Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Sesuatu yang telah terjadi


__ADS_3

Di tempat yang berbeda di waktu yang sama


Ada sebuah mobil mewah yang menuju ke arah perusahan Success, di dalam mobil itu ada seorang pria paru baya yang tenga melihat hpnya. Orang itu mengecek sesuatu yang ada di hpnya sebelum menyuruh sopir yang mengendari mobilnya berhentih.


" hentilan mobilnya!" ucapnya lalu mobinya pun berhenti


Orang itu keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah sebuah rumah yang sederhana, rumah yang begitu tua namun rumah itu ada di tempat yang sangat sepi. Orang itu masuk ke dalam rumah yang ada di depannya tampa mengetuk pintu, dia mencari sesuatu di dalam rumah itu hingga ke sebuah ruangan yang tidak mempunyai penerangan.


Dia mencari tombol lampu agar bisa melihat kondisi tempat ini, setelah semua lampu menyala orang itu langsung menemukan apa yang menjadi tujuannya.


" apa kalian baik-baik saja, bagaimana apa kalian suka tinggal di sini" ucapnya tersenyum jahat


" seperti biasa aku di sini ingin melihat kondisi kalian. Setelah beberapa tahun kalian ini masih bisa hidup ya, hahaha!!" ucap orang tertawa jahat


" kalian tau aku sebenarnya ingin pergi ke perusahan Success, tapi di perjalanan aku mengingat kalian dan langsung kesini. Betapa aku sangat mencemaskan keadaan kalian sampai aku meluangkan waktu untuk kalian berdua padahal aku ini sedang sibuk" ucapnya serasa paling benar


" dari tadi kenapa kalian tidak menjawabku hem!?. Oh iya aku baru ingat bukannya kalian tidak bisa bicara hahaha" kemudian orang itu berbalik untuk pergi


" aku akan mematikan lampunya jika kalian memang menyukai tempat yang gelap" ucapnya lalu mematikan lampunya dan pergi dari rumah itu, sedangkan kedua orang yang baru dia temui hanya tertunduk tak berdaya.


Di tempat Arland dan Kristal


Setelah obrolan itu selesai mereka kembali memperhatikan jalan dan melihat banyak mahasiswa yang juga terlihat terburu-buru pergi ke kampusnya. Sepertinya mereka juga mengalami keterlambatan karna mengerjakan tugas semalaman sama seperti Kristal. Namun Kristal tidak akan terlambat karna dia diantar Arland menggunakan mobil cepatnya.


Namun saat mereka sudah melihat kampusnya dari kejauhan, Kristal malah menyuruh Arland untuk menghentikan mobilnya.


" sebaiknya kau mengantarku sampai disini saja" pintahnya


" kenapa?" Tanya Arland


" tidak ada, hanya saja sebaiknya antar aku sampai disini saja" ucap Kristal


" aku akan mengantarmu sampai di kampusmu" ucap Arland


" tapi aku kan sudah sanpai, jadi turunkan aku disini saja" ucap Kristal


" tidak, aku akan menurunkanmu di gerbang kampusmu" ucap Arland yang masih fokus ke jalan " memangnya kenapa, apa kau tidak mau teman-temanmu melihatmu keluar dari mobilku?" lanjut Arland


" b-bukan begitu jangan salah paham" ucap Kristal


" pfft, kenapa kau terlihat panik begitu aku kan cuma bercanda" ucap Arland menahan tawanya


" kau.." ucap Kristal kesal


Kemudian Arland memarkirkan mobilnya di depan gerbang kampus Kristal, disana banyak anak-anak yang memperhatikan mobilnya dan mereka penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu.


" waaa itu mobil keluaran terbaru lo, tidak kusangka aku akan melihatnya secara langsung"


" iya, kira-kira siapa yang ada di dalam mobil itu aku penasaran"


" aku juga, aku ingin tau siapa orang kaya yang mendatangi kampus kita"


" mungkin itu murit baru, jika dia laki-laki pasti akan sangat populer di kampun ini"


" ayok kita kesana, aku ingin melihatnya dengan jelas"


Banyak mahasiswa yang berlarian ke arah mereka sampai membuat Kristal takut untuk keluar, disana dia juga melihat Sherly dan Mely yang juga penasaran dengan orang yang ada di dalam mobil itu.


