ini dia ada di atas Arllat, dia langsung berdiri dan sedikit menjauh dari Arllat


" seharusnya kau minta maaf bukan malah pergi" ucap Arllat


" maaf, aku tidak sengaja" ucap Kristal


" huff, jadi apa kau masih ingin mengambil buah itu?" Tanya Arllat


" t-tidak perlu, lebih baik kau cepat antar aku pulang" ucap Kristal


" baiklah, ayok" Kristal lalu mengikuti Arllat menuju mobilnya


Setelah Arllat mengeluarkan mobilnya dari bagasinya, dia langsung menyuruh Kristal untuk masuk agar dia bisa mengantarnya pulang. Di jalan, setelah kejadian itu di antara mereka tidak ada yang memulai obrolan hingga sedari tadi mereka terus diam.


Arllat membuka obloran karna dia sudah tidak tahan jika terus diam seperti itu, dia menanyakan satu hal yang membuatnya penasaran pada Kristal.


" Kristal" panggilnya


" ya" jawab Kristal


" kau dan Arland apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih?" Tanya Arllat


" iya, kita sudah bersama" ucap Kristal


" bukannya waktu itu kau bilang tidak ada hubungan dengannya, tapi kenapa sekarang kalian malah sudah bersama?" Tanyanya


" um, memang waktu itu kami masih belum berhubungan, namun saat dia mengantarku pulang saat itu dia mulai mengatakan perasaanya" ucap Kristal


" owh, tapi aku hanya ingin bilang kau jangan terlalu berharap dia akan bersamamu terus" ucap Arllat


" apa matsudmu?" Tanya Kristal


" dia adalah seorang pengusaha dan pasti ada banyak orang yang tidak menyukai kehadiranya, jika kau bersamanya mungkin kau akan menjadi sasaran mereka dan akan mengalami banyak masalah seperti yang terjadi tadi malam, jadi lebih baik kau pikirkan lagi jika bersamanya kau hanya akan menderita" ucapnya


" aku tau, tapi aku tetap akan bersama Arland karna aku yakin dia akan melindungiku saat ada yang mau menyakitiku, lagi pula Arland juga sangat mencintaiku dari yang dia lakukan untukku itu sudah membuatku yakin bahwa dia benar-benar tulus mencintaiku" ucap Kristal


" aku harap kau tidak menyesal Kristal" ucap Arllat


" tidak akan" ucap Kristal dengan yakin


" baiklah" Kemudian mereka fokus ke depan


Setelah cukup lama akhirnya mereka sampai di rumah Arland, Kristal langsung keluar dari mobil Arllat karna dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Arland. Sebelum dia pergi, dia tidak lupa mengucapkan terimakasi pada Arllat karna sudah menolongnya dan memberinya tempat bermalam.


" terimakasi Arllat, lain kali aku akan membalas kebaikanmu" ucap Kristal


" hari ini kau ada kelas jangan membolos lagi, ujinmu hampir tiba lebih baik kau menghabiskan waktumu dengan belajar" ucap Arllat


" aku tau, sampai jumpa di kampus" ucapnya kemudian dia masuk ke rumah Arland

__ADS_1


Setelah dia mengantar Kristal Arllat berbalik kembali ke rumahnya, dia juga harus bersiap-siap untuk mengajar hari ini. Di kampunya dia harus berpenampilan sebagai dosen yang dingin agar murit-muritnya tidak dekat dengannya, karna dia di kampus itu hanya untuk Kristal.


__ADS_2