Melihat Kristal yang tak kunjung keluar membuat Arland bertanya-tanya, dia lalu melihat apa yang Kristal lihat dan dia langsung mengerti alasan gadis itu tidak kunjung keluar dari mobilmya.


" apa kau takut?" Tanya Arland


" t-tidak kenapa kau menanyakan hal itu" ucap Kristal


" lalu kenapa kau masih belum keluar, jika bukan karna takut apalagi" ucap Arland


" aku bukannya takut, tapi mereka meremuni mobilmu bagaimana aku bisa keluar" ucap Kristal

__ADS_1


" owh" kemudian Arland keluar dari mobilnya dan membuat orang-orang itu teriak karna ketampanan Arland


" ahhh tampan sekaliii"


Disana Sherly juga melihatnya keluar dari mobilnya dan Sherly langsung ingat bahwa dia adalah orang yang perna datang kerumahnya.


" bukannya dia yang waktu itu bertanya tentang perempuan itu, kenapa dia kesini" ucapnya


Arland lalu membukakan pintu untuk Kristal agar Kristal bisa keluar, setelah melihat Arland bersama dengan Kristal semuanya langsung heboh bahkan Sherly dan Mely juga terlihat terkejut.


" dia! Kenapa dia bersamanya" ucap Sherly


" kak bukannya dia adalah Kristal, kenapa dia bersama orang itu?" Tanya Mely


" aku tidak tau, tapi kita akan segera mencari tau" ucap Sherly dia lalu membawa Mely ke kelasnya


" Arland.." panggil Kristal


" hem ada apa?" Ucap Arland


" t-tidak ada, tapi aku tidak ingin terus diperhatikan seperti ini" ucapnya sambil terus menarik lengan jas Arland


" apa kau ingin aku mengantarmu sampai di kelasmu?" Tanya Arland


" itu tidak usa, aku akan segera pergi ke kelasku" ucap Kristal


" baiklah, oh iya kapan kau pulang" ucap Arland


" hm?"


" jam berapa kau pulang?" Tanya Arland


" apa?" Ucap Kristal tak mengerti


" kau ini, aku akan menjemputmu nanti jadi jam berapa kau pulang" ucap Arland


" kau selalu berusaha menolakku, tapi tidak papa kalau kau tidak ingin mengatakannya aku akan mencari tau sendiri" ucap Arland


" hah!?"


" sudah sebaiknya kau cepat masuk sebelum kelasmu dimulai, aku memiliki sedikit urusan jadi aku pergi dulu" ucap Arland kembali masuk ke mobilnya


" i-itu, terimakasi Arland" ucapnya malu-malu


" hm tidak masalah" ucap Arland, kemudian dia menjalankan mobilnya


Setelah itu banyak orang-orang yang membicarakannya, walaupun kebanyakan yang mereka bicarakan bukan hal yang buruk, tapi tetap saja Kristal merasa tidak nyaman. Akhirnya dia berlari ke kelasnya agar tidak mendengar mereka yang terus membicarakannya.


Setelah itu kelasnya pun di mulai dan dosennya langsung menanyakan tugas yang dia berikan.


" tugas yang kemarin kalian harus mengumpulakan semuanya" ucapnya


Setelah mendengar itu teman-teman sekelasnya terlihat tidak mengerjakan tugasnya jadi tidak ada yang berdiri untuk mengumpulkan tugas. Kristal kemudian berdiri mendatangi meja dosennya untuk memberikan tugas yang semalam dia kerjakan sampai begadang.


' dia ternyata sudah selesai ' batin dosenya


" ini pak saya sudah selesai mengerjakan semuanya" ucap Kristal memberikan bukunya kepada dosennya tersebut


" bagus, kau bisa kembali ke tempat dudukmu" ucapnya


" baik" setelah itu Kristal kembali ke tempat duduknya


" baik, yang tidak mengerjakan tugas yang saya berikan sekarang kerjakan sampai selesai, jangan sampai kalian tidak mengerjakannya" ucap dosen itu


" tapi pak, tugas yang anda berikan terlalu banyak, tidak mungkin kami bisa menyelesaikannya sekarang" ucap Sherly


" lalu kenapa Kristal bisa melakukannya" ucapnya

__ADS_1


" pak, mungkin dia dibantu kekasihnya mengerjakan tugas yang banyak itu" ucap teman-teman sekelasnya


" apa!" Kristal terkejut mendengar apa yang mereka katakan


" iya pak, tadi pagi kami melihat dia di antar pacarnya ke kampus, bahkan pacarnya itu terlihat sangat tampan" ucap mereka lagi


" t-tidak bukan begitu" ucap Kristal mencoba menjelaskan


" sudah sudah, kalian jangan banyak bicara cepat kerjakan sekarang!" Ucapnya


Setelah itu kelas mulai hening karna banyak murit yang fokus untuk mengerjakan tugas, disana hanya Kristal yang terlihat tidak melakukan apa-apa. Hanya dia yang telah selesai mengerjakan tugasnya jadi kali ini dia terlihat tidak ikut mengerjakan seperti teman sekelasnya.


Kemudian dosennya mendatangi mejanya


" Kristal ikut aku sebentar" ucapnya


" hah, Baik!" Kemudian mereka berdua meninggalkan kelas


Kristal bertanya kepada dosennya alasan dia menyuruh Kristal untuk ikut dengannya, namun dosennya itu tidak menjawabnya, dia hanya terus berjalan menuju suatu ruangan. Setelah itu dosennya menuruhnya membawa buku-buku yang menumpuk menuju kelasnya, namun buku-buku itu terlalu banyak untuk Kristal bawa sendiri.


" bawa semua buku itu" ucapnya


" t-tapi terlalu banyak untuk ku bawa semua" ucap Kristal


" kau bawa setengahnya, aku yang akan membawa sisahnya" ucapnya


" b-baiklah pak" kemudian Kristal membawa setengah buku yang dosennya itu suruh.


Setelah itu mereka berdua kembali ke kelasnya, di jalan dosennya tiba-tiba menanyakan sesuatu padanya.


" apa benar yang teman-temanmu katakan, kau apa memang sudah mempunyai pacar?" Tanyanya


Pertanyaan yang dosennya lontarkan membuat Kristal merasa bingung, jelas dia merasa bingung karna tidak biasanya dosennya itu bertanya sesuatu yang cukup pribadi bagi Kristal, kriatal hanya bisa menjawabnya dengan jujur.


" apa yang mereka bicarakan itu tidak benar, aku belum mempunyai pacar" ucap Kristal


" tapi siapa yang mereka matsud itu?" Tanya dosennya lagi


" itu.. dia hanya mengantarku saja, kebetulan waktu itu aku tidak sengaja menolongnya jadi dia hanya membalas kebaikanku, karna itu dia ingin mengantarku tadi pagi" ucap Kristal


" jadi begitu" kemudian mereka sampai di depan kelas


Saat memasuki kelas, mereka melihat semua siswa yang disuru mengerjakan tugas keluyuran kesana kemari hingga saat dosennya kembali mereka buru-buru kembali ke tempat duduk masing-masing. Namun terlihat dari raut waja dosen mereka yang terlihat tidak marah malahan dia terlihat tidak memperdulikannya.


Kemudian dia menyuruh Kristal untuk menaruk buku yang dia bawa di mejahnya dan setelah itu dia menyuruh Kristal kembali ke mejanya.


" kau bisa kembali" ucapnya


" baik pak" setelah itu Kristal kembali ke mejanya


Setelah itu dosennya menyuruh mereka untuk memperhatinnya sebentar, karna dia ingin mengatakan sesuatu. Semuanya langsung berhenti menulis dan melihat ke arah dosen mereka.


" setelah kalian selesai mengerjakan tugas yang saya berikan, ambil buku ini satu untuk kalian pelajari, di buku ini ada semua mata pelajaran yang akan muncul di ujian nanti, jadi kalian harus mempelajarinya hingga nanti kerja keras kalian bisa membuakan hasil di ujian nanti" ucapnya


" apa! Kenapa bapak baru mengatakannya sekarang" ucap murit-muritnya


" masih ada waktu untuk kalian pelajari buku-buku ini, jadi jangan membuat alasan lagi" ucapnya


" baik" ucap murit-muritnya


Namun kemudian dia mendatangi Kristal dan memberinya buku yang tadi mereka bawa.


" kau bisa mempelajarinya mulai dari sekarang karna kau sudah selesai mengerjakan tugas itu" ucapnya


" baik" Kristal lalu mengambil buku itu dan mulai mempelajarinya


" ujian kalian tinggal satu bulan lagi, jadi selama itu kalian harus belajar agar nilai kalian tidak mengecewakan" ucapnya

__ADS_1


" baik!!" ucap murit-muritnya.


__ADS_